Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Stalker (2)


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 15


“Brengsek.... masa’ gue dibilang maling celana dalam, gila’


tu cewek !”


“Hahaha, salah lo sendiri, muka lo mesum,”


 Moran melempar bantal


kewajah saudaranya yang terkekeh, wajah lelaki itu tampak kesal setelah babak


belur di pukul masa karna diteriaki maling jemuran oleh Senja. Untunglah


kasusnya tak diperpanjang  sampai ke


polisi


“Lalu gimana dengan Nadia, dia tahu lagi kita ikutin ? “


“Sepertinya begitu, ia sudah mulai waspada, begitu dapat


perintah, kita langsung eksekusi!”


“Besok biar gue aja yang turun, mau liat cewek yang hampir ngancurin


masa depan lo !”


“Brengsek lo” Moran beberapa kali memegang perut bawahnya


yang masih nyeri, untung saja tendangan Senja tidak meleset kebagian vitalnya.


Jose dan Moran mulai berdiskusi untuk rencana mereka besok,


diatas meja tampak lengkap data-data milik Nadia yang merupakan target utama


mereka dan kemudian Moran juga mulai searching tentang gadis “gila” yang mulai


masuk dalam lingkaran misi mereka.


------ >0< -------


“Aw....pelan-pelan... sakit..” rintih Senja saat Hans


mengobati luka yang didapatnya tadi siang, kadang wajahnya cemberut saat Hans


masih meruntukinya.


“Makanya besok-besok jangan sok jadi pahlawan,”


“Iya....pelan-pelan”


Lagi-lagi Hans tak memperdulikan teriakan kesakitan Senja,


ia terus memberikan obat keluka lecet ditelapak kaki Senja akibat berlari tanpa


alas kaki. “Malam ini kamu nginap ditempatku saja, aku takut kamu kenapa-kenapa


lagi !”


Senja menatap wajah Hans yang tampak khawatir, sejak mereka


jadian Hans selalu memperlakukannya dengan lembut, sampai-sampai membuat Senja


ingin meleleh.


Senja mencubit hidung Hans lalu bergantung di leher lelaki


itu, “kalau ada Hans, Senja pasti baik-baik saja” Hans tersenyum mendengar


kalimat Senja lalu mengalungkan tangannya kepinggang gadis itu.


“Kalau gitu aku aja yang nginap di sini!” bisiknya


“Hahaha,,,ntar digerebek baru tahu... pulang gih sana, udah


malam ni !” Hans mencium kening Senja, lalu mengangguk. Lelaki itu memapah


gadisnya masuk ke kamar .


“Aku pulang ya, besok pagi aku jemput”


Senja mengangguk sambil tersenyum, sedari tadi ia menahan


debaran jantungnya yang sangat kencang, bahkan hingga suara mobil Hans sudah


menjauh.

__ADS_1


------*^*.......


Siang harinya ketika istirahat kantor, Senja ke toserba


dekat kantor membelikan Fatma pembalut, karena tiba-tiba saja wanita itu datang


bulan. Tapi ditengah perjalanan ia merasa diikuti seseorang, bahkan gadis itu


beberapa kali menoleh namun tak mendapati siapapun dibelakangnya.


‘Gara-gara kemarin ni, jadi merasa diikutin orang, geeran


kamu Senja,’ walaupun berpikir demikian tetap saja Senja setengah berlari masuk


ke kantornya.


“Jose, lo dimana, gue gak liat lo di tempat target “


“hahaha, tenang, gue lagi ngikutin cewek gila, ternyata


cantik ya, imut banget, gue suka !”


“Gila lo, cepetan balik, kalau bos tahu lo mangkir bisa


dipotong honor kita !”


“Relax,,,  gue mau


kasih hadiah dulu buat si cantik !”


Jose menutup telpon Moran, ia tak ingin mendengar lagi


ocehan bawel dari saudaranya itu, pria berperawakan tinggi besar itu masuk ke sebuah


toko boneka dan mengirimkan sesuatu buat Senja.


-----


“Mbak Senja, ada titipan ni...” Seorang office girl meletakan  sekotak cokelat dan sebuah beruang mini berwarna putih di meja kerja


Senja.


“Dari siapa mbak ?”


“Gak tahu mbak Senja, tadi saya ambil di Satpam depan,


“Makasih ya !”


Senja mengambil sekotak cokelat yang masih tersegel,


dibagian depannya ada secarik kertas “ Sesuatu yang manis untuk yang manis,,,


(your secret admirer) “ ....


Senja tersenyum membaca kalimat yang tak jelas maksudnya


itu, ‘emang gue gula ‘ gadis itu membuka bungkusan cokelat dan baru saja akan


memasukan potongan cokelat itu kemulut , Hans langsung menyambar dan membuang


cokelat itu ke tempat sampah.


“Ampun deh, kenapa dibuang kan sayang !”


Hans melotot dan menarik gadis itu masuk ke ruangannya. “Itu dari siapa ?


Pengemar rahasia ,,, cowok mana lagi ?”


“Mana tahu, namanya juga rahasia ?”


“Bagus, sudah berani selingkuh sekarang !”


“Siapa yang selingkuh ? “


“Ya udah buang tu cokelat !”


“Enak aja, sayang tahu, rezeki mana boleh dibuang, cemburu


kok sama cokelat !”


Hans menghembus napas kasar melihat Senja memasukan potongan


coklat itu kemulut sambil tersenyum kearahnya. “awas kamu,” Hans menarik lengan


Senja lalu merebut coklat dimulut Senja dengan bibirnya.


“....”


“Manis...., masih mau makan cokelat lagi ?” tanya Hans

__ADS_1


sambil menjilati bibirnya


“Nggak...nggak... ampun...”


Senja langsung kabur sambil membersihkan bibirnya yang


belepotan cokelat,,, ‘Argggg,.... dasar gila’


-----^-^-------


Sejak hari itu Senja selalu mendapat kiriman hadiah, baik di


kantor maupun di kosannya. Gadis itu hanya tersenyum dan tak terlalu ambil


pusing siapa yang mengirimnya, hingga ditengah malam ia mendapat   telpon


dari seorang pria.


“Hallo ?” Senja mengangkat telpon itu namun tidak ada


jawaban, begitu terus hingga tiga kali. Awalnya ia ingin memblokir nomor iseng


yang mengerjainya tapi akhirnya terdengar suara pria dari seberang sana.


“Senja ?”


“Iya, ini siapa ?”


“ Ini aku ....


“Ha ? aku siapa ?


Tak lama telpon itu terputus, beberapa saat kemudian  sebuah pesan singkat masuk ke HP nya, tapi


sudah tak terbaca oleh Senja yang sudah lebih dulu terlelap.


......^_^.......


Jose tampak gelisah, beberapa kali ia melihat layar


ponselnya  dan belum ada balasan dari


Senja.


“Apa dia udah tidur ya, atau ia gak mau balas pesanku,”


Malam itu Jose sungguh gelisah bahkan ia tak bisa memejamkan


matanya untuk tidur, yang teringat malah kenangan pahitnya, ketika menyatakan


perasaan pada wanita.


Jose bangkit dari tempat tidurnya, mengambil cermin kecil


yang terletak diatas meja kecil disamping tempat tidurnya.


“lo tuh jelek gak pantas buat gue!”


“Maaf ya Jose, sebaiknya kita temenan aja !” kalimat-kalimat


itu selalu terngiang ditelinganya,lelaki itu memegang luka baret dipipinya,


luka mengerikan yang selalu membuat orang merasa takut padanya terlebih kaum


wanita.


Jose mencoba menggosok bekas luka itu, ia kesal bahkan


sangat kesal,,,’apa dia juga akan takut padaku, sama seperti yang lain !’ Jose


melempar cermin ditangannya, lelaki itu meremas rambutnya  dan berteriak dengan kesal.


“Woi, lo kenapa, udah gila !” tanya Moran yang kaget


mendengar teriakan kesal Jose.


“Sory !”


“Gara-gara cewek gila itu, udah gue bilang perempuan tu


bisanya bikin pusing !”


Moran menatap wajah Jose yang terlihat stres, “Ya sudah,


besok kita temuin tu cewek, kalau dia berontak kita culik sekalian !” /////


bersambung....


(Terimakasih yang sudah mau baca ^-*)

__ADS_1


__ADS_2