
Kenzo menaikkan alisnya tanda menanyakan apa yang terjadi? Tapi Andini sama sekali tidak menjawab. Ia hanya tersenyum tipis, itu sangat membuat Kenzo bingung.
"Naureen, katakan mengapa tiba -tiba Naureen membenci Om? Tanya Kenzo yang kini melepaskan pelukannya berniat menatap wajah Naureen.
Memerah dan sembab, itulah keadaan wajah Naureen sekarang. Naureen hanya terisak menangis.
"Om jahat,caku begitu membenci Om. Mengapa Om melakukan semuanya? Om orang jahat." Hanya kata itu yang di keluarkan Naureen.
"Om jahat." Kenzo tak mengerti apa maksud Naureen. Seketika Kenzo membulatkan matanya, ia menatap Andini yang kini menatap sendu ke arah dirinya dan juga Naureen.
"Naureen, sayang dengarkan Om. Om tidak jahat, Om sangat say-"
"Sudah Om, Mommy sudah menceritakan semuanya. Om pria yang jahat, aku sungguh membenci kebohongan." Ucap Naureen.
Kenzo yang mendengar itu menangkup wajah Naureen, ia mengelus kedua pipi Naureen.
"Hai, Om tidak jahat sayang. Om sangat, sangat menyayangi kamu." Ucap Kenzo.
Tangis Naureen semakin deras," Om memang jahat, tapi aku sayang Om. Aku sayang D-daddy." Ucap Naureen di sela-sela tangisnya.
Kenzo diam terpaku, rasanya seperti mimpi bisa mendengar sebutan yang ia impikan." Bisa Naureen ulang tadi? Apakah Om tidak salah dengar? Tanya Kenzo lirih.
Naureen tersenyum kecil," Aku sangat menyayangi Daddy. Mengapa Om tidak mengatakan sebenarnya? Mengapa Mommy yang mengatakannya." Ucap Naureen.
Kenzo dengan sigap menarik Naureen ke dalam pelukannya, rasanya hangat. Ia bisa merasakan pelukan seorang anak yang diberikan kepada ayahnya, sungguh Kenzo berfikir ini mimpi.
"Maafkan Daddy sayang, banyak alasan yang membuat keadaan seperti ini. Jangan tanyakan alasannya, Daddy yang membuat keadaan jadi seperti ini." Ucap Kenzo, ia mengecup berkali-kali kening Naureen.
"Haishhh Dad, sudah cukup. Bisa bisa keningku basah karna Daddy." Gerutu Naureen.
Kenzo hanya terkekeh kecil, ia menatap Andini yang tersenyum manis ke arah dirinya dan juga Naureen.
"Saya sudah berjanji kepada kamu, Andini. Saya tidak pernah melanggar janji apapun." Ucap Kenzo dalam hati.
"Sayang, sini peluk Daddy lagi." Ujar Kenzo sembari merentangkan tangannya.
Naureen yang melihat itu tersenyum senang, dengan senang hati Naureen masuk ke dalam dekapan Kenzo.
"I love you Dad, Don't go again Dad." Ucap Naureen.
__ADS_1
"No sayang, Daddy tidak akan pergi kemanapun. Karna Daddy sudah mempunyai Naureen dan Mommy." Ucap Kenzo sembari melirik sekilas Andini.
"Memang aku sadari, semua ini begitu mustahil. Aku bisa memberi kesempatan kepada Kenzo yang notabanenya orang yang sudah menghancurkan impianku, tapi aku yakin sang kuasa memiliki jalan lain tanpa harus aku yang tentukan.
Semoga dengan keputusan ini aku bisa merubah sikap dan kebiasaan Kenzo, aku tidak ingin Kenzo berlarut-larut dalam dunia gelapnya." Ucap Andini dalam hati sembari tersenyum manis melihat Kenzo dan
"Daddy mau kan antar aku pulang? Tanya Naureen.
Kenzo tersenyum manis, ia menatap Andini untuk meminta izin yang dibalas anggukkan oleh Andini.
"Let's go sayang, Daddy antar pulang." Jawab Kenzo sembari menggendong Naureen.
Naureen hanya tertawa kecil, terlihat dari wajahnya terpancar kebahagiaan. Mungkin ia merindukan saat-saat seperti ini, berharap saat saat ini selalu terjadi.
Andini tersenyum senang, ia turut bahagia melihat Naureen bahagia. Tapi di hatinya masih tersimpan rasa kekhawatiran yang cukup besar.
"Apa Papah dan Mamah akan memaafkan Kenzo? Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepala Andini.
"Andini." Panggil Kenzo membuat lamunan Andini buyar.
"Ekh iyah?." Jawab Andini.
"Ayok, dari tadi saya memanggil kamu." Ucap Kenzo melihat ada keanehan dari Andini.
"Tenanglah, kau cukup berdoa saja. Biarkan aku yang membereskan ini semua." Ucap Kenzo, ia mengerti apa yang dipikirkan oleh Andini.
Andini hanya menatap Kenzo lekat, rasanya masih mimpi bisa memberikan kesempatan untuk Kenzo.
"Baiklah, tetap berjuang jika menyayangi Naureen." Ucap Andini.
"Pasti, aku juga akan memperjuangkanmu karna aku mencintaimu." Ucap Kenzo jujur.
Andini cukup terkejut dengan pernyataan Kenzo, ia buru -buru meneltralisirkan keterkejutannya karna tidak ingin Kenzo tahu.
"Sudah lah, lebih baik kita pulang." Ucap Andini, ia mengganti topik pembicaraan.
Kenzo hanya tersenyum kecil, gemas sekali melihat tingkah laku Andini yang terlihat jelas pipinya memerah.
"Saya akan berusaha untuk mendapatkan mu Andini, entah rintangan yang berat atau kecil tetap saya lalui. Karna satu, saya mencintai kamu, Andini Kaneesha Putri." Ucap Kenzo dalam hati.
__ADS_1
Kenzo melajukan mobilnya menuju rumah Andini, ia melajukan mobilnya setelah dirinya dan juga kedua wanita yang berharga baginya masuk ke dalam mobil.
☆☆☆☆
Kini mobil Kenzo sudah terparkir tepat di depan rumah 2 tingkat, Andini dan Naureen bergegas keluar dari mobil Kenzo di ikuti oleh pemilik mobil.
"Daddy, apa Daddy tidak tinggal disini? Tanya Naureen.
"Tidak untuk sekarang sayang, setelah urusan Daddy selasai kita akan tinggal bersama. Melakukannya hal apapun bersama." Jawab Kenzo sembari mengecup kedua pipi Naureen.
"Baiklah Dad, tapi Daddy janji tidak akan meninggalkanku dan Mommy kembali." Ucap Naureen sembari mengacungkan jari kelingkingnya.
"Janji sayang, Daddy tidak akan meninggalkan kalian berdua." Jawab Kenzo, ia mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Naureen.
Kenzo tersenyum gemas, ia berpindah posisi menatap dan menghadap Andini yang sedang dilanda rasa kekhawatirannya.
"Aku akan baik-baik saja." Bisik Kenzo tepat di telinga Andini.
"Aku percaya padamu, tetap berjuang untuk mempertahankan semuanya." Ucap Andini.
"Besok sore, kita bertemu di Taman Flaminggo. Ada yang perlu dibahas." Imbuh Andini kembali.
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya, ia mendekatkan dirinya kepada Andini. Dan…
Cup.
Kenzo mencium singkat kening Andini, membuat sang empu di buat terkejut kembali.
Andini dengan perlahan meraba-raba kening, bekas kecupan singkat Kenzo kepada Andini.
"Itu hadiah pertama dariku, banyak hadiah menanti mu. Ax junior menunggumu." Bisik Kenzo dengan suara beratnya.
Andini menelan ludahnya secara kasar, ia benar- benar tidak habis fikir oleh pemikiran Kenzo. Bisa bisanya dirinya berkata seperti itu.
Di sudut lain, seseorang sedang memperhatikan Kenzo dan Andini. Mereka tidak mengetahui bahwa ada orang yang melihat kejadian tadi.
"Siapa pria tersebut? Gumamnya.
Seseorang tersebut bergegas menghampiri mereka bertiga, entah apa yang terjadi.
__ADS_1
"Siapa dia Andini? Tanya nya.
Andini mengalihkan pandangannya saat suara yang ia kenali menyebut namanya.