
SENJA untuk Sang Direktur
Chapter 15
“Brengsek.... masa’ gue dibilang maling celana dalam, gila’
tu cewek !”
“Hahaha, salah lo sendiri, muka lo mesum,”
Moran melempar bantal
kewajah saudaranya yang terkekeh, wajah lelaki itu tampak kesal setelah babak
belur di pukul masa karna diteriaki maling jemuran oleh Senja. Untunglah
kasusnya tak diperpanjang sampai ke
polisi
“Lalu gimana dengan Nadia, dia tahu lagi kita ikutin ? “
“Sepertinya begitu, ia sudah mulai waspada, begitu dapat
perintah, kita langsung eksekusi!”
“Besok biar gue aja yang turun, mau liat cewek yang hampir ngancurin
masa depan lo !”
“Brengsek lo” Moran beberapa kali memegang perut bawahnya
yang masih nyeri, untung saja tendangan Senja tidak meleset kebagian vitalnya.
Jose dan Moran mulai berdiskusi untuk rencana mereka besok,
diatas meja tampak lengkap data-data milik Nadia yang merupakan target utama
mereka dan kemudian Moran juga mulai searching tentang gadis “gila” yang mulai
masuk dalam lingkaran misi mereka.
------ >0< -------
“Aw....pelan-pelan... sakit..” rintih Senja saat Hans
mengobati luka yang didapatnya tadi siang, kadang wajahnya cemberut saat Hans
masih meruntukinya.
“Makanya besok-besok jangan sok jadi pahlawan,”
“Iya....pelan-pelan”
Lagi-lagi Hans tak memperdulikan teriakan kesakitan Senja,
ia terus memberikan obat keluka lecet ditelapak kaki Senja akibat berlari tanpa
alas kaki. “Malam ini kamu nginap ditempatku saja, aku takut kamu kenapa-kenapa
lagi !”
Senja menatap wajah Hans yang tampak khawatir, sejak mereka
jadian Hans selalu memperlakukannya dengan lembut, sampai-sampai membuat Senja
ingin meleleh.
Senja mencubit hidung Hans lalu bergantung di leher lelaki
itu, “kalau ada Hans, Senja pasti baik-baik saja” Hans tersenyum mendengar
kalimat Senja lalu mengalungkan tangannya kepinggang gadis itu.
“Kalau gitu aku aja yang nginap di sini!” bisiknya
“Hahaha,,,ntar digerebek baru tahu... pulang gih sana, udah
malam ni !” Hans mencium kening Senja, lalu mengangguk. Lelaki itu memapah
gadisnya masuk ke kamar .
“Aku pulang ya, besok pagi aku jemput”
Senja mengangguk sambil tersenyum, sedari tadi ia menahan
debaran jantungnya yang sangat kencang, bahkan hingga suara mobil Hans sudah
menjauh.
__ADS_1
------*^*.......
Siang harinya ketika istirahat kantor, Senja ke toserba
dekat kantor membelikan Fatma pembalut, karena tiba-tiba saja wanita itu datang
bulan. Tapi ditengah perjalanan ia merasa diikuti seseorang, bahkan gadis itu
beberapa kali menoleh namun tak mendapati siapapun dibelakangnya.
‘Gara-gara kemarin ni, jadi merasa diikutin orang, geeran
kamu Senja,’ walaupun berpikir demikian tetap saja Senja setengah berlari masuk
ke kantornya.
“Jose, lo dimana, gue gak liat lo di tempat target “
“hahaha, tenang, gue lagi ngikutin cewek gila, ternyata
cantik ya, imut banget, gue suka !”
“Gila lo, cepetan balik, kalau bos tahu lo mangkir bisa
dipotong honor kita !”
“Relax,,, gue mau
kasih hadiah dulu buat si cantik !”
Jose menutup telpon Moran, ia tak ingin mendengar lagi
ocehan bawel dari saudaranya itu, pria berperawakan tinggi besar itu masuk ke sebuah
toko boneka dan mengirimkan sesuatu buat Senja.
-----
“Mbak Senja, ada titipan ni...” Seorang office girl meletakan sekotak cokelat dan sebuah beruang mini berwarna putih di meja kerja
Senja.
“Dari siapa mbak ?”
“Gak tahu mbak Senja, tadi saya ambil di Satpam depan,
“Makasih ya !”
Senja mengambil sekotak cokelat yang masih tersegel,
dibagian depannya ada secarik kertas “ Sesuatu yang manis untuk yang manis,,,
(your secret admirer) “ ....
Senja tersenyum membaca kalimat yang tak jelas maksudnya
itu, ‘emang gue gula ‘ gadis itu membuka bungkusan cokelat dan baru saja akan
memasukan potongan cokelat itu kemulut , Hans langsung menyambar dan membuang
cokelat itu ke tempat sampah.
“Ampun deh, kenapa dibuang kan sayang !”
Hans melotot dan menarik gadis itu masuk ke ruangannya. “Itu dari siapa ?
Pengemar rahasia ,,, cowok mana lagi ?”
“Mana tahu, namanya juga rahasia ?”
“Bagus, sudah berani selingkuh sekarang !”
“Siapa yang selingkuh ? “
“Ya udah buang tu cokelat !”
“Enak aja, sayang tahu, rezeki mana boleh dibuang, cemburu
kok sama cokelat !”
Hans menghembus napas kasar melihat Senja memasukan potongan
coklat itu kemulut sambil tersenyum kearahnya. “awas kamu,” Hans menarik lengan
Senja lalu merebut coklat dimulut Senja dengan bibirnya.
“....”
“Manis...., masih mau makan cokelat lagi ?” tanya Hans
__ADS_1
sambil menjilati bibirnya
“Nggak...nggak... ampun...”
Senja langsung kabur sambil membersihkan bibirnya yang
belepotan cokelat,,, ‘Argggg,.... dasar gila’
-----^-^-------
Sejak hari itu Senja selalu mendapat kiriman hadiah, baik di
kantor maupun di kosannya. Gadis itu hanya tersenyum dan tak terlalu ambil
pusing siapa yang mengirimnya, hingga ditengah malam ia mendapat telpon
dari seorang pria.
“Hallo ?” Senja mengangkat telpon itu namun tidak ada
jawaban, begitu terus hingga tiga kali. Awalnya ia ingin memblokir nomor iseng
yang mengerjainya tapi akhirnya terdengar suara pria dari seberang sana.
“Senja ?”
“Iya, ini siapa ?”
“ Ini aku ....
“Ha ? aku siapa ?
Tak lama telpon itu terputus, beberapa saat kemudian sebuah pesan singkat masuk ke HP nya, tapi
sudah tak terbaca oleh Senja yang sudah lebih dulu terlelap.
......^_^.......
Jose tampak gelisah, beberapa kali ia melihat layar
ponselnya dan belum ada balasan dari
Senja.
“Apa dia udah tidur ya, atau ia gak mau balas pesanku,”
Malam itu Jose sungguh gelisah bahkan ia tak bisa memejamkan
matanya untuk tidur, yang teringat malah kenangan pahitnya, ketika menyatakan
perasaan pada wanita.
Jose bangkit dari tempat tidurnya, mengambil cermin kecil
yang terletak diatas meja kecil disamping tempat tidurnya.
“lo tuh jelek gak pantas buat gue!”
“Maaf ya Jose, sebaiknya kita temenan aja !” kalimat-kalimat
itu selalu terngiang ditelinganya,lelaki itu memegang luka baret dipipinya,
luka mengerikan yang selalu membuat orang merasa takut padanya terlebih kaum
wanita.
Jose mencoba menggosok bekas luka itu, ia kesal bahkan
sangat kesal,,,’apa dia juga akan takut padaku, sama seperti yang lain !’ Jose
melempar cermin ditangannya, lelaki itu meremas rambutnya dan berteriak dengan kesal.
“Woi, lo kenapa, udah gila !” tanya Moran yang kaget
mendengar teriakan kesal Jose.
“Sory !”
“Gara-gara cewek gila itu, udah gue bilang perempuan tu
bisanya bikin pusing !”
Moran menatap wajah Jose yang terlihat stres, “Ya sudah,
besok kita temuin tu cewek, kalau dia berontak kita culik sekalian !” /////
bersambung....
(Terimakasih yang sudah mau baca ^-*)
__ADS_1