Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Nasib Riana


__ADS_3

Ren akhirnya kamu deteng." Ucap Kenzo saat di pintu Perhusahan nya.


"Aku langsung kemari sewaktu kamu ngabari kejadian yang di alami Ketrin, terus keadan gimana sekarang? Tanya Rendi, ia begitu khawatir dengan wanita yang ia cintai.


Dia masih syok, Ren. Tapi untuk nya ada Andin yang menemani nya, saya hubungi dia." Jawab Kenzo yang di balas angukan oleh Rendi.


Terus kita mau kemana bos? Tanya Rendi.


"Kita ke markas satu lagi, disana ada wanita sia*an yang buat Ketrin jadi seperti ini." Kita akan bermain." Ucap Kenzo sembari menampilkan seringan mautnya.


Rendy tak kalah menakutkan, mereka sungguh cocok jika bermain filam aciton dengan sifatnya yang kejam dan dingin.


Bergegas mereka berdua menuju markas, yang terdapat didekat lautan. Kenzo memiliki markas yang tidak diketahui oleh banyak orang.


Kini Kenzo sudah sampai di markas yang berada dekat dengan laut, tangan nya sudah terkepel hebat. Mungkin bayang-bayangan Ketrin yang di perlakukan tidak senonoh muncul di ingatan nya.

__ADS_1


"Saya harap Bos tenang. Jangan emosi." Ucap Rendy yang sebenarnya takut jika Kenzo sudah mode seperti ini.


"Emosi, kamp**et. Kamu pernah sekolah apa gak sih, ngomong aja sampai salah! Tukas Kenzo.


"Ya sih bos, saya cuma becanda biar bos gak gini-gini amat. Mending saya aja yang main sama wanita s!alan itu." Ucap Rendy.


Kenzo menatap tajam Rendy," dia berurusan dengan orang yang salah, Ren. Saya pastikan pastikan dia gak akan selamat untuk selama nya, hidup nya akan kelar untuk beberapa jam kedepan." Ucap Kenzo dengan suara dingin nya.


Akhirnya mereka berdua masuk kedalam markas yang sudah di penuhi dengan anak buah Kenzo, semua berkumpul karena perintah sang bos.


Kini Kenzo dan Rendy sudah berada di ruang bawah tanah, berbeda dengan ruang tanah biasanya. Ruang bawah tanah milik Kenzo di daisen dengan antik, karena Kenzo ingin membuat musuhnya menikmati kehidupan nya sebelum mereka tidak bisa menikmati untuk selama nya.


Kenzo tertawa mengerikan," apa sayang? Apa anda sudah bosen hidup. Sudah saya bilang jangan berurusan dengan Kenzo Wirayudha, tapi anda terlalu mengangap nya dengan enteng." Ucap Kenzo.


"Sayang, kamu jangan gitu dong. Aku cinta sama kamu." Ucap Riana tanpa rasa malu.

__ADS_1


Kenzo berjalan dekat ke arah Riana, ia memberi kode ke pada anak buah nya. Mereka yang mengerti akhirnya berjalan agak menjauh.


Dengan sigap, Riana berdiri dan bergelayut manja di tangan Kenzo. Sungguh menjijikan!


Kenzo yang sudah tidak tahan dengan perbuatan yang dilakukan oleh Riana, diri nya dengan siagap mencekik leher Riana kuat membuat sang empu kesakitan.


"Arkhhhh, sayang. Apa yang kau lakukan, lepaskan! Ringis Riana.


Ini belum seberapa yang dengan kau lakukan kepada adik saya, apa kau mau lebih? Saya sangup memberikan nya." Ucap Kenzo sembari tersenyum menakutkan.


"Arkhhh lepaskan! Kumohon lepaskan, apa kamu mau membunuhku? Sentak Riana yang kehabisan nafas.


"Jika itu mau mu, akan aku penuhi! Ucap Kenzo sembari melepaskan cekikan nya dengan kasar.


Riana tersungkar dilantai, ia dengan cepat mengihup nafas nya dalam-dalam. Bisa saja seperdetik mat! diri nya.

__ADS_1


"Kalian mau bermain dengan nya dulu? Silakan Berapa ronde pun dia sangup sebelum menjemput ajalnya." Ucap Kenzo dingin menatap kedua anak buah nya.


Mereka tersenyum puas mendengar perkatan bos nya, ia dengan siagap menarik Riana ke arah kamar yang ternyata disediakan oleh Kenzo di markasnya.


__ADS_2