
Hans hanya cuek tak menghiraukan Ryuji, pria itu mengangkat
tubuh Senja dan membawanya keluar dengan senyum kemenangan.
“Hans tunggu, ” Hans berhenti ketika sudah hampir di depan
pintu mobil, ia menoleh kearah Ryuji yang memanggilnya.
“apalagi sih dokter,”
“Aku ikut nginap di rumahmu...
Hans mendengus kesal, tapi ia tak ingin berdebat lagi, “ya
udah, kamu yang bawa tu mobil,!” sahut Hans kesal
SENJA untuk Sang Direktur
Senja terkejut ketika terbangun, ia tak berada di rumah
sakit lagi, gadis itu menekan perutnya yang sudah mendingan tapi terasa perih
karena lapar. Ia tersenyum ketika melihat di atas meja sudah ada baju ganti
lengkap dengan pembalut dan sikat gigi,
‘Luar biasa, kalau ketahuan bunda, nginep di sini, bisa langsung di pulangin ni ke
Solo, uwu..’ gumamnya dalam hati. Senja terlihat segar sehabis mandi, ia
menyisir rambutnya yang bergelombang, mengoleskan sedikit cream wajah dan lips
gloss pada bibirnya yang terasa kering. Perlengkapan yang selalu ada di tas
kecilnya.
“Astagfirullah udah jam 11 malam, pantesan lapar banget”
Senja membuka pintu kamar dan mengintip, ada Hans sedang menonton TV, gadis itu
hendak melangkahkan kakinya, namun terhenti ketika melihat Ryuji keluar dari
arah dapur.
“Wadooh, ngapain tu tukang sellngkuh ada disini, ampun dah
!” Senja mengurungkan niatnya, sayangnya Hans sudah melihat dan langsung datang
menghampirinya.
“Sudah bangun, ya ampun kamu mandi malam-malam, kalau sakit lagi
gimana ?”
“Habis badannya lengket..,ee Hans, aku laper !” rengek Senja
manja, Hans hampir tertawa melihat cara bicara Senja yang berubah manis, namun
sepersekian detik ia sadar, ada Ryuji yang memperhatikan mereka.
Hans menggandeng tangan Senja melewati Ryuji yang masih
menatap Senja, gadis itu tak berani mengangkat kepalanya dan hanya berjalan
mengikuti Hans.
“jangan lupa imbalannya, aku kan udah bantuin kamu !” bisik
Hans ketika mereka sudah sampai dapur
”ihm, mana bole begitu, kalau bantuin harus ikhlas,“ jawab
Senja dengan wajah memelas, Hans tersenyum, jarang ia mendapat moment seperti
ini,
“Senja !” Ryuji tiba-tiba datang dan langsung berdiri
disamping Senja, gadis itu menoleh dan tersenyum pada Ryuji
“kak Ryu kok disini !” ‘cih, dasar tukang akting’ batin Hans
“Aku nginap disini, takut kamu sakit lagi, lagian kami
sepupuan,”
Senja terkejut, ternyata Hans dan Ryuji .... gadis itu memandang Hans dengan tatapan yang
sulit di artikan ‘Gadisku di rebut oleh sepupuku,,, ups kayak judul sinetron...haha
__ADS_1
,’ bathin Senja.
“Hans,.... laper “ rengek Senja lagi,
“Aku buatin nasi goreng aja ya !” sahut Hans sambil memegang
wajah gadis itu dengan kedua telapak tangannya, bahkan jari-jarinya sampai
menyentuh telinga, membuat Senja bergidik.
Hans tersenyum nakal melihat wajah Senja memerah, “kamu
duduk dulu, aku buatin ya ! cups “ sebuah kecupan singkat mendarat di kening
Senja, mata gadis itu terbelalak, dengan cepat tangannya mencubit paha Hans
yang membuat lelaki itu mengerjap.
.....^0^.......
Senja menatap sepiring nasi goreng lengkap dengan telor
ceplok di hadapannya, ‘ini bisa dimakan gak sih’ ucap Senja dalam hati. Gadis
itu menelan ludahnya, ketika sendok hampir masuk ke mulutnya, nasi goreng itu
warnanya terlalu hitam karena kebanyakan kecap dan ada aroma gosong tercium.
‘Gimana ? enakkan !” tanya Hans sambil menaikkan kedua
alisnya
Senja mengunyah dengan cepat lalu meminum segelas air,
“manis ... kayak yang bikin !”
“Masasih ?” jawab Hans sambil tersenyum.
Ryuji yang penasaran, menyendok dari piring Senja.... dengan cepat Ryuji meminum air putih
didepannya, “kalau kayak gini, Senja bisa diabetes Hans,”
Hans jadi penasaran dengan masakannya, padahal dia sudah
memasukkan bahan sesuai resep, walaupun sedikit gosong, tapi pasti masih bisa
dimakan , pikirnya.
Hans ikut menyendok nasi goreng dipiring Senja, memakannya dan
“Siapa sih yang nukar tempat garam sama tempat gula !,,,” teriak Hans
..... ^-*......
Mereka bertiga akhirnya duduk di sebuah restoran, Ryuji
memesan makanan yang biasa Senja pesan saat mereka masih pacaran, sedangkan
Hans hanya memesan segela kopi.
“kamu gak makan Hans “
“gak, kenapa sih
mesti kesini ?”
“mana ada yang buka lagi, kecuali mau makan di pinggiran,
tapikan kasian Senja lagi sakit !”
Hans hanya mendengus kesal, ntah kenapa ia tak senang jika
melihat Ryu bicara pada Senja, apalagi hal-hal tentang masa lalu mereka.
“Gue ke toilet bentar ya !” ucap Senja menyela dan langsung
pergi ke kamar mandi. Karena buru-buru, gadis itu tidak sadar dompetnya
terjatuh.
“La, kok gak makan ?” tanya Senja melihat Hans yang hanya
minum kopi saja.
“Gak laper dia, sudah kenyang makan ati,” kata Ryu menyela,
Senja tersenyum mendengar perkataan Ryuji lalu menggoda Hans.
“beneran gak lapar ni,”
Hans Cuma cuek tak menghiraukan Senja dan Ryu yang terus
mengodanya, tapi tak lama Senja, menyodorkan sendoknya, ia tahu Hans juga belum
__ADS_1
makan malam.
“buka mulutnya, ntar sakit lo !”
Hans menatap wajah Senja yang terlihat serius, ia tak bisa
menahan senyumnya, dan lalu makan dari suapan gadis itu.
“kayaknya aku salah tempat nih,” gumam Ryuji.
....^-^.....
“Kamu kenal Wa, dari tadi liat kesana mulu !”
“Iya, yang ceweknya !”
“cantik ya ! tapi kok agak mirip seseorang ya !”
Dewa tersenyum sinis sambil menyeruput kopinya, tapi
sepersekian detik matanya kembali mengarah ke Senja yang duduk agak jauh dari
tempatnya duduk saat ini.
“kamu liat deh, ini cewek itu bukan ?”
Irwan mengeluarkan sebuah dompet dari sakunya dan
memberikannya pada Dewa.
“ketemu dimana ?”
“toilet”
Dewa tersenyum, “kala jodoh memang gak akan kemana !”
/////// keesokan harinya
Senja sudah kembali ke kosannya pagi itu, diantar Hans yang
sekalian akan pergi ke kantor. Gadis itu
merebahkan tubuhnya di kasur, walaupun tak seempuk kasur di rumah Hans tapi ia
bisa langsung terlelap .
‘brttt...brttt...’. hape Senja bergetar beberapa kali,
dengan malas ia membuka isi pesan yang tertera di monitor Hpnya.
“mbak Senja bisa datang ke cafe Harmony gak siang ini, saya
ingin mengembalikan dompetnya !”
Senja terperanjat membaca isi pesan itu ‘sejak kapan
dompetnya hilang’ pikirnya. Gadis itu sibuk membongkar tasnya dan memang
dompetnya tak ada.
“ampun dah, ada-ada saja” Senja membalas pesan itu dan
mereka akan ketemuan sekitar jam 12 siang.
.......^ ^.......
Senja sudah duduk di
cafe Harmony dan memesan segelas orange juice, matanya sibuk berkeliling
mencari-cari orang yang janjian bertemu dengannya. Mata Senja terhenti di satu
titik, ia melihat dua sosok yang ia kenal di sana.
Senja mengambil Hpnya tanpa melepas pandangannya, ketika
telpon itu tersambung, sosok disebelah sana juga tampak sedang mengangkat telpon.
“Hallo Hans lagi dimana ?”
“Aku.... ee lagi dikantor !”
“lagi sibuk ya ?”
“eee...iya sedikit,, kenapa, kamu dima....”
Senja langsung menutup telponnya, tanpa mendengar lagi
perkataan Hans. Hatinya terasa tak enak, “kenapa harus bohong sih, kalau lagi
jalan sama Kayra !” (Bersambung)
///// klik jempol ya, bagi yang jempolnya kosong,
__ADS_1
terimakasih banyak ...^-*..////