
Aku kira Kenzo gak kayak gitu, idih amit-amit deh." Gerutu Neneng yang membuat Jesika dan Andini tertawa.
Tering-tring-tering
Dering telpon membuat antensi Andin beralih menatap benda pipi nya, dengan sigap Andin menatap layar ponselnya.
"Kenzo" Gumam Andini kecil.
Jes, Neng aku angkat telpon dulu yah." Ucap Andin yang di balas angukan oleh kedua nya.
Setelah itu, Andin beranjak dari duduk nya. Ia sedikit menajuh dari meja tempat bersama kedua sahabatnya. Andin tidak pernah melepas pandangannya ke arah Nauren yang sedang asik bermain.
"Halo Kenzo"
Halo Andin, boleh mintak tolong? Tanya Kenzo to the point dari seberang sana.
Mau mintak tolong apa? Kenzo.
"Tolong kamu ke perhusahan saya, ada masalah yang harus ku tangani. Disini ada Ketrin, jadi aku mintak tolong temani Ketrin.
Ow oke, sebentar lagi aku berangkat."
Setelah itu, sambungan telpon terputus. Andin merenung sebentar memikirkan perkatan Kenzo, apa masalah yang di hadapi Kenzo?
Karena tidak ingin membuang-buang waktu, Andin bergegas kembali ke tempat duduk untuk pamit kepada kedua sahabat nya.
Jes, Neng aku pulang deluan." Pamit Andini.
Kamu mau kemana Andin? Buru-buru banget." Tanya Neneng.
__ADS_1
Aku ada urusan, sorry yah. Jawab Andin.
"Oke, kamu hati-hati. Jaga diri kamu baik-baik. Ucap Jesika yang dibalas angukan oleh Andin.
Setelah itu Andin menghampiri tempat bermain yang sedang dijelajahi oleh Naureen, putrinya.
Sayang Naureen." Panggil Andin.
Naureen yang awal nya sedang asik bermain
menghapiri Andin dengan raut wajah yang gembira.
Yes Mom, ada apa? Tanya Naureen.
"Sayang, main nya udah dulu yah. Sekarang kita pergi ke perhusahan Dadyy, mau?
Mau mom, aku ingin ketemu dengan Dadyy. Ucap Naureen antusias.
Akhirnya ibu dan anak ini meninggalkan mall berniat ke perhusahan Kenzo.
Kini Andini dan Naureen sudah sampai di depan perhusahan terbesar di negara ini.
"Wah Mommy, kantor Dadyy besar sekali." Kagum Naureen saat melihat daisen perhusahan yang bukan main-main.
Hah, iya sayang. Sekarang kita keruangan Dadyy yah." Ucap Andin yang dibalas angukan oleh Naureen.
Andin dan Naureen dengan serentak menuju meja meja resepsionis, ia berniat ingin menayangkan keberaadan ruangan Kenzo.
Selamat siang, saya ingin bertemu dengan pak Kenzo ada? Tanya Andin seramah mungkin.
__ADS_1
Selamat siang juga, apa ibu sudah membuat janji? Tanya balik sang resepsionis.
Saya memang belum membuat janji, tapi saya,,,," ucapan Andin terpotong kala suara baraton membuat Andin dan Naureen menoleh.
"Dia isteri saya, biarkan dia masuk." Ucap Kenzo dengan suara dingin.
Andin membelakan matanya, apa dia salah mendengar kala Kenzo menyebut dirinya "isteri." Sungguh menyebalkan.
Sang resepsionis hanya mengangguk sembari menundukkan kepala nya karena tidak berani menatap wajah dingin sang bos nya setelah kejadian tadi yang membuat seluruh pegawai panas dingin.
"Dadyy." Teriak Naureen dengan sigap berlari menuju Kenzo.
Kenzo tersenyum kecil, ia menurunkan badan nya sembari merentangkan kedua tangan nya
yang sudah bersiap menerima pelukan hangat putri kecilnya.
"Dadyy, l miss you so much. Uacap Naureen di dalam dekapan Kenzo.
"Dadyy juga sangat merindukan kamu, Naureen. Putri Dadyy baru ini dari mana? Tanya Kenzo.
"Ow itu, aku baru aja dari mall. Jawab Naureen.
Kenzo hanya menggauk paham, ia menatap Andin yang sedang asik menonton kemesraan Dadyy dan sang putri.
Lebih baik kita keruangan Dadyy. Ucap Kenzo yang di balas anggukan oleh Andin dan Naureen.
Bergegas ketiga nya menuju ruangan direktur. Sebenarnya Andin begitu penasaran dengan gelagat sang resepsionis saat Kenzo menghampiri nya dan juga Naureen.
Hah demi apa? Tadi pak Kenzo tersenyum walapun tipis. Mimpi apa aku semalem, huh senyuman itu. Ucap sang resepsionis yang tak sengaja melihat Kenzo tersenyum tipis.
__ADS_1
Astaga Ketrin, are you oke? What heppen? Tanya Andin panik kala melihat Ketrin yang penampilannya lumayan berantakan.
"Huh, hay kak Andin. It s oke i m fine. Really." Jawab Ketrin tersenyum tipis.