
Kenzo yang mendengar itu menarik Andini ke dalam dekapannya, untuk kali pertama kembali. Kenzo mendekap Andini dengan erat tanpa ada penolakan dari Andini, membuat Kenzo tersenyum bahagia.
" Ya tuhan, apakah boleh aku meminta kepada mu untuk tidak mengambil nyawaku dengan cepat. Aku tidak tega jika meninggalkan wanita yang ku cintai sekarang, rasanya sangat berat. Aku memang lelaki egois yang meminta lebih kepada-Mu. Tapi tak ada salahnya jika aku meminta nya begitu tulus, sebagai manusia yang belum sempurna untuk bisa menjalankan perintah-Mu. " Ucap Kenzo dalam hati.
Hari ini, semua merasa bahagia termasuk Kenzo, Andini, dan Naureen. Menghabiskan waktu mereka bersama untuk seharian, karena entah kapan lagi waktu ini bisa terjadi.
Kenzo terus menatap Andini dan Naureen yang sedang asik bermain berdua, sedangkan dirinya yang sedang berganti di bawah pohon rindang.
Udara yang sejuk, membuat rasa pusing Kenzo mulai menghilang. Semua ini tidak sebanding dengan kebahagiaan yang kini ia alami, Bermain dan menghabiskan waktu dengan kedua perempuan yang ia cintai dalam hidupnya.
"Saya tahu, semua ini hanya sementara. Tapi saya yakin, semua ada jalan untuk menghentikan kejadian yang tidak saya inginkan. Saya akan pastikan mendapatkan pendonor yang cocok. " Ucap Kenzo dalam hati.
Kenzo bergegas merogoh ponsel nya di saku, ia berniat menghubungi seseorang yang akan membantu dirinya. Bergegas Kenzo menekan nomor yang akan ia telfon.
" Halo, maaf saya menganggu. Saya cuman minta bantuan buat kesehatan saya, apa kamu bersedia?
`` Oke, Kamu butuh bantuan apaan? Selama saya bisa bantu, saya akan bantu.
"
Saya minta lo untuk...... "
__ADS_1
`` Oke, saya bakal lakuin. Tapi kamu harus janji sama saya, kalau kamu terjadi sesuatu jangan lupa kabarin saya.
" Pasti, saya akan kabarin kamu. Dan kamu juga harus janji sama saya, kamu gak akan pernah bilang sama siapapun soal penyakit saya."
Saya akan turuti, tapi saran saya. Kamu harus kasih tahu mamah, papa kamu. Karena disaat genting nanti. Mamah dan papah kamu baru tahu, akan membuat mereka khawatir. ``
" Saya bakal cerita tapi disaat waktu yang tepat, tapi saat ini waktunya belum tepat. Ketrin masih keadaan sadar dari komanya, masa saya harus kasih tahu sekarang. Yang ada buat papah dan mamah saya stres lagi, saya gak mau kejadian itu terulang lagi. "
Oke, Oke. Kamu emang ngeyel Kenzo kalau aku kasih nasihat, tapi jika itu yang terbaik buat kamu. Aku cuman bisa berdoa dan berharap kamu bisa menghadapi nya dengan sabar, aku tahu kamu kuat.``
" Thanks, saya tutup dulu. "
Tanpa mendengar jawaban dari sebrang sana, Kenzo sudah lebih mematikan telfonnya secara sepihak karena melihat Andini dan Naureen menuju dirinya. Ia tidak mau kedua wanita nya mengetahui soal penyakitnya, biarkan ini menjadi rahasia tersendiri untuk nya.
" Baik lah, Daddy ikut main kembali. Tapi kamu harus janji, nanti kasih hadiah untuk Daddy jika Daddy menemani kamu main. " Ucap Kenzo.
" Pasti Dad, aku akan memberi hadiah kepada Daddy. Aku akan memberikan Mommy kepada Daddy, karna Mommy milik Daddy bukan? Ucap Naureen sembari tertawa kecil.
Kenzo dan Andini yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang putri nya, sungguh menggemas kan jika sudah seperti ini.
Akhirnya, Kenzo kembali menemani Naureen bermain bersama Andini. Senyum bahkan tawaan kecil kembali terukir dipipi Kenzo semua itu hanya Kenzo yang bisa merasakan nya.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, seseorang sedang mengawasi Kenzo dari jarak jauh. Entah apa yang akan di lakukan oleh 'dia' kepada Kenzo.
" Bos, 'dia' bersama dengan 1 orang wanita dan 1 perempuan cilik. " - ex.
" Bagus, terus awasi mereka. Pastikan tidak ada yang menyakiti mereka, meskipun dalam keadaan apapun. " - Bos ex.
" Baik Bos, saya pastikan itu. Saya tidak sendirian, ada beberapa anak buah yang menemani saya. " - ex.
Bagus, kerjakan dengan baik! Bos ex.
Setelah itu, telfon terputus begitu saja. Seseorang tersebut masih mengawasi Kenzo, Andini dan Naureen dari jarak jauh. Tugas yang ia kerjakan tidak main-main, jika ketahuan bisa saja nyawanya jadi taruhan nya.
Sedangkan Kenzo, ia merasa ada yang memata-matainya. Saat berbalik ke belakang, Kenzo tidak menemukan suatu kejanggalan. Kenzo berharap itu hanya firasat nya.
Kini hari sudah sore, Kenzo Andini dan Naureen berniat kembali ke rumah sakit, sebenarnya Kenzo yang memiliki urusan di rumah sakit. Siapa lagi kalau bukan dengan sang adik, Ketrin.
" Dad, lain kali kita jalan-jalan lagi yah. Aku sangat bahagia, always. Thank you untuk semua nya Dad, aku sangat menyayangimu Dad. " Ucap Naureen sembari memeluk erat kaki Kenzo.
Sedangkan Andini yang melihat itu tersenyum bahagia, kini sudah berakhir masa dimana dirinya harus membahagiakan Naureen sendiri. Sudah ada Kenzo yang akan menemani dirinya untuk menjaga dan menyayangi Ketrin, keluarga utuh yang di harapkan Naureen sebentar lagi akan terwujud.
" Apa lagi Daddy sayang, Daddy sangat menyayangi mu. Sampai kapan pun, kamu adalah harta kecil Daddy, tidak ada yang bisa menyakiti kamu sekalipun. Karna Daddy akan selalu menjaga kamu dan Mommy sampai akhir hayat Daddy. " Ucap Kenzo sembari menggendong Naureen.
__ADS_1
Jalan-jalan yang di nikmati Kenzo Andini dan Naureen di tutup dengan pelukan hangat dari mereka bertiga. Senyum selalu terukir di bibir mereka bertiga.