
SENJA untuk Sang Direktur
Apes
Hampir memasuki jam tidurnya, Senja masih duduk
termenung di depan cermin, beberapa kali
ia memegang lecet dibibirnya yang sudah berubah menjadi sariawan. ‘awas lo pak
direktur, sekali lagi dapat piring cantik lo !’, gumamnya sambil meringis
karena perih.
Matanya teralihkan pada sepiring nasi lengkap dengan lauk
pauknya yang belum tersentuh sama sekali, jujur ia bosan dengan menu makanannya
yang berulang setiap tiga hari sekali, ditambah lagi dengan sariawan yang
membuatnya enggan untuk menyentuh makan malamnya kali ini.
Tak lama terdengar ketukan pintu, Riani tersenyum manis sambil
mengangkat gitarnya lalu menarik Senja ke teras atas kosan, Nadine dan Silvi
pun sudah duduk manis di sana.
Mereka tampak asik bergosip sambil bernyanyi-nyanyi dengan
nada tak jelas, lalu terdengar suara klakson dari arah bawah, membuat
teman-temannya menjadi heboh sendiri.
“Dek, gebetan lo dateng tu, “ seru Riani sambil melambaikan
tangan kearah Dewa yang sudah keluar dari mobil.
“Ampun dah, sebenarnya yang mana pacar lo, yang ini apa yang
kemarin, gila’ dua-duanya cakep bagi satu dong,” timpal Nadine yang juga
memandang ke arah bawah.
Senja hanya mencibirkan bibirnya, sambil mengangkat telponnya
yang berdering.
“Senja, turun donk,”
“Ogah, mas Dewa aja yang naik sini !”
“gak ah takut, ntar diperkosa lagi....haha”
“beuh”
“cepetan turun, aku bawain es krim ni,”
“bawa berapa banyak?”
“Banyak, cukup untuk satu kosan !”
Senja tertawa, dan langsung turun ke bawah mengambil
eskrimnya. Tapi sebagai gantinya Dewa minta ditemani makan malam yang membuat
Senja mengomel sepanjang jalan.
“udah dong cemberutnya, cuma minta ditemenin doang, segitu
__ADS_1
sewotnya !” bujuk Dewa.
Pria itu tersenyum, melihat wajah kesal Senja yang tetap menjilati es krimnya, meskipun sambil ngedumel.
“Mas Dewa sih resek, gue lagi males keluar malah di ajak ke
restoran mewah begini, mana pake baju gini lagi !”
“ Cantik kok !”
“Cantik apaan, orang lagi kusut gini, toilet dulu ya !”
Senja berjalan meninggalkan Dewa yang sedang menikmati makan
malamnya, ia bermaksud merapikan rambutnya yang diikat seadanya itu di toilet
restoran. Untung ia membawa tas kecil andalannya, gadis itu membubuhkan bedak
dan memoles lipstik merah muda dibibirnya. Menyisir dan menggerai rambutnya
yang sudah diberi conditioner tanpa bilas,’ tuhkan, ini baru oke’, gumamnya
sambil tersenyum.
Baru saja kakinya melangkah keluar dari pintu toilet, rambutnya langsung ditarik
oleh seseorang. Senja meringis kesakitan, “dasar jalang” kata-kata itu
terdengar olehnya. Mata Senja membulat, ‘siapa ini ‘ dengan sekuat tenaga ia
mencoba mengangkat kepalanya, namun sekali lagi rambutnya ditarik dengan kuat
membuatnya berteriak.
Teriakan Senja, tak
menghentikan aksi gila perempuan-perempuan yang membullynya itu. satu, dua
apa-apaan lo !”
“lo yang apa-apaan, kemarin Ryuji, Hans lalu siapa lagi itu cowok gondrong.
Kelakuan lo miirip kayak cewek murahan tau gak !”
Senja naik pitam, perkataan Kella membangkitkan amarah yang
ia pendam pada wanita itu selama ini. Tanpa basa basi Senja menendang kaki
wanita yang menjambak rambutnya, dengan marah ia maju mendekati Kella yang berjalan mundur ke belakang.
“lo bilang gue murahan, yang tidur seranjang dengan pacar
orang lain itu wanita terhormat, ha ?, Kella menampar wajah Senja, hingga bibirnya
berdarah. Senja menatap tajam mata Kella, “lalu perempuan yang sudah
bertunangan masih bermesraan dengan lelaki lain, itu juga terhormat nona Kella
?”
Kella melayangkan tangannya lagi namun berhasil ditahan oleh
Senja,untuk pertama kalinya Senja mengangkat tangan, melayangkan sebuah
tamparan keras pada Kella hingga gadis itu terhuyung, suasana di depan toilet
itu menjadi heboh, dua teman Kella itupun tak melepaskan Senja begitu saja,
apalagi melihat Kella yang sampai tersungkur.
__ADS_1
Senja dan dua teman Kella saling tarik dan jambak-jambakan,
bahkan orang yang coba melerai pun ikut menjadi korban mereka. Dewa yang
melihat keributan itu buru-buru berlari dan dengan cepat ia menarik tubuh Senja yang sedang dikeroyok.
“Diana sudah cukup” teriak Dewa. Sejenak wanita itu menghentikan aksi brutalnya, Senja
sempat kaget karena Dewa kenal dengan salah satu perempuan yang menyerangnya.
‘sial dunia ini sempit sekali’ gumam Senja, nafasnya masih
ngos-ngosan. Dewa menarik tangan wanita yang dipanggilnya Diana itu. ‘buset
dah, itu ceweknya mas Dewa ya, apes banget lo Senja,’ gumam Senja lagi sambil
mengambil segelas air mineral yang disodorkan seseorang padanya.
Senja melihat Dewa sedang bertengkar dengan wanita itu
sedangkan Kella sudah menghilang entah kemana. Senja ingin berdiri namun
sepertinya kakinya terlalu lemah untuk bangkit.
Tak lama Dewa menghampirinya, lelaki itu sempat membersihkan
darah yang keluar dari sudut bibir Senja, kemudian memapahnya pergi. Sempat
terdengar makian dari wanita itu sebelum Senja dan Dewa benar-benar berlalu.
****^_^...........
Senja terdiam mendengarkan kata maaf yang ucapkan Dewa
berulang-ulang, ternyata perempuan yang menyerangnya itu adalah mantan isteri
Dewa, Senja bahkan ingin memukul Dewa saking kesalnya.
“udahlah mas Dewa, gak usah di bahas lagi bikin sakit ati !”
Senja membanting pintu mobil dengan keras, ketika mobil itu
berhenti tak jauh dari kosannya. Dewa
kaget, lelaki itu mendesah kesal. Dia memperhatikan dari mobil, gadis itu berjalan
dengan kaki terpincang,
“Senjaaaaa !”
“Apalagi sih mas Dewa,”
“Bukan Dewa, ini Hans, Hans....!”
Senja kaget, lalu
membalikkan badannya, sosok pria yang berdiri dihadapannya membuat
pertahanannya runtuh, seketika pelupuk matanya dipenuhi air mata.
Gadis itu mematung, sedari tadi ia mencoba mengatur emosinya
agar tak tampak lemah di hadapan orang, namun tatapan mata Hans membuat
perasaan gaduhnya tumpah seketika. Hans menarik Senja ke dalam pelukannya,
membuat tangis gadis itu pecah seketika. //// bersambung
(Bantu klik jempol ya, buat yang masih kosong,dan yang sudah
__ADS_1
nyempetin baca,,,makasih banyak ^...^)