
Surya mengehala nafasnya panjang" Papah tahu yang terbaik untuk kamu, kamu putri Papah. Untuk kali ini, Papah setuju dengan keputusan kamu." Ucap Papah Surya.
Andini tersenyum haru, tak terasa air mata jatuh di pipi mulus Andini. " Makasih Pah, aku sayang sama Papah. Semoga Papah bisa menerima Kenzo, aku tahu Pah ini berat tapi Papah coba yah. Demi aku dan Naureen." Andini menghambur ke pelukan Surya.
"Papah akan coba, Nak. Berat sekali untuk menerima ini semua, tolong beri waktu untuk Papah dan Mamah." Ucap Surya sembari mengusap punggung Andini lembut.
Andini hanya mengangguk di dalam dekapan Surya, ia tidak bisa berkata apa apa lagi. Rasa senang dan sedih bercampur aduk di dalam diri Andini.
"Aku berterima kasih kepada MU karna telah membukakan pintu maaf Papah kepada Kenzo. Kenzo, Papah memaafkanmu." Ucap Andini dalam hati.
•
•
Langit-langit malam begitu indah di temani gemerlap bintang serta bulan yang menyinari dunia. Membuat Kenzo yang sedang berdiri di balkon enggan untuk beranjak pergi.
Ia tersenyum tipis setelah membaca surat yang berada di tangannya," aku menyayangi kalian." Ucap Kenzo lirih.
Tring.
Bunyi pesan dari ponsel Kenzo membuat fokus Lenzo teralihkan, ia mengambil ponselnya yang tergeletak di meja.
°°Selamat malam Kenzo maaf menganggu mu malam malam. Aku ingin memberi tahu bahwa Papahku mencoba memaafkanku, aku sudah berbicara dari hati ke hati dengan Papah ku."~Mommy Naureen.
Kenzo tersenyum simpul, ia membalas pesan yang di kirim Andini. "Aku begitu senang mendengarnya, jadi aku bisa cepat menikahi mu Mommy Naureen."
Di sebrang sana, Andini tersenyum tipis saat Kenzo membalas pesannya. " Kau mesum sekali, tapi entah mengapa aku suka."
Tring.
__ADS_1
Andini membuka kembali ponselnya saat pesan masuk," jangan tersenyum manis, itu hanya boleh di berikan kepadaku. Selamat malam Mommy Naureen♡."~Kenzo.
Andini di buat tersenyum kembali, ia tidak menyangka bahwa Kenzo bisa seromantis ini. Entah mengapa dirinya senang di perlakukan seperti ini," apa aku sudah menerima Kenzo secara perlahan." Gumam Andini.
Karna tidak ingin berlarut-larut dalam pikirannya, Andini merebahkan tubuhnya di ranjang yang lumayan besar. " Selamat malam juga Daddy Naureen." Gumam Andini kecil, ia terlelap karna lelah yang menderanya hari ini.
Sedangkan Kenzo, ia sama sekali tidak beranjak dari balkon. Angin malam yang sejuh membuat hati dan diri Kenzo merasa tenang, ia begitu menikmatinya.
"Daddy menyangi mu, Naureen. Sampai kapanpun Daddy menyayangi mu, Daddy tidak akan pernah meninggalkanmu." Gumam Kenzo sembari menatap langit malam yg indah.
"Mungkin saja." Kenzl beranjak pergi dari balkon. Semakin lama ia di balkon, angin malam tidak baik untuk dirinya.
"Isshhh." Kenzo meringis kala kepalanya berdenyut, mungkin efek dari sakit nya yang kemarin.
Kenzo merebahkan dirinya di ranjang, ia menatap langit langit kamar. Desain kamar yang di buat gelap oleh Kenzo karna dirinya yang menyukai warna gelap apalagi hitam ataupun abu- abu.
"Sayang sekali, kau Kenzo. Semoga gue siap untuk semuanya." Gumam Kenzo, perlahan matanya terpejam masuk ke dalam alam mimpinya.
Terkadang kita tidak mengetahui kejadian yang begitu saja datang, entah itu lewat kenyataan bahkan mimpi.
Merangkai dan menghias kehidupan kita dengan harapan akan semakin indah, apalagi harapan yang kita inginkan terwujud. Sungguh bahagia!.
Kesalahan seseorang yang di perbuat di masa lalu memang membekas di lerung hati orang tertentu, tapi mereka bisa saja dengan perlahan memaafkan.
Kehidupan yang harus kita jalani, tujuan dan harapan yang membuat kehidupan diri kita menjadi berwarna. Tanpa tujuan, kehidupan tidak akan pernah berjalan dengan mulus.
Ibarat ilmu tanpa agama akan buta sedangkan agama tanpa ilmu akan lumpuh. Hanya Ibarat, terkesan menasehati bukan? Tentu.
Maka kehidupan tanpa tujuan akan tersesat sedangkan tujuan tanpa kehidupan akan kosong, tidak pernah ada. Huh, jalani saja. Ikuti alurnya yang diberikan nya.
__ADS_1
Mengeluh boleh, lelah juga boleh. Tapi tidak untuk menyerah, pegang teguh prinsip. Hidup kita, kita yang jalani. Tidak usah memdengar perkataan orang lain. Mungkin mereka Iri,hihihi!.
~♡~
■■ ■■ ■■
Sinar matahari membuat seorang wanita yang sedang terlelap tidur mengerjapkan matanya, senyum terlukis di bibirnya.
"Pagi dunia,csemoga hari ini menyenangkan." Ibu satu anak ini beranjak dari ranjang berniat menuju kamar mandi untuk melakukan ritual membersihkan badannya.
15 menit berlalu, pintu kamar mandi terbuka. Memperlihatkan Andini yang sudah selesai dengan ritualnya, wajahnya terlihat sangat bahagia berbeda dengan dahulu. Sudah pasti tahu!.
"Aduhhh, sampai lupa. Sekarang aku ketemu sama Papah dan Mamah Kenzo, ini gimana nih? Kemarin malam aku udh janji sama Jessika dan Neneng untuk havefun bareng." Gerutu Andini.
"Dasar pikun!." Panggilan yang bagus sepertinya untuk Andini sekarang, bagaimana ia bisa lupa jika ada janji dengan Kenzo.
Wait, wait dirinya tidak membuat janji, tapi Kenzo yang bersikeras untuk mempertemukan dirinya dan Naureen dengan Papah dan Mamah nya. Menyebalkan sekali!.
Bergegas Andini membuka lemarinya untuk memilih pakaian yang cocok, entah mengapa ia sangat tegang dan takut untuk bertemu dengan kedua orang tua Kenzo. " Kenapa dengan diri ku ini, sepertinya aku harus periksa ke dokter." Gumam Andini.
Tidak mencapai 10 menit, Andini sudah tampil rapih dengan stelan baju yang begitu indah. Tidak lupa juga, ia memoleskan sedikit alat make up yang ia punya. Sangat Cantik!.
Setelah selesai, Andini beranjak keluar dari kamar. Ia akan ke kamar Naureen untuk memberitahukan perihal ini, pasti Naureen senang! Batin Andini.
•
•
Terlihat Naureen yang masih terlelap, mungkin ia nyenyak dengan kamar barunya.
__ADS_1
Yap, Naureen sudah memiliki kamar sendiri. Di rumah orang tua Andini, memiliki gudang yang sebenarnya sudah tidak terpakai. Mereka memanfaatkannya.