
Di kediaman Hartawan.
Papah, mamah aku titip Andin ucap Kenzo. Hartawan dan Rosa pun menjadi bingung tidak biasa Kenzo bersikap seperti itu. Dan tolong mah jaga putra aku juga jangan biarkan dia sendiri tambah Kenzo.
Hartawan yang bingung dengan sikap Kenzo langsung menarik Kenzo masuk kedalam ruangan nya.
Ada apa ini Ken? Tidak biasanya kamu meminta mamah dan papah untuk menjaga Andin.
Papah, ada Yang mau Kenzo omongin sama papah ucap Kenzo dan langsung pergi memasuki ruangan nya kerjanya dan di ikuti Hartawan dari belakang.
Ada masalah apa Ken? Tanya ����� Hartawan langsung kedo poin. ,Naureen papah, Naureen di culik ucap Kenzo dengan cemas terhadap putri nya Naureen.
Kenzo mintak tolong sama papa, untuk mengkerahkan semua anak buah papa untuk mengikuti Kenzo.
Baik papa akan selalu membantu kamu. Ucap Hartawan.
__ADS_1
Hallo Rendy, gimana kamu sudah mendapatkan sebuah petunjuk dimana lokasi nya? Tanya ����� Kenzo.
Sudah tuan saya sudah melacak keberadaan Riko. Ternyata dia membawa Putri tuan di perbatasan kota ucap Rendy.
Bagus Rendy!" Kamu memang selalu bisa di andalkan ucap Kenzo. Apa kamu juga sudah mempersiapkan semua yang saya minta? Tanya Kenzo kepada Rendy.
Sudah tuan semua senjata sudah siap!"
Oke Rendy. Kita akan bertemu disana ucap Kenzo sebelum mengakhiri telpon nya.
Setelah kepergian Kenzo Bella dan Dinda pun baru sampai rumah. Bella yang bingung melihat Andin menangis pun langsung menghampiri nya. Ada apa dengan kamu Andin? Tanya Bella kepada istri adik nya itu.
Na-Naureen kak, Naureen di culik ucap Andin terbata-bata karena ia masih terus saja menangis.
Apa? Di culik siapa yang menculik nya? Tanya Bella langsung ikut histeris mendengar bahwa Naureen di culik. Walapun Bella baru mengenal Naureen tapi ia sangat menyaingi nya karena bagi nya Naureen adalah segala-gala nya bagi keluarga ini jelas saja mereka merasa sangat kehilangan.
__ADS_1
Berbeda dengan Dinda tidak ada satu pun yang menyadari bahwa Dinda tersenyum. Seolah-olah dia mengetahui sesuatu yang tidak di ketahui orang lain.
Di perusahan Dimas. Ketrin bener-bener tidak menyangka bahwa atasan nya adalah orang yang kemarin memberikan tumpangan mepada nya.
Maaf pak Dimas, semua tugas yang anda berikan sudah selesai saya kerjakan. Untuk itu saya pamit pulang ucap Ketrin yang sedari tadi merasakan perasan yang tidak enak. Entah kenapa sedari tadi ia kepikiran terus tentang Naureen.
Iya silahkan saja kalau kamu sudah mau pulang, lagian juga ini waktunya sudah pulang. Terimakasih pak atas pengertian nya kalau begitu saya pamit ucap Ketrin setelah itu ia langsung berlau dari hadapan Dimas.
Didalam mobil Ketrin mencoba menghubungi Rendy, Sudah sekian panggilan namun tak juga di angat oleh Rendy. Ada apa ini sebenarnya mengapa dari tadi perasaan ku sangat gelisah, dari pada aku begini terus lebih baik aku harus cepat samapi rumah gumam Ketrin dalam hati.
Asalamualikum!" Mamah, papah Kak Andin tapi tidak ada yang menjawab salam dari Ketrin. Kemana pergi nya mereka tidak biasa nya rumah ini sangat sepi? Ketrin sangat heran dengan keadan rumahnya tidak seperti biasanya. Setelah sampai ruang tamu Ketrin melihat Mamah, dan papah nya serta Andin dan juga 2 wanita tidak di harapan kehadiran oleh Ketrin. Mah, apa yang terjadi? Tanya Ketrin yang melihat semua yang ada disitu sangat sedih terutama dengan Andin.
Naureen di culik oleh seseorang yang tidak di kenal jawab Dinda dengan nada yang di buat sesedih mungkin.
Apa? Mah, ini gak becanda kan? Tanya Ketrin kepada Rosa. Rosa hanya mengangukan kepalanya saja, ia membeberkan ucapan Dinda.
__ADS_1
Bagaimana mungkin mah? Kenapa kejadian ini bisa terulang lagi ucap Ketrin yang mulai menangis.