
Andini di dalam taksi hanya bisa menangis, ia benar- benar bingung dengan semua ini. Mengapa dunia ini mempertemukan kembali pria yang sangat ia benci dulu.
><><><><>
Andini dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan pelukan Kenzo, ia berbalik menatap Kenzo.
"Kenzo, entah benar atau salah keputusan saya. Tapi saya minta waktu, saya butuh memikirkan ini semua, jangan pernah merasa mudah untuk menebus kesalahan anda di masa lalu." Ucap Andini.
"Saya tahu itu, besok saya ke butik kamu. Saya ingin bertemu dengan Naureen, apakah bisa?." Tanya Kenzo.
Andini berfikir sejenak. " Baiklah, saya izinkan. Ia gadis yang tidak suka bertele-tele, jangan buat ia bosan atau jenuh. Sifatnya sepertinya mirip dengan mu. Dingin dan pintar." Jawab Andini.
Kenzo mengukir senyum di ujung bibirnya, rasa bahagia menyelimuti dirinya. Walaupun ia terkenal dengan sebutan pria berdarah dingin, tapi tidak jika ia bersama orang yang menurutnya penting dalam hidupnya.
Setelah mengatakan itu, Andini memberhentikan taksi yang akan melewat. Sebelum pergi, dirinya pamit kepada Kenzo.
"Walaupun rencana awal tidak sesuai ekspetaksi, tapi gw tidak akan berhenti." Gumam Kenzo kecil sembari melihat kepergian Andini.
\><\><\><
"Pah, Mah, apa kalian siap mendengar semua ini? Aku takut Papah tidak bisa mengontrol emosinya. Dan untuk kamu Naureen, putri Mommy, apa kamu juga siap untuk mengetahui Daddy mu." Ucap Andini di sela sela terisak menangis.
"Mengapa dunia tidak bisa membuat aku bahagia untuk sementara waktu, aku takut jika aku memberi Kenzo kesempatan, ia akan mengambil Naureen dari aku." Gumam Andini pelan.
Andini berniat kembali ke butik, rasanya ia berat untuk menceritakan semua ini kepada Papah Surya dan Mamah Sofia serta Naureen.
Diperjalanan menuju butik,cAndini hanya memikirkan masalahnya yang terasa begitu berat dan menyakitkan jika harus di ingat kembali.
•
•
Disisi lain, Kenzo masih berada di Coffe Shop yang ia booking. Suasana hatinya bercampur aduk, rasa senang dan bersalah menyelimuti dirinya.
Dikeluarkan sebuah kotak berwarna merah, sebuah cincin emas yang dihiasi mutiara. Terlihat sederhana tapi siapa sangka harganya begitu fantastis.
"Andini, secepatnya saya menjadikan kamu milik saya. Hanya saya." Gumam Kenzo sembari menatap kotak merah yang berisikan cincin.
"Tring." Sebuah pesan masuk dari ponsel Kenzo, bergegas sang empu membuka isi pesannya yang ternyata dari AB nya.
"Musuh mulai bergerak bos, sepertinya malam ini waktunya."~AB.
__ADS_1
Kenzo membaca pesan dari AB nya dengan serius, ia menaruh ponselnya setelah membaca dan mengirim pesan kepada Rendy dan Angga.
"Rasanya gw ingin berhenti dari dunia gelap ini, tapi gw masih ada dendam yang belum gw tuntaskan. Semoga kamu tidak membenci Daddy, Naureen." Gumam Kenzo.
Ia beranjak dari kursinya tempat ia duduk setelah menyeruput kopi, dirinya berniat pergi meninggalkan Coffe Shop menuju markasnya.
•
•
Kini Andini sedang fokus memeriksa file- file, raganya memang fokus kepada file- file yang ia baca, tapi hati dan pikirannya tidak mengarah ke situ.
"Hufhh" Andini mengela nafasnya dengan pelan. Dirinya tidak bisa fokus mengurus butik dalam keadaan seperti ini.
"Untuk hari ini aku lembur, aku ga mau Papah dan Mamah bertanya. Lebih baik aku kabarin Mamah dulu." Gumam Andini sembari merogoh ponselnya di tas.
"Mah, hari ini aku lembur. Ada beberapa kerjaan yang harus aku urus, tolong bilang ke Naureen."~Andini.
Tidak lama, balasan dari Mamah Sofia masuk di ponsel Andini.
"Oke sayang, kamu hati hati jika pulang. Utamakan keselamatan." Mamah Sofia.
-
-
Di sebrang sana, Mamah Sofia bertanya -tanya dalam hatinya. Tidak biasanya Andini lembur, apalagi pekerjaan butik tidak terlalu sulit.
"Mamah tahu kamu menyembunyikan sesuatu sayang, tapi Papah dan Mamah hanya bisa menunggu disaat kamu sudah siap untuk bercerita." Gumam mama Sofia.
"Omah, aku ingin minta sesuatu." Ucap Naureen menghampiri Mama Sofia di ruang tengah.
"Cucu Omah mau apa?." Tanya Mama Sofia.
"Aku ingin sekolah Omah, kemarin aku sudah minta izin ke Mommy. Mommy memang mengizinkan, tapi Mommy ingin bertanya dulu dengan Opah dan Omah. Apa aku boleh sekolah Omah? Aku menginginkannya." Tanya balik Naureen sembari memperlihatkan wajahnya yang imut.
Mama Sofia hanya tersenyum melihat tingkah lucu cucunya." Boleh sayang, nanti Omah dan Opah bicarakan ini dengan Mommy." Jawab Mmh Sofia.
•
•
__ADS_1
Kini Kenzo sudah sampai di markasnya, sudah banyak AB yang berkumpul menunggu Kenzo.
"Rendy mana? Tanya Kenzo.
"Rendy ada di dalam bos, ia sedang mempersiapkan untuk malam ini. Ia bersama dengan seorang pria." Jawab salah satu AB Kenzo.
Mendengar itu, Kenzo bergegas masuk. Ia sudah tahu siapa yang bersama Rendy, bergegas ia menuju ruangannya.
"Ren, Ngga." Panggil Kenzo, ia duduk di kursi kebesarannya.
Rendy dan Angga hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, mereka sudah merencakannya dari jauh hari.
"Siap?." Tanya Kenzo yang dibalas anggukkan oleh mereka berdua.
Kenzo sudah memberitahukan soal ini kepada Hartawan, ia di mengirim bantuan setelah mendapatkan pesan dari anak laki lakinya.
~~~~~
"Bos, semua persiapan sudah beres." Ucap salah satu AB.
"Bagus, kita serang malam ini. Siapkan senjata kalian, pastikan malam ini aman." Ucap nya.
"Siap Bos Alex." Jawabnya AB nya.
Ricky Alexander, Pria kejam dan bringas serta pria yang tak kenal belas kasihan. Musuh keluarga Kenzo Axton Wirayudha, serta Hartawan Wirayudha. Kejadian 10 tahun yang lalu menyebabkan Ricky Alexander menyimpan dendam yang tidak bisa ia lupakan.
"Kalian berdua harus merasakan kesedihan yang gw alami 5 tahun yang lalu." Gumam Ricky.
><><><><><><><>
"Saya mohon, beri saya pinjaman. Saya benar benar membutuhkannya" Ucap seorang pria yang berlutut tepat di kaki 2 orang pria.
"Saya tidak percaya dengan kamu, Ricky. Sudah banyak yang kamu pinjam tapi belum kamu bayar, jangan anggap saya bod*h. Setiap detik dan jam saya mengawasi kamu." Ucap salah satu pria.
Yah, 2 orang pria itu adalah Hartawan dan Kenzo. Selain mereka ketua mafia di dunia gelap, mereka juga terkenal rentenir di dunia gelap. Memiliki harta yang berlimpah, membuat Hartawan dan Kenzo memanfaatkannya untuk mencari mangsa.
Salah satunya sekarang, Ricky Alexander sedang bersimpuh di hadapan Hartawan dan Kenzo. Ia sepertinya sudah terjebak oleh pinjaman yang besar.
"Kali ini saya benar -benar membutuhkannya, untuk terakhir kalinya berikan saya pinjaman." Ucap Ricky.
Kenzo hanya tersenyum sinis, Papahnya dan dirinya sudah berbaik hati memberikan pinjaman yang fantastis. Tapi dengan sesukanya, Ricky mempermainkannya. Ia menggunakan uangnya untuk kesenangan sendiri tanpa memperdulikan orang lain.
__ADS_1