Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Ternyata


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 17


Sepanjang perjalanan Senja hanya terdiam, beberapa kali


Cynthia ingin mengajaknya bicara namun tertahan karena wajah Senja yang selalu


tertunduk.


“Menyesal lo ketemu Jose, padahal dia antusias banget mau ketemu


kamu. Sampai-sampai dia nyiapin segalanya “


Senja memandang ke arah Cynthia dengan penuh tanya, “bukan


itu “


“Lalu? Tentang kejadian sepuluh tahun lalu ?”


Senja terkejut karna Cynthia tahu tentang hal itu, “Kamu


tahu ?”


“Ya iyalah,,, siapa yang gak tahu sama gadis kecil yang tiap


hari kerjaannya hanya nangis, kamu mungkin gak ingat, karena yang kamu ingat


mungkin hanya dia !” ucap Cynthia lagi.


Senja tertunduk lagi, benar kata Cynthia karena setelah


wanita yang dipanggil tante Qory  membawanya ke tempat gelap itu, yang diingat Senja Cuma seorang pemuda


yang dipanggilnya kakak itu.


Pemuda yang sering datang menemuinya ditempat gelap itu,


memberinya makanan  dan menemaninya


hingga ia tertidur. Sepuluh tahun lalu, Senja dan keluarga liburan ke ibu kota


dan mereka pergi ke taman hiburan, suasana saat itu sangat ramai, hingga


membuat Senja terpisah dari  keluarganya.


Ditengah kebingungannya, muncul seorang wanita ramah yang


menawarkan akan membantu mencari keluarganya, hanya saja tiba-tiba wanita itu


pingsan dan akhirnya Senja ikut terbawa oleh orang yang menolong wanita itu.


Ternyata itu hanya alasan, nyatanya Senja malah disekap


diruang gelap selama berhari-hari. Senja hanya menangis dan tak menyentuh


makanan yang diberikan sama sekali, hingga ditengah malam seorang pemuda yang


masih memakai seragam SMA datang menemuinya.


“Bisa diam tidak, kau ribut sekali, aku gak bisa tidur,”


“Adek mau pulang ”


“Nanti aku antar pulang, makanya diam dan makanlah !”


“adek takut, jangan tinggalin adek sendirian !”


“iya “


“Janji !”


“Iya janji !”


Sejak hari itu, hampir setiap malam, pemuda itu selalu datang


menemani Senja di ruang gelap. hingga tiba disaat malam yang sangat lembab,


pemuda itu datang dengan tergesa, ia mengajak Senja kecil kabur dari tempat

__ADS_1


itu.


Mereka pergi melalui jendela tempat dimana pemuda itu biasa


masuk, karena tanah yang licin dan becek sehabis hujan, beberapa kali mereka


terpelet. “Adek, tunggu disini, sampe aku datang menjemput ya,”


“Tapi, adek takut !”


“Tenanglah, kita akan terus sama-sama,”


“Kakak samurai X janji !”


“samurai x ?”


Gadis kecil itu tersenyum sambil memegang bekas luka diwajah


pemuda itu, “Iya, pasti,”


Sosok pemuda itu menghilang ditelan gelapnya malam, dan


gadis kecil itu terus menunggu ditempat yang sama walaupun hujan mengguyur


tubuh mungilnya.


“Ia meninggalkan ku sendirian, dia pembohong!” tutur Senja


tiba-tiba sambil terisak. Cynthia menatap Senja lalu kembali fokus menyetir.


 “Dia ketahuan dan


dipukuli tante Qory secara membabi buta. Ia memintaku dan Moran untuk melihatmu


di tempat itu, tapi waktu aku datang, kau sudah tak ada. Kudengar kau ditemukan


warga dan dibawa ke kantor polisi “


Senja melihat ke arah Cynthia, “Benarkah ?”


“Waktu itu kau akan di jual Qory keluar negeri , makanya


Jose tergesa membawamu kabur. Selama bertahun-tahun ia merasa bersalah, dan


Senja tertunduk sambil menangis, entah apa yang harus ia


lakukan, bertahun-tahun ia menyalahkan orang itu, bertahun-tahun pula ia


membenci hujan karena mengingatkannya pada pemuda itu.


“Sudahlah jangan menangis, kau jelek kalau menangis !”


“Berarti kalau gak menangis cantik dong !”


“Gak lah, tetap jelek juga,”


“ish...”


Akhirnya mereka sampai didepan kosan Senja, Cynthia langsung


pamit dan Senja melambaikan tangannya sambil tersenyum.


“Enak ya, habis dari mana jam segini baru pulang ?”


Senja kaget tiba-tiba seseorang bicara ditelinganya, dan


suara itu sangat ia kenal, Senja membalikkan badannya perlahan dan Hans sedang


tersenyum sengit padanya.


......^-*......


Hans merangkul tubuh Senja dari belakang, pria itu membawa


Senja ke rumahnya sebagai kompensasi karena tak mengangkat telponnya sedari


sore. “Ini udah mateng,,, enakkan bau nya!”


“Enakkan bau ini “ Jawab Hans sambil menciumi leher Senja

__ADS_1


“Ih... awas-awas ini panas lo ya !” Senja membawa dua


mangkok mi instans racikannya ke meja makan, diikuti Hans dari belakang.


“yang namanya mie instans ya dimana-mana sama rasanya”


dengan pandangan meremehkan, Hans mencicipi mi buatan Senja ‘kok bisa beda


rasanya ya’


“Enakkan,,, Endomi rasa Cinta,,,hahaha”


------^0^--------


Senja duduk sambil merebahkan kepalanya di bahu Hans yang


sedang menonton Film Action Horor, Tangan gadis itu melingkari lengan Hans


sambil memainkan jari-jarinya.


“kenapa ? takut kena hukuman ?”


“ih, hukuman apa,,, emangnya  ada buat


salah, “


“Bagus, tadi yang pergi gak ngasi kabar, ditelpon juga gak


diangkat, terus pulang-pulang pake baju sexy, itu yang namanya gak buat salah ?



Lama Senja diam tak membalas kalimat Hans, ia hanya


memainkan jemari lelaki itu.


“Ketemu seseorang dari masalalu !” Hans tercekat namun ia


mencoba untuk tenang.


“Harus sebegitunya kah ?”


“Apanya ?”


Senja menatap Hans yang tak bisa lagi menyembunyikan


kegusarannya,  Hans menelan ludah untuk


membasahi kerongkongannya yang terasa kering,,


“Dia cinta pertamamu ?”


“Bukan, tapi orang yang membuatku menghabiskan  usiaku untuk membencinya  dan....


“Dan ?”


“dan ia datang untuk membuatku menyesalinya,”


“Senja ......”


“Em....”


Hans memeluk gadisnya dengan erat , menempelkan dahinya ke


dahi Senja.... “Mengapa kau tidak membenciku saja ?”


“Em... kenapa harus membenci mu ?”


“Agar setiap detik kau mengingatku !”


“Hahaha,,, aku memang setiap saat mengingatmu, boss”


“kenapa ?”


“Karena, kamu mesum !”


“Dasar kamu...... mau dimesumin ya ?”


“Ampun... !”

__ADS_1


///// bersambung


(Makasih yang sudah baca,,,  a  ^-*)


__ADS_2