Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 36


__ADS_3

Senja Untuk Sang Direktur


Pernikahan Yang ......


Sebulan berlalu setelah kejadian itu namun tak ada


pergerakan dari Lea, perempuan itu bak hilang ditelan bumi setelah melepas


Senja dengan segala kontrak yang mengikat. Senja sempat tercengang saat


mendengarnya dari Inezz, Ia ingin menemui Lea untuk  bertanya langsung namun  Lea tak ingin menemuinya.


Pagi ini Senja  tampak bahagia, ia bersama Vanya dan kedua orang tua Vanya akan berangkat ke Solo,


tentu saja Hans juga ikut, tak ketinggalan pasangan Ryu dan Kella. Bahkan Kella


dengan perut buncitnya, paling semangat untuk mempersiapkan barang hantaran


untuk lamaran.


La, kok calon perempuannya ikutan rombongan calon lelaki,,,


ya iyalah, pasalnya Iwan sudah pulang duluan jadi ibunya berpesan agar Senja


berangkat dengan rombongan saja. Di Solo pun persiapan sudah dilakukan, bunda


sibuk menyiapkan jamuan, sedangkan dua kakak ipar Senja sibuk beberes rumah,


merapikan halaman, walau sederhana namun sangat cantik.


Rombongan sampai tepat sebelum makan siang, jadilah jamuan


makan siang yang hangat dipenuhi oleh canda tawa kedua keluarga. Akhirnya,


pihak Senja yang diwakili oleh pamannya dan pihak Hans yang diwakili oleh


ayahnya Ryuji mengadakan pembicaraan serius, yaitu melamar anak perempuan


satu-satunya dari keluarga Alamsyah.


Semua tampak senang dan bahagia, dan akhirnya ditetapkan


ijab kabul akan dilakukan dua minggu lagi. Hans menatap lekat wajah gadisnya,


‘akhirnya bisa bersama dengannya,’ gumam Hans dalam hati, tak sadar bibirnya


tersenyum dan langsung terlihat oleh Senja yang duduk tak jauh darinya. Gadis itu


membalas senyumannya, senyum teduh yang selalu membuat hati Hans bergetar.


“Harusnya langsung akad aja ya sayang,“ ucap Hans pada Senja


yang duduk dipangkuannya,


“iya sih, tapikan bunda mau nyiapin semuanya dulu, “


“Aku sih udah siap,”


“Yey,,,,dasar,” Hans mengeratkan pelukannya , sesekali ia


mengecup mesra pipi gadisnya yang membuat wajah gadis itu bersemu merah.


“Senja untuk Hans,” ucap Hans lagi sambil melihat ke wajah


Senja sambil tersenyum lalu menatap jingganya langit kala sore hari.


“Senjanya pak Direktur,” sahut Senja sambil memutar


tubuhnya, kini mereka saling menatap, Senja menyentuh wajah Hans dengan lembut,


lalu memberi kecupan di kedua kelopak mata pria yang dicintainya itu, lalu turun


kehidung  dan sampai ke...

__ADS_1


“Kok berhenti sih...,” protes Hans sambil membuka matanya,


pria itu menatap gadisnya dengan setengah berharap,


Senja tersenyum, lalu memberi sentuhan dibibir lelakinya


dengan bibirnya, ciuman yang lembut yang membuat Hans berlena, mabuk dengan


cinta sang gadis,,,  Senja sempat menghentikan


ciumannya namun ditarik lagi oleh Hans, dan kini mereka saling memberi


lumatan-lumatan mesra, lama bahkan seperti tak ingin dipisahkan.


Seminggu menjelang akad, keluarga Senja sibuk mengurus


segala sesuatunya, anak perempuan satu-satunya, ya pasti harus meriah dong,  walaupun harus melangkahi sang kakak yang


menyuruhnya duluan untuk menikah.


“Gak pa-pa ni mas Iwan, adek duluan,,,kalau gak kita


barengan aja, gimana ?”


“Nggak lah,,, masnya tahun depan aja,,, ingat ya, adek


jangan galak-galak sama Hans,” ucap Iwan sambil mengacak-acak rambut adiknya,


sedangkan Senja hanya manyun manyun lalu tersenyum.


Hans sudah kembali ke Jakarta tiga hari setelah lamaran,


beberapa hari tak ketemu membuat pasangan ini harus menahan rindu walaupun


setiap malam Hans selalu menelpon calon isterinya itu.


Tiga hari menjelang pernikahan, rumah calon mempelai wanita


sudah penuh dengan sanak keluarga baik yang jauh maupun dekat, melaksanakan


disusul oleh keluarga besar Hans sore harinya.


Ryuji yang dijadwalkan akan datang bersama Hans dan Fabio


ternyata datang duluan, karena sang isteri yang merengek memintanya datang.


Sayangnya Hans yang dijadwalkan datang sehari sebelum hari H harus menundanya


karena ada urusan kantor yang harus diselesaikan dan ia berangkat pagi dengan


penerbangan pertama ke Solo.


“Bedaknya jangan ketebelan mbak,, ntar pengantinnya kayak


pakai topeng,” protes Kella pada juru rias yang sedang mendandani Senja, gadis


itu hanya tertawa kecil melihat kebawelan Kella, kadang Senja mengelus-elus


perut calon ibu muda itu kalau Kella sudah terlalu cerewet.


 “Jangan galak-galak


ntar ditendang ama dedeknya lo,”


“Huss... mantennya diem aja,,, biar mami Kella yang urus,”


protes Kella sambil tersenyum pada Senja yang duduk disebelahnya.


Tak lama Handphone Senja berdering, Kella yang langsung


mengambil Hp yang kebetulan ada di dekatnya,


“Siapa ,” tanya Senja

__ADS_1


“Biasa,,, Hans... udah sabaran, nelpon mulu,”


“Hallo....” ucap Kella mengangkat telpon dari Hans


“Kay..... Senja mana ?,” ucap Hans diseberang sana


“Ada nih,,, lagi make up an,,, kamu dimana ? udah sampai


belum,”


“Udah ni, lagi di bandara... nunggu mobil jemputan,,, Senja


mana, aku mau ngomong,”


“Iya bentar,”


Kella memberikan Hpnya pada Senja dengan senyum menggoda,,,


tak jarang Kella juga ikut nimbrung obrolan mereka,,, itu panggilan terakhir


,,,, “aku sayang kamu,” ucap Hans pada gadisnya,,,,


“Aku juga sayang pak direktur, I love u,” tutup Senja.


Detik-detik menegangkan itu mulai datang, semenit serasa


sejam, bahkan sejam terasa sehari. Para tamu sudah mulai gusar, begitu pula


dengan keluarga besar yang panik karena calon mempelai pria belum juga tiba.


Azan zuhur sudah lewat dari sejam, namun tak ada tanda-tanda


Hans akan datang, bahkan saat dihubungi HP nya sudah tidak aktif. Ryu mencoba


menelpon Fabio namun hasilnya sama, bahkan Iwan sudah menyusul ke Bandara untuk


mengecek, namun hasilnya nihil karena Hans tak ada disana.


Pria itu menghilang bahkan sampai senja menyapa dengan


jingganya yang menyelimuti langit,,, Senja yang ada dikamar duduk disamping


jendela, ia hanya terdiam membiarkan angin menyapu wajah lelahnya, membiarkan


kegundahannya ikut larut bersama datangnya malam.


Tak lama terdengar teriakan panik dari luar kamar, Tante


Hima berteriak karena tiba-tiba bunda jatuh pingsan, mungkin kelehan mungkin


juga stress.Senja berlari ke muka pintu melihat tubuh bundanya sudah digotong


masuk ke kamar.


Ryuji langsung memeriksa keadaan bunda, dan tanpa ditunda ia


ingin bunda langsung dibawa ke rumah sakit.


.


.


.


Kabut hitam menyelimuti sang gadis, setelah dua hari dirawat


di rumah sakit, bunda menghembuskan nafas terakhirnya. Pesta yang berubah


menjadi duka, siapa yang bisa mengelak dari takdir Illahi, bahwa Rezeki, jodoh


dan maut ada di tangan Tuhan.


(///// Terimakasih yang sudah mau baca.... Chapter depan

__ADS_1


akan hadir Dimitri Alexander diantara mereka .......  MOHON MAAF LAHIR BATHIN )


__ADS_2