Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
KELABU


__ADS_3

Qory mengambil sebuah kayu pentungan yang tak jauh dari


situ, lalu menghajar Jose dengan kuat. Tangan Senja bergetar, ia menarik


pelatuk pistol itu dan melepaskannya kearah Qory...


“Agh....” darah mengucur dengan derasnya dilantai, semua


mata terbelalak melihat kearah Senja,,,,


 


SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 22


 


 


Qory mengaduh kesakitan memegang kakinya yang berlumuran


darah, Kean bereaksi cepat melihat Senja masih termangu setelah menembak paha


kanan Qory. “Akh” senjata di tangan Senja terjatuh ke lantai, tendangan Kean


membuat gadis itu kaget dan reflek mengarahkan tangan kanannya ke perut Kean.


“Bruuk,” Kean sempat mengelak namun pukulan itu tetap


mengenai perut bagian sampingnya. “sialan” Kean kembali mengarahkan


tendangannya kearah Senja, namun gadis itu berhasil mengelak dengan mulusnya.


“gak percuma bertahun-tahun belajar beladiri ternyata


berguna juga,” Senja tersenyum pada Kean, membuat lelaki itu semakin beringas


ingin melukainya. “Berhenti atau pisau ini akan menusuk lehernya” Dua orang


pria berdiri dibelakang Senja, pria berkacamata hitam melingkarkan tangannya ke


lehar Nadia, dan membareti leher gadis itu dengan goresan pisau.


“akhirnya mereka keluar. Dion dan si bisu, habislah kita,”


guman Jose lirih, mencoba berdiri sambil mengambil pentungan dari tangan Qory


yang sudah tak berdaya


“Beraninya sama yang lemah, sini lawan gue !” teriak Senja


melihat darah keluar dari goresan pisau dileher Nadia.


“Gadis sombong, gue suka gaya lo !”


Dion itu tersenyum licik, ia melangkah mendekati Senja, “Mau


taruhan ?”


“Apa yang bisa lo pertaruhkan ? Nyawa ?”


“Benar-benar sombong,,,, Qory harusnya gadis ini kau berikan


padaku dari awal,” Dion tertawa lantang, sedang Kean memungut Pistol yang ada


dilantai dan mengarahkannya ke kepala Senja.


“Stop Kean, nyawa tante Qory ditanganku,”


“Dasar tak tahu terima kasih kau Jose, dia yang memberikan


kehidupan padamu, dan demi gadis liar seperti dia,  kau ingin membunuhnya !”


“Kehidupan ? “ Jose tertawa, “Kehidupan yang seperti kematian ?” lanjutnya ...


“Brengsek kau ” teriak Kean.


“Diam kalian berdua” teriak Dion tiba-tiba,,,”Kalian ini


mengganggu kesenanganku !”


“Hei Kean, cepat kau balut luka Qory, kalau kau tak mau dia


mati di sini. Dan kau Jose, ....

__ADS_1


Dion menyeringai, Senja hanya terdiam mendengar perdebatan


mereka yang seperti satu keluarga yang terpecah belah karenanya. Senja menoleh


ke arah Nadia yang bercucuran airmata dan darah, ‘apa yang harus kulakukan, ya


Allah tolonglah hambaMu ini,’


Senja tak bisa berbuat apapun, seolah tenaganya sudah


terkuras habis, sekucur badannya mulai terasa nyeri yang menusuk-nusuk.


“Cantik, ayo kita lanjutkan urusan kita !”


“Maumu apa ?”


“Mauku.... hahahaha mauku katanya,,, hahaha”


“Hei, cepatlah, aku tak punya waktu banyak,,,, “


“Baiklah.... aku beri kau kesempatan, bila dalam sepuluh


menit kau bisa memukul atau menendangku, aku akan bebaskan kalian, tapi jika


tidak, kau jadi milikku !”


“Ok Deal!”


Dion terbahak mendengar jawaban Senja yang secepat kilat,


Jose yang mencoba protes namun diabaikan oleh Senja dan Dion.


Nadia berkali-kali berteriak histeris mencoba menghentikan


Senja, namun gadis itu hanya memberikannya senyuman, ‘hanya ini yang bisa


kulakukan, berharap aku bisa memukulnya, itupun kalau aku bisa bertahan...


Hans... Hans kumohon datanglah !’ bathin Senja.


 


 


Ternyata tempat yang ditunjukkan Dewa lumayan jauh membuat


Hans mengemudikan mobilnya seperti orang gila. Pikirannya semakin tak tenang,


apalagi setelah Iwan mendapatkan telpon dari Rehan, bahwa ayah mereka dilarikan


ke rumah sakit karena serangan jantung.


“Bunda langsung ke Solo, ia berpesan agar aku dan Senja


langsung menyusul siang ini !”


“Bunda tahu Senja hilang ?”


“Tidak !”


Iwan menghembuskan nafas kasar, sejak mendengar kosan Senja


terbakar ayahnya langsung terbaring sakit, dan sekarang dilarikan ke rumah


sakit. Pertahanannya sebagai lelaki hampir runtuh, matanya mulai berkaca-kaca.


“Tenanglah, semua akan baik-baik saja !”


Lelaki itu hanya memandang kearah Hans dengan sejuta arti,


harapan atau sekedar hiburan, nyatanya sepenggal kalimat dari Hans bisa


membakar semangatnya untuk menemukan Senja.


****( ^-* )*****


Lima menit berlalu namun tak seujung kukupun pukulan Senja,


bisa mengenai Dion. Tawa lelaki itu malah membuatnya semakin down. “Tenang


Senja, kau tidak akan bisa kalau kau gopoh begitu,” ucap Jose.


“Wow, Jose...Jose... kau takut gadis ini masuk kepelukanku,


aku akan memberikan kau jatah setelahku “

__ADS_1


“Sialan kau,” Jose mengarahkan pentungan ditangannya ke arah


Dion, secara membabi buta,  Dion


menangkisnya dengan  tangan kosong dan


pentungan itu berhasil terlepas dari tangan Jose.  Jose dan Dion baku hantam dengan tangan


kosong, saling tendang dan pukul.


Tampaknya, Jose tak berharap ia menang, namun dengan sisa


tenaganya ia menyerang Dion yang nyatanya kemampuan fisiknya lebih kuat


dibandingnya.


Kean tersenyum melihat kearah Senja, tanpa tedeng


aling-aling lelaki itu menarik rambut Senja dengan kuat membuat gadis itu


terpekik. Senja mencoba  melawan Kean


namun tenaganya jauh berkurang bahkan nyaris habis.


Nadia menyikut perut sibisu dan berhasil membuat cengkraman


dilehernya melonggar karena bisu sedang  lengah, namun hampir saja terbebas, ujung pisau bisu berhasil menyabet


perut wanita itu, hingga Nadia jatuh ke lantai. Senja terpekik, ia berlari


kearah Nadia namun sayangnya tangannya  ditarik oleh Kean.


Lelaki itu seperti kesetanan, ia tak peduli yang dihadapinya


itu perempuan, dengan kasarnya Kean menarik dan menampar keras wajah Senja


hingga gadis itu terlempar ke lantai.


“Senja ....” dengan terseret, Jose mencoba meraih tubuh


Senja yang tergeletak di lantai, dengan tubuh babak belur, pergerakan Jose


melambat. Kean dan Dion tertawa lepas, melihat ketiganya sudah tak berdaya,


Kean berjalan ingin menyeret tubuh Senja, namun tiba-tiba ia dikejutkan dengan


suara Pintu yang di dobrak dari luar.


“Beraninya kalian, “ Hans dengan marah langsung berjalan


kearah Kean, lelaki itu berjalan terus tanpa perdulikan pistol yang mengarah


padanya.


Sepersekian detik terdengar suara tembakan, namun meleset


tak mengenai Hans yang dengan gesit mengelak dan berhasil menendang keras ulu hati


Kean.


Lelaki itu mengaduh, Dion tersenyum sinis, seakan melihat


lawan sepadan dihadapannya. Tak ragu Dion langsung meluncurkan bogemnya kearah


Hans. Dua lawan satu, namun tak membuat Hans mundur. Bisu mencoba maju  namun ditahan oleh Iwan  dan mereka juga saling baku hantam.


Pertikaian itu baru berhenti ketika Dewa dan polisi sampai


di TKP, peluru panas membuat Dion tak bisa lari, darah memenuhi lantai, dengan


sayup terdengar suara Senja.


“ Hans...Hans...”


Dengan terhuyung lelaki itu meraih tubuh gadisnya yang


lunglai tak berdaya...


“Maaf...maaf aku terlambat....”


Air mata Senja jatuh, ia langsung memeluk erat tubuh


Hans....”terimakasih sudah datang!”//// bersambung...


“Makasih ya sudah mau baca,,,, (^-*)”

__ADS_1


__ADS_2