Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Siuman


__ADS_3

Di depan ruangan operasi.


Sudah 5 jam lama nya kenapa dokter belum muncul juga, apa terjadi sesuatu didalam sana gumam Andin di dalam hati.


Tidak lama dari situ sura pintu terbuka, dan muncullah seorang dokter.


Bagaimana dok apakah semuanya baik-baik saja tanya Rosa. Karena sudah 1 jam yang lalu Rosa sudah sadar dari pingsannya.


Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, Kemungkinan besok pagi pasen sudah siuman.


Lalu bagaimana dengan orang yang telah mendonorkan ginjalnya kepada anak saya dok? Tanya Hartawan kepada sang dokter.


Alhamdulillah seseorang itu juga baik-baik saja. Mungkin sama saja ia akan sadar besok pagi dan ow iya orang itu berpesen terhadap saya setelah dia sadar nantik, ia ingin sekali bertemu sahabat nya yang bernama Pak Hartawan.


Iya dok, saya akan menemuinya besok pagi. Jawab Hartawan.


Terimakasih banyak atas bantuan anda dokter. Ucap Andin. Sama-sama itu sudah menjadi tugas saya. Ucap dokter tersebut.


Mengapa, Bram ingin bertemu denganku, apa yang akan ia bicarakan. Tapi seperti nya memang aku dan dia harus bicara karena ini menyakut Kenzo. Ucap Hartawan dalam hati.

__ADS_1


Keesokan pagi nya, akhirnya Kenzo sudah sadar. Mereka semua yang mendengar itu sangat bahagia terutama Andin, sudah beberapa hari ini Andin selalu berada dirumah sakit dan dia meninggalkan Naureen bersama orang tuanya, tidak mungkin jika Andin harus mengatakan kepada Naureen bahwa Dadyy nya sedang sakit. Saat ini Andin sedang berada diluar ruangan ia membiarkan Hartawan dan Rosa melihat putra mereka Kenzo.


Sayang, Kenzo apa masih ada yang sakit nak? Tanya Rosa kepada putranya itu.


Kenzo sudah baik-baik saja mah, pak kalian tidak usah khawatir. Ucap Kenzo yang bicara suranya sangat serak mungkin epek karena sudah lama tertidur.


Kenzo, mengapa kamu tidak pernah cerita sama mamah ataupun papah kalau kamu punya penyakit yang sangat berbahaya. Ucap Rosa sambil menangis.


Mamah, pada saat itu Kenzo bener-bener belum siap untuk memberi tahu kalin semua tentang penyakit Kenzo. Yang terpenting sekarang Kenzo sudah baik-baik saja. Ucap Kenzo kepada Hartawan.


Iya mah, yang terpenting sekarang Kenzo sudah baik-baik saja. Tambah Hartawan lagi.


Andin berada diluar, tadi mamah sudah mengajak nya masuk tapi dia menolak alasan nya karena ingin agar mamah dan papah deluan yang bertemu dengan kamu, kata nya dia tidak ingin menganggu. Ucap Rosa.


Kalau begitu mamah dan papah keluar dulu, mau keruangan Ketrin biar Andin yang menemani kamu disini. Soalnya dari kemarin Ketrin hanya ditemani oleh Rendy. Ucap Rosa sebelum pergi.


Andin pun masuk kedalam tempat ruangan dimana Kenzo di rawat. Kenzo yang melihat Andin dari jauh hanya tersenyum, Kenzo memang sangat merindukan Andin begitu dengan Andin dia sangat merindukan Kenzo.


Setelah Andin sampai di hadapan Kenzo, hal yang pertama ia tanyakan. Apa sudah tidak ada yang sakit lagi, dan kenapa kamu gak pernah cerita sama aku? Tanya Andin kepada Kenzo.

__ADS_1


Aku udah baik-baik aja, aku gak perlu cerita alasannya kenapa yang terpenting sekarang aku udah sehat. Jawab Kenzo.


Kamu bener Ken, apa pun alasan kamu tidak memberi aku tahu yang terpenting sekarang kamu udah baik-baik saja, dan itupun sudah cukup membuat aku bahagia.


Di ruangan lain.


Bagaimana kamu bisa tahu kalau Kenzo sedang membutuhkan donor ginjal dalam waktu dekat. Ucap pria yang tak lain adalah Hartawan.


Itu semua sangat mudah bagiku, karena aku bukan lagi pria yang miskin yang tidak tahu apa-apa. Ucap pria lain dan tak lain adalah pria itu Bram.


Apa tujuannya kamu sebenarnya untuk menemui keluargaku setelah sekian lamarannya? Tanya Hartawan kepada Bram.


Aku tidak menginginkan apapun, aku hanya ingin menyelamatkan putraku saja. Jawab Bram dan lagi pula setelah aku sembuh aku akan langsung pulang ke Paris, aku tidak akan mengangu keluargamu. Biarlah semua nya hanya kita berdua yang tahu permasalahan ini dan aku juga melihat dia sangat bahagia hidup bersama kalian, kamu jangan tanya dari mana aku mengetahui itu. Sebab sudah sangat lama aku mengintai putraku dari jauh tanpa sepengetahuan orang lain, dan itu termasuk kamu sendiri Hartawan. Ucap Bram panjang lebar.


Benerkah begitu, kamu tidak ada maksud yang lain nya. Ucap Hartawan sambil mata nya berkaca-kaca sunguh dia sangat takut akan kehilangan putranya dan itu semua hanya pikirannya semata.


Bram hanya mengangukan-angukan kepala nya saja sebagai jawaban. Aku sangat berterimakasih pada mu karena selama ini kau sangat menyayangi nya dengan setulus hatimu. Tambah Bram.


Hartawan hanya tersenyum mendengarkan ucapan Bram.

__ADS_1


__ADS_2