
Senja untuk Sang Direktur
Luka lama
Senja memandang cincin yang melingkar di jari manisnya,
bibirnya tak berhenti tersenyum namun di sisi lain hatinya merasa tak tenang,
‘apa ini benar, Hans sudah bertunangan dengan Lea tapi ia juga melamarku,’ tiba-tiba
suasana hatinya menjadi buruk, memikirkannya saja sudah terasa sakit.
Sambil menggigit bibirnya gadis itu melepas cincinnya meletakannya
di nakas samping tempat tidur,,, lalu menenggelamkan kepalanya diatas bantal.
Paginya Senja berjalan gontai semalaman ia tak bisa tidur
memikirkan apa yang akan dilakukannya hari ini, ke kantor itu sudah pasti dan
mungkin saat jam makan siang ia akan menghubungi Hans untuk mengembalikan cincinnya.
Dia memang mencintai pria itu, namun membangun hubungan diatas hubungan orang lain itu tidaklah benar.
Senja tersenyum tipis ketika Iwan sudah siap diatas motor
untuk mengantarnya ke kantor. Tak terasa sudah selama ini Iwan menemaninya di
Jakarta, walaupun masnya itu tak bermasalah dengan pekerjaan karena ia berkerja
di EO nya Dewa, namun pacaranya di Solo sudah ngebet untuk dinikahi.
“Cie yang bentar lagi lamaran,”
“Iya dong,,,, kamu gimana ? balikan lagi sama Hans,”
“E... nggak tau deh,,,adek juga bingung.”
”Cie yang di PHP,”
“Ih apaan sih”
Motor sport berwarna hitam itu melaju kencang di jalanan
ibukota, karena masih pagi, jalan yang mereka lalui pun belum terlalu padat dan
bisa tepat pada waktunya di tempat tujuan. Resepsionis tersenyum pada Senja
yang masuk dengan sedikit terburu-buru, ia sempat melihat mobil Lea sudah
terparkir rapi di tempat khusus di depan gedung itu.
“Mbak Lea sudah datang ?” tanya Senja gopoh sambil merapikan
rambutnya yang berantakan terterpa angin
“Sudah mbak,,,, lagi ada tamu di ruangannya “
“Tamu ? siapa ?”
“Direktur JY,”
Deg.... tiba-tiba perasaan Senja menjadi semakin gaduh
dengan langkah cepat ia menuju lift, saking gopohnya hampir saja ia tergelincir
karena sepatu haknya tersandung.
Senyum Fabio mengembang ketika Senja sampai di depan ruangan
direktur barunya itu,,, lelaki itu langsung menghampirinya dengan ekspresi yang
susah ditebak.
“Siapin nyali deh,”
“Kenapa ?” tanya Senja bingung sambil mengurut-urut mata
kakinya yang terasa ngilu
__ADS_1
“Lagi perang dunia ketiga,”
“Waduh... perasaan gak enak nih,,, jangan-jangan dipecat gue
habis ini !”
“Tu udah tau...”
Bibir Senja langsung mencibir saat Fabio terkekeh
menertawakan nasibnya, belum netral detak jantungnya karena harus setengah
berlari, tiba-tiba teriakan Lea terdengar nyaring, menghentakkan saraf
kepalanya...
“Inezzz.... suruh Senja masuk,”
“Ia bu,” jawab Inezz cepat sambil memberi kode pada Senja
agar segera masuk ke ruangan itu.
Senja menarik nafas panjang sebelum melangkah, Fabio sempat
menepuk pundaknya untuk memberika
support
“Semangat dek,,,, semoga gak dimakan macan betina,”
“Makasih kak Fabio,,,, habis ini gue traktir lo kopi Sianida,” jawab Senja sambil berlalu.
Tatapan menusuk langsung tertuju pada Senja yang baru saja
membuka pintu, baru selangkah aura membunuh sudah terasa,,,, ingin rasanya ia
kabur dari tempat itu.
“Kau mau menikah dengan lelaki ini ?” pekik Lea dengan suara
lantang, matanya membesar dan nafasnya terkontrol, tampak sekali bahwa wanita
ini sedang emosi. Senja sempat melirik Hans yang berdiri disudut lainnya,
Senja diam tak menjawab, sepersekian detik kemudian ia
tersentak karena Lea berteriak untuk kedua kalinya dengan volume naik dua kali
lipat.
“Kau mau menikah dengan seorang anak pemerkosa,”
“Shut up,” pekik Hans
“Kau malu,”
“Tutup mulutmu perempuan jahat,”
“Kau yang jahat,,, ayahmu itu yang penjahat.... keluargamu
yang...
“Prankkk,”
Kaca gelas berhamburan di lantai... hampir saja lemparan itu
mengenai Lea ... mata Hans menatap perempuan itu seakan ingin menghabisinya
saat itu juga. Senja yang menyaksikan itu terdiam, ia hanya bisa menelan
ludahnya untuk membasahi kerongkongannya terasa kering.
“Ada apa ?” tanya Fabio yang tiba-tiba masuk ... pria itu
langsung menarik Hans, ia tahu emosi Hans yang tak stabil bisa membuat pria itu
melakukan tindakan anarkis.
“Ayo Senja,” ucap Fabio sambil membawa Hans keluar dari tempat itu.
__ADS_1
-----^-^-----
Suasana hening dan dingin menyelimuti ruangan di mana Senja
duduk di sebelah Hans yang diam tak bergeming. Fabio membawa mereka kembali ke
kantor JY, menyiapkan air putih hangat dan meletakkannya di atas meja. Lalu
pria itu meninggalkan Hans dan Senja di sana, merasa itu harus dibicarakan oleh
mereka berdua tanpa campur tangan orang lain seperti dirinya.
“Mau sampai kapan diam ?” tanya Senja memecahkan keheningan
diantara mereka.
“Kamu mau mendengar apa ?” jawab Hans sambil menyandarkan
tubuhnya ke sandaran kursi lalu meletakkan kepalanya di bahu gadisnya. Tangan
Hans melingkari tangan Senja lalu memasukan jari-jarinya di sela-sela jemari
gadis itu dan menggenggamnya erat.
“Mungkin kau akan menikahi pria miskin setelah ini,” ucap
Hans lagi sambil memejamkan matanya.
“Ha ? hmmm kalau gitu cari direktur lain saja,,, yang lebih
kaya,” jawab Senja sambil tertawa kecil
“Gadis jahat,”
Senja kembali tertawa lalu memegang wajah pria yang
bersandar di sampingnya itu, “jangan marah lagi ya,” ucap Senja sambil mencium
lama kening lelakinya itu.
Sebenarnya banyak pertanyaan yang muncul dibenak Senja, hanya saja untuk saat ini ia tak ingin menanyakan itu
pada Hans, ia ingin pria itu sendiri yang menceritakan padanya.
----^-*----
Sebelum kecelakaan yang menewaskan ayah dan ibunya,
perusahaan milik ayahnya Hans terguncang hebat akibat skandal pemerkosaan yang
melibatkan Tama Jaya, ayahnya Hans sebagai tersangka utamanya.
Tama dituduh memperkosa gadis berusia 17 tahun, karyawan
magang di sana. Tak ada yang tau akan kebenaran kasus itu, ada yang bilang itu
jebakan namun ada pula yang percaya itu adalah benar karena sebelum ini, Tama
juga sudah terlibat affair dengan beberapa wanita termasuk sekretaris
pribadinya sendiri.
Saat itu Raymond D. Mamuaraja, ayah Lea yang menolong
menutup kasus tersebut, dengan sokongan dana yang besar perusahaan dapat
terselamatkan. Hutang budilah yang menjadi kaitan antara kedua keluarga itu.
Hans dan Lea bertemu lagi saat JY sedang dilanda krisis, Lea juga yang
memberi suntikan dana untuk melalui krisis itu dengan syarat pertunangan mereka
dan tentu saja balas budi dimasa lalu.
Pembatalan sepihak dari Hans membuat wanita itu murka dan
mengungkit kasus lama yang sangat melukai hati dan perasaan Hans./////
bersambung....
__ADS_1
(makasih ya yang sudah baca.... mohon dukungannya selalu....
happpy reading.....^-*)