Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Memikirkan Pria


__ADS_3

"Iyh Pah, kita sama-sama buat Andin bangkit kembali. Kita harus percaya kalau Andin wanita yang tangguh dan kuat." Ucap mama Sofia sambil menggenggam tangan Suaminya.


"Papa dan Mmh hanya ingin yang terbaik untuk kamu sayang. Apapun yang kamu pilih nanti, papa dan mama akan mendukung kamu." Ucap mama Sofia.


****


Setelah di kamar, Andini mencari keberadaan Naureen. Ia mendengar suara gemerincik air di dalam kamar mandi, menandakan bahwa putrinya masih di dalam kamar mandi.


Beberapa menit kamudian, Naureen keluar dari kamar mandi masih menggunakan handuk yang di perilitkan di tubuhnya yg mungil.


"Sayang, udah selesai mandinya?." Tanya Andini.


"Yes Mom, silahkan Mommy jika ingin mandi." Jawab Andini.


"Oke sayang, mommy mandi dulu yah. tapi mama ingin Naureen tunggu Mommy di kamar sebelum Mommy selesai Mandi. Ada yang ingin Mommy tanyakan." Ucap Andini.


"Oke Mom." Jawab Naureen singkat.


Setelah mendengar jawaban dari putrinya, Andini bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Naureen, ia sekarang sedang memakai baju yang sudah di siapkan oleh Mommynya. Dirinya masih di buat penasaran dengan pria yang berada di Taman Flaminggo tadi.


"Siapa pria itu? Mengapa ia terus menatap wajah aku dan Mommy terus. Aku harus menjaga Mommy dengan ketat, tidak ada yang bisa menyakiti Mommy." Ucap Naureen dalam hati.


***


Setelah sampai di rumah, Kenzo bergegas masuk ke dalam rumah. Ia langsung beranjak menuju kamar tanpa memperdulikan sekitar dirinya.


Dirinya masih di buat bingung dengan kejadian yang ia alami tadi di Taman Flaminggo.


Kenzo masuk ke dalam kamar, iaa mengunci pintunya supaya tidak ada yang sembarangan masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Lebih baik gw mandi dlu." Gumam Kenzo.


Ia beranjak menuju kamar mandi, dirinya ingin mendinginkan kepalanya yang terasa sangat pusing.


Kini Kenzo sudah berpakaian rapih menggunakan stelan jas, ia akan ke kantor terlebih dahulu sebelum menemani sang adik ke butik.


Setelah dirasa sudah perfect tampilannya, Kenzo beranjak keluar dari kamar. Ia berniat menemui adiknya yang saat ini sedang duduk di meja makan menunggu dirinya.


"Kak Ken, tumben udh pulang aja. Biasanya


agak siang pulangnya." Ucap Ketrin.


"Gapapa."Jawab Kenzo singkat, ia duduk di sebelah Ketrin.


"Kakak jemput saat jam makan siang." Ucap Kenzo.


"Oke kak. Pokoknya jangan terlambat, acaranya nanti sore." Ucap Ketrin yang dibalas anggukkan oleh Kenzo.


"Kak, papa sama mama kapan pulang?" Tanya Ketrin tiba-tiba sudah 3 tahun dirinya tidak bertemu dengan papa Hartawan dan mama Rosa.


"Kangen, rindu." Ucap Kenzo sambil mencium pucuk rambut sang adik.


"Iya Kak, sangat rindu." Jawab Ketrin yang kini beralih menatap wajah sang kakak.


Kenzo hanya tersenyum sangat tipis, mungkin tidak akan terlihat oleh Ketrin jika ia tidak intens memperhatikannya.


"Kasih senyum kok tipis banget sih kak, aku ini adik kamu." Ucap Ketrin.


Kenzo seketika merubah wajahnya kembali dingin, ia kembali menikmati sarapannya tanpa menjawab ucapan adiknya.


"Makan, diam." Ucap Kenzo.

__ADS_1


"Iya,,iya. Udah senyumnya tipis, ditambah bicaranya singkat padat dan jelas." Ucap Ketrin kembali.


Kenzo seketika menatap tajam Ketrin, adiknya yang di tatap seketika melanjutkan sarapannya tanpa menatap Kenzo.


*****


Kini Andini sudah rapih menggunakan pakaian formal nya, ia menghampiri Naureen yang sedang fokus memainkan Laptop miliknya sendiri.


Andini memang membelikan Laptop untuk. Naureen, ia membelikannya atas kemauan putrinya. Dirinya tidak bisa menolak.


"Sayang, Mommy ingin bicara." Ucap Andini yang saat ini duduk di sebelah Naureen.


"Yes Mom." Ucap Naureen yang kini menghentikan aktivitasnya.


"Mommy ingin bertanya, apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari Mommy? Tanya Andini.


"No Mom, mengapa Mommy bertanya seperti itu? Tanya balik Naureen.


"Really sayang? Mommy hanya memastikannya saja. Mommy tahu sayang, kamu menyembunyikan sesuatu, tapi jika Naureen tidak ingin memberitahu Mommy. It's okay sayang, No Problem." Jawab Andini.


Mendengar itu, Naureen menghela nafasnya. Apakah ia harus bercerita dengan Mommy tentang kejadian di Taman tadi? Tapi ia takut jika memberi tahu membuat Mommynya kepikiran.


"Saat di Taman, ada seorang pria yang terus menatap kita Mom." Ucap Naureen yang akhirnya memutuskan untuk bercerita dengan Andini.


"Pria? Who? Tanya Andini.


"I don't know Mom, aku tidak mengenalinya. Ia terus menatap kita, terutama Mommy." Jawab Naureen.


"Who's that man? Ucap Andini dalam hati, ia kini penasaran dengan pria yang di bicarakan Naureen.


"Sorot matanya Mom, mirip sekali dengan sorot mata Naureen." Ucap Naureen kembali mengingat disaat mata mereka tanpa sengaja bertemu.

__ADS_1


Andini berfikir sejenak, seketika ia membulatkan matanya. Ia takut apa yang ia pikirkan ternyata benar.


"Apa mungkin pria itu.


__ADS_2