
Sinar matahari membuat semua manusia yang sedang terlelap tidur mengerjapkan matanya, terutama Kenzo.
Saat tadi malam, Kenzo pulang dari markas larut malam. Rumahnya sudah terlihat gelap, mungkin orang tua dan adiknya sudah tetidur.
Kenzo beranjak dari ranjangnya, ia ingin membersihkan dirinya setelah itu turun ke bawah untuk sarapan pagi.
•
•
"Morning Pah, Mah." Sapa Kenzo kala dirinya sampai di meja makan.
"Morning Ken." Sapa balik Hartawan dan Rosa.
Kenzo menatap Ketrin, sang adik hanya tersenyum. Kemudian, ia melanjutkan sarapan roti nya. " Ada apa dengan kamu, Dek? Apa kamu marah dengan Kakak? Tanya Kenzo dalam hati.
Akhirnya keluarga Kenzo menikmati sarapan paginya dengan tenang, dulu yang hanya ada Kenzo dan Ketrin. Kini sudah ada Hartawan dan Rosa.
"Ken, Papah dan Mamah akan merencanakan pertemuannya besok. Apa kamu mau mengantar Papah dan Mamah? Tanya Hartawan.
Kenzo mengangguk," iyh Pah, nanti Ken antar." Ucap Kenzo, ia sesekali melirik Ketrin yang tengah menyantap rotinya dengan tenang.
"Pah, Mah. Aku keluar sebentar yah, aku ada urusan di luar." Pamit Ketrin, ia beranjak dari tempat duduknya.
"Kamu mau kemana, Ket? Ini masih pagi loh." Tanya Hartawan.
__ADS_1
"Aku ada urusan sebentar Pah, pokoknya aku ga lama." Jawab Ketrin.
"Kakak antar Dek." Tawar Kenzo, ia berniat beranjak dari duduknya tapi di tahan oleh Ketrin.
"Ga usah Kak,aku di jemput teman. Ywdh Pah,Mah, Kak aku berangkat." Ucap Ketrin, ia tak lupa mengecup punggung tangan Hartawan dan Rosa. Tak lupa juga, Ketrin mengecup singkat pipi Kenzo.
Kenzo yang melihat Ketrin berlalu dari meja makan, beranjak dari kursi duduknya. "Pah, Mah aku samperin Ketrin dulu yah." Ucap Kenzo yang dibalas anggukkan oleh Hartawan dan Rosa.
Kenzo dengan langkah cepat menuju luar, ia ingin mengetahui kondisi adiknya saat dirinya menceritakan semua yang terjadi saat 7 tahun yang lalu.
"Dek, kamu kenapa? Kamu ngambek sama Kakak? Tanya Aldebaran sembari mencekal lengan Ketrin yang berniat masuk ke dalam mobil temannya.
"Iyah Kak, aku baik-baik aja. Pokoknya Kakak jangan berfikiran yang aneh-aneh. Sekarang,vKakak fokus untuk menyiapkan pernikahan Kakak dengan Kak Andini. Aku percaya, Kak Andini orang yang baik." Ucap Ketrin.
Kenzo hanya tersenyun tipis melihat kepergiaan Ketrin yang entah kemana tujuannya," Kakak tahu di saat kamu menembunyikan masalah mu." Gumam Kenzo, ia kembali masuk ke dalam rumah.
"Ket, gue tahu lo kuat. Gue percaya, sangat percaya." Ucap Ketrin dalam hati.
"Ket! Seru Elsa, teman Ketrin yang sudah berteman lama.
Ketrin menatap Elsa, ia menitikkan air matanya tidak kuat dengan hatinya. "Sa, kenapa Kak Ken harus bohong." Tangis Ketrin pecah seketika.
Elsa yang melihat sahabatnya menariknya ke dalam pelukan berniat memberi ketenangan dan kenyamanan.
"Gue tahu lo kuat, gue percaya lo bisa hadapin ini semua. Lo harus kuat!" Ucap Elsa sembari mengelus pucuk rambut Ketrin.
__ADS_1
"Gue ga sanggup, Sa. Sakit rasanya hati gue,capa gue punya kesempatan untuk mengubah semuanya, Sa. Gue ga mau ini terjadi, tapi gue tahu. Waktu ga bisa di putar kembali." Ucap Ketrin yang tangisnya semakin pecah.
Elsa hanya bisa memberikan pelukan sahabat, ia tahu perasaan sahabatnya yang mungkin membutuhkan waktu dan ketenangan untuk menerima semuanya.
\=\= \=\= \=\=
"Pah, Mah Ken berangkat dulu." Pamit Kenzo sembari mengecup punggung tangan Hartawan dan Rosa.
"Ken, Papah mau ngobrol dengan kamu sebentar. Kamu keruangan Papah sekarang!" Titah Hartawan, ia memberi kode kepada sang istri yang di balas anggukkan oleh Rosa.
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya, ia berjalan di belakang Hartawan. Entah apa yang akan dibicarakan oleh Hartawan.
••Ruang Kerja Hartawan••
Hartawan duduk di kursi kebesarannya, ia menatap Kenzo yang masih berdiri di hadapannya.
"Duduk Ken." Titah Hartawan.
Kenzo menganggukkan kepalanya, ia duduk tepat di hadapan sang Papah yang menatapnya dengan serius.
"Bagaimana dengan keadaan markas? Tanya Hartawan.
"Aman Pah, untuk sekarang aku sedang meringkus Ricky." Jawab Kenzo.
"Ricky? Pemuda yang dulu meminta pinjaman besar itu?." Tanya kembali Hartawan.
__ADS_1
"Iyh Pah, dia melarikan diri saat pertarungan itu.