
SENJA Untuk Sang Direktur
Chapter 3
“Lo tunggu ya, gue mau ke papa mama bentar “
Senja tersenyum kecut melihat Vanya yang meninggalkannya di
kerumunan wanita cantik dan pria-pria tampan berkelas, ia merasa seperti itik
buruk rupa disana, ’sumpah gak pede banget ni gue’ , ia terus menggosok
tangannya yang terasa ngilu karena gaun yang terbuka.
“Dimana tempat minumannya ya !” mata gadis itu terus
mencari-cari, dan akhirnya ia melihat tempat hidangan, ‘pesta orang kaya itu
beda ya, makanannya enak-enak banget’ mata
Senja berbinar melihat kue-kue yang tersaji, ia bahkan mencobanya satu
persatu-satu.
“Wah, ternyata benar ya the power of make up itu memang luar
biasa !”
Eh Siapa ? Senja menoleh ke asal suara , “waduh,,,, dunia
kecil banget ya, gak pernah liat orang cantik lo !”
“Lihat siapa yang bicara, ada yang berasa Cinderella rupanya
!”
Senja hanya mencibir mendengar sindiran Hans, dengan
santainya gadis itu menjilati bibirnya yang belepotan cream cake
“kenapa liat-liat, pengen nyosor ?“
Hans hanya mengulum senyum dan memasukan tanggannya ke saku
celana, melihat gadis itu berlalu.
Acara sudah akan dimulai, Senja tersenyum ketika Vanya
melambaikan tangannya dan tebak siapa yang ada di sebelah Vanya, itu Ryuji dan calon
tunangannya. Perasaan Senja bercampur aduk, ingin rasanya dia lari dari tempat
itu, jelas hatinya sakit, tapi kalau hanya menangis juga tidak akan membuat
sakit itu hilang.
Gadis itu berjalan anggun menyesuaikan dengan gaun dan high heelsnya, mencoba tersenyum
sebaik mungkin, diiringi mata Ryuji yang tak lepas menatapnya.
“Tangannya gak kenapa-napa ? harusnya gak datang juga gak
apa-apa kok !” Suara lembut Ryuji menusuk hati Senja, pria itu bahkan memegang
tangannya tanpa memperdulikan wajah kesal Kella yang berdiri disampingnya.
“Gak apa kok kak,” jawab Senja gugup, ia ingin menarik
tangannya namun ditahan oleh Ryuji.
“tetap disini, kita bicara setelah ini,” ucap Ryuji dengan
tatapan penuh arti. Vanya hanya menahan senyum melihat wajah Kella yang merah
menahan marah, untung Mc memanggil kedua calon tunangan hingga Ryu melepaskan
Senja.
Kella langsung menarik tangan Ryu dan menggandengnya dengan
erat, ia mencoba tersenyum semanis mungkin, namun wajah Ryu kembali sedingin
es.
“Shit” maki Hans yang berdiri tak jauh dari sana, wajahnya
jelas menahan marah, ia tak habis pikir, kenapa Ryu menyetujui pertunangan itu
kalau memang tak menyukai Kella, “gara-gara perempuan itu, ”
Mata Hans nanar mencari sosok Senja, ia tak memperdulikan
lagi acara pertunangan itu. Hans mempunyai tempramen yang buruk dan gampang
__ADS_1
emosi .
Senja tak nampak dimanapun, gadis itu sudah buru-buru kabur
takut akan sikap Ryu yang seperti itu. Tangan Senja gemetar, ia duduk seorang
diri di mobil, menunggu Vanya selesai menghadiri acara tukar cincin kakaknya.
Senja dan Ryuji baru putus sekitar enam bulan lalu, setelah
itu terdengar kabar Ryu akan menikah dengan Kella. Senja sudah mengira itu dari
awal dan gadis tak pernah meminta penjelasan pada Ryu. Dan ini pertama kalinya
ia bicara pada Ryu setelah mereka putus.
Senja memejamkan matanya sejenak, kepalanya terasa pusing,
tak lama ia merasa mobil itu bergerak, “kok cepat seka.... woi elo ngapain ....
maling mobil !” Hans memegang stir dan mengemudikan mobil itu
seperti orang gila, ia tak memperdulikan Senja yang terus meneriakinya maling.
Senja histeris, ‘kenapa ini orang berubah jadi maling mobil’
saking geramnya, Senja sempat memukul pria itu dan dibalas dengan tatapan
membunuh dari Hans.
Mobil itu berhenti ditepi jalan tol, Senja langsung keluar
dan muntah.
“Lo gila ya, mau bunuh gue !”
Hans keluar dari mobil dengan membawa sebotol air mineral,
nafas Senja masih memburu menahan marah. “byur’ Hans menuangkan air mineral itu
kewajah Senja. Gadis itu menutup matanya hingga guyuran air itu habis.
“Akhirnya aku tahu apa guna wajahmu itu !”
Senja menatap mata Hans, jelas ada permusuhan dari pandangan
mereka. “plak” Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Hans, saking kerasnya,
bibir Hans sampai berdarah. Senja masuk
----^0^-------
Handphone Senja terus berdering, panggilan dari Jy grup
perusahaan tempatnya magang dan menandatangani kontrak mati.
‘Peduli amat’ Senja menariki selimutnya, mengingat kejadian
kemarin, siapa yang sudi berhubungan dengan orang itu lagi. Tak lama hp nya
berbunyi lagi, tapi nadanya berbeda, Senja bergegas mengangkatnya,
“Assallamualaikum bunda, tumben nelpon adek !”
“Waallaikumsalam, adek sehat sayang,”
“Alhamdullilah bun”
Percakapan ibu dan anak itu cukup lama, senja menutup telpon
sambil menghembuskan nafas panjang, ‘gue harus nelpon kantor nih, berabe kalo
sampe bunda liat gue nganggur di rumah’ secepat kilat Senja mengubungi Fabio,
untung Fabio percaya dengan alasannya.
Keluarganya akan datang ke Jakarta minggu depan, karena
kakak keduanya akan melakukan lamaran, jadi Senja tidak bisa berbuat apapun
karena bundanya tahu sekarang sedang magang di perusahaan.
Secepat kilat Senja berkemas, ia merapikan kemeja putih dan
rok hitam yang dipakainya, memoleskan bedak dan sedikit lipstik natural, ia
tersenyum didepan cermin, tiba-tiba kata-kata Hans kemarin terngiang
ditelinganya ‘menyebalkan banget tu orang, bodo ah ’.
.......^-*.........
Senja tepat waktu, Fabio sudah menunggu dan menyuruhnya
__ADS_1
duduk di meja sekretaris wakil direktur, Senja hanya menuruti tanpa komentar,
nafasnya masih tersengal. Lima menit kemudian, Hans keluar dari ruangannya lalu
melakukan sidak ke seluruh kantor.
Senja menghela nafas, karena Hans tak melihatnya, setengah
jam Hans kembali dengan wajah sepuluh kali lipat lebih mengerikan. Ia langsung
masuk keruangannya, tapi kemudian ia memundurkan langkahnya menoleh ke arah
meja sekretaris.
“Fabio bisa kamu jelaskan ini ?”
“Oh Senja, sementara dia menggantikan Aini yang lagi cuti
hamil “
Hans menatap tajam kearah Fabio, ia tahu temannya itu sedang
mencari alasan.
“Namanya Senja ?”
Fabio mengangguk mengiyakan, “mungkin dia lahir sore hari,
makanya dikasi nama Senja”
Hans kembali menatap temannya yang sedang curi-curi pandang
ke meja sekretaris. Hans menggeleng kecil , ia tak bisa marah pada pada asisten
pribadi yang merangkap sebagai wakil direktur itu.
“suruh dia masuk ke ruangan ku !”
“siapa ? Senja !”
“ia siapa lagi, jangan membantah atau kau kupindahkan ke
kantor pusat !”
Fabio menggerutu kesal, ia tahu Hans tidak suka
dibantah. Fabio menghampiri meja Senja. Gadis itu sedari tadi hanya diam,
tak tahu mesti melakukan apa, komputer didepannya pun hanya digunakan untuk
mengutak atik media sosialnya.
“Kamu disuruh masuk keruang direktur “
“Sekarang ?”
“Iya !”
Senja tersenyum pada Fabio yang terlihat cemas, gadis itu
membawa sebotol air mineral ditangannya.
“Tok .. tok ....”
“Masuk!”
Senja berjalan dan langsung berdiri di depan Hans yang memang sudah menunggunya,
“Aku minta maaf atas kejadian kemarin ”
Senja menatap mata Hans, gadis itu tak bicara sepatah
katapun lalu membuka botol air mineralnya
‘sial, dia mau balas dendam’ gumam Hans, Begitu Senja
mengangkat botolnya, botol itu langsung ditepis Hans dan airnya tumpah ke baju
Senja,
“Lo ngapain ? gila’ gue mau minum !”
“sory...sory aku kira kamu ....”
Senja panik membersihkan kemeja yang basah kuyup, Hans
bermaksud ingin membantu, tapi matanya malah terbelalak, melihat bentuk
payudara Senja terlihat jelas karena kemeja itu jadi transparan terkena air,
“Arrg... lo liat apaan, dasar mesuuum”
/// bersambung ( unie ^_^)
__ADS_1
Klik jempol ya, love nya juga, yang sudah terimakasih banyak.....