Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Perubahan Andini


__ADS_3

"Ricky? Pemuda yang dulu meminta pinjaman besar itu? Tanya kembali Hartawan.


"Iya Pah, dia melarikan diri saat pertarungan itu. Tapi tenang Pah, aku sudah menemukan persembunyiannya." Jawab Kenzo.


"Oke Ken, jika kamu butuh bantuan jangan sungkan beritahu Papah." Ucap Hartawan yang di balas anggukkan oleh Kenzo.


"Oke Pah, aku berangkat dulu." Ucap Kenzo berniat bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu Ken, Papah masih ingin membicarakan sesuatu soal Ketrin." Ucap Hartawan.


Aldebaran yang mendengar nama adiknya di sebut kembali duduk, ia ingin tahu apa yang akan di bicarakan sang Papah.


"Kamu tahu, perubahan sikap Ketrin sekarang? Kenzo menganggukkan kepalanya.


"Kamu harus memahaminya Ken, kamu pasti tahu jika Ketrin sulit untuk mendapatkan kenyataan tentang semua ini. Papah dan Mamah juga merasakannya saat kamu bercerita semuanya, rasa kesal marah itu menyelimuti kami


Ken ." Ucap Hartawan.

__ADS_1


"Iyh Pah, aku tahu. Aku akan bicara baik-baik dengan Ketrin, aku tahu semua ini pasti sangat mengejutkan bagi Ketrin. Entah apa yang terjadinya jika aku memberitahu bahwa aku ketua mafia." Ucap Kenzo sembari memikirkan sesuatu yang terjadi kedepannya.


"Jangan gila Ken, kamu jangan sampai bicara ini kepada Ketrin. Apa kamu ingin keselamatan Mamah dan Ketrin terancam?Jangan lakukan semua." Titah tegas Hartawan.


"Aku hanya menyangka saja, Pah. Jika itu terjadi, aku juga tak akan sanggup Pah. Bayangkan saja, jika aku memberitahu ini kepada Mamah maupun Ketrin aku bisa saja di marahi oleh Mamah dan yang paling mengerikannya, aku di benci oleh Ketrin." Ucap Kenzo.


Kini sifat Kenzo yang dingin dan juga irit bicara menghilang jika berhadapan langsung dengan sang Papah. Sebisa mungkin ia berdiskusikan semua masalah yang ia alami kepada Hartawan, karena sang Papah mampu membuatnya merasa lega jika menceritakan masalah yang ia alami.


Dan satu lagi, Sang Mamah belum mengetahui jika dirinya seorang mafia seperti Hartawan. Rosa hanya mengetahui jika suaminya seorang ketua di dunia gelap, ia tidak mengetahui jika sang anak sulungnya juga terlibat dalam dunia gelap. Lain jika Ketrin, ia tidak mengetahui jika sang Papah dan Kakak seorang ketua di dunia gelap. Sungguh rumit jika seperti ini!


"Kamu harus jaga dengan baik identitas kamu. Jangan pernah ada yang bisa mengetahui identitas kamu, kamu harus bisa menjaganya." Titah tegas Hartawan.


"Kenzo Axton Wirayudha, kau ini." Gumam Hartawan seraya tertawa kecil melihat anak sulungnya.


"Baik Pah, aku pergi dulu. Banyak pekerjaan menunggu aku di kantor, apa Papah berniat kembali ke luar negeri setelah urusan ini selesai? Tanya Kenzo.


"Entah Ken, Papah belum merencanakan kedepannya. Masih ada beberapa urusan di sini, jadi mungkin Papah dan Mamah akan tinggal disini cukup lama." Jawab Hartawan.

__ADS_1


"Aku berharap Papah dan Mamah tinggal disini untuk selamanya, aku tidak tega melihat Ketrin yang selalu menanyakan kepulangan kalian. Semoga Papah bisa mengerti dengan perkataanku." Ucap Kenzo seraya beringsut dari duduknya, ia tak lupa mencium punggung tangan Hartawan setelah itu berlalu pergi dari ruangan.


Setelah kepergian Kenzo, Hartawan memikirkan kembali perkataan Kenzo, "Kenzo kamu lelaki yang kuat. Papah percaya kamu bisa melewati ini semua, memang tak mudah tapi kamu bisa." Gumam Hartawan.


Sedangkan di sisi lain, Andini sudah bersiap untuk bertemu dengan kedua sahabatnya. Ia sudah memberitahu kepada sahabatnya untuk memundurkan waktu pertemuannya, dan beruntungnya kedua sahabatnya selalu pengertian.


"Jes, Neng gue kangen lo." Gumam Andini seraya terkekeh kecil jika mengingat tingkah laku sahabat satunya itu. Siapa lagi kalau bukan Neneng, hihihi sangat menggemaskan!


Setelah berdandan rapih, Andini beranjak keluar dari kamarnya menuju meja makan. Ia tahu bahwa sang Papah dan Mamah serta putri kecilnya sudah menunggu di bawah.


"Pagi Mom, Mommy mau kemana?" Sapa Naureen seraya bertanya melihat Andini yang sudah rapih.


"Pagi juga sayang, Mommy mau bertemu dengan tante Jessika dan tante Neneng. Naureen mau ikut? Tawar Andini.


"Mau dong Mom, aku mau bertemu dengan mereka. Pasti asik melihat tingkah kelakukan tante Neneng." Jawab Naureen sembari tertawa kecil.


"Sayang kamu ini, sekarang kamu sarapan dulu. Nanti kita berangkat, aku izin bertemu Jessika dan Neneng ya, Pah." Ucap Andini sembari melirik kedua orang tuanya.

__ADS_1


Surya dan Sofia hanya menganggukkan kepalanya, sebagai tanda ia mengizinkan Andini untuk bertemu dengan kedua sahabatnya.


Akhirnya Mereka semua menikmati sarapan paginya dengan hening tanpa suara. Rasanya begitu tidak menyangka melihat Andini yang sudah terlihat baik dibanding dengan yang dulu.


__ADS_2