
Udah Bos, ternyata akses tentang informasi Andin dan anak nya di kunci dengan sangat rapih mungkin ada beberapa orang yang sedang berhusaha meretesnya tapi tidak bisa." Jawab nya.
"Oke, thanks. Sekarang saya bisa janlani rencana kedua. Kenzo dan Hartawan kalian harus merasakan apa yang pernah saya rasakan dulu. Walapun ����� dengan penderitaani yang berbeda. Ucap Ricky.
Saya harus cepet-cepet pergi dari tempat ini. Saya tahu, Kenzo pasti dengan mudah menemukan persembunyian saya. Ternyata saya memiliki musuh yang kuat, sangat perfect." Gumam Ricky sambil tertawa kecil.
"Siapkan kendaran, kita harus bersiap-siap untuk pergi dari tempat ini. Masih ada rempat yang nelim kita kunjungi. Titah Ricky yang dibalas angukan oleh anak buahnya.
" I'm come blck Kenzo, dengan rencana baru yang sudah aku susun sedemikian mungkin. Kamu harus merasakan nya dan ikut bermain dengan rencana saya. Ucap Ricky.
Dendam yang ada pada diri Ricky sungguh tidak bisa di hilangkan, mungkin sakit hati atas perlakuan Kenzo dan Hartawan yang tidak ingin meminjamkan ia uang. Tapi, Ricky juga bersalah karena salah mengunakan uang yang ia pinjam awalnya. Jadi mereka sama-sama bersalah dalam hal itu.
Tapi karena didalam diri Ricky sudah di selimuti dendam, ia tidak bisa berfikir positif tentang Kenzo dan Hartawan. Ia hanya mengingat perlakuan yang tak pantas di terima dirinya. Tapi dia harus ingat. Kenzo dan Hartawan bukan orang sambarangan.
Kamu akan menerima akibatnya Kenzo. Kini kita akan bermain dengan wanitamu dan putri mu yang sangat kamu sayangi. Hemm apa reaksi kamu nantik yah? Ucap Ricky sembari menatap foto yang di berikan anak buah nya.
Tenyata cantik juga wanitamu Kenzo. Sepertinya Sangat sayang jika harus di sia-siakan apa yang harus aku lakuin dulu yah terhadap wanita itu. Gumam Ricky.
"Permainan ini baru saja dimulai kembali. Kenzo Axton Wirayudha!!
"Daddy." Panggil Naureen saat Kenzo yang baru saja masuk ke ruangannya.
"Huuuu, putri Daddy ini sepertinya sudah merindukan Daddy lagi." Ucap Kenzo sembari berjalan mendekati Naureen.
"Pasti lah Dad, aku masih merindukan Daddy. Baru saja aku tiba, Daddy langsung pergi." Gerutu Naureen.
"Sorry yah, vsayang. Daddy benar-benar ada urusan yang sangat penting tadi. Tidak bisa Daddy tinggalkan sama sekali." Ucap Kenzo.
Naureen hanya mengerutkan dahinya, atensi matanya beralih kepada sudut kening Daddy nya yang terlihat seperti ada noda merah.
"Dad, apa urusan Daddy yang sangat penting itu? Tanya Naureen.
"Hmm, Daddy tidak bisa memberi tahu Naureen. Yang terpenting Daddy sudah ada disini bukan? Jawab Kenzo.
"Apa urusan Daddy berbahaya? Mengapa ada noda dàrah di sudut kening Daddy? Tanya Naureen.
Kenzo yang mendengar itu mendadak tegang, bagaimana ia sampai tidak mengetahui bahwa masih ada noda dàrah di sudut keningnya.
__ADS_1
Ketrin tak kalah penasaran, ia begitu penasaran dengan jawaban yang akan di berikan oleh sang Kakak. Entah apa yang di sembunyikan oleh Kenzo.
Andini yang mendengar penuturan putrinya merada tegang, sebab ia tahu Kenzo sudah melakukan apa.
Buru-buru Kenzo mengusap noda dàrah yang ada di sudut keningnya, dengan tenang Kenzo menjawab pertanyaan putri kecilnya yang pintar ini.
"Ohh ini sayang, Daddy tadi tidak sengaja cipratan-"
"Selamat siang Pak Kenzo, anda kedatangan klien yang sudah membuat janji dengan anda." Ucap Sekretaris Kenzo yang tiba-tiba datang.
"Baik, tunggu saya di luar. Pastikan klien itu mendapatkan perlakuan yang bagus." Ucap Kenzo yang di balas anggukkan oleh Sekretarisnya.
Setelah itu, Sekretaris meninggalkan ruangan Kenzo dengan wajah leganya. " Apa maksud anak buah Pak Kenzo melakukan itu yah? Tanya sang Sekretaris.
><><><><><>
Tanpa di berikan perintah, anak buah Kenzo sudah mengetahui bahwa sang Bos dalam keadaan yang sulit.
2 Anak buah yang berjaga di depan ruangan kerja Kenzo, melihat Sekretaris Kenzo yang berniat masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Iya, ada yang bisa saya bantu? Tanya sang Sekretaris.
"Kamu masuk ke dalam ruangan Pak Kenzo, bilang kepadanya bahwa ada klien yang menunggu dirinya." Jawab salah satu anak buah Kenzo.
"Baik." Ucap Sekretaris. Dirinya tidak ingin menolak karna suasana perusahaan yang sedang panas setelah peristiwa tadi.
Dengan cepat, Sekretaris Kenzo masuk ke dalam ruangan Kenzo tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu sesuai dengan diperintahkan.
\><\><\><\>
"Sayang, Daddy harus menemui klien Daddy dulu yah. Kamu tunggu disini sebentar." Ucap Kenzo yang hanya di balas anggukkan pasrah oleh Naureen.
"Ren, lo ikut saya keluar." Bisik Kenzo sembari berjalan keluar yang di balas anggukkan oleh Rendy.
Di luar, Kenzo
bernafas lega. Ternyata di luar ruangannya ada Sekretarisnya yang sedang menunggunya.
__ADS_1
"Maaf Pak Kenzo, soal klien itu hanya kebohongan. Saya di perintahkan oleh anak buah Pak Kenzo untuk berbicara seperti itu." Ucap Sang Sekretaris sembari menunduk karna takut mendapat amukan.
"Tidak apa-apa. Kamu boleh kembali ke ruangan." Ucap Kenzo yang di balas anggukkan oleh sang Sekretaris.
Setelah kepergian sang Sekretaris, Kenzo menatap kedua anak buah nya yang sedang menatap dirinya.
"Kerja kalian bagus, terima kasih sudah membantu saya." Ucap Kenzo.
"Sama-sama Bos, ini termasuk pekerjaan kami." Ucap salah satu anak buah yang dibenarkan oleh anak buah satunya dengan anggukkan kepalanya.
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya, ia kembali masuk ke dalam ruangannya berniat menghabiskan waktu bersama ketiga wanita yang ia sayangi.
☆☆☆☆
"Ken, apa kamu bersedia mengantarkan Papah dan Mamah menemui orang tua Andini? Tanya Hartawan.
"Pasti Pah, Ken akan mengantarkan Papah dan Mamah." Jawab Kenzo.
Kini di ruang makan, keluarga Kenzo sedang menikmati sarapan paginya.
Rosa yang sudah selesai menyantap sarapannya, berniat untuk membawa piring suami dan kedua anaknya. Entah kenapa tanpa sengaja Rosa menyenggol gelas nya membuat pecah berserakan di lantai.
Prang.
"Astaga, ada apa Mah? Apa Mamah sedang kepikiran sesuatu? Tanya Hartawan.
"Ga Pah, Mamah mungkin ga sadar kalau ada gelas. Sebentar, Mamah bersihkan dulu." Jawab Rosa.
"Ga usah Mah, biar sama bibi aja." Ucap Kenzo.
"Gpp Ken, Mamah mau membereskan saja." Ucap Rosa.
Buru-buru Rosa dengan hati-hati mengumpulkan pecahan gelas yang berserakan. Dan….
"Aww." Ringis Rosa kala tangannya tak sengaja mengenai pecahan gelas.
"Kenapa dengan perasaanku? Rasa tak enak menyelimutiku. Semoga ini hanya kekhawatiranku saja." Ucap Rosa dalam hati.
__ADS_1