
"Kenzo, aku ingin berbicara DENGANMU." Ucap Andin penuh penekan di akhir kalimatnya.
Sayang, kamu sama tante Ketrin dulu yah. Mommy ingin berbica berdua dengan Dadyy, oke. Ucap Andin.
"Oke, Mom aku akan temani tante Ketrin. Jawab Naureen.
Good putri Mommy, Mommy tinggal sebentar yah." Ucap Andin sembari menarik tangan kekar Kenzo menuju tempat yang tidak terlalu banyak orang.
Sekarang jelaskan apa yang terjadi dengan Ketrin, apa kau tidak bisa menjaga adikmu dengan baik, hah? Tanya Andin sembari menatap tajam Kenzo.
"Tenanglah, kau ini seperti ibu yang menghawatirkan anaknya."
Ucap Kenzo sembari tersenyum tipis.
Oke, sekarang jelaskan. Go! Ucap Andin.
Kenzo hanya menghela nafas nya pelan, ia tidak tahu jika Andin begitu khawatir dengan keadan adiknya," jadi............" Kenzo dengan pelan menceritakan semua peristiwa yang di alami sang adik.
Andin yang mendengar itu mengepalkan tangannya, ia geram sekali kepada Riana yang dengan angkuh nya dengan memperlakukan Ketrin seperti itu.
"Kurang ajar, mana Riana karyawan mu itu? Rasanya ingin ku cabik-cabik mukanya itu, apa kau tidak bisa mencari perkerja yang professional, hah? Tanya Andin yang sudah tersalut emosi.
"Hey, hey tenanglah! Dia ada di tempat semua orang yang tidak tahu, jadi kau cukup tenang. Aku meminta mu kesini untuk menemani adikku, bukan untuk menceramahiku." Jelas Kenzo.
"Kalau kau bukan kakanya, sudah ku pukul kau sedari tadi. Emang kau mau kemana? Tanya Andin yang berhusa meredam emosinya.
"Aku ada urusan, jadi aku memintamu untuk datang kesini. Tolong jaga Ketrin sebentar saja! Ucap Kenzo.
__ADS_1
Andin menganguk," baikalah, jangan kau buat macam-macam. Jika kau melakukan itu kepada Rania karyawan mu, jangan terlau sadis." Celetuk Andin entah set*n apa yang merasuki Andin hinga berbicara seperti itu.
Kenzo terdengar terkekeh kecil, ia tidak percaya jika Andin dengan santai mengatakan seperti itu," apa kau kerasukan seorang arwah mafia? Tidak biasanya kau berbicara seperti itu." Ejek Kenzo.
"Hah, sudah lah. Lebih baik kau segera pergi, tidak usah mengejeku! Ucap Andin.
"Baiklah." Ucap Kenzo.
Cup, cup
"Kenzo dengan secepat kilat menyambar bibir dan kening Andin dengan kecupan, senguh keterlaluan!
"Jangan marah, kau sudah marah sedari tadi." Bisik Kenzo kecil tepat di telinga Andin, ia bergegas dan meninggalkan Andin dan berjalan kearah putri nya dan adik nya.
Andin masih setia berada di tempat itu, ia dengan ragu-ragu meraba kening nya dan bibir nya yang disambar secepat kilat oleh Kenzo.
Senyuman kecil tersungging di bibir mungil Andin, entah kenapa ia sudah terbiasa dengan apa yang di lakukan Kenzo." Sepertinya aku sudah gila! Umpat Andin kepada dirinya sendiri.
"Sayang, Dadyy ada urusan. Jadi putri kecil Dadyy ini bermain dulu dengan tante
Ketrin, oke! Ucap Kenzo yang posisinya setengah berjongkok di hadapan Naureen.
"Dadyy mau kemana? Kenapa aku datang Dadyy pergi? Tanya Naureen sembari memanyunkan bibir nya.
"Dadyy ada urusan sebentar, Dadyy janji tak akan lama." Jelas Kenzo sembari mencubit gemes pipi putri nya.
"Baiklah Dad, jangan lama-lama. Aku tunggu! Ucap Naureen.
__ADS_1
"Oke, Dadyy pergi dulu." Ucap Kenzo yang tak lupa mencium kening Naureen.
Kenzo beralih menatap Ketrin, rasa kesalnya kembali muncul saat melihat keadan sang adik. Kakak berangkat dulu, tenanglah. Disini ada kak Andini dan Naureen yang menemanimu, jangan takut. Kakak sayang padamu, kakak akan melindungimu dari siapapun, maafkan kakak yang lalai menjagamu." Ucap Kenzo.
Jangan bicara seperti itu kak, aku oke. yang harus kakak ingat, aku juga menyayangi kakak." Ucap Ketrin sambil tersenyum manis.
"Always." Ucap Kenzo yang tak lupa mencium kening Ketrin.
Saat hendak pergi. Kenzo di hentikan oleh omongan Ketrin. Apa kakak tidak berpamitan dengan kak Andin, sungguh kejam sekali." Goda Ketrin.
"Aku berangkat dulu." Pamit Kenzo yang dibalas anggukan oleh Andin.
Kenzo menatap Ketrin seperti memberi kode kepada nya, Ketrin yang mengerti dengan cepet menutup mata Naureen serta mengalihkan posisi duduk nya.
Kenzo tersenyum tipis, ia kembali menatap Andin dengan cepet Kenzo memberi lum*an di bibir Andin, membuat sang empu membelakan mata nya.
Cukup lama mereka melakukan aktivitas panas itu, akhirnya Kenzo melepaskan nya. Bibir mereka sama-sama basah karena ulah Kenzo.
Masih manis, Mommy. Goda Kenzo membuat pipi Andin merah merona seperti kepiting rebus tapi buru-buru dirinya menyembunyikan nya.
Kau ini tak waras, Kenzo. Kau lakukan ini didepan anakmu dan juga Ketrin. Sentak Andin.
"Tenanglah! Mereka tidak melihat. Lihatlah! Mereka menutup matanya." Ucap Kenzo sembari terkekeh kecil.
"Tante, kenapa mata aku di tutup? Tanya polos Naureen.
"Ah itu sayang, gak papa jawab Ketrin kikuk.
__ADS_1
Kenzo yang melihat itu tertawa kecil, berbeda dengan Andin. Ia hanya geleng-geleng kepala dengan perbuatan yang Kenzo lakukan.
Akhirnya Kenzo meninggalkan ruangan nya, saat sampai di lantai bawah. Tapan dinginnya kembali muncul, ia melihat pegawainya yang hanya bisa menunduk setelah mendapatkan mendapatkan Ancaman dari dirinya.