
"Aww." Ringis Rosa kala tangannya tak sengaja mengenai pecahan gelas.
"Kenapa dengan perasaanku? Rasa tak enak menyelimutiku. Semoga ini hanya kehawatiranku saja." Ucap Rosa dalam hati.
Ketrin yang melihat itu dengan cepat menghampiri sang Mamah di ikuti Hartawan, sedangkan Kenzo buru-buru mengambil kota P3K.
"Bi, tolong bersihkan ini semua. Jangan sampai masih ada pecahan gelas di lantai." Titah Hartawan yang di balas anggukkan oleh pembantu di rumah Kenzo.
Ketrin dan Hartawan membawa Rossa ke ruang keluarga untuk mengobati lukanya, walaupun luka sekecil apapun tapi harus tetap di obati.
Tidak lama, Kenzo datang sembari membawa kotak P3K untuk mengobati sang Mamah.
"Mamah ini, kan Ken udah bilang biar bibi aja yang bersihkan." Ucap Kenzo.
"Mamah cuman mau membersihkan pecahan gelas saja, ini hanya luka kecil Ken." Ucap Rosa.
"Walaupun luka kecil tapi harus di obati, Mah. Biar ga infeksi nanti, kalau kenapa-kenapa gmna? Tanya Ketrin.
"Tapi lihat! Mamah baik-baik aja. Kalian gak usah khawatir kayak gini dong. Mamah fine." Jawab Rosa.
"Beginilah sifat Mamah kalian, susah jika di nasehati. Tapi Mamah kalian adalah Mamah terbaik di hidup Papah." Ucap Hartawan yang membuat Kenzo, Ketrin dan Rosa geleng-geleng kepala sembari tertawa kecil mendengarkan perkataan Hartawan.
"Ada apa dengan perasaanku sedari tadi? Apa akan terjadi sesuatu? Semoga semua akan baik-baik saja, semoga dugaanku salah." Ucap Rosa dalam hati.
"Papah tahu Mah, Mamah ada sesuatu yang di tutupi. Rasa khawatir itu terlihat di wajah Mamah, apa yang Mamah khawatirkan? Tanya Hartawan dalam hati.
"Mengapa kejadian ini bisa terjadi? Apa sesuatu akan terjadi? Semoga semua akan baik-baik saja." Ucap Kenzo dalam hati.
Ketrin dengan hati-hati mengobati luka Rossa, entah mengapa pikirannya melayang kemana. Seperti ada firasat yang akan terjadi kedepannya, tapi entah apa itu.
"Semoga semua baik-baik saja." Ucap kompak Hartawan, Rossa, Kenzo dan Ketrin dalam hati.
Beberapa saat, setelah Ketrin selesai mengobati luka Rosa, akhirnya Kenzo mengantarkan Hartawan dan Rossa ke rumah Andini.
"Ken, kamu harus bersyukur karena orang tua Andini masih memaafkan kesalahan kamu. Dan Papah ingin berpesan, kamu harus bisa menjaga dan melindungi keluarga kecil kamu nanti Kenzo." Ucap Hartawan.
__ADS_1
"Iya Pah, Ken akan berusaha untuk menjaga dan melindungi keluarga kecil Ken nanti." Ucap Kenzo.
"Jangan cuman ngomong doang, Kak. Lakuin, kasihan kalau Kak Andini tahu kelakuan Kakak yang bandel." Ejek Ketrin sembari tertawa remeh.
"Berisik kamu, Dek. Kamu itu bukannya bantu support atau doa, ini malah apa." Gerutu Kenzo
yang membuat semua tertawa kecil.
"Sudah-sudah. Kalian ini tidak bisa akur untuk sehari saja, sekarang kita berdoa semoga semua berjalan dengan lancar." Ucap Rossa yang di balas anggukkan oleh semua.
"Semoga kebahagiaan ini selalu hadir tanpa ada kesedihan kembali. Semoga Kak Ken bisa menjaga dan melindungi Kak Andin dan Naureen seperti menjaga aku." Ucap Ketrin dalam hati.
•
•
Kini mobil Kebzo terparkir di depan rumah Andini, setelah memarkirkan, semua yang berada di mobil turun dengan kacamata yang di pakai.
"Selamat siang, maaf kami telah mengganggu atas kedatangan kami. Ada hal yang harus di bicarakan." Ucap Hartawan.
"Selamat siang Om, perkenalkan ini orang tua saya." Ucap Kenzo.
"Kenzo? Bukankah kamu ingin bertemu dengan Andini dan Naureen? Tanya Surya.
Kenzo mengerutkan dahinya, bagaimana mungkin dirinya ketemuan dengan Andini dan Naureen di saat hari penting ini.
"Maaf Om, saya tidak mengajak Andini untuk bertemu. Memang Andini berkata seperti itu?Tanya Aldebaran.
"Tidak, tapi baru saja Andini di jemput oleh seorang pria yang mengaku anak buah kamu." Jawab Surya.
Kenzo yang mendengar itu merasa perasaannya tidak enak, ia takut sesuatu terjadi kepada Andini dan Naureen.
Tring.
Sebuah pesan masuk dari ponsel Kenzo, buru-buru sang empu merogoh ponselnya di saku celananya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.
__ADS_1
●Foto● °°apa yang harus gue lakukan ke wanita ini yah? Sayang sekali jika di sia-siakan. Jika lo mau wanita ini selamat, lo kesini sendiri.°° Ricky.
Kenzo mengepalkan lengannya setelah membaca pesan dari Ricky, cmusuh bebuyutannya.
"S!alan kau Ricky, saya harus cepat-cepat selamatin Andini. Jika sesuatu terjadi kepada Andini atau putri saya, habis Ricky di tangan saya." Ucap Kenzo dalam hati.
"Maaf, Pah bisa kita bicara sebentar? Tanya Kenzo sembari menatap serius Hartawan.
"Oke, sebentar Pak, Bu." Ucap Hartawan yang di balas anggukkan oleh Surya dan Sofia.
Kenzo membawa Hartawan sedikit menjauh dari sana, ia tidak ingin semua tahu apa yang terjadi dengan Andini dan Naureen. Bisa-bisa Kenzo ketahuan bahwa dirinya ketua mafia.
"Ada apa Kenzo? Tanya Hartawan.
"Pah, Andini dan Naureen di sekap Ricky." Jawab Kenzo singkat.
"Apa? Jadi orang yang mengaku anak buah kamu itu suruhan Ricky? Tanya Hartawan.
Kenzo mengangguk," bisa jadi Pah. Aku harus menyelamatkan mereka berdua Pah, aku gak bisa tinggal diam." Ucap Kenzo.
.
"Biar anak buah Papah bantu kamu Ken, musuh kita tidak bisa di anggap remeh." Ucap Hartawan.
"Jangan Pah, Ricky minta Ken untuk datang sendiri. Jika ingin mengirim bantuan, secara sembunyi-sembunyi Pah. Tapi jangan terburu-buru! Ucap Kenzo, ia harus mementingkan keselamatan Andini dan Naureen.
"Baik, kamu harus hati-hati. Ricky bukan orang biasa, ia akan membalaskan sesuatu hingga selesai." Ucap Hartawan.
"Pasti Pah, jika Ricky berbuat sesuatu kepada Andini dan Naureen. Habis dia di tangan Kenzo!." Ucap Kenzo yang sudah tersulut emosi.
"Sabar Ken, semua tidak akan selesai jika kamu menggunakan emosi. Sekarang, kamu turuti kemauan Ricky, setelah di rasa aman kamu beri aba-aba kepada anak buah Papah untuk membantu. Anak buah Papah akan mengikuti kmu dari jauh, Papah sudah memasang GPS di ponsel kamu dan adik kamu, ini Papah lakukan demi keselamatan kalian berdua." Ucap Hartawan.
"Oke, kalau begitu Ken berangkat dulu. Jangan beri tahu siapa-siapa soal ini Pah, aku tidak ingin semua khawatir dan menjadi kacau." Ucap Kenzo.
"Oke, sekarang kita temui dulu orang tua Andini, Mamah dan Ketrin. Supaya mereka tidak curiga." Ucap Hartawan yang di balas anggukkan oleh Kenzo.
__ADS_1
Setelah itu, Kenzo dan Hartawan kembali menemui orang tua Andini dengan memasang wajah santai tanpa masalah.