Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Danau


__ADS_3

Sebelum berlalu dari rumah sakit, Andini sudah meminta izin kepada Surya dan Sofia. Dan akhirnya mereka mendapatkan izin dari Surya dan Sofia, mungkin orang tua Andini sudah mau menerima Kenzo dengan hati yang ikhlas.


"Maafkan Kakak Dek. Kakak sebenarnya ingin sekali menemui kamu sekarang, tapi Kakak belum siap bercerita tentang penyakit yang di derita Kakak. Semoga kamu mengerti dengan maksud Kakak, Kakak tidak pernah menghilang dari sisi kamu untuk sekarang, tapi entah untuk kedepannya." Ucap Kenzo dalam hati.


Kenzo bergegas membawa Andini dan Naureen ke tempat yang sering ia kunjungi saat remaja, mungkin tempat nya sudah berubah. Tapi tidak dengan kenangan nya.


*


*


Sedangkan disisi lain, kini Rossa dan Hartawan menemui Ketrin. Terlihat wajah Ketrin yang masih pucat, mungkin rasa sakitnya masih terasa.


"Mamah, Papah. Kak Ken kemana? Tanya Ketrin, pertanyaan itu menjadi pertama yang ia ucapkan. Mencari keberadaan sang Kakak.


" Kenzo keluar dengan Andini dan Naureen, tapi ia berpesan kepada Mamah. Bahwa ia akan menemui mu malam nanti, katanya ada sesuatu yang ingin ia ceritakan kepada kamu. " Jawab Rossa.


Ketrin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia mengerti, di dalam hati nya ia tahu apa maksud sang Kakak tidak menemui nya sekarang.


" Aku tahu Kak, kamu butuh waktu untuk menceritakan semuanya kepada aku. Tapi aku yakin, semua akan baik-baik ajaa. Percaya dengan ku Kak. " Ucap Ketrin dalam hati.


" Bagaimana keadaan kamu sayang, apa masih sakit? Kenapa kamu nekad ke sana, apa kamu tidak tahu seberapa bahayanya. " Omel Hartawan yang begitu khawatir dengan keadaan putri satu-satunya dalam keluarga nya.


" Tenang aja Paham, aku sudah baik. Sekarang Papah dan Mamah tidak usah khawatir, aku sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. " Ucap Ketrin.

__ADS_1


" Kamu kalau di nasihati selalu seperti ini, dasar anak gadis Papah. " Ucap Rossa.


Ketrin yang mendengar itu hanya tertawa kecil, masih ada rasa sakit yang ia tutupi dari Hartawan dan Rossa. Apakah itu? Penyakit yang begitu bahaya bagi kesehatan sang Kakak.


*****


Kini Kenzo sudah sampai di tempat yang ia tuju, suasana nya saat sejuk dan indah. Apalagi kalau bukan danau, tempat yang selalu Kenzo kunjungi jika dalam masalah yang belum bisa ia selesaikan.


"Wah Dad, tempatnya bagus sekali. Apa Daddy selalu kemari? Tanya Naureen.


" Iya sayang, Daddy selalu kemari disaat Daddy butuh ketenangan. Suasana disini membuat hati Daddy sangat tenang dan damai, jadi jika sudah besar nanti. Kamu sering sering kesini. " Jawab Kenzo sembari mencubit pipi gemil Naureen.


Andini yang melihat itu hanya tertawa kecil, ia begitu bahagia. Akhirnya buah kesabaran nya selama 7 tahun berbuah manis, kebahagiaan itu hadir di dalam hidupnya. " Terima kasih Kenzo berkat kamu. Naureen merasakan kasih sayang seorang Daddy sebenarnya." Ucap Andini dalam hati.


Kenzo yang mendengar itu hanya menurutit kemauan sang putri kecilnya, ia tidak bisa menolak nya. Ia akan membahagiakan Naureen dengan semua yang ia inginkan, akan Kenzo turuti.


Kenzo bergegas membeli 2 buah balon gelembung, Naureen meminta dirinya untuk meniupnya. Suasana di sekitar danau memang tidak terlalu ramai, jadi pas untuk tempat Kenzo menghabiskan waktu dengan Naureen dan Andini.


Kenzo begitu senang bisa membuat Andini dan Naureen bahagia, ini cukup untuk dirinya jika, suatu saat dirinya harus meninggalkan Andini dan Naureen.


"Dad, tiup yang banyak. "


" Dad, jangan malas. Tiup yang lebih banyak, nanti Mommy akan memberikan hadiah istimewa untuk Daddy jika Daddy meniup nya. "

__ADS_1


Kenzo yang mendengar itu dengan sikap meniup balon gelembung yang membuat Naureen tertawa puas, sedangkan Andini hanya tertawa melihat aksi Kenzo yang di beri jaminan oleh anaknya sendiri.


Suara tertawa hingga candaan terdengar begitu nyaring di telinga pengunjung yang lain, banyak yang melihat Kenzo, Andini dan Naureen dengan iri. Mungkin kebahagiaan mereka akan selalu bersama, tapi mereka tidak tahu. Bahwa kebahagiaan itu bisa berakhir dengan waktu dekat atau bahkan beberapa waktu lagi.


" Terima kasih Kenzo, aku tidak bisa mengucapkan apapun. Aku tidak salah bertindak untuk memaafkan mu, aku akan menjadi wanita yang paling bahagia karena bisa bersanding denganmu nanti. Dan Naureen akan menjadi anak paling bahagia karena memiliki Daddy yang begitu menyayangi dirinya. " Ucap Andin dalam hati.


" Andini, lihat! Ucap Kenzo yang menunjukkan jarinya ke arah danau. Dan...


Cup.


Kenzo mengecup singkat pipi Andini, membuat Kenzo tergelak tertawa saat melihat pipi Andini yang memerah. Kali ini, ia sangat bahagia. Karena ia tidak pernah menampilkan senyumannya di depan orang lain, tapi kali ini ia dengan santai mengeluarkan senyuman manisnya.


" Kau Kenzo, curang. Aku tidak bisa menerima nya. " Ucap Andini sembari memukul lengan Kenzo.


Kenzo yang mendapatkan itu hanya tersenyum manis, " Biarpun aku curang, tapi kamu menyukai nya. Terima kasih Andini, sudah hadir di dalam hidupku dengan masa lalu yang mungkin begitu kejam. Aku akan mengubah masa depanmu menjadi masa depan yang sangat bahagia, dan membuat semua orang yang melihatnya menjadi iri. Beberapa hati lagi, kita akan menjadi satu di acara pernikahan kita. Kamu akan menjadi milikku seutuhnya. " Ucap Kenzo sembari tersenyum manis ke arah Andini.


" Aku pun menjadi orang yang paling bahagia karena bisa bertemu dengan laki-laki yang mampu membuat ku bahagia, walaupun dengan awal yang berkesan menyakitkan. Tapi aku tidak pernah menyesali keputusan ku, aku bahagia bisa bersama mu Kenzo. Kau janji kan, akan selalu di samping ku. Seperti janji mu dulu? Ucap Andini.


Aku berjanji." Jawab Kenzo. Akan selalu berada di sisimu dalam keadaan bernyawa ataupun tidak." Kenzo meneruskan ucapan nya di dalam hati.


"Aku percaya dengan janji mu. " Ucap Andini.


Kenzo yang mendengar itu menarik Andini ke dalam dekapannya, untuk kali pertama kembali. Kenzo mendekap Andini dengan erat tanpa ada penolakan dari Andini, membuat Kenzo tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2