Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Kecemasan


__ADS_3

"APA!." Ucap Surya dan Sofia yang terkejut.


"Terus bagaimana dengan keadaan Andini dan Naureen, Pak? Kenapa Bapak bisa tahu bahwa Andini dan Naureen di sekap, sebenarnya apa yang terjadi Pak? Tanya Surya yang mulai panik dengan keadaan anak dan cucunya.


"Ceritanya panjang, Pak. Saya harus segera ke Rumah Sakit, anak perempuan saya terluka disana." Ucap Hartawan.


"Kami ikut Pak, ?kami ingin melihat kondisi anak Bapak." Ucap Surya yang dibalas anggukkan oleh Hartawan.


Akhirnya, Hartawan Rosa Surya dan Sofia bergegas menuju Rumah Ketrin di bawa ke tempat itu.


☆☆☆☆


Kini Kenzo sedang berjalan mondar-mandir di depan ruang UGD, ia menunggu kabar dari Dokter yang sedang menangani sang Adik.


"Ket, kamu harus kuat. Jangan biarkan semua menghilang, dek." Gumam kecil Kenzo yang merasa sangat khawatir.


Kenzo tidak menyadari bahwa dirinya masih menggunakan pakaian yang tadi, pakaiannya yang terkena dàrah memang tidak di perdulikan oleh Kenzo.


"Kenzo." Panggil seseorang perempuan.


Kenzo yang awalnya menunduk, menegakkan kepalanya guna melihat siapa yang memanggilnya.


"Andini, Naureen." Ucap Kenzo saat menatap wanita dan gadis kecil yang ia sayangi berada tepat di hadapannya.


Kenzo buru-buru menghampiri Andini dan Naureen, ia langsung memeluk erat Naureen dan Andini tanpa memperdulikan tempat.


"Ketrin, Andini. Gimna dengan nasib dia, aku yang salah Andini." Ucap Kenzo.


"Sttt, kamu gak boleh berbicara seperti itu Kenzo. Semua sudah kehendak dari Sang Pencipta, sekarang kita hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik untuk Ketrin. Kita harus yakin bahwa Ketrin bisa kuat." Ucap Andini sembari mengelus-ngelus punggung Kenzo.


Beberapa menit mereka bertiga saling memeluk, Kenzo begitu sangat nyaman di dalam dekapan Andini dan Naureen, putri kecilnya.


Setelah cukup lama, mereka akhirnya melepaskan pelukannya. Suasana di Rumah Sakit sangat tegang dan dingin, Kenzo masih tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Ketrin.


Kenzo di tuntun Andini untuk duduk di bangku Rumah Sakit, sedangkan Naureen sedang di dalam gendongan Rendy.


"Om, Daddy kenapa? Tanya Naureen yang tidak tahu jika tantenya dalam keadaan kritis.


"Daddy sedang sedih, sayang. Naureen tetap dengan Om Rendy yah, biarin Mommy tenangin Daddy." Jawab Rendy yang di balas anggukkan oleh Naureen.

__ADS_1


"Ketrin, tolong bertahan. Semua sangat menyayangi mu, kamu harus kuat." Ucap Rendy dalam hati.


Banyak anak buah Kenzo dan Hartawan yang berjaga di depan UGD itu semua karna perintah dari Kenzo.


Ia tidak mau sesuatu terjadi saat keadaan sang adik sedang seperti ini, ia akan menjaga ruangan UGD dengan ketat.


"Kenzo, tenang lah. Semuanya akan baik-baik saja, Ketrin wanita yang kuat. Dia tidak akan mudah menyerah, kita harus tetap kuat demi Ketrin." Ucap Andini.


"Tapi Andini, aku tidak bisa berhenti khawatir. Ketrin tertusuk di depan wajahku, dan itu semua demi menyelamatkanku. Bisa kamu bayangkan bagaimana sakitnya dia." Ucap Kenzo.


"Aku tahu Kenzo, jika kamu butuh pelampiasan dengan cara menangis. Menangislah, pundakku boleh kau pakai untuk bersandar." Ucap Andini.


Kenzo yang mendengar itu dengan pelan, menyandarkan kepalanya di pundak Andini. Tangis kecil tidak bisa di sembunyikan oleh Kenzo, sisi lemahnya muncul dalam keadaan seperti ini.


"Menangis lah Ken. Jika itu membuatmu lega, maka menangislah. Terkadang menangis adalah pilihan terbaik orang untuk meluapkan emosi bahkan kesedihan. Dan kamu harus ingat, tuhan tidak akan menciptakan sedih tanpa merencanakan bahagia selanjutnya. Dan kamu harus ingat juga Kenzo, kamu menangis bukan karena kamu lemah, kamu kuat dengan cara ini. Mengeluarkan rasa sedih dan amarah kamu dengan cara ini, menangis." Ucap Andini sembari mengusap lembut pipi Kenzo.


"Terima kasih Andini, kamu wanita yang sangat berharga dalam hidup saya. Tidak ada satupun yang dapat menyakiti kamu setelah ini, saya pastikan itu. Kamu wanita yang kuat dan hebat, kamu wanita yang bisa memaafkan lelaki yang sudah menodai kesucian mu. Bahkan kamu bisa menyingkirkan kebencian itu dari dalam diri kamu. Saya sangat mencintaimu, Andini. Always, love you." Ucap Kenzo dalam hati.


Kenzo teringat dengan luka Andini yang mendapatkan tamparan oleh Ricky sebanyak 2 kali.


"Yud, kamu pinjam obat P3K di rumah sakit ini! Perintah Kenzo yang kini kepalanya sudah tidak bersandar kembali di pundak Andini.


Tidak lama dari kepergian Yudi, dirinya kembali dengan tangannya yang membawa apa yang di perintahkan oleh Kenzo.


"Ini Bos." Ucap Yudi sembari memberikan kotak P3K.


"Terima kasih, kamu boleh bertugas kembali." Ucap Kenzo yang di balas anggukkan oleh Yudi.


"Andini, kamu harus obati luka kamu. Lihatlah, sudut bibir kamu terluka." Ucap Kenzo.


"It's oke Ken, aku hanya luka kecil. Seharusnya kamu yang di obati, lihatlah luka kamu di mana-mana. Biar aku yang obati! Ucap Andini yang berniat mengambil kotak P3K dari tangan Kenzo. vv nnnn


"Sekarang kamu dulu yang di obati,setelah itu kamu boleh mengobati lukaku." Ucap Kenzo.


Andini hanya mengangguk pasrah, bagaimanapun ia bersikeras kepada Kenzo. Ia tidak akan menang, ia tahu sifat keras kepala Kenzo.


Dengan telaten, Kenzo mengobati luka Andini. Ia tidak akan membiarkan luka Andini di diamkan. Setelah selesai, kini giliran Andini yang mengobati luka Kenzo. Ia ikut meringis kala Kenzo kesakitan, memang luka Kenzo cukup banyak di wajahnya.


Tidak lama, Rossa, Hartawan, Surya dan Sofia datang dengan terburu-buru. Mereka mengkhawatirkan keadaan anak-anaknya, sebagai orang tua mereka akan memastikan keadaan anaknya.

__ADS_1


"Kenzo, Andini, Naureen." Ucap Hartawan.


Kenzo beranjak dari kursi rumah sakit, ia menghampiri sang Mamah yang sudah menangis sedari tadi.


"Kenzo, what happen? Dimana adik kamu?Dimana Ken? Tanya Rossa.


"Ketrin sedang ditangani dokter Mamah, kita berdoa saja semoga Ketrin baik-baik saja." Jawab Kenzo yang berusaha menahan air matanya.


"Apa yang terjadi dengan Ketrin Kenzo? Kenapa Ketrin bisa tertusuk? Jelaskan kepada Mamah, Kenzo. Jelaskan! Ucap Rossa yang histeris.


Kenzo yang melihat Sang Mamah seperti itu dengan cepat menariknya ke dalam dekapannya, Kenzo memeluk erat Rossa.


"Sabar Mamah, kita harus kuat Mamah. Ketrin butuh dukungan dari kita Mamah, kita percaya bahwa Ketrin wanita yang kuat." Ucap Kenzo yang tak terasa air matanya menetes.


"Tapi Ketrin Ken, Ketrin kasihan. Mamah tidak mau Ketrin kenapa-napa, dia anak perempuan satu-satunya Mamah." Ucap Rossa dalam dekapannya.


Hartawan yang melihat Kenzo berusaha menahan sesak dengan sigap mengusap lengan sang anak laki-lakinya.


"Iya Mamah, Ketrin tidak akan kenapa-kenapa. Kita harus yakin, harus yakin Mamah." Ucap Kenzo.


Andini yang melihat itu tak tega, ia tahu rasanya menjadi Rossa. Ia merasakannya karena ia seorang ibu, seorang ibu tidak akan membiarkan anaknya terluka meskipun luka kecil.


"Andin." Panggil Surya, Andini menatap Surya dan berjalan ke arah Surya dan Sofia.


"Kamu tidak apa-apa, Andini? Tanya Sovia.


"Tidak apa-apa, Mamah. Aku hanya luka kecil saja, tapi sudah di obati." Jawab Andini.


2 Jam berlalu, belum ada dokter yang keluar dari ruangan UGD sedari tadi. Membuat Kenzo, Rossa dan Hartawan semakin khawatir.


"Papah, kenapa belum ada yang keluar? Apa yang terjadi dengan Ketrin Papah? Tanya Rossa yabg panik.


"Tenang Mamah, kita tunggu dokter keluar yah. Percayalah, semua akan baik-baik saja." Jawab Hartawan yang sedari tadi menenangkan sang Istri.


Krek.


Pintu UGD terbuka, terlihat dokter dan perawat yang menggunakan pakaian serba hijau.


"Keluarga pasien." Ucap Dokter, sebut saja Dokter Michelle.

__ADS_1


"Iya Dok, saya ibu korban. Bagaimana dengan kondisi anak saya, Dok? Tanya Rossa seketika.


__ADS_2