
SENJA Untuk Sang Direktur
Chapter 1
Mata Senja menyipit melihat motor maticnya yang teronggok di garasi kosan.
Bagian depannya penyok, spionnya patah dan sekarang bannya juga kempes. Gadis itu menghela nafas, satu-satunya harta
kekayaannya yang tersisa itu masih dalam keadaan menyedihkan.
Seminggu lalu ia mengalami kecelakaan,
pergelangan tangan kirinya retak, dan sialnya mobil yang menabraknya malam itu
langsung kabur, untung masih ada orang baik yang membawanya ke rumah sakit.
Senja sampai di depan sebuah
perusahaan marketing yang lumayan besar, hari ini ia mulai magang di sana.
Dengan ragu Senja melangkahkan kakinya ke lobby kantor, seorang resepsionis
cantik menyapa dengan ramah lalu
mengantarkan gadis itu ke supervisiornya.
“Nama kamu Senja ?” tanya wanita berkacamata dengan mimik serius.
“ Ia bu “
“ Senja saja tidak pakai nama belakang ?”
Gadis mengangguk sambil tersenyum.
“Oke, panggil aku mbak Merry,
jangan panggil ibu, aku belum menikah !”
Senja kembali tersenyum, lalu
mengikuti langkah Merry masuk ke ruangannya. Disana ada beberapa orang yang
kemudian akan menjadi rekan kerjanya, Dina , Vian dan Ratni.
Senja mencoba ramah pada mereka
dengan tersenyum dan menghampiri untuk berkenalan walau tanggapan Dina dan
Ratni dingin, tak seperti Vian. Sudahlah pikir Senja, gadis itu melenggang cuek
menuju meja kerjanya.
Setumpuk berkas ada didepannya
masih belum tersentuh, gadis itu memainkan hp nya, melihat jam yang sudah
menunjukan waktu makan siang, ‘pantas saja perutku perih’ gumamnya, tapi tak
ada satupun dari Ratni, Dina dan Vian yang beranjak dari ruangan itu.
“Kenapa gelisah, elo lapar ?”
tanya Ratni sambil mengemasi kertas-kertas di atas mejanya.
“Iya mbak, aku punya maag akut !”
“Di sini itu nungguin mbak Merry
selesai dulu baru kita bisa makan siang, jadi selamat menunggu !’
“Mbak Merry nya kemana ?’
Ratni hanya mengangkat kedua
bahunya, hampir jam satu siang namun tak ada tanda-tanda mbak Merry akan
kembali, Senja terus memegangi perutnya, obat maag cair pun sudah ditenggaknya
dari tadi.
“Nih makan punya gue, mbak Merry
baliknya setengah jam lagi, dia bawain
makanan untuk kita. Lo makan di dapur aja, lurus lalu belok kiri !”
”Makasi mbak Dina,
Senja tersenyum lebar, ia
mengintip bekal makanan yang diberikan Dina kemudian berlari ke arah dapur yang
ditunjukkan Dina tadi. Kelakuaanya membuat ketiga orang teman seruangannya itu
saling pandang dan tersenyum.
“Aw,,,” karena terburu-buru gadis itu menabrak
seseorang, isi kotak makanannya berhamburan di lantai, Senja mendecak kesal
karenanya
” Kamu buta ya !” Umpat seorang
pria,
“ La, yang nabrak siapa ?” balas
Senja dengan marah, gadis itu mengaduh kesakitan, karena tangannya yang terluka
tersenggol pria itu.
“ Ini kantor bukan pasar, seenaknya kamu
lari-lari, “ suara berat Hans memancing perhatian, tiba-tiba seisi kantor
menjadi riuh rendah, dengan cepat para office boy membersihkan makanan yang
berhamburan. Tak ada satupun dari mereka yang berani angkat kepala.
__ADS_1
“ Ganti,” teriak Senja menantang.
Gadis itu sampai menengadahkan kepala karena pria dihadapannya itu sangat
tinggi.
Mata Hans menatap tajam dari ujung
kaki hingga ke ujung rambut, “Keluar kamu, saya tidak mau lihat kamu lagi di
kantor ini !”
“Oh hoho, so sweet my big boss,
kamu kira saya mau lihat muka kamu lagi !”
“Kalo gitu keluar sekarang,”
“Ok, fine, kalau gitu ganti dulu
makanannya”
“Sial, kamu masih mikirin
makanan, dasar Babi“
“Kamu yang ****,” balas Senja
memaki, hampir saja Hans melayangkan tamparan ke wajah Senja, untung ia masih
dapat mengendalikan dirinya. Hans menarik tangan Senja, membawa gadis itu ke kantin,
seketika isi kantin yang semula ramai, makin lama semakin sepi.
“Sana pesan yang kamu mau, ” Senja
menyengir sinis, ’dasar sombong, awas lo gue kerjain,’
Dengan santainya Senja membawa
sepiring nasi goreng dengan sebelah tangannya, dia duduk tepat dihadapan Hans
yang sibuk dengan hapenya. “Sudah... segitu saja kamu pesan ?”
“eee... emang boleh pesan yang
banyak ?”
“Kamu kira saya miskin ?”
Senja tersenyum, sambil menyendokan
nasi goreng ke mulut mungilnya. Sesekali Hans melirik dan terpergok oleh Senja.
“Kenapa lo liat-liat ..... Mau ?”
Hans hanya menyengir sambil
mengangkat telponnya yang tiba-tiba berdering. “cancel dulu, saya lagi ada
urusan !” ucap Hans menjawab telponnya.
makannya, lalu secepat kilat ia kabur dari hadapan Hans. ’Ada apa dengannya,
tiba-tiba kabur, tapi cantik juga’ Hans tersenyum sendiri, sambil mengusap
rambut dengan tangannya,
Tak lama pelayan kantin datang
sambil membawa tagihan, kabetulan Fabio asisten pribadi Hans sudah berada di
sana.
“Maaf Hans, kalian makan apa saja
sampai tagihannya segini !”
“Saya gak makan, Cuma cewek itu
yang makan, kalau gak salah nasi goreng, emang kenapa ?”
“Coba lihat sendiri deh !” Fabio
menyodorkan selembar kertas tagihan padanya,
“Shit... nasi goreng apa ini,
kenapa sampai belasan juta ?”
Dengan suara bergetar pelayan
kantin menjawab teriakan Hans “ nasi gorengnya untuk satu kantor, pak direktur !”
‘Damn, pantas dia tersenyum manis tadi’
“Kantor kita karyawannya hampir
seribu orang, wajar tagihannya sampai segitu..... haha kamu dikerjain gadis itu
Hans”
“Cari dia sampai dapat, berikan kontrak mati untuknya “ pekik Hans sambil mengontrol emosinya yang tiba-tiba
meluap
*******
Senja masih celingak-celinguk,
menunggu orang yang akan bertemu dengannya datang. Ketika di kampus ia dijemput
oleh beberapa orang dan dibawa ke tempat ini, ‘gak mungkin diakan, lagian ini
udah lewat seminggu, mungkin ini orang-orangnya Vanya, tu anak kan suka yang
aneh-aneh’
Senja mencoba menenangkan diri,
__ADS_1
beberapa kali ia mencoba menghubungi sahabatnya itu, namun tak kunjung
diangkat.
“Kamu nelpon siapa ?” suara berat
Hans mengejutkan Senja, gadis itu mundur beberapa langkah ketika wajah Hans
hanya beberapa senti dari wajahnya.
“La ternyata memang elo !”
“Memang kamu berharap siapa ?”
“Apalagi sih, urusan kitakan
sudah selesaI !”
“Tanda tangani ini, kamu tidak
akan saya tuntut kepolisi “
Senja mengernyitkan dahinya,
sambil mengambil map yang dilemparkan Hans diatas meja. ‘jadi beneran masalah
ini, gila’ tangihannya sampai 15 juta cuy’ Senja tertawa kecil,
“Kenapa kamu tertawa, seneng kamu
mau dimasukin penjara !”
“Wo,,,, tenang-tenang, katanya
orang kaya, uang segini aja ko repot !”
Hans melirik Senja dengan mata
tajamnya, “Eh, bukannya lo yang suruh pesan sesukanya kemarin, masa lupa,
cctv... cctv kan ada !”
“Cepat tanda tangan !” bentak
Hans
“Ogah, siapa yang mau bekerja
setahun gak di gaji, gue mau makan apa !”
“Kamu gak baca, disitukan ditulis
makan siang dan makan malam ditanggung perusahaan, gaji kamu buat bayar uang
tagihan kantin !”
“Eh, emangnya orang hidup cuma
untuk makan, lalu yang bayar kost gue siapa, kalau gue sakit mau beli obat
gimana, beli pembalut tiap bulan pake apa, emangnya elo yang mau beliin.
Katanya direktur tapi kok gak punya otak !”
“Kamu bilang apa ?” wajah Hans
tampak merah menahan marah, lelaki itu terus melangkahkan kakinya hingga membuat Senja harus terus mundur kebelakang
hingga punggungnya menyentuh dinding.
“Tunggu-tunggu elo mau apa, sory
gue keceplosan, maaf ya maaf,” Hans terus menatap tajam kearah Senja bahkan
tubuhnya sudah menghimpit gadis itu.
Senja sampai menelan ludah
beberapa kali, ‘gimana ni’ gadis itu sudah mulai gelagapan, “cinta satu malam
oh indahnya, cinta satu malam buat kumelayang” Senja kaget mendengar hapenya
tiba-tiba berdering,
‘Oh God, kenapa juga ringtonenya
harus ini, dasar Vanya’, Senja bergumam dalam hatinya, Hans mengulum senyum mendengar nada dering bernada
dangdut dari hape gadis itu.” Bentar ya, pak Direktur..” ucap Senja merogoh
saku jeans birunya. Hans hanya melonggarkan sedikit himpitannya tapi masih tetap dalam posisi yang
sama.
“Nya, kenapa lama amat angkat
telponnya!”
“Sory-sory hape gue ketinggalan
tadi, ada apa sih, penting banget ya !”
“Gue pinjam uang ya !”
“Berapa ?”
Mata Senja menangkap mata Hans
yang terus mengamatinya, bahkan pandangan Hans seakan-akan ingin menelan
seluruh tubuhnya.
“Lima belas ju...... “ akh.....
belum sempat Senja meneruskan kata-katanya, Hans sudah merengkuh tubuh gadis
itu kedalam pelukannya, bahkan ******* bibir mungil gadis itu..... /////
bersambung (unie)
__ADS_1
Klik jempol ya, klik jempol ya, KLIK love Juga, makasih, makasih, makasih (^-*)