Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Pendonor Ginjal


__ADS_3

" Jangan asal bicara, Naureen jika tidur mirip dengan ku. Kau saja yang tidak pernah melihatnya. " Ucap Andini yang tak mau kalah.


Kenzo hanya tersenyum kecil, perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Andini. Sedangkan Andini yang mendapatkan itu mendadak tegang, ia sangat ingat kata-kata tadi siang yang di lontarkan di oleh Kenzo. Dan akhirnya.....


Dua alat bicara menyatu dengan pelan, Andini yang merasakan itu hanya diam. Ini pertama kali nya bagi nya setelah kejadian 7 tahun yang lalu, Kenzo yang tidak melihat reaksi dari Andini menggigit bibir Andini kecil.


Kenzo mendapatkan celah kala Andini membuka sedikit mulut nya, dengan sigap Kenzo memasukkan lidah nya sembari bermain di dalam nya.


Kenzo mencoba membuat Andini mengikuti permainan nya, dengan perlahan Andini membalas apa yang di lakukan Kenzo. Mendapat itu, Kenzo tersenyum kecil.


Beberapa menit mereka melakukan aktivitas itu, hingga Kenzo menyudahinya karena mr. Axton di bawah sudah tegang. Ia tidak mau melakukannya tanpa ada ikatan, dengan sekuat tenaga Kenzo menahannya.


Kenzo tersenyum kecil kala melihat bibir Andini yang memerah dan sedikit membengkak karna permainan Kenzo yang begitu rakus ingin melahapnya.


" Rasanya aku ingin lebih, tapi aku tidak akan melakukannya tanpa ada ikatan apapun. Jadi tunggu saja Nona, aku akan melahapmu habis jika sudah resmi kau jadi milikku. " Ucap Kenzo ibarat ancaman, tapi tidak dengan Andini. Itu hanya sebuah perkataan belaka.


" Akan aku tunggu Tuan, karena kau sudah tua. Pasti permainan mu tidak menarik seperti dahulu, jadi jangan bersemangat. " Ucap Andini remeh.

__ADS_1


" Karena saat kau melakukan nya pasti pinggang mu akan encok. " Bisi Andini tepat di telinga Kenzo sembari menggigit kecil telinga Kenzo membuat Kenzo mendesah kecil.


" Ternyata kau cukup nakal nona, tapi aku sangat menyukai nya. " Ucap Kenzo.


Andini yang mendengar itu hanya tertawa kecil, entah mengapa ia bisa melakukan itu kepada Kenzo. Pasti ia sudah tidak waras.


Kenzo turun dari mobil berniat menjemput orang tua Andini, sedangkan Andini menunggu di mobil untuk menjaga Naureen yang sudah nyenyak tidur.


"Terima kasih anak Mommy, kamu telah menyatukan Daddy dan Mommy sekarang. Kita akan hidup bahagia selamanya. " Ucap Andini sembari tersenyum manis ke arah Naureen yang sudah terlelap tidur.


**


" Keadan Ketrin sudah semakin membaik, tapi Ketrin belum di perbolehkan untuk di pindahkan ke ruang rawat biasa. Karena dokter harus memasang beberapa alat untuk meninjau perkembangan Ketrin kedepannya. " Jawab Hartawan.


Kenzo menganggukkan kepalanya tanda mengerti, ia begitu bahagia bahwa sang adik sudah semakin membaik. Malam ini, ia akan bicara kepada Ketrin perihal bagaimana dirinya tahu tentang penyakit yang di derita oleh dirinya.


" Baik lah Papah, Mamah. Aku izin mengantarkan orang tua Andini dan Andini untuk pulang, karena hari sudah hampir larut malam. " Ucap Kenzo yang di balas anggukkan oleh Hartawan dan Rossa.

__ADS_1


" Om, Tante mari saya antar pulang, Andini sudah berada di mobil karang Naureen sudah terlelap tidur di sana. " Ucap Kenzo.


" Baik lah, Pak Hartawan, Ibu Rossa. Saya dan istri saya izin pamit, semoga Ketrin cepat pulih dan bisa kembali seperti biasa. " Ucap Surya.


" Terima kasih Pak Surya, Ibu Sofia karena sudah menyempatkan waktunya untuk selalu menjenguk Ketrin. " Ucap Hartawan.


" Tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi. " Ucap Surya yang di balas anggukkan oleh Hartawan dan Rossa.


Kenzo Surya, dan Sofia berbalu dari ruang ICU. Kenzo sudah memberi kode kepada anak buah nya untuk tetap berjaga, karena dirinya tidak mau kejadian 'itu' terulang.


*


*


" Saya ingin mendonorkan ginjal untuk Bapak Kenzo. " Ucap seseorang tersebut sembari tersenyum tipis.


" Tapi.....--"

__ADS_1


" Saya tegaskan sekali lagi, saya ingin mendonorkan ginjal untuk Bapak Kenzo Wirayudha. " Ucapnya.


__ADS_2