
"Ya ampun Kak Ken, kenapa Kakak bisa sakit kayak gini? Ucap Ketrin yang kini sedang sibuk mengurusi Kenzo yang terbaring lemah di atas tempat tidurnya.
"Kak, lebih baik kita ke rumah sakit aja yah. Kita periksa, aku ga mau Kakak kenapa kenapa." Tawar Ketrin, rasa khawatirnya membuat Ketrin tak tega melihat sang kakak.
Kenzo menatap sang adik yang terlihat begitu khawatir, dengan sekuat tenaga Kenzo mengukir senyum kepada Ketrin.
"Ga usah, Kakak cuman pusing." Tolak halus Kenzo, rasa pusing yang begitu berat membuat Kenzo sulit untuk bangkit.
Ketrin mendengus kesal." Hai Kak, lihatlah! Kakak ini lagi sakit. Pokoknya kita ke rumah sakit." Tukas Ketrin.
"Dek, Kakak baik baik aja. Cuman pusing, Kakak minta tolong boleh? Tanya Kenzo.
Ketrin hanya mengiyakan. Kamu urus perusahaan Kakak hari ini, Kakak ada perlu." Ucap Kenzo.
Melihat raut wajah sang Kakak yang sepertinya tidak ingin dibantah, dengan terpaksa Ketrin mengiyakan kemauan Kenzo.
Kenzo tersenyum tipis, wajahnya yang pucat membuat Ketrin tak tega meninggalkannya. Tapi bagaimana lagi,cdirinya sudah di perintahkan untuk mengurus perusahaan hari ini.
Kenzo mengambil ponselnya di atas nakas, ia melihat di layar ponselnya menunjukkan pukul 9 pagi. Kenzo berniat menemui Andini yang sudah di sepakati tadi malam.
"Semoga gw kuat." Gumam Kenzo pelan.
Sepulang dari markas, Kenzo merasa pusing. Mungkin angin malam lewat membuat Kenzo seperti ini, wajahnya yang pucat serta bibirnya kering di tambah luka memar di wajahnya berhasil membuat Kenzo seperti mayat hidup.
•
•
°°°Kanees' Shop°°°
"Mom, kejutan apa yang Mommy siapkan? Tanya Naureen.
Andini tersenyum manis." Kamu lihat saja nanti, semoga kamu tidak kesal atau marah setelah mengetahui kejutannya." Jawab Andini sembari mengedipkan matanya.
"Emm, sepertinya Mommy balas dendam dengan aku. Mommy tak kalah jahil rupanya." Ucap Naureen yang dibalas tertawa kecil oleh Andini.
"Semoga kamu datang Kwnzo, hanya hari ini saja aku memberikan keputusan. Jika kamu tidak datang, berarti kamu tidak akan mendapatkan keputusan saya sampai kapanpun. Jika kamu menyayangi Naureen, pasti kamu datang." Ucap Andini dalam hati setelah melihat layar ponselnya berniat melihat jam.
"Apapun yang terjadi kedepannya, aku harus hadapi. Tiada kebahagiaan tanpa ujian, jadi aku harus bisa menjalani semuanya dengan ikhlas." Imbuh Andini kembali.
__ADS_1
Andini kembali fokus memeriksa file- file, dirinya merasa gelisah entah apa yang terjadi. Ia berharap tidak ada sesuatu yang terjadi.
~♡~
Selepas kepergian Ketrin, Kenzo masih betah berbaring di atas ranjangnya. Kepalanya seakan ingin pecah, pusing yang ia rasakan belum hilang.
Kenzo kembali menatap layar ponselnya, dilihatnya jam menunjukkan pukul 10.00. Kenzo dengan sekuat tenaga berpindah posisi menjadi duduk walau rasa pusing masih ia rasakan.
"Gw harus kuat, Kenzo seorang pemimpin mafia sakit karna angin malam lewat. Ga bangett." Gumam Kenzo, ia menyemangati dirinya.
Dengan perlahan, Kenzo menuruni ranjang berniat menuju kamar mandi. Ia berjalan dengan hati hati untuk menyeimbangkan tubuhnya agar tidak jatuh.
Sebenarnya Kenzo mempekerjakan orang untuk bekerja dengannya, tapi Kenzo tidak pernah sekalipun meminta bantuan kepada mereka. Bukan karna merasa gengsi, melainkan dirinya berfikir jika dirinya bisa sendiri mengapa harus meminta bantuan orang lain.
Beberapa saat kemudian….
Kini Kenzo sudah rapih menggunakan stelan jasnya, wajahnya masih terlihat pucat walaupun berkurang serta luka memar yang ada pada wajahnya sudah di tutupi oleh pleaster.
"Gw harus ke butik Andini, gw ga mau ngelewatin kesempatan ini." Gumam Kenzo lirih.
Bergegas Kenzo keluar dari istana nya berniat memasuki mobil, detik kemudian Kenzo melajukan mobilnya menuju butik Andini.
"Eughh, lo kuat Ken." Ucap Kenzo sembari memijit keningnya untuk meredakan rasa pusing di kepalanya.
Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, walaupun rasa pusing di kepalanya terasa, Kenzo masih bisa menyetir mobil.
•
•
"Mom, aku sangat bosan. Kapan kejutan yang Mommy akan berikan padaku sampai? Tanya Naureen memasang wajah masam.
Andini hanya tersenyum gemas melihat tingkah laku putrinya, bergegas Andini bangkit dari kursi kerjanya. Ia menghampiri Naureen dan duduk di sebelahnya.
"Sabar yah sayang, kamu tunggu 15 menit lagi yah." Ucap Andini sembari mengelus pipi putih Naureen.
Naureen hanya menganggukkan kepalanya, ia benar- benar tidak sabar menunggu kejutan yang diberikan Mommynya.
"Come on Kenzo, Naureen menunggu kamu. Saya akan menunggu kamu sesuai waktu yang saya berikan kepada Naureen, jika lebih dari itu berarti kamu menyia -nyiakan jawaban saya." Ucap Andin dalam hati sembari menatap Naureen yang sudah jenuh.
__ADS_1
15 menit sudah berlalu, Kenzo sama sekali belum menampakkam batang hidungnya di butik Andini.
Andini melihat arjolinya sudah 15 menit ia menunggu, Andini menghela nafasnya kasar. Ia menatap Naureen menaikkan alisnya sebagai pertanyaan.
"Kenzo, kamu sudah menyi-."
"Tok, tok, tok." Suara ketukan pintu membuat Andini menolehkan kepalanya.
"Masuk." Seru Andini, pintu terbuka memperlihat seseorang yang sudah ia kenali.
"Maaf." Hanya kata itu yang dapat ia katakan.
Andini hanya tersenyum tipis, beruntungnya dirinya belum selesai mengatakan kata keramat itu. Berbeda dengan Naureen, ia mengerutkan dahinya melihat seseorang dihadapannya.
"Mom, apa kejutan itu Om Ken?Tanya Naureen.
Andini menganggukkan kepalanya. Iya sayang, masih ada kejutan yang menanti kamu." Ucap Andini.
"Hai Naureen!, how are you?."
"Hai om, i'm fine. Thank you, bagaimana dengan Om?.
"I'm fine."
Andini menatap wajah Kebzo lamat lamat, wajahnya terlihat pucat serta bibirnya kering. Pertanyaan muncul begitu saja di benak Andini. Kenzo, you' re not oke." Gumam Andini pelan.
Kenzo mendekati Naureen yang sedang duduk di sofa, dengan hati hati Kenzo duduk di sebelah Naureen sembari memasang senyum manisnya.
"Hai Naureen, Om kangen sekali dengan kamu. Boleh Om pangku kamu? Tanya Kenzo.
Naureen berfikir sejenak, kemudian ia menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia mengizinkannya.
Kenzo tersenyum senang, dengan hati- hati ia mengangkat tubuh Naureen untuk pindah duduk di pangkuannya.
"Maksud Mommy apa? Kejutan apa lagi yang akan Mommy berikan? Tanya Naureen di pangkuan Kenzo.
Kenzo yang mendengar pertanyaan Naureen juga menatap Andini, ia ingin mendengar jawaban Andini.
Andini hanya tersenyum tipis, ia mengkode kepada Naureen untuk mendekati dirinya. Dengan pelan, Naureen turun dari pangkuan A. Ia melangkah cepat mendekati Andini.
__ADS_1
Aldebaran yang melihat itu,dengan perlahan beringsut berdiri. Ia menatap Naureen dan Andini yang begitu saling menyayangi, senyum terukir di sudut bibir Kenzo.