Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Virus Merah Jambu


__ADS_3

Hampir tiga hari Hans tidak bertemu Senja, menurut Fabio


gadis itu izin tiga hari karena pulang ke kampung halamannya. Hans sempat berpikir


gadis itu menghindarinya gara-gara kejadian waktu itu,


“Pergi kemana anak itu, dasar pembohong, katanya pulang kampung


!”  Hans bergumam kesal, ia sudah


mengecek ke Solo tempat orang tua Senja, namun menurut kakaknya, gadis itu tak


ada disana, bahkan Hans sudah menyuruh anak buahnya mengecek ke kampus dan


kosan dan ternyata Senja hilang bak ditelan bumi.


Hans tiba-tiba menepikan mobilnya karena Hapenya berbunyi, ‘Kella


calling’


“Iya Kell, ada apa !”


Terdengar suara tersedu Kella di seberang sana, yang membuat


Hans langsung panik, “Kella jawab aku, kamu kenapa? “


“Ryu... Ryu...!”


“Iya, Ryu kenapa ?”


“Aku... aku melihat Ryu sedang berduaan dengan gadis itu ?”


“Siapa ? Senja ?”


“Iya...”


“Dimana ?”


“Rumah sakit !”


Hans langsung memutar stirnya


menuju rumah sakit tempat Ryuji bekerja...”Memang tak bisa dibiarkan !


SENJA Untuk Sang Direktur


Chapter 6


‘Itukan direktur mesum, ngapain dia kemari. Bahaya nih kalo


ketahuan boong, jurus mengecil Senja, ayo Senja kamu bisa,’ Senja berjalan


mengendap, saat melihat Hans masuk ke lobby rumah sakit, secepat kilat gadis


itu langsung naik ke taksi yang kebetulan berhenti di depan pintu masuk.


Wajah Hans tampak merah, pria ini selalu susah untuk


mengendalikan amarahnya, tanpa basa basi Hans langsung menerobos masuk ke ruangan


Ryuji , yang kebetulan sedang tak ada pasien.


Ryu tersenyum melihat kedatangan sepupunya itu, dalam


hatinya ia dapat menebak maksud kedatangan Hans ke tempatnya. Sejak ia bersama Kella,


sedikit saja ada masalah, Kella pasti melibatkan Hans.


“Mana gadis itu ?”


“Siapa ? Kella ? dia sudah pulang dari tadi,”


“bukan, Senja, mana dia ?”


“Senja ? kau kenal dia ?”


Hans terdiam, tak menyangka Senja tak bercerita pada Ryuji


tentangnya, lelaki itu menghela nafas panjang, menarik kursi dan duduk menatap


Ryuji yang sedang menunggu jawabannya.


“Dia kerja di tempatku !” jawab Hans  dengan amarah yang sedikit mereda,


“Oh maaf aku lupa, kita bertemu di restoran waktu itu. jadi


kau kesini untuk Kella atau Senja ?”


Hans terdiam, pertanyaan itu terasa menohoknya, Senja atau Kella.  Melihat ekspresi Hans yang seperti itu Ryuji


hanya tersenyum dan dapat menebak ini ulah Kella.

__ADS_1


“Dulu, waktu kami pacaran, Senja tak pernah marah bila aku


bersama Kella. Sekarang, kami hanya tak sengaja bertemu, Kella segitu hebohnya


menyebut kami selingkuh,”


“Kau dan Senja pernah pacaran ?” Hans bertanya sambil


memijat dahinya yang terasa penat.


“Tiga setengah tahun, Hans. Kalau saja  Kella tak melakukan itu, kami pasti sudah


menikah sekarang !”


“Maksudmu ?”


“Kamu tanyakan saja pada gadis kecilmu itu, apa yang dia


lakukan diranjangku malam itu!”


“Shit, maksudmu apa !”Hans berdiri dan menarik kerah Ryuji,


amarahnya memuncak lagi. Ryuji juga berdiri, tak terima  dengan perlakuan sepupunya itu,


“Apa kau bisa tahan jika ada wanita bugil menggeliat diatas


tubuhmu ?”


“Brengsek kau !” Bogem mentah melayang di wajah tampan


dokter Ryu, tak hanya sekali tapi berkali-kali, tak terima, Ryu pun membalas


pukulan itu. Dengan tangan kekarnya, Ryu berhasil menarik dan menjatuhkan Hans


ke lantai.


“Dokter sudah,” teriak seorang suster, tapi mereka tampaknya


belum puas dan masih saling melayangkan pukulan, suara suster yang panik


akhirnya menarik perhatian orang yang kemudian membantu melerai mereka.


.....


Hans memacu kendaraannya dengan kencang, pikirannya kacau,


perkataan Ryuji sangat melukai perasaannya. Kella yang ia kenal tak mungkin


begitu, gadis yang polos dan manja, gadis kecil miliknya.


tak ada yang memisahkan mereka tadi.


.....


“Senjaaaa  ....


tok...tok...tok... dek bangun dek”  hampir lima menit Riani menggedor pintu kamar Senja, akhirnya  gadis itu keluar dengan mata setengah


terpejam,


“Dek, cepetan keluar ada orang nyariin lo tu, dari tadi


teriak-teriak di depan !”


“Siapa kak ?”


“Mana gue tau, lo liat gih !”


Senja mengucek matanya beberapa kali, ia masuk kedalam,


membasuh wajah dan merapihkan rambutnya. “yuk kak,” serunya sambil menggunakan


jaket alakadarnya. Riani hanya mengantar Senja didepan pintu, memastikan Senja


mengenal pria itu.


Senja menghampiri Hans, yang bersender dimobil. Gadis itu


sempat menahan tawa  melihat wajah Hans


yang memar.


“Ditonjok preman mana ?” Hans hanya mengerling melihat Senja


yang tertawa kecil


“Senengkan kamu ?”


“Nggaklah, yuk masuk !” Senja berjalan, diikuti Hans dari


belakang. Hans menunggu di ruang tamu sementara Senja masuk ke dalam, beberapa

__ADS_1


menit kemudian gadis itu keluar membawa secangkir kopi dan kotak p3k.


“Sini mukanya !”


Hans hanya diam dan menuruti gadis itu, ia merebahkan


tubuhnya di kursi sementara Senja membersihkan luka di wajahnya. Hans


mengernyit beberapa kali ketika Senja meneteskan anti septik  di lukanya.


“Ada lagi ?” Hans mengangguk dan membuka kemejanya, awalnya


Senja ingin protes, tapi setelah melihat beberapa lebam di perut lelaki itu, ia


jadi terdiam.


‘berantem sama siapa sih ni orang,’ gumam Senja sambil


menilik luka-luka itu, ia bahkan tak sadar Hans memperhatikan wajahnya sedari


tadi.  Gadis itu mengernyit saat


menyentuh memar yang sudah membiru itu.


Hans mendengus, mengusap rambutnya beberapa kali, matanya


tak lagi menatap Senja, namun kini menerawang ke langit-langit kosan yang


berwarna biru langit,  kenapa dia malah


ketempat gadis ini, bahkan telpon Kella pun diabaikannya, ‘aku sudah gila’,


gumamnya dalam hati.


....^-^.....


(seminggu kemudian)


Seperti biasa Senja selalu ribut jika sudah memasuki jam


istirahat makan siang, ia menghampiri meja Fatma yang sudah dengan penuh


camilan, karena Fatma hampir tak pernah menjamah masakan di kantin.


“Katanya mau diet, tapi kuenya banyak banget, bagi ya,”


belum sempat Fatma menjawab, sepotong black forest sudah meluncur masuk ke


mulut Senja. Fatma hanya tersenyum kecil, ia menarik tangan Senja, menyuruh


gadis itu melihat layar laptop yang sengaja diletakkan membelakangi cctv.


Mata Senja membulat kagum, dengan semangatnya ia ikut


mengomentari apa yang ditontonnya. Fatma dan Senja tampak asik makan sambil


menonton, tanpa sadar Hans dan Fabio sedang mengawasi mereka dari ruang


direktur.


“Dasar **** rakus,”


“Siapa ?”


“Siapa lagi, lo tau apa yang ditonton mereka ?”


“Drama korea, gue pernah nemenin adek nyari kaset Korea, dia


bilang Fatma juga seneng... !”


Fabio memberhentikan kata-katanya ketika mata Hans menatap


tajam kearahnya, lelaki itu mundur teratur lalu kabur keluar dari ruangan.


Fabio merasa beberapa hari ini sahabatnya itu sedikit aneh, mungkin terkena


virus merah jambunya Senja.


Haha, Fabio tersenyum sendiri, dia sengaja mendekati Senja


dan membisikkan sesuatu. Wajah Senja berubah menjadi sumbringah, dengan cepat


gadis itu menggandeng Fabio dan  mereka


pergi dengan bergandengan tangan.


“Sejak kapan mereka jadi sedekat itu, pakai kakak adek


segala , awas kamu Fabio !“ ///// bersambung/////


 (Terimakasih banyak

__ADS_1


yang sudah nyempetin baca, buat yang belum klik jempol, silahkan klik ya, tap


love nya juga, yang sudah terima kasih ...  (unie ^-*)


__ADS_2