Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Hapuskanlah (Tentang Dia)


__ADS_3

SENJA Untuk Sang Direktur


Chapter 4


Hari-hari Senja mulai sibuk dari mengatur jadwal wakil


direktur, fotocopy hingga buat kopi, sekretaris merangkap OG, haha. Senja mulai


menikmati ritme kehidupannya, ditambah dengan acara lamaran kakaknya yang


membuat hidupnya makin  tak berjeda.


Siang itu, Senja buru-buru kembali ke kantor setelah


mengantar keluarganya ke bandara,  nafasnya ngos-ngosan ketika mendapat pesan Fabio yang menyuruhnya cepat


kembali ke kantor.  Pemandangan biasa


melihat Hans marah-marah, namun hari ini dunia seakan berbalik seratus delapan


puluh derajat, Hans tersenyum.


“Wah, luar biasa, ” mulut Senja sampai ternganga, lelaki itu


juga sangat ramah pada Fatma, sekretarisnya.


“Iyakan, tapi nggak usah sampe melonggo juga kali,”


“Eh, pak Fab, sejak kapan ada disitu,”


“Sejak tadi, kamu aja gak sadar,”


Haha, Senja tertawa kecil, matanya masih melirik ke arah


Hans yang tampak berbeda siang itu. “Ayo ikut, ada yang mau ketemu kamu !”


Fabio menarik tangan Senja, masuk keruangan Hans. Ada wanita disana, memakai


mini dres yang benar-benar mini, rambut yang bergelombang dibiarkan tergerai


begitu saja.


“Kella, ini Senja. Senja ini Kella, bintangnya di kantor


ini, tapi dulu,” Fabio tertawa kecil mengenalkan mereka yang nyatanya memang


sudah mengenal.


Kella memandang Senja dengan tatapan yang susah untuk


diartikan, begitu pula Senja, gadis itu bahkan tak bisa menyembunyikan ekspresi


tak senangnya.


Kella dengan senyumnya menyodorkan tangan untuk menyalami


Senja, gadis itu hanya memandangi  tangan


Kella, teringat setahun yang lalu dengan ramahnya wanita ini juga


memperkenalkan diri sebagai teman Ryuji


Tapi pertemanan seperti apa sampai harus naik ke ranjang,


Senja mendecih, ia  tercekat mendengar


namanya di panggil Hans.


“Senja, kamu tak sopan pada tamu,” bentak Hans


“Sudahlah Hans, mungkin Senja kaget melihat aku ada disini,”


jawab Kella, sambil bergelayut manja ditangan Hans.


 Senja diam seribu


basa, kini ia tahu alasan mengapa Hans berbuat kasar padanya saat pertunangan Ryuji


waktu itu, ternyata untuk wanita ini. Fabio yang sedari tadi bingung mencoba


mencairkan suasana, entah mengapa mereka jadi makan siang satu meja.


Suasana sangat canggung, apalagi Kella menunjukkan kemesraan


tak wajar pada Hans. Senja hanya berbincang pada Fatma untuk menenangkan


pikirannya. Tiba-tiba ia Senja tersenyum kecil, seperti mendapat ilham dari

__ADS_1


langit.


Pucuk dicinta ulam pun  tiba, tak lama Vanya datang membawa Ryuji. Senja mengulum senyum menatap


akting kaget Vanya ketika bertemu dengan mereka. “Wah ada kakak ipar juga,”


ucap Vanya yang langsung duduk di samping Hans.


Awalnya Senja kaget ternyata Vanya kenal dengan Hans, tapi


ya sudahlah, nyatanya dia yang diatas angin sekarang. Tapi Senja merasa


tatapan-tatapan tajam sedang mengarah padanya, ‘bodo ah’


-------^-*........


Senja duduk di depan cermin melihat matanya yang bengkak,


nyatanya bertemu dengan Ryuji merobek lagi luka lamanya, hutang penjelasan yang


terbayar itu malah membuatnya semakin sakit.


“Senja aku gak sengaja, itu terjadi begitu saja, aku khilaf”


Itu yang dikatakan Ryuji, ‘Dia bilang gak sengaja, khilaf,


emangnya kalau aku yang ngelakuin dia bakal maafin,’  Senja berkutat dengan pikirannya yang buntu.


Tiga setengah tahun ia  bersama Ryuji,


sosok yang mungkin tidak bisa dilupakannya  apalagi ada Vanya sebagai penghubung mereka.


Senja memejamkan matanya, tak tahu cara untuk menghapus


ingatan itu  ‘cari pacar baru aja, tapi


kalo selingkuh lagi gimana ?’ agrhhh....


..........^U^.........


Suasana kantor pagi ini sungguh mencekam, sunyi, hanya


terdengar satu suara vocal yang mengaum, siapa lagi kalau bukan suara direktur


yang lagi marah-marah.


pura-pura sibuk.


“hu uh, udah dari tadi tu begitu, efek kemarin kali ya !” Fatma


mengulum senyum.


“oooo aku tau, gara-gara Kella !”


“eeee.... bukannya kamu yang manggil tunangan mbak Kella !”


Ups, Senja menutup mulutnya


“siap-siap kamu Senja, bentar lagi kamu dapat bagian, aku


aja udah dua ka.....


“Senjaaaa....


Mata Senja dan Fatma sama-sama terbelalak karena kaget


mendengar teriakan Hans, mereka lupa disana ada cctv yang dapat dilihat dari


ruangan direktur.


“Semangat Senja” ucap Fatma sambil mengangkat tangannya


Senja tersenyum, sambil mengarahkan jempolnya pada Fatma.


Aduh gimana ni, mati gue mati gue, jantung Senja berdetak tak karuan, otaknya


berkerja lebih keras mencari ide untuk lepas dari amukan Hans.


Senja mengetuk pintu dengan ragu, ”MASUK, “dari suaranya


saja Senja sudah bisa menebak bagaimana sadisnya ekspresi Hans. Gadis itu


membuka pintu dan berjalan masuk, ‘jurus terakhir, jurus terakhir......


bruk.... Senja ambruk didepan Hans,,,,berhasil, pura-pura pingsan, Senja


mendengar suara panik dari Hans, dan dia merasakan ada yang mengangkat

__ADS_1


tubuhnya, tapi lama-lama ia merasa tubuhnya sangat lelah dan  ia terlelap.


...^-^....


“Senja kamu sudah sadar !”


Gadis itu tersenyum melihat Fatma sedang mengipas-ngipas


wajahnya dengan kertas, “gue gak apa-apa kok mbak, Cuma ketiduran !”


“Gak apa-apa gimana, badan kamu dingin semua. Senja kamu


alergi tu, coba liat banyak ruamnya,”


Senja melihat ada ruam muncul ditangannya, ‘kupu-kupu itu


lagi,’ gadis itu mendesah, awalnya ia hanya pura-pura pingsan tapi sekarang


tubuhnya benar-benar lemas tak bertenaga, badannya pun terasa nyeri.


Hans dan Fabio masuk ke ruangan, “gimana keadaannya ?”


“badannya dingin sekali pak, ”


“kita ke rumah sakit !” tanpa basa-basi Hans langsung mengangkat


tubuh Senja.


“eeee, apa-apaan lo, lepasin gue gak mau ke rumah sakit !”


“Jangan bergerak, kalo gak saya lempar kamu kebawah, !” Hans


terus berjalan sambil menggedong Senja yang terus meronta, Fabio dan Fatma yang


mengikuti mereka dari belakang hanya mengulum senyum, dan pemandangan itu


langsung menjadi viral di kantor.


........^-^..........


Hans berjalan menuju lorong rumah sakit, pulang dari kantor


ia langsung ketempat ini, untuk melihat keadaan Senja yang ternyata harus di


opname karena terlalu lemah. Beberapa kali ia memijit dahinya yang penat.


 Masalah Kella selalu


membuatnya sakit kepala, kejadian kemarin membuat Kella terus menangis, karena


Ryuji lebih memperdulikan Senja. Hans paling tidak bisa melihat Kella terluka,


karna itu membuat hatinya sakit.


 Dan semua itu


gara-gara Senja. “kenapa dia bisa pingsan coba, belum juga diapa-apain,”gumam


Hans kesal.  Kamar tempat ia meninggalkan


gadis itu untuk dirawat tampak ramai, dokter dan beberapa perawat tampak sibuk


kasak kusuk.


Hans mulai cemas, ia mempercepat langkahnya. Pemandangan


seperti ini membuatnya trauma, kejadian yang menimpa ayah dan ibunya lima tahun


lalu masih terpampang jelas diingatannya.


‘Gak mungkinkan dia.....’


“Dokter ada apa !”


“ Oh pak Hans, anda kenal dengan pasien dikamar ini ? ”


“ iya, maksud dokter pasien bernama Senja kan ? saya yang


bawa kemari, ada apa dok ?”


“Nona Senja kabur dari rumah sakit “


 “.......”


///// bersambung ///// yang belum klik jempol, ayoo klik ya,


yang sudah terimakasih banyak, hatur nuwun (^0*. Unie)

__ADS_1


__ADS_2