Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 35


__ADS_3

Senja untuk Sang Direktur


Luka lama


Senja memandang cincin yang melingkar di jari manisnya,


bibirnya tak berhenti tersenyum namun di sisi lain hatinya merasa tak tenang,


‘apa ini benar, Hans sudah bertunangan dengan Lea tapi ia juga melamarku,’ tiba-tiba


suasana hatinya menjadi buruk, memikirkannya saja sudah terasa sakit.


Sambil menggigit bibirnya gadis itu melepas cincinnya meletakannya


di nakas samping tempat tidur,,, lalu menenggelamkan kepalanya diatas bantal.


Paginya Senja berjalan gontai semalaman ia tak bisa tidur


memikirkan apa yang akan dilakukannya hari ini, ke kantor itu sudah pasti dan


mungkin saat jam makan siang ia akan menghubungi Hans untuk mengembalikan cincinnya.


Dia memang mencintai pria itu, namun membangun hubungan diatas hubungan  orang lain itu tidaklah benar.


Senja tersenyum tipis ketika Iwan sudah siap diatas motor


untuk mengantarnya ke kantor. Tak terasa sudah selama ini Iwan menemaninya di


Jakarta, walaupun masnya itu tak bermasalah dengan pekerjaan karena ia berkerja


di EO nya Dewa, namun pacaranya di Solo sudah ngebet untuk dinikahi.


“Cie yang bentar lagi lamaran,”


“Iya dong,,,, kamu gimana ? balikan lagi sama Hans,”


“E... nggak tau deh,,,adek juga bingung.”


”Cie yang di PHP,”


“Ih apaan sih”


Motor sport berwarna hitam itu melaju kencang di jalanan


ibukota, karena masih pagi, jalan yang mereka lalui pun belum terlalu padat dan


bisa tepat pada waktunya di tempat tujuan. Resepsionis tersenyum pada Senja


yang masuk dengan sedikit terburu-buru, ia sempat melihat mobil Lea sudah


terparkir rapi di tempat khusus di depan gedung itu.


“Mbak Lea sudah datang ?” tanya Senja gopoh sambil merapikan


rambutnya yang berantakan terterpa angin


“Sudah mbak,,,, lagi ada tamu di ruangannya “


“Tamu ? siapa  ?”


“Direktur JY,”


Deg.... tiba-tiba perasaan Senja menjadi semakin gaduh


dengan langkah cepat ia menuju lift, saking gopohnya hampir saja ia tergelincir


karena sepatu haknya tersandung.


Senyum Fabio mengembang ketika Senja sampai di depan ruangan


direktur barunya itu,,, lelaki itu langsung menghampirinya dengan ekspresi yang


susah ditebak.


“Siapin nyali deh,”


“Kenapa ?” tanya Senja bingung sambil mengurut-urut mata


kakinya yang terasa ngilu

__ADS_1


“Lagi perang dunia ketiga,”


“Waduh... perasaan gak enak nih,,, jangan-jangan dipecat gue


habis ini !”


“Tu udah tau...”


Bibir Senja langsung mencibir saat Fabio terkekeh


menertawakan nasibnya, belum netral detak jantungnya karena harus setengah


berlari, tiba-tiba teriakan Lea terdengar nyaring, menghentakkan saraf


kepalanya...


“Inezzz.... suruh Senja masuk,”


“Ia bu,” jawab Inezz cepat sambil memberi kode pada Senja


agar segera masuk ke ruangan itu.


Senja menarik nafas panjang sebelum melangkah, Fabio sempat


menepuk pundaknya  untuk memberika


support


“Semangat dek,,,, semoga gak dimakan macan betina,”


“Makasih kak Fabio,,,, habis ini gue traktir lo kopi Sianida,”  jawab Senja sambil berlalu.


Tatapan menusuk langsung tertuju pada Senja yang baru saja


membuka pintu, baru selangkah aura membunuh sudah terasa,,,, ingin rasanya ia


kabur dari tempat itu.


“Kau mau menikah dengan lelaki ini ?” pekik Lea dengan suara


lantang, matanya membesar dan nafasnya terkontrol, tampak sekali bahwa wanita


ini sedang emosi. Senja sempat melirik Hans yang berdiri disudut lainnya,


Senja diam tak menjawab, sepersekian detik kemudian ia


tersentak karena Lea berteriak untuk kedua kalinya dengan volume naik dua kali


lipat.


“Kau mau menikah dengan seorang anak pemerkosa,”


“Shut up,” pekik Hans


“Kau malu,”


“Tutup mulutmu perempuan jahat,”


“Kau yang jahat,,, ayahmu itu yang penjahat.... keluargamu


yang...


“Prankkk,”


Kaca gelas berhamburan di lantai... hampir saja lemparan itu


mengenai Lea ... mata Hans menatap perempuan itu seakan ingin menghabisinya


saat itu juga. Senja yang menyaksikan itu terdiam, ia hanya bisa menelan


ludahnya untuk membasahi  kerongkongannya terasa kering.


“Ada apa ?” tanya Fabio yang tiba-tiba masuk ... pria itu


langsung menarik Hans, ia tahu emosi Hans yang tak stabil bisa membuat pria itu


melakukan  tindakan anarkis.


“Ayo Senja,” ucap Fabio sambil membawa Hans keluar dari tempat itu.

__ADS_1


-----^-^-----


Suasana hening dan dingin menyelimuti ruangan di mana Senja


duduk di sebelah Hans yang diam tak bergeming. Fabio membawa mereka kembali ke


kantor JY, menyiapkan air putih hangat dan meletakkannya di atas meja. Lalu


pria itu meninggalkan Hans dan Senja di sana, merasa itu harus dibicarakan oleh


mereka berdua tanpa campur tangan orang lain seperti dirinya.


“Mau sampai kapan diam ?” tanya Senja memecahkan keheningan


diantara mereka.


“Kamu mau mendengar apa ?” jawab Hans sambil menyandarkan


tubuhnya ke sandaran kursi lalu meletakkan kepalanya di bahu gadisnya. Tangan


Hans melingkari tangan Senja lalu memasukan jari-jarinya di sela-sela jemari


gadis itu dan menggenggamnya erat.


“Mungkin kau akan menikahi pria miskin setelah ini,” ucap


Hans lagi sambil memejamkan matanya.


“Ha ? hmmm kalau gitu cari direktur lain saja,,, yang lebih


kaya,” jawab Senja sambil tertawa kecil


“Gadis jahat,”


Senja kembali tertawa lalu memegang wajah pria yang


bersandar di sampingnya itu, “jangan marah lagi ya,” ucap Senja sambil mencium


lama kening lelakinya itu.


Sebenarnya banyak pertanyaan yang muncul dibenak  Senja, hanya saja  untuk saat ini ia tak ingin menanyakan itu


pada Hans, ia ingin pria itu sendiri yang menceritakan padanya.


----^-*----


Sebelum kecelakaan yang menewaskan ayah dan ibunya,


perusahaan milik ayahnya Hans terguncang hebat akibat skandal pemerkosaan yang


melibatkan Tama Jaya, ayahnya Hans sebagai tersangka utamanya.


Tama dituduh memperkosa gadis berusia 17 tahun, karyawan


magang di sana. Tak ada yang tau akan kebenaran kasus itu, ada yang bilang itu


jebakan namun ada pula yang percaya itu adalah benar karena sebelum ini, Tama


juga sudah terlibat affair dengan beberapa wanita termasuk sekretaris


pribadinya sendiri.


Saat itu Raymond D. Mamuaraja, ayah Lea yang menolong


menutup kasus tersebut, dengan sokongan dana yang besar perusahaan dapat


terselamatkan. Hutang budilah yang menjadi kaitan antara kedua keluarga itu.


Hans dan Lea bertemu lagi  saat JY sedang dilanda krisis, Lea juga yang


memberi suntikan dana untuk melalui krisis itu dengan syarat pertunangan mereka


dan tentu saja balas budi dimasa lalu.


Pembatalan sepihak dari Hans membuat wanita itu murka dan


mengungkit kasus lama yang sangat melukai hati dan perasaan Hans./////


bersambung....

__ADS_1


(makasih ya yang sudah baca.... mohon dukungannya selalu....


happpy reading.....^-*)


__ADS_2