
Saya yang akan mendonorkan ginjal untuk pasen!
Semuanya pun menoleh ke arah sumber suara.
Dia gumam Hartawan. Hartawan pun langsung mengingat kejadian yang pernah ia alami dulu.
Falsbclak
Dirumah Sakit Medikal terdapat dua pasang suami isteri. Mereka berdua sama-sama sedang berjuang antara hidup dan mati hanya untuk melahirkan seorang bayi mungil.
Dan hebet nya dua wanita itu sama-sama melahirkan bayi laki-laki. Tapi sayangnya Hertawan harus menerima kenyatan bahwa anak tidak bisa diselamatkan, dan lebih parah nya lagi isterinya langsung pingsan setelah melahirkan putra mereka karena Rosa mengalami pendarahan yang hebat.
Hartawan yang dalam kebimbangan harus bagaimana menceritakan semuanya kepada isterinya bahwa anak merek tidak bisa diselamatkan.
Disatu sisi seorang pria bimbang, ia bingung harus membayar persalian rumah sakit. Dia tidak mempunyai uang sama sekali dia adalah seorang pria miskin yang berkerja sebagai buruh.
Pria itu adalah Bram, sedangkan istri nya bernama Dinda, ini adalah persalian ke 2 isterinya. Anak pertama nya ada perempuan sebenarnya lengkap sudah kebahagiaan Bram tapi sayang nya bagaimana caranya ia bisa membayar biaya persalinan tampa membayar maka isteri dan anaknya tidak bisa keluar dari rumah sakit ini.
__ADS_1
Saya mohon dok tolong beri saya keringan saya pasti membayar semuanya. Tapi saya mohon untuk waktu sampai besok.
Maaf pak tidak bisa, saya harap bapak mengerti. Ucap dokter tersebut.
Hertawan yang melihat itu langsung menghapri Bram. Dan ingin permasalahan nya.
Ada apa ini? Tanya Hartawan.
Begini pak babak ini tidak bisa membayar persalian isterinya. Ucap dokter tersebut.
50 juta semuanya karena isteri bapak ini menjalani operasi, kalau isterinya melahirkan secara normal mungkin tidak akan segitu biayanya. Tambah dokter itu.
Maaf pak segera pergi, masih banyak pasen yang menunggu saya. Ucap dokter itu sebelum pergi meninggalkan Baram dan Hartawan. Ow iya pak Baram kalau biaya sudah ada tolong langsung keruangan administrasi tambah dokter itu.
Kini tinggal Bram dan Hartawan yang berada diruangan itu. Saya bisa membantu anda untuk membayar semuanya tapi dengan satu syarat. Ucap Hartawan.
Benerkah pak, kalau boleh tahu apa syarat nya? Tanya Bram.
__ADS_1
Anda harus menyerahkan putra anda kepada saya. Ucap Hartawan, dan saya berjanji akan menganggap dia seperti anak kandung saya sendiri tambah Hertawan.
Bram yang mendengar syarat dari Hartawan langsung lemes seketika, bagaimana mungkin ia akan memberikan putra nya kepada orang lain dan apa yang harus dia bilang pada Dinda isterinya nantik.
Saya tidak akan memaksa anda untuk menyerahkan putra anda. Ucap Hartawan.
Bram bingung, disatu sisi ia tidak ada pilihan lagi, dan akhirnya Bram putra nya kepada Hartawan. Sebelum menyerahkan putra nya Bram berucap.
Suatu saat nanti ketika aku sudah sukses pasti aku akan mengambil putraku kembali. Ucap Bram.
Hartawan langsung menyetujui nya tanpa pikir panjang, toh dalam pikiran Hartawan bagaimana mungkin pria miskin didepan nya akan bisa sukses.
Setelah kejadian itu pun baik Bram atau pun Hartawan tidak pernah berjumpa lagi sampai putra nya tumbuh dewasa seperti sekarang.
Lamun Hartawan pun bubar, karena seorang perawat memanggil nya dan mengatakan bahwa isteri nya sudah siuman dari pingsan.
Hartawan langsung menuju isterinya, tapi pandangan nya tidak lepas dari pria tersebut.
__ADS_1