Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Memberi Tahu Sang Papah


__ADS_3

Dirasa aman, Ketrin mendekati rumah tua yang menjadi incaran sang Kakak. Keadaan yang sepi karna semua anak buah Ricky sudah di habisi oleh Kenzo membuat Ketrin lega walaupun dia mesti berjaga-jaga.


Ketrin menyaksikkan semuanya dari luar, ia begitu bergidik ngeri saat seorang pria yang berniat melukai Andini. Ketrin juga menyaksikkan Kenzo di pukuli oleh suruhan pria tersebut, siapa lagi kalau bukan Ricky Alexander.


"Apa yang harus aku lakukan? Mana anak buah Papah yang berniat membantu Kak Kenzo. Kak Ken bertahan yah! Ucap Ketrin pelan.


Dan di detik menegangkan, Kenzo yang hampir saja di tusuk dari belakang oleh Ricky. Ketrin yang melihat itu, tanpa pikir panjang berlari berniat melindungi sang Kakak.


Dan akhirnya, Ketrin yang tertusuk oleh Ricky. Rasanya seperti terdapat sengatan saat pisau itu mengenai dirinya.


Ketrin melihat sang Kakak yang menangis karna melihat dirinya, di dalam dirinya ia merasa senang karna sang Kakak tidak menjadi korbannya.


Hingga ia tidak sadarkan diri di pangkuan sang Kakak, rasanya sudah tidak kuat untuk berbicara bahkan bergerak.


Memang luka tusuķ yang di berikan oleh Ricky lumayan dalam membuat dirinya tak kuat menahan sakit.


><><><


"Dasar adik nakal, kenapa kamu harus mengikuti Kakak." Ucap Kenzo.


"T-tapi Kakak sayang bukan? Tanya Ketrin sembari tersenyum tipis.


"Sayang sekali, Kakak sangat sayang sama kamu, Dek." Jawab Kenzo.


Ketrin hanya tersenyum tipis mendengarnya, kemudian ia menutup kembali matanya sembari merasakan sakit yang begitu perih.


Kenzo yang melihat itu hanya bisa menangis dalam diam, ia tidak tega melihat sang Adik dalam keadaan seperti ini.


Tanpa ingin menunda, Kenzo dengan cepat menghubungi Hartawan untuk memberitahu hal ini.


"Halo Aldebaran? Gimana dengan semuanya?Tanya Hartawan dari sebrang sana yang kini penasaran dengan semuanya.


Ia menerima telfon dari sang anak sudah sedikit menjauh dari Rossa, Surya dan Sofia.


"Pah! Suara serak Kenzo yang hanya terdengar.


"Ada apa Ken? Jangan buat Papah khawatir. Apa sesuatu terjadi kepada Andini atau Naureen? Tanya Hartawan.


"Bukan Pah, ini soal Ketrin." Ucap Kenzo setelah itu menghirup udara dalam-dalam.

__ADS_1


"Ada apa sama Ketrin? Dia baik-baik saja Ken. Tadi Ketrin bilang bahwa dirinya sedang ada keperluan dengan temannya." Ucap Hartawan.


"Coba Papah lihat GPS Ketrin." Ucap Kenzo.


Hartawan yang mendengar itu dengan cepat melihat lokasi dimana anak perempuannya. Hartawan membelalakkan matanya kala melihat Ketrin yang berada di dekat lokasi dimana Ricky menyekap Andini dan Naureen.


"Ken, apa maksudnya ini? Kenapa lokasinya menunjukkan di daerah dimana Ricky menyekap Andini dan Naureen." Ucap Hartawan.


"Sekali lagi Pah, Papah coba lihat dimana lokasi aku sekarang." Ucap Kenzo.


Hartawan hanya menuruti kemauan Kenzo, ia tak kalah terkejut saat posisi Kenzo sama dengan posisi Ketrin.


"Ken, tolong jelaskan secara singkat. Jangan buat Papah penasaran! Ucap Hartawan yang kini nada bicaranya mulai tegas.


"Ketrin, Pah. Ketrin mengikuti Kenzo ke tempat penyekapan Andini dan Naureen. Dan apa yang terjadi Pah? Tanya Kenzo.


"Apa Kenzo, jangan di potong-potong seperti ini." Ucap Hartawan.


"Kenzo hampir saja di tùsuk oleh Ricky, tapi ada seseorang yang melindungi Kenzo Pah. Orang itu, adik Ken sendiri Ketrin." Ucap Kenzo sembari menatap Ketrin.


Hartawan yang mendengar itu bungkam seketika, bagai di sambar petir saat mendengar apa yang sebenarnya terjadi dengan kedua anaknya.


"I-iya Pah, aku sedang membawa Ketrin ke Rumah Sakit yang dekat. Aku tidak mau kehilangan Ketrin Papah, sampai kapanpun." Jawab Kenzo.


Hartawan yang mendengar itu semakin sakit hatinya, ia memutuskan sambungannya. Hartawan mematung sebentar kemudian tanpa disadari air matanya jatuh.


"Ketrin, apa ini firasat Mama sedari tadi? Kamu bertahan anak Papah, kamu pasti kuat." Ucap Hartawan kemudian menghampiri Rossa, Surya dan Sofia.


Kenzo yang mengetahui sambungan telfonnya di matikan hanya diam, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Rasanya ia ingin tukar posisi dengan adiknya.


"Cepat, Gas. Waktu kita ga banyak, kalau perlu kecepatannya di full. Saya gak mau sesuatu terjadi kepada adik saya." Ucap Kenzo yang di balas anggukkan oleh Bagas, anak buah nya.


"Kakak sangat merindukan semuanya, Dek. Kamu harus bertahan untuk Papah, Mamah dan Kakak. Kamu jangan tinggalin kita Dek." Ucap Aldebaran sembari menitikkan air mata.


Mobil yang di tumpangi Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, semua itu sesuai dengan perintah yang di berikan oleh Kenzo.



__ADS_1


Hartawan masih mematung, ia tidak percaya atas apa yang di katakan Kenzo. Serasa mimpi tapi ini kenyataan.


"Papah, what happen? Siapa yang menelfon? Tanya Rossa yang berniat menghampiri Hartawan.


"Ketrin, Mamah." Ucap Hartawan.


"Ketrin? Kenapa dengan Ketrin Papah? Bukannya dia pergi sama teman-temannya Papah, apa ada masalah yang terjadi dengan Ketrin? Tanya Rossa yabg panik.


"Ketrin bukan menemui teman-temannya, Mamah. Dia berbohong kepada kita, dia tidak menemui teman-temannya, melainkan…" Ucap Hartawan.


"Melainkan apa, Papah? Jangan buat Mamah khawatir dan penasaran, bicara yang jelas Pah." Ucap Rossa.


"Melainkan mengikuti Kenzo, Mamah. Ketrin ter-tertusuk karena menyelamatkan Kenzo." Ucap Hartawan yang membuat Rossa diam seketika.


"Jangan becanda, Mamah tidak suka. Sangat tidak suka jika bercandanya seperti ini." Ucap Rossa yang belum percaya atas apa yang dikatakan Sang Suami.


"Benar, Mamah. Ketrin tertusuk karena menyelamatkan Kenzo, maafkan Papah, Mah. Sebenarnya Andini dan Naureen tidak ada janji dengan Kenzo, mereka ternyata di sekap oleh musuh dulu Papah dan Kenzo." Ucap Hartawan.


"Gak, gak mungkin Papah. Gak mungkin Ketrin dengan keadaan seperti itu, dia sedang bersama teman-temannya, Pah." Ucap Rossa yang histeris saat mendengar anak gadisnya yang terluka.


"Semua benar, Mah. Papah tidak bercanda, Kenzo memberitahu Papah barusan. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit." Ucap Hartawan.


"Ayo Pah, sekarang kita berangkat kesana. Kita harus ke Rumah Sakit Pah. Ketrin butuh kita Pah, Mamah tidak mau Ketrin kenapa-kenapa." Ucap Rossa.


"Iya Mah, Mamah harus tenang. Jangan panik seperti ini, kita pasti akan kesana." Ucap Hartawan.


"Bagaimana Mamah bisa tenang Pah, Ketrin terluka serius. Pokokmya kita harus segera kesana, Pah." Ucap Rossa yang berjalan cepat menuju Surya dan Sofia.


"Maaf Pak, Buk. Kami ada urusan yang sangat penting, kami tidak bisa membicarakan sesuatu hal dalam keadaan seperti ini." Ucap Hartawan.


"Cepat Pah, jangan membuang-buang waktu. Kita harus cepat sampai sana, let's go Pah! Ucap Rossa yang air matanya sudah tidak terbendung lagi.


"Ada apa ini Pak Hartawan, kenapa dengan Ibu Rossa? Tanya Surya.


"Anak saya terjadi musibah, dan ada satu hal yang harus saya beri tahu kepada Pak Surya dan Buk Sofia." Jawab Hartawan.


"Apa Pak, apa yang ingin di beritahukan kepada saya dan istri saya." Tanya Surya yang penasaran.


"Sebenarnya, Andini dan Naureen tidak ada janji sama sekali dengan Kenzo. Mereka ternyata di sekap oleh seseorang." Ucap Hartawan.

__ADS_1


"APA!." Ucap Surya dan Sofia yang terkejut yang terkejut.


__ADS_2