
Hingga sampai di depan ruang ICU, Kenzo melihat wajah semua terlihat bahagia. Mungkin kabar sadar ya Ketrin membuat semua yang awalnya menegangkan menjadi lega.
Naureen tiba-tiba menghampiri Kenzo dan memeluk lutut Kenzo erat, bagaimana mungkin dirinya bisa memeluk tubuh sang Daddy. Karena dirinya begitu pendek dari sang Daddy, alhasil hanya bisa memeluk lutut Daddynya.
"Daddy, bagaimana kabar daddy sekarang? Fine kan? Tanya Naureen.
" Daddy fine sayang, memang kenapa? Seharusnya Daddy yang menanyakan keadaan putri kecil Daddy ini. Bagaimana keadaan kamu sayang? Tanya Kenzo sembari mensejajarkan tubuhnya dengan Naureen.
" i'm fine Dad, terima kasih Dad. Sudah menjaga ku dengan Mommy dari orang-orang jahat. Oh iya Dad, bagaimana keadaan tante Ketrin? Mommy bercerita kepada aku bahwa tante Ketrin sedang di rawat. " Ucap Naureen.
Kenzo yang mendengar itu, mengapa ke arah Andini yang sedang memperhatikan dirinya dan juga Naureen berbicara. Sedangkan Andini yang di tatap tersenyum kecil. " Tante Ketrin baik-baik saja sayang, sekarang keadaannya sudah lebih baik." Jawab Kenzo.
" Really Dad? Aku sangat bahagia bahwa tante Ketrin sudah baik-baik saja. " Ucap Naureen sembari tersenyum manis.
" Iya sayang, sekarang kita ke sana yah. Kita kumpul bersama. " Ucap Kenzo yang dibalas anggukkan oleh Naureen.
Kenzo dengan sigap menggendong Naureen meski rasa pusingnya masih terasa, tapi dirinya tidak ingin dianggap lemah hanya karena pusing. Kenzo bergegas menghampiri semua yang berada di depan ruang ICU.
__ADS_1
"Kenzo, bagaimana keadaan kamu? Apa sudah membaik? Tanya Andini tanpa sadar memegangi pipi Kenzo yang masih terdapat bekas luka.
" Aku baik-baik saja, bagaimana dengan pipu mu? Apa sudah tidak terasa sakit? Tanya Kenzo balik sembari menatap pipi yang pernah menjadi korban tamparan Ricky.
"Sudah tidak terasa sakit, bahkan aku baik-baik saja. " Jawab Andini yang masih tidak sadar memegangi pipi Kenzo.
" Mom, apa pipi Daddy terasa sakit hingga Mommy memegangi terus pipi Daddy? Tanya Naureen yang sedari tadi mendengar pembicaraan Daddy dan Mommy nya.
"Ah, tidak sayang. Pipi Daddy hanya ada bekas luka saja." Jawab Andini yang langsung menurunkan tangannya, rasa malu nya tak bisa di tutupi dari pipi Andini yang memerah.
Kenzo yang melihat itu tertawa kecil, rasa sakit di kepalanya sudah mulai menghilang. Ia tidak mau waktu yang tersisa di buang secara sia-sia, maka ia ingin memaafkannya dengan baik-baik.
Jangan macam-macam kau, Kenzo. " Ucap Andini sembari menata tajam Kenzo.
" Aku tidak takut dengan tatapan mu, bahkan aku ingin sekali menerkam mu di sekitar sini jika keadaannya tidak genting seperti ini. Jadi bersiaplah untuk menanti nya kapan pun itu, jangan salahkan aku jika aku bermain dengan ganas. " Ucap Kenzo sembari tersenyum kecil.
Andini yang mendengar itu hanya tertawa remeh, " Aku tidak pernah percaya dengan perkataan mu, lebih baik kamu jaga saja kesehatan mu. Aku tidak mudah percaya dengan omonganmu untuk kali ini. " Ucap Andini.
__ADS_1
Kenzo yang mendengar itu hanya tertawa kecil, " Kalau kau tidak mempercayai nya, akan aku buktikan nanti." Ucap Kenzo sembari mengedipkan sebelah matanya.
Andini yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala, disaat seperti ini. Kenzo mampu membuat dirinya tertawa, sungguh lelaki ajaib.
Rossa yang melihat sang putra datang, bergegas menghampiri nya. Ia rasa sudah banyak salah kepada nya, karena Kenzo adalah orang pertama yang menjadikan Ketrin seorang adik yang bahagia, Kenzo selalu menjaga bahkan menyayangi nya lebih dari nyawanya sendiri.
"Kenzo, Ketrin sudah sadar. Apa kamu mau menemui nya? Tanya Rossa.
Kenzo berfikir sejenak, kemudian ia menghela nafasnya pelan. " Silahkan Mamah saja dan Papah yang menemui Ketrin, aku bisa nanti. Pasti Ketrin sudah merindukan Mamah dan Papah, aku mau ke suatu tempat dengan Andini dan Naureen. " Jawab Kenzo.
Rossa yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya, kemudian ia tersenyum manis. " Baiklah, Mamah dan Papah akan menemui Ketrin. Kalian nikmati saja waktu hari ini, Mamah memberikan izin kalian untuk pergi kemanapun. Asal kau, sayang. Menjaga Andini dan Naureen dengan baik, ingat! Mereka menantu dan cucu Mamah." Ucap Rossa.
"Pasti Mamah, aku akan menjaga mereka. Oh iya Mah, aku Minta tolong ke Mamah. Bilang kepada Ketrin bahwa aku akan menemui nya saat malam, karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengannya. " Ucap Kenzo yang dibalas anggukkan oleh Rossa.
Selepas kepergian Rossa, Kenzo menatap Andini dan Naureen yang sepertinya sudah siap untuk ia bawa ke suatu tempat. " Baiklah, kita jalan-jalan. Papah ingin menunjukkan sesuatu yang indah kepada kalian berdua." Ucap Kenzo.
Andini yang mendengar itu mengerutkan dahinya, ia tidak tahu akan di bawa kemana oleh Kenzo. Tapi lebih baik ia diam saja, karena Kenzo tidak mungkin bercerita jika dirinya menanyakan nya langsung.
__ADS_1
Sebelum berlalu dari rumah sakit, Andini sudah meminta izin kepada Surya dan Sofia. Dan akhirnya mereka mendapatkan izin dari Surya dan Sofia, mungkin orang tua Andini sudah mau menerima Kenzo dengan hati yang ikhlas.