Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Bertemu Calon Mertua 2


__ADS_3

Kenzo hanya geleng-geleng kepala," terserah kamu, pokoknya kamu jangan kemana-mana. Kakak pergi! Ucap Kenzo tak lupa mengecup singkat kening sang adik.


Ketrin hanya mengangguk paham, ia melambaikan tangannya kala sang Kakak berlalu pergi.


Setelah kepergian Kenzo, ketrin menatap depan. Air matanya jatuh begitu saja tanpa izin darinya, Ketrin terisak menangis. " Kak, aku sayang sekali sama Kak Ken. Terima kasih untuk 3 tahun ini mengurusi aku saat Papah dan Mamah pergi ke luar negeri." Tangis Ketrin semakin menjadi kala mengingat kebersamaannya dengan Kenzo.


Tanpa di sadari oleh Ketrin, ternyata Kenzo bersembunyi di balik tembok. Ia tersenyum getir kala melihat sang adik yang ia sayangi menangis, hatinya begitu sakit melihat air mata yang jatuh dari kelopak mata adik tersayangnya.


"Kakak juga sayang sama kamu, dek. Terima kasih juga sudah menasihati Kakak di kala sedih maupun bahagia." Ucap Kenzo lirih.


Karna tidak ingin melihat adiknya bersedih, Kenzo memilih meninggalkan sang adik yang masih terisak menangis. Ia tidak kuat melihat sang adik menangis, ia lebih baik tidak tahu jika adiknya bersedih.


\=\= \=\= \=\=


Di dalam mobil, Kenzo menitikkan air matanya begitu saja. Ini kali pertama ia menitikkan air matanya, ia begitu sakit melihat sang adik menangis.


"Arkhhhhh." Kenzo memukul stir mobil tanpa ampun, ia meluapkan kesedihannya dengan cara ini.


"Kenzo, lo cengeng juga ternyata. Lo bisa nangis setelah bertahun-tahun lo ga pernah nangis." Ucap Kenzo sembari tertawa kecil di sela-sela tangisannya.


Lama Kenzo menenangkan diri, ia melajukan mobilnya menuju kediaman Andini dan Naureen. Ia harus menjemput 2 gadis yang berharga dalam hidupnya untuk bertemu dengan Hartawan dan Rosa.


Kini mobil Kenzo sudah terparkir kediaman Andini, terlihat 2 wanita cantik yang menunggu dirinya. Kenzo tersenyum tipis kala sesuatu terjadi.


Kenzo tidak peduli, ia keluar dari mobil berniat menghampiri Andini dan Naureen yang sudah tersenyum manis kepadanya.


"Daddy!" Seru Naureen berlari kecil ke arah Kenzo.


Kenzo tersenyum manis, ia merentangkan kedua tangannya. Dan kini, Naureen sudah berada di pelukannya. Kenzo tak henti-hentinya menciumi pipi Naureen, sedangkan sang empu yang di cium hanya tertawa kecil karna geli atas perbuatan Daddynya.


"Stop Ken, kamu mau membuat Naureen bau." Tukas Andini.


Kenzo hanya terkekeh kecil, ia menggendong Naureen. " Kau iri atau bagaimana? Jika iri maka kemarilah aku akan memberikan kecupan singkat." Ucap Kenzo sembari tersenyum nakal.


"Astaga Kenzo, pikiran mu harus di cuci ulang. Kau lihat! Disini ada Naureen. Kau mau mengotori otak anakku, heuh?

__ADS_1


"Anakku juga, aku tidak berniat mengotori otak anakku. Aku hanya kasihan melihat Mommy nya tidak kebagian kecupan."


"Terserah kau saja, lebih baik kita berangkat ke bandara. Orang tua mu sudah dalam pesawatkan? Andini menatap arjolinya yang terpasang di lengannya. Perjalanan kita membutuhkan waktu yang cukup lama, kau mau membuang waktu berhaga ku? Andini berlalu pergi meninggalkan Kenzo dan Naureen yang terkekeh kecil melihat tingkah laku satu wanita ini


"Dad, Mommy kenapa?


"Entah lah sayang, lebih baik kita susul Mommy supaya tidak marah."


Kenzo dan Naureen menyusul Andini yang sudah berada di dalam mobil Kenzo, hari ini mungkin hari yang bahagia bagi mereka bertiga.


Kenzo melajukan mobilnya, meninggalkan kediaman Andini. Mereka harus pergi ke bandara, karna Hartawan dan Rosa meminta Kenzo untuk membawa menantu dan cucunya saat menjemput mereka.


Ternyata Surya dan Sofia melihat pemandangan itu." Pah, apa Papah sudah siap untuk memaafkan Kenzo?"


"Papah akan coba Mah, melihat mereka berdua bahagia membuat hati Papah merasa tenang dan damai meski harus melihat mereka bahagia bersama lelaki yang pernah membuat anak kita hancur, Mah."


Sofia hanya mengangguk, ia paham perasaan suaminya sekarang. Tidak ada orang tua yang mau melihat anaknya menderita, inilah yang di rasakan Surya dan Sofia kala mengingat kejadian 7 tahun yang lalu. Peristiwa yang pahit dan tidak akan pernah enak untuk di ingat kembali.


Surya memegang erat jemari Sofia, mereka saling melempar senyum. " Kita hadapi ini bersama, Mah. Kita harus yakin dengan pilihan anak kita, kita ikuti rencana yang sudah di atur oleh nya. Kita harus percaya, jika ada pelangi setelah hujan berarti ada kebahagiaan setelah perjuangan." Sofia hanya menganggukkan kepalanya, tanpa terasa setitik air mata jatuh begitu saja buru-buru dirinya menghapus.


Tidak terasa, perjalanannya sudah sampai. Kini Kenzo, Andini dan Naureen sudah berada di bandara. Pesawat yang di tumpangi oleh Hartawan dan Rosa akan landing setengah jam lagi, akhirnya Kenzo mengajak Andini dan Nureen untuk makan.


"Sayang, kamu mau pesan apa? Tanya Kenzo kepada Naureen.


"Emm, Mommy tahu apa yang aku mau Dad." Jawab Naureen sembari melirik Andini yang tersenyum manis kepadanya.


Kenzo hanya mengangguk, setelah memanggil pekerja yang menuliskan pesanan dirinya dan juga kedua wanitanya. Tidak lama, pesanannya sudah tersaji di atas meja tempat mereka duduk.


"Selamat menikmati." Ucap pegawai yang di balas anggukkan oleh mereka.


Setelah kepergian pegawai, mereka menikmati pesanannya tanpa bersuara. Karna tidak ingin membuang waktu, mereka harus stand bye di bandara.



__ADS_1


"Kenzo." Seru seorang wanita yang sudah berumur.


Kenzo yang posisinya membelakangi berbalik, ia tersenyum manis kala melihat sepasang suami istri menghampiri dirinya, Andini dan Naureen.


"Kenzo, ohh my son. How are you sayang? Tanya wanita berumur tersebut sembari memeluk erat Kenzo, siapa lagi kalau bukan Rosa Adista.


Kenzo membalas pelukan erat sang Mamah," aku baik Mah, Mamah gmna?


"Sama sayang, Mamah fine. Syukurlah jika kamu baik-baik saja, emm ternyata ini menantu dan cucu Mamah Ken? Tanya Rosa sembari menaikkan alisnya kala melihat Andini dan Naureen yang berada di samping Kenzo.


Kenzo hanya tersenyum kecil," kenalin Pah, Mah ini Andini. Dan ini cucu Papah sama Mamah, Naureen." Ucap Kenzo sembari merangkuk pinggang Andini yang membuatnya terkejut.


"Halo Om, Tante. Saya Andini Kaneesha Putri."


"Hai Andini, ternyata kamu cantik. Call me Mamah, oke."


"I-iyah Mah."


Hartawan hanya diam, ia menatap Naureen yang notabenenya anak dari anaknya. Ia sudah mempunyai cucu yang begitu cantik dan imut.


"Mom, mereka berdua ini siapa? Tanya Naureen yang posisinya sekarang sedang di gendong oleh Andini.


Kemaren ada yang nayain visual Kenzo, Andin dan Naureen.


Vi



Visual Kenzo



Visual Andin


__ADS_1


Visual Naureen.


__ADS_2