
"Mommy, mengapa Opah ingin memukul Daddy? Tanya Naureen.
"Sayang, untuk masalah ini Mommy tidak bisa memberitahu kamu." Jawab Andini.
Naureen hanya menganggukkan kepalanya, ia beralih menatap Kenzo, sang Daddy.
"Dad, apa sakit? Tanya Naureen.
"Tidak sayang, ini hanya luka kecil." Jawab Kenzo.
Mereka sekarang berada di taman kecil yang tak jauh dari rumah Andini, selepas kepergian Surya ,Andini membawa Kenzo dan Naureen ke taman.
"Naureen sayang, kamu main dulu di sana yah. Mommy ingin bicara dengan Daddy." Ucap Andini.
"Oke Mom, aku kesana dulu yah Mom, Dad." Sahut Naureen yang dibalas anggukkan oleh Andini dan Kenzo.
"Palingkan wajahmu, aku obati dulu luka mu terlebih dahulu supaya tidak infeksi!." Titah Andini, ia sudah memegangi kotak P3K sedari tadi.
Kenzo hanya menurut, ia memalingkan wajahnya sedikit. Membiarkan Andini mengobati lukanya dengan telaten.
"Apa kau ingin menyerah? Tanya Andini sembari mengobati luka Kenzo.
"Tidak, aku tidak akan menyerah sekalipun. Selama aku masih mempunyai kesempatan, berarti aku bisa memiliki mu." Jawab Kenzo.
Andini tersenyum senang di dalam hati, ia merasa senang mendengar jawaban dari Kenzo. " Ada apa dengan diriku?."
Kenzo menatap Andini," rasa sakit yang ku rasakan sekarang tidak sebanding dengan rasa sakit yang kau alami dulu. Aku memang tak mengalaminya, tapi aku juga merasakannya secara tidak langsung. Maka dari itu, aku tidak akan menyerah dan putus asa."
Tanpa disadari oleh diri Andini, ia mengusap pipi kasar Kenzo. " Apakah kata kata mu bisa ku pegang?."
Kenzo tersenyum tipis, ia mengecup singkat telapak tangan Andin. Kau harus mempercayai perkataan ku, aku tidak pernah melanggar janji sekalipun."
Seketika Andini tersadar atas apa yang ia lakukan tadi, ia buru buru menarik lengannya yang di genggam erat oleh Kenzo.
"Sudah selesai,capa kau akan pulang sekarang? Tanya Andini.
"Terima kasih, aku tidak akan langsung pulang. Aku nemiliki urusan yang harus aku tangani."
Andini hanya mengangguk paham, ia tahu apa yang di maksud Kenzo. Pasti ini berhubungan dengan dunia gelapnya.
"Perlahan aku akan membantu mu keluar dari dunia gelap. Mungkin aku memiliki perasaan lebih kepadamu, Kenzo. Tapi aku takut ini hanya rasa kagum semata." Ucap Andini dalam hati.
"Naureen, sayang." Teriak Kenzo.
Naurenn yang tadinya sedang asik bermain, menghampiri Kenzo. Iya Dad? Ada apa?."
__ADS_1
"Sayang, Daddy pergi dulu yah. Kamu jaga kesehatan yah, jangan lupa juga jagain Mommy. Oke?." Ucap Kenzo.
"Siap Dad, aku akan menjaga Mommy. Tapi, aku juga perlu Daddy. Kita sama -sama jaga Mommy Dad, aku ingin Mommy selalu tersenyum." Ujar Naureen.
Andini hanya tersenyum melihat Daddy dan anaknya berinteraksi, sungguh menggemaskan!.
"Oke, Daddy pergi dulu. I love you sayang." Ucap Kenzo, ia mengecup kening Naureen cukup lama.
"I love you too Dad, aku sangat menyayangi Daddy." Ucap Naureen yang tak kalah juga mengecup kedua pipi Kenzo.
Kenzo tersenyum simpul,ia beralih menatap Andini. Aku pergi dulu,cbesok jangan lupa." Kenzo mengecup singkat kening Andini.
"I love you Mommy Naureen." Ucap Kenzo tepat di telinga Andini yang membuat sang empu terkejut.
Setelah itu, Kenzo berlalu dari taman. Meninggalkan Andini dan Naureen yang menatap Kenzo sembari tersenyum.
"Kamu malaikat Naureen, Kenzo. Walaupun kamu bukan pria baik, tapi aku yakin kamu bisa berubah, meski sebenarnya sulit untuk merubah pendirian kamu. Tapi akan ku coba, semoga bisa!." Ucap Andini dalam hati.
"Sayang, kita pulang yuk. Sebentar lagi sore." Ucap Andini.
"Let's go Mom." Seru Naureen yang membuat Andini tersenyum.
•
•
"Shhh, untung Andini udh ngobatin luka ini." Gumam Kenzo.
"Jika Pak Surya masih dengan pendiriannya, apakah gue bisa menikah dengan Andini?. Bagaimanapun caranya, gue harus dapat izin dari Pak Surya." Ucap Kenzo.
Kenzo kembali menambah kecepatan mobilnya, ia harus bertemu dengan Rendy, tangan kanannya.
☆☆☆
"Ren, gue minta solusi sama lo." Ucap Kenzo sembari memijat keningnya yang terasa pusing.
"Gue ga tahu sih Bos, lo sih Bos punya masalah segede ini." Gerutu Rendy.
Kenzo sudah menceritakan semua nya, dari mulai ia bertemu dengan Andini dan Naureen sampai ia bertemu dengan Pak Surya dan mendapatkan hadiah bogeman.
"Lo kenapa Bos?." Tanya Rendy yang melihat Kenzo memijiat keningnya.
"Gue cuman pusing aja, gara -gara kemarin malam di tambah banyak pikiran." Jawab Kenzo.
.
__ADS_1
Rendy hanya menganggukkan kepalanya, ia merasa kasihan kepada Bosnya sekaligus sahabatnya.
"Gue pulang dulu, Ren. Untuk sementara lo urus markas, gue pingin istirahat." Ucap Kenzo, ia bangkit dari duduknya menyeimbangkan kepalanya yang masih terasa pusing.
"Lo jangan banyak pikiran, kemarin aja lo sampai pingsan." Ucap Rendy.
"Thanks Ren." sembari menepuk pundak Rendy sebelum dirinya pergi dari markas.
"Gue yakin Bos, lo bisa hadapin ini semua." Gumam Rendy.
Setelah kepergian Kenzo, Rendy juga pergi entah kemana. Gue ga boleh diam kayak gini." Gumam Rendy.
☆☆☆
Kenzo turun dari mobil dengan pakaian yang sudah tidak rapih, kancing atas kemejanya di buka serta jasnya yang awalnya di lekatkan ke tubuhnya kini berada di tangannya.
Kenzo memberikan kode kepada BG untuk memarkirkan mobilnya di tempat biasa, sang BG hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.
Saat memasuki rumah, ternyata sudah ada Ketrin yang sedang bersantai sembari menonton drama yang ia sukai.
"Lagi apa?." Tanya Kenzo.
"Lagi ngemil sambil nonton." Jawab Ketrin.
"Drama apa lagi, Dek. Kamu ga ingat kemarin kemarin setelah nonton, kamu seperti orang tak waras." Ucap Kenzo seadanya.
"Kakak apaansih, berarti aku nontonnya menjiwai." Ucap Ketrin.
Minggu yang lalu, Kenzo di buat geleng- geleng kepala melihat kelakukan adik wanitanya ini. Setelah menonton drama indonesia, Layang Putus. Membuat Ketrin, seperti singa yang lapar.
><><><><><><><
"Dek, makan!." Seru Kenzo.
"Iyh kak sebentar lagi, kakak sini!." Sahut Ketrin dari ruang tamu.
Kenzo hanya mengehela nafasnya pelan, ia bangkit dari kursi berniat menghampiri sang adik.
Di ruang tamu, Ketrin sedang asik dengan televisinya yang memperlihatkan tokoh pria yang berselingkuh dengan wanita lain.
Kenzo tidak memperdulikan dengan drama yang di tonton oleh adiknya, ia memikirkan perutnya yang sedari tadi ingin di beri makan.
"Cepat Dek, kita makan siang dulu." Titah Kenzo.
"Bentar lagi Kak, ini lagi seru-serunya. Lihat tuh!, kasihan si kynan di khianati sama si aris."
__ADS_1
l