Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Somoga Benar


__ADS_3

"Terima kasih, saya pasti akan datang besok siang. Saya berharap jawaban yang kamu siapkan, sesuai yang ada di pikiran saya." Ucap Kenzo, rasanya ia ingin memeluk erat wanita yang ada di hadapannya.


"Baiklah, saya tunggu di butik. Pastikan anda datang, jika tidak anda sudah menyia- nyiakan semua." Ucap Andini.


Kenzo hanya mengangguk." Saya pasti datang, kamu tunggu saja saya." Ucap Kenzo.


"Bos." Teriak seorang pria sembari menghampiri Kenzo dan Andini.


Kenzo menoleh, ia memberi kode kepada pria tersebut. Ia yang mengerti akhirnya menjalankan perintahnya.


"Maaf pak, saya telat." Ucap pria tersebut.


"Tidak apa apa Ren." Jawab Kenzo, yah pria yang memanggil Kenzo adalah Rendy. Dirinya mencari cari Bosnya yang tadinya sedang mengejar musuh bebuyutan Bosnya.


"Saya pergi dulu Andini." Ucap Kenzo. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Andini." selamat malam Mommy Naureen, Daddy Naureen pergi dulu. Besok kita bertemu kembali." Bisik Kenzo dengan suara beratnya membuat Andini menelan ludahnya secara kasar.


Andini hanya melihat Kenzo yang pergi dibantu oleh Rendy, ia berlalu menuju tempat mobilnya terparkir setelah Kenzo lenyap dari padangannya.


"Aku harus menceritakan ini semua kepada Papah dan Mamah, semoga Papah dan Mamah bisa terima. Aku harus bisa menerima semua ini, semoga keputusan aku benar." Gumam Andini, ia menyalakan mesin mobilnya setelah itu melajukannya menuju rumah.


__ADS_1



Kenzo hanya tersenyum sedari tadi membuat Rendy dan Angga mengerutkan dahinya, rasanya seperti mimpi melihat Kenzo tersenyum seperti ini.


"Lo sepertinya udh g¡la, Ken ." Celetuk Angga.


"S¡alan lo, gw lagi bahagia bercampur tegang, Ngga." Ucap Kenzo.


"Lo bahagia kenapa? Terus lo tegang kenapa?Tanya Angga.


"Besok ketemu Andini, dia sudah punya jawaban." Jawab Kenzo sembari mengusap wajahnya kasar.


Kenzo hanya mengangguk." Apa Andini akan maafin gw? Gw sadar kalau kesalahan di masa lalu gw sangat, sangat fatal. Gw harus bisa menebus kesalahan gw di masa lalu." Ucap Kenzo.


Rasa kekhawatiran mereka rasakan, Kenzo yang khawatir jika jawaban Andini tidak sesuai harapannya sedangkan Andini yang khawatir jika ia menceritakan ini semua kepada Surya dan Sofia bisa membuat mereka kesal ataupun marah.


"Sepertinya Andini memiliki perasaan sama lo, Bos." Celetuk Rendy yang ikut berbicara.


Kenzo hanya mengerutkan dahinya." semoga saja, Ren." Ucap Kenzo, hanya kata itu yang bisa ia keluarkan.


"Jika Andini tidak memberi kesempatan untuk gw, gw tidak akan berhenti. Mungkin saya sudah mencintai kamu, Andini." Gumam Kenzo pelan.

__ADS_1




"Mommy, mengapa Mommy sedari tadi melamun? Tanya Naureen.


Andini seketika menatap lekat Naureen, ia tersenyum manis." Tidak apa-apa sayang, Mommy hanya kepikiran saja dengan kerjaan Mommy. Oh iyh sayang, besok Naureen mau ikut Mommy ke butik? Ucap Andini.


"Emm, aku mau Mom. Aku mau menemani Mommy sebelum aku masuk sekolah." Ucap Naureen.


Andini mengerutkan dahinya, ia merasa belum mendaftarkan Naureen. Kamu sudah berbicara mengenai ini sayang ke Omah? Tanya Andini.


Naureen hanya tersenyum sembari memperlihatkan giginya. Iyh Mom, aku sudah berbicara dengan Omah. Omah mengizinkan Naureen untuk sekolah." Jawab Naureen.


Andini hanya mengangguk tanda mengerti. Ya sudah, sekarang Naureen tidur yah. Besok, Mommy ada kejutan untuk kamu sayang." Ucap Andini, ia menyelimuti setengah badan Naureen serta dirinya.


"Baiklah Mom, aku penasaran dengan kejutan yang akan diberikan Mommy. Good Night Mom." Ucap Naureen.


"Kamu tunggu besok sayang, Good Night too sayang." Balas Andini, ia mengecup singkat pipi Naureen.


"Mommy akan membuat kamu bahagia sayang, semoga keputusan aku benar. Setelah urusan aku dan Kenzo selesai, aku harus cerita semua ini ke Papah dan Mamah." Gumam Andini, tidak lama ia memejamkan matanya menyusul Naureen yang sudah terlebih dahulu masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2