Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Boss Rasa Pacar


__ADS_3

Hans hanya cuek tak menghiraukan Ryuji, pria itu mengangkat


tubuh Senja dan membawanya keluar dengan senyum kemenangan.


“Hans tunggu, ” Hans berhenti ketika sudah hampir di depan


pintu mobil, ia menoleh kearah Ryuji yang memanggilnya.


“apalagi sih dokter,”


“Aku ikut nginap di rumahmu...


Hans mendengus kesal, tapi ia tak ingin berdebat lagi, “ya


udah, kamu yang bawa tu mobil,!” sahut Hans kesal


SENJA untuk Sang Direktur


 


 


Senja terkejut ketika terbangun, ia tak berada di rumah


sakit lagi, gadis itu menekan perutnya yang sudah mendingan tapi terasa perih


karena lapar. Ia tersenyum ketika melihat di atas meja sudah ada baju ganti


lengkap dengan pembalut dan sikat gigi,


‘Luar biasa, kalau ketahuan bunda, nginep  di sini, bisa langsung di pulangin ni ke


Solo, uwu..’ gumamnya dalam hati. Senja terlihat segar sehabis mandi, ia


menyisir rambutnya yang bergelombang, mengoleskan sedikit cream wajah dan lips


gloss pada bibirnya yang terasa kering. Perlengkapan yang selalu ada di tas


kecilnya.


“Astagfirullah udah jam 11 malam, pantesan lapar banget”


Senja membuka pintu kamar dan mengintip, ada Hans sedang menonton TV, gadis itu


hendak melangkahkan kakinya, namun terhenti ketika melihat Ryuji keluar dari


arah dapur.


“Wadooh, ngapain tu tukang sellngkuh ada disini, ampun dah


!” Senja mengurungkan niatnya, sayangnya Hans sudah melihat dan langsung datang


menghampirinya.


“Sudah bangun, ya ampun kamu mandi malam-malam, kalau sakit lagi


gimana ?”


“Habis badannya lengket..,ee Hans, aku laper !” rengek Senja


manja, Hans hampir tertawa melihat cara bicara Senja yang berubah manis, namun


sepersekian detik ia sadar, ada Ryuji yang memperhatikan mereka.


Hans menggandeng tangan Senja melewati Ryuji yang masih


menatap Senja, gadis itu tak berani mengangkat kepalanya dan hanya berjalan


mengikuti Hans.


“jangan lupa imbalannya, aku kan udah bantuin kamu !” bisik


Hans ketika mereka sudah sampai dapur


”ihm, mana bole begitu, kalau bantuin harus ikhlas,“ jawab


Senja dengan wajah memelas, Hans tersenyum, jarang ia mendapat moment seperti


ini,


“Senja !” Ryuji tiba-tiba datang dan langsung berdiri


disamping Senja, gadis itu menoleh dan tersenyum pada Ryuji


“kak Ryu kok disini !”  ‘cih, dasar tukang akting’ batin Hans


“Aku nginap disini, takut kamu sakit lagi, lagian kami


sepupuan,”


Senja terkejut, ternyata Hans dan Ryuji ....  gadis itu memandang Hans dengan tatapan yang


sulit di artikan ‘Gadisku di rebut oleh sepupuku,,, ups kayak judul sinetron...haha

__ADS_1


,’ bathin Senja.


“Hans,.... laper “ rengek Senja lagi,


“Aku buatin nasi goreng aja ya !” sahut Hans sambil memegang


wajah gadis itu dengan kedua telapak tangannya, bahkan jari-jarinya sampai


menyentuh telinga, membuat Senja  bergidik.


Hans tersenyum nakal melihat wajah Senja memerah, “kamu


duduk dulu, aku buatin ya ! cups “ sebuah kecupan singkat mendarat di kening


Senja, mata gadis itu terbelalak, dengan cepat tangannya mencubit paha Hans


yang membuat lelaki itu mengerjap.


.....^0^.......


Senja menatap sepiring nasi goreng lengkap dengan telor


ceplok di hadapannya, ‘ini bisa dimakan gak sih’ ucap Senja dalam hati. Gadis


itu menelan ludahnya, ketika sendok hampir masuk ke mulutnya, nasi goreng itu


warnanya terlalu hitam karena kebanyakan kecap dan ada aroma gosong tercium.


‘Gimana ? enakkan !” tanya Hans sambil menaikkan kedua


alisnya


Senja mengunyah dengan cepat lalu meminum segelas air,


“manis ... kayak yang bikin !”


“Masasih ?” jawab Hans sambil tersenyum.


Ryuji yang penasaran,  menyendok dari piring Senja.... dengan cepat Ryuji meminum air putih


didepannya, “kalau kayak gini, Senja bisa diabetes Hans,”


Hans jadi penasaran dengan masakannya, padahal dia sudah


memasukkan bahan sesuai resep, walaupun sedikit gosong, tapi pasti masih bisa


dimakan , pikirnya.


Hans ikut menyendok nasi goreng dipiring Senja, memakannya dan


“Siapa sih yang nukar tempat garam sama  tempat gula !,,,” teriak Hans


..... ^-*......


Mereka bertiga akhirnya duduk di sebuah restoran, Ryuji


memesan makanan yang biasa Senja pesan saat mereka masih pacaran, sedangkan


Hans hanya memesan segela kopi.


“kamu gak makan Hans “


“gak,  kenapa sih


mesti kesini ?”


“mana ada yang buka lagi, kecuali mau makan di pinggiran,


tapikan kasian Senja lagi sakit !”


Hans hanya mendengus kesal, ntah kenapa ia tak senang jika


melihat Ryu bicara pada Senja, apalagi hal-hal tentang masa lalu mereka.


“Gue ke toilet bentar ya !” ucap Senja menyela dan langsung


pergi ke kamar mandi. Karena buru-buru, gadis itu tidak sadar dompetnya


terjatuh.


“La, kok gak makan ?” tanya Senja melihat Hans yang hanya


minum kopi saja.


“Gak laper dia, sudah kenyang makan ati,” kata Ryu menyela,


Senja tersenyum mendengar perkataan Ryuji lalu menggoda Hans.


“beneran gak lapar ni,”


Hans Cuma cuek tak menghiraukan Senja dan Ryu yang terus


mengodanya, tapi tak lama Senja, menyodorkan sendoknya, ia tahu Hans juga belum

__ADS_1


makan malam.


“buka mulutnya, ntar sakit lo !”


Hans menatap wajah Senja yang terlihat serius, ia tak bisa


menahan senyumnya, dan lalu makan dari suapan gadis itu.


“kayaknya aku salah tempat nih,” gumam Ryuji.


....^-^.....


“Kamu kenal Wa, dari tadi liat kesana mulu !”


“Iya, yang ceweknya !”


“cantik ya ! tapi kok agak mirip seseorang ya !”


Dewa tersenyum sinis sambil menyeruput kopinya, tapi


sepersekian detik matanya kembali mengarah ke Senja yang duduk agak jauh dari


tempatnya duduk saat ini.


“kamu liat deh, ini cewek itu bukan ?”


Irwan mengeluarkan sebuah dompet dari sakunya dan


memberikannya pada Dewa.


“ketemu dimana ?”


“toilet”


Dewa tersenyum, “kala jodoh memang gak akan kemana !”


/////// keesokan harinya


Senja sudah kembali ke kosannya pagi itu, diantar Hans yang


sekalian akan pergi ke kantor.  Gadis itu


merebahkan tubuhnya di kasur, walaupun tak seempuk kasur di rumah Hans tapi ia


bisa langsung terlelap .


‘brttt...brttt...’. hape Senja bergetar beberapa kali,


dengan malas ia membuka isi pesan yang tertera di monitor Hpnya.


“mbak Senja bisa datang ke cafe Harmony gak siang ini, saya


ingin mengembalikan dompetnya !”


Senja terperanjat membaca isi pesan itu ‘sejak kapan


dompetnya hilang’ pikirnya. Gadis itu sibuk membongkar tasnya dan memang


dompetnya tak ada.


“ampun dah, ada-ada saja” Senja membalas pesan itu dan


mereka akan ketemuan sekitar jam 12 siang.


.......^ ^.......


Senja  sudah duduk di


cafe Harmony dan memesan segelas orange juice, matanya sibuk berkeliling


mencari-cari orang yang janjian bertemu dengannya. Mata Senja terhenti di satu


titik, ia melihat dua sosok yang ia kenal di sana.


Senja mengambil Hpnya tanpa melepas pandangannya, ketika


telpon itu tersambung, sosok disebelah sana juga tampak sedang mengangkat telpon.


“Hallo Hans lagi dimana ?”


“Aku.... ee lagi dikantor !”


“lagi sibuk ya ?”


“eee...iya sedikit,, kenapa, kamu dima....”


Senja langsung menutup telponnya, tanpa mendengar lagi


perkataan Hans. Hatinya terasa tak enak, “kenapa harus bohong sih, kalau lagi


jalan sama Kayra !” (Bersambung)


///// klik jempol ya, bagi yang jempolnya kosong,

__ADS_1


terimakasih banyak  ...^-*..////


__ADS_2