
"Sama-sama sayang, seharusnya kami yang berterima kasih kepada kamu, Andini. Terima kasih sudah mau memberi Kenzo kesempatan agar bisa menebus kesalahannya." Ucap Rosa.
Andini mengangguk, ia menatap Naureen memberi kode. "Opah, Omah, Tante Naureen pulang dulu yah." Ucapnya dengan logat anak kecil.
"Uuhhh, iyh cucu Omah. Pulang sampai rumah, kamu langsung istirahat yah." Ucap Rosa.
Naureen hanya menganggukkan kepalanya sembari memberi tanda " oke" lewat jemarinya, membuat semua yang berada diruang tamu tertawa kecil.
"Sini sayang, peluk Opah dulu." Ucap Hartawan sembari merentangkan lengannya.
Naureen dengan langkah cepat menghampiri Hartawan dan memeluk erat sang Kakek.
Hartawan yang begitu sangat menyayangi Naureen dengan bertubi-tubi memberi kecupan di pipi Naureen.
Setelah perstiwa peluk memeluk, akhirnya Andini dan Naureen berpamitan pulang yang di antat oleh Kenzo.
☆☆☆
"Terima kasih, Dad." Ucap Naureen.
"Sama-sama sayang, kamu langsung istirahat yah. Jangan lupa gosok gigi dan ganti baju." Ucap Kenzo.
"Siap Dad. Mommy aku duluan masuk yah." Ucap Naureen yang dibalas anggukkan oleh Andini.
"Aku pergi dulu, kamu istirahat langsung. Selamat malam." Ucap Kenzo.
"Malam Ken, kamu juga istirahat langsung." Ucap Andini yang dibalas anggukkam oleh Kenzo.
Setelah melihat mobil Kenzo sudah hilang dari padangannya, Andini masuk ke dalam rumah yang ternyata Surya dan Sofia sudah menunggu di ruang tamu.
__ADS_1
"Pah, Mah. Belum tidur? Tanya Andini sembari mengecup punggung tangan Surya dan Sofia.
"Belum sayang, bagaimana tadi? Tanya Sofia.
"Naureen bahagia Mah, aku senang melihat Naureen bahagia. Dan orang tua Kenzo ingin bertemu dengan Papah dan Mamah. Apa Papah dan Mamah mau? Tanya Andini yang di balas anggukkan oleh keduanya.
"Yaudah sekarang kamu istirahat. Jangan lupa besih-bersih dahulu." Ucap Surya yang dibalas anggukkan oleh Andini.
Andini beranjak dari sana, ia berlalu meninggalkan Surya dan Sofia yang menatap dirinya.
•
•
Mobil Kenzo terparkir tepat di depan markasnya, ia di beri kabar oleh Rendy jika ada hal penting yang harus di bicarakan.
"Ada apa, Ren?
"Oke, gue akan lakuin sesuatu yang bisa impas untuk semua. Contohnya kem*tian."
Rendy hanya tertawa kecil," wow, Bos Axton berd*rah dingin muncul kembali setelah berjuang dengan cintanya." Ejek Rendy.
"S!alan lo." Umpat Kenzo sembari menatap tajam ke arah Rendy, sedangkan yang ditatap hanya acuh.
"Seorang Bos Axton tidak bisa di kalahkan oleh seorang pun, siapapun yang membuat masalah dengan Bos Axton akan berhadapan langsung dengan kematian." Ucap Kenzo sembari memasang wajah dinginnya.
"Bos, adik lo ada di rumah ga? Celetuk Rendy.
Plak.
__ADS_1
Kenzo dengan santainya memukul lengan Rendy yang membuat sang empu meringis sakit.
"Gue serius lo malah nanya adik gue. Inget lo!, gue ga kasih restu." Ucap Kenzo sembari menatap Rendy sinis.
"Nasib-nasib punya Bos bringas plus kejam." Gerutu Rendy sembari mengusap-ngusap lengannya yang di pukul oleh Kenzo.
"Gue cuman bercanda Ren, selama lo bisa menjaga dan membahagiakan Ketrin, gue restuin hubungan lo. Tapi lo harus benar-benar sama Ketrin, kalau lo main-main, gue pastikan senjata kesayangan gue akan mengukir tubuh dan wajah lo." Ancan Kenzo sembari menatap tajam Rendy.
"Heuh, buat apa Bos gw main-main. Emang gue anak kecil yang mainin soal perasaan. Gue ke adik lo benar-benar serius, kalau lo perlu bukti hari ini malam ini gue nikahin adik lo." Ucap Rendy.
"Gak gitu juga lo, emang siapa yang datang di acara pernikahan malam-malam begini." Ucap Kenzo.
"Gue gak perlu tamu,vtuh anak buah lo Bos udsh banyak. Jadi gue tinggal ijab qabul dan resmi deh gue sama adik lo suami istri." Ucap Rendy sembari membayangkannya.
"Ga usah gila lo, sekali lagi lo ngoming yang kayak begituan gue cabut lo sebagai tangan kanan gue." Ucap Kenzo.
"Tenang Bos, gak usah ngancam kayak gitu. Lo gak tahu gue aja, becanda Bos." Ucap Rendy, ia tidak ingin kehilangan pekerjaan yang begitu fantastis walaupun ia tahu bahwa Kenzo tidak mungkin melakukannya.
Kenzo hanya mendengus kesal, ia sudah biasa mendengat celotehan tangan kanannya. "Gue harus cepat nemuin Ricky, selama dia berkeliaran di luar, gue ga akan tenang. Gue tahu setiap saat dia mata-matain gue, tapi gue masih diam. Tapi tidak untuk sekarang, gue harus bisa tangkap Ricky." Ucap Kenzo dalam hati.
•
•
Berbeda dengan Kenzo, kini sang adik Ketrin yang sedang termenung di kamar. Entah mengapa ia lebih suka berada di kamar sendirian untuk menenangkan hatinya dan juga pikirannya.
"Aku ga bisa nyalahin Kak Ken, aku juga gak bisa nyalahin Kak Andini. Aku hanya bisa menyalahkan keadaan yang membuat nya menjadi seperti ini. Aku tahu Kak, Kakak takut untuk bercerita semuanya tentang ini kepada ku. Karena aku tahu Kak, Kakak takut membuat aku kecewa nantinya." Ucap Ketrin dengan air mata yang sudah jatuh di pipi mulusnya.
"Apapun yang terjadi nantinya, aku akan selalu menyayangi Kakak. Aku tidak akan menbenci Kakak, aku hanya kecewa dengan Kakak. Mengapa Kak Ken lakuin perbuatan ini, tapi aku juga senang kalau Kak Ken mau mempertanggung jawabkan atas perbuatannya." Imbuh Ketrin kembali.
__ADS_1
"Semua akan baik-baik aja Ket." Gumam Ketrin yang saat ini sedang berdiri di balkon sembari menikmati udara malam di temani gemerlap bintang dan cahaya bulan.
"Aku menyangi mu Kak atau Dek." Ucap Ketrin dan Kenzo serentak di tempat yang berbeda.