Semalam Dengan Mafia

Semalam Dengan Mafia
Balasan Yang Setimpal


__ADS_3

"Itu yang kau kerjakan? Kau selalu menawari aktivitas itu. Sekarang anak buah saya yang menikmatinya. Jadi nafsunmu terpenuhi juga, dasar jal*ng! Ucap Kenzo.


Riana yang sudah tidak tahan beranjak dari tempat tidur, ia melilitkan seperi guna untuk menutupi tubuh polos nya, dirinya menghampiri Kenzo.


Plak.


Dengan beraninya, Riana menampar pipi Kenzo. Diri nya tak tahu jika sekarang, Kenzo sedang dimasuki oleh jiwa mafia nya.


Dasar baj**an kau! Teriak Riana tepat di wajah Kenzo.


Kenzo dengan pelan, memegangi pipi nya yang di tampat oleh Riana. Ia tersenyum kecil, senyuman itu sangat menakutkan.


"Bos, anda tidak papa? Tanya Rendy yang ternyata berjaga di depan pintu.


Kenzo hanya menganguk kecil, ia menatap tajam Riana yang sungguh tidak takut dengan tapan Kenzo.


KAU TELAH SALAH BEURUSAN DENGAN KENZO AXTON WIRAYUDAHA! Ucap Kenzo disertai penekan disetiap kakimat.

__ADS_1


Kenzo menatap Rendy untuk melanjutkan rencana berikutnya, Rendy yang mengarti dengan siagap �������� ����memberikan benda kesayangannya sahabatnya sekaligus bos nya.


Riana yang melihat itu menelan ludah nya, ia dengan pelan berjalan mundur." Apa yang mau kamu lakukan ke saya, Kenzo? Sentak Riana.


"Ingin membuat mu tenang di alam sana, jadi kau tidak merasakan sakit kembali. Apa kau siap untuk menjemput ajalmu? Tanya Kenzo sembari berjalan maju mendekati Riana.


"Apa kamu sudah gila Kenzo? Jangan macam-macam sama saya atau saya. Ucap Riana terhenti oleh Kenzo.


"Atau apa hah? Disini tidak ada orang yang akan membantu kamu." Jika perlu kau teriak, teriak saja! Itu adalah kesukaanku." Ucap Kenzo, ia dengan siagap memegang lengan Riana.


Sett.


"Arghhhhh, s!alan kamu Kenzo! Ringis Riana kala Kenzo memberi luka sayatan di lengan Riana.


Darah seger keluar dari luka sayatan yang Kenzo buat, serta benda kesayangan nya sudah di penuhi oleh darah Riana.


"Apa kau ingin lagi? Saya akan senang hati memberikan nya. Ini sangat mudah, dan ini belum seberapa dengan luka hati adik saya yang dipermalukan oleh kamu didepan perkerja kantor." Ucap Kenzo.

__ADS_1


Dengan sigap, Kenzo memberikan luka untuk kedua kalinya di lengan Riana, membuat sang empu semakin kesakitan.


Pakaian Kenzo sudah terciprat oleh darah milik Riana, ia begitu puas bisa membalaskan kekesalannya karena perbuatan nya kepada sang adik.


Tanpa ingin berlama-lama, Kenzo tampa rasa kasihan membuat luka kembali di tubuh Riana. Ia tidak akan memaafkan orang yang sudah menganggu kenyamanan keluarga nya.


"Ren, bersihin wanita ini. Kalau perlu buang ke laut. Agar tidak ada jejak sama sekali. Ucap Kenzo yang sudah selesai dengan aksi main-mainanya dengan benda kesayangan nya.


Siap bos, anda benar-benar luar bias kalau masalah seperti ini." Ucap Rendy tertawa kecil.


"Gak usah banyak omong kamu, saya mau ganti baju dulu. Setelah selesai kamu keruangan biasa saya. Ada yang mau saya omongin, masalah Ricky." Ucap Kenzo yang di balas angukan oleh Rendy.


Setelah itu, Kenzo meninggalkan ruangan bawah tanah. Ia tidak akan main-main dengan ucapan nya, jika ada yang berani mengganggu bahkan membuat masalah dengan keluarga nya akan berurusan dengan nya.


Pembalasan ini seharusnya cukup." Ucap Kenzo dengan suara pelan.


Rendy mendapatkan perintah untuk membuang mayat Riana dengan cepat membawa nya ketepi laut, ia dengan santai nya membawa bersama dua anak buah Kenzo melemparkan Riana kelaut.

__ADS_1


__ADS_2