Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Subuh Membara


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 18


Senja bangun ketika matahari sudah meninggi, gadis itu


sangat bersemangat karena hari ini Hans mengajaknya pergi jalan-jalan. Senja


mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil membuka pintu kamarnya, ia bingung


karena ada kotak makanan di sana.


‘Punya siapa ya ‘ ucap Senja sambil celingak celinguk


sendiri, ia membukanya, dan memang kotak berisi kue-kue itu untuknya. Senja


menelan ludah, karena kue-kue itu sangat menggoda dan itu sama persis dengan


kue yang terletak diatas meja Jose semalam.


“Kapan tu orang dateng ya,” Senja mengambil sepotong red


velvet yang langsung lumer dalam mulutnya. ‘enak banget’ .


“Dek, ayo !” seru Riani sambil menarik tangan Senja


tiba-tiba, yang membuat gadis  itu


berjalan dengan mulut penuh dengan makanan. Tak lama mereka berhenti  didepan kamar Nadia yang tampak acak-acakan,


sedangkan Nadia tampak termangu melihat isi lemarinya  sudah berhamburan di lantai.


“Ada barang yang hilang Nad ?” tanya Riani sambil memegang


bahu Nadia.


“Gak ada, kayaknya mereka hanya meneror gue !”


Riani memeluk Nadia yang kelihatan sedih sedangkan Senja


masih berdiri termangu di depan pintu.


‘Gak mungkin kan habis nganter kue, mereka langsung


ngacak-ngacak kamar mbak Nadia,,, emang mbak Nadia salah apa sama mereka ?’


batin Senja


......^-^......


Senja tak bisa menutup kegembiraannya, sepanjang jalan gadis


itu selalu tersenyum dan tertawa, bercerita tentang apa saja pada Hans. Setelah


Solo, mungkin baru pertama kali ini mereka bepergian jauh berdua.


Mobil berhenti di sebuah Villa cantik, tak jauh dari sana


terlihat sebuah danau tempat para angsa bermain,


“kenapa gak turun ?” tanya Hans yang melihat Senja yang


tiba-tiba menjadi pucat.


“Gak,,, gak kenapa-napa kok, ayo !” Mata Senja terus penuh


selidik, bahkan ia selalu memegang baju Hans sambil berjalan.


“Kenapa sih ?”


“udah dibilang gak kenapa-napa juga !” Hans heran melihat


sikap Senja yang tiba-tiba waspada, pada beberapa langkah berikutnya, gadis itu


terhenti matanya beradu tatap dengan makhluk putih didepannya ...


Mata-mata tajam itu memperhatikan setiap gerak Senja, yang


perlahan namun pasti melangkah menjauh, namun pada detik berikutnya, langkah


itu berubah menjadi cepat dan semakin cepat....


“Toloooooong,.... ada soang... “


Senja berlari tunggang langgang sampai-sampai ia tergelincir


di kubangan, sedangkan angsa-angsa itu siap menyosor kakinya.


....^>*.....


“hahahaha”


“Senang kalo liat orang lagi menderita... dasar jahat...”


Beberapa kali Senja memukul Hans yang terus tertawa sambil


mengobati kakinya yang dicocor angsa, lelaki itu bahkan tak bisa menahan air


matanya , akibat terbahak-bahak.


“Makanya, jangan lari,”

__ADS_1


“Emang ada jaminan, kalo kagak lari gak bakalan disosor !”


“Ya iyalah, buktinya aku gak dikejar kan !”


Senja mendengus kesal, ntah ayam, angsa atau jenis unggas


lainnya selalu menjadi lawan sengit buatnya.  Senja berjalan menuju dapur sambil


terpincang-pincang, gadis itu memperhatikan setiap sudut bagian dapur yang


terlihat sederhana itu.


Ia melangkah ke arah jendela kayu,  dari sana tampak keindahan danau, bahkan


banyak warga sekitar yang memancing di danau itu.


‘bagus ya, kayak film-film horor gitu, ntar ada pembu....’


Gumaman Senja terhenti ketika melihat sosok di seberang


danau, bahkan ia sampai memicingkan mata untuk memastikan siluet yang


dilihatnya


‘apa itu dia ya ‘


“Siapa ?”


“Apa sih ngagetin aja !”


Hans melingkarkan tangannya di pinggang Senja lalu meletakan


dagunya di bahu gadis itu.


“Kamu lihat siapa ?”


“Itu yang .... eh mana tu orang, tadi ada di sana !”


 Hans ikut melihat


arah pandangan Senja, lalu menoleh pada gadisnya yang tampak bingung,


“Konon disana kalau malam sering ada penampakan lo !”


“Hah, beneran ?”


“Iya...kalo gak percaya tanya sama pak Somat !”


“Pak somat ? Pak Somat itu siapa ?”


“Suaminya, bi Darni !”


“Bi Darni itu anaknya pak Akhmad !”


“La pak akhmad itu siapa lagi !”


“Pak Akhmad itu suaminya bu Yuyun !”


“Oh, kalo bu Yuyun itu bu RT kan anaknya bu Ijah, Trus aja


sampai upin ipin masuk SD, dasar  Hans


nyebelin”


Hans mencubit pipi Senja yang tampak kesal, “kalau Senja itu


siapa ?” tanya Hans sambil menatap mata gadisnya, Senja mencibirkan bibirnya


membuat Hans tersenyum nakal, dengan gesit tangan pria itu menarik pipi Senja,


lalu ******* bibir manis gadis itu.


......^-^........


Jose mengutuk berkali-kali, pemandangan yang dilihatnya


sungguh membuat hatinya panas, pria itu menutup pintu mobil dengan kasar lalu


tancap gas dengan kecepatan luar biasa. Sungguh ia ingin memusnahkan bayangan


Senja dan lelaki yang bersamanya tadi, hampir saja ia menarik pelatuk pistol


dan mengarahkannya pada Hans.


Tak lama Hape Jose bergetar,pria itu urung mengangkatnya


namun getaran itu tak kunjung berhenti.


‘sial, siapa sih !’


“Hallo !”


“Lo dimana Jo ?”


“Bukan urusan lo,,, ada apa ?”


“Bos bilang eksekusinya dini hari, pukul 03.00 wib...”


“Bos mau bunuh orang ?”


“Panic attack,,,, beri waktu agar mereka semua bisa

__ADS_1


menyelamatkan diri, kepanikan luar biasa itu yang bos mau !”


“Okay” Jose menutup telponnya sambil mendengus kasar.


-----0-0-----


Tepat jam sepuluh malam, Hans dan Senja sampai di depan


kosan, Hans langsung pamit setelah mengantar gadisnya masuk ke kamar. Senja


merasa sekujur tubuhnya lelah dan sakit, bukan hanya karena perjalanan yang


cukup jauh namun sepertinya tamu bulanannya akan datang.


Gadis itu mengambil dua butir pil penghilang rasa sakit yang


diresepkan Ryuji, Senja merasa sakitnya mulai mereda dan ia merebahkan tubuhnya


di atas tempat tidur. Matanya pun mulai terlelap dan ia tertidur sangat pulas.


Memasuki subuh, kosan tampak sunyi dan sepi hanya dengkuran


penjaga yang terdengar memecah kesunyian malam. Dua sosok bayangan berkelebat


masuk, menyiramkan cairan yang berbau menyengat ke seluruh penjuru lantai dua


kosan.


“Sudah semuanya ?” tanya Moran


“Ok”


Jose sudah selesai menyiramkan bensin dibeberapa titik


krusial, sedangkan Moran bertugas memastikan pintu kamar tidak ada yang


terkunci agar penghuninya bisa lari keluar.


Jose melewati kamar Senja, bayangan akan kejadian tadi


membuat emosinya kembali memuncak, membuatnya sakit hati, ‘sudahlah, dia akan


baik-baik saja, walau tanpa aku’ bathin Jose, lelaki itu menjauh dari muka


pintu dan menjatuhkan sebatang korek api dan......


“Byaar,,,” api dengan cepat merembet membakar apa saja yang


ada,,, kesunyian subuh itu menjadikan kepanikan luar biasa. Nadia yang tak bisa


tidur nyeyak merasakan hawa panas untuk pertama kalinya.


“Api....api.... kebakaran,” Nadia berlari kesana kemari,


berteriak pada kamar teman yang dapat ia jangkau, para gadis itu berlarian menuju


lantai bawah yang sudah mulai terbakar api. Mereka menyelamatkan apa saja yang


bisa mereka bawa ,,,


“Kebakaran.... kebakaran....” teriakan panik terdengar


dimana-mana


Dua sosok itu menyaksikannya dari tempat yang tak terjangkau


mata lain, “aku belum melihatnya keluar, Jo”


“Biarkan saja, mungkin ia sedang bersama pria itu di villa”


“Aha,,,kau lagi cemburu ? tapi baiknya kau pastikan dulu,


setidaknya agar kau tak menyesal dikemudian hari !”


Jose terdiam sejenak mendengar perkataan Moran, tak lama ia


beranjak, melompat masuk kebangunan yang sudah di penuhi  api, suara sirine mulai terdengar mendekat,


warga sekitar pun bekerja sama memadamkan api yang berkobar-kobar bahkan


setengah bangunan lantai bawah sudah habis terbakar.


Jose menerobos api , bahkan beberapa patahan kayu


menimpanya, pintu kamar Senja sudah terbakar habis, Jose terhenyak


memandang  Senja yang sudah dikelilingi


api, gadis itu diam tak bergeming, airmatanya jatuh satu persatu.


“Senja  ayo keluar,”


teriak Jose


 Gadis itu menoleh, matanya


bertemu dengan mata Jose, “Kenapa... kenapa kakak lakukan ini ....“ ////


bersambung...


(thanks you very much,   ^-*)

__ADS_1


__ADS_2