Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 28


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Sudahlah


Senja heran karena dirinya sudah berada diatas tempat tidur, padahal tadi ia masih berada di kampus. Mata gadis


itu tertuju pada Iwan yang tertidur di sampingnya, dan langsung terkejut karena tangannya tersengol,


“Sudah sadar ?”


“Heem... adek kenapa ? perasaan tadi masih dikampus !”


“Kamu pingsan, masih pusing gak ?”


“Iya... siapa yang bawa adek pulang ?”


“cowok, katanya dosen kamu “


“Dosen ?”


“Ya... kita kerumah sakit, mas udah buat janji sama Ryuji buat cek up”


Iwan mengelus rambut adiknya sambil tersenyum lembut, untuk saat ini baru dia yang mengetahui Senja terkena


lupus, ia hanya berharap kondisi adiknya itu tidak memburuk.


Senja membalas senyuman kakaknya, seakan tahu apa yang dipikirkan Iwan saat ini. Dari semua saudara, sebenarnya


Iwan yang paling cuek, namun ketika rahasia tentang penyakitnya diketahui oleh


Iwan, pria itu menjadi kakak nomor satu bagi Senja, perhatian dan ketulusan


membuat senja terharu.


“Tenang,,, adek gak akan mati kok !”


“Huss, kenapa ngomong gitu.... ayo nanti kita kemalaman !”


“Mas,,, tadi yang nganterin beneran pak dosen ? Gak ada orang lain ?”


“Yang lain maksudnya ?”


“Gak kok “


Senja tersenyum, namun raut kecewa tak dapat


disembunyikannya, ‘bukannya tadi ada Hans ya, kok jadi pak dosen, apa dia


beneran gak peduli lagi,’


.....*-*......


Hans terlihat gelisah, beberapa kali ia membolak balikan


tubuhnya di atas kasur, ia ingin menelpon Senja namun sudah lewat tengah malam.


Teringat Senja, yang tiba-tiba pingsan, namun yang membuatnya shock adalah  keberadaan Art yang tanpa ragu langsung


menggotong membawa gadis nya pergi.


‘mereka ada hubungan apa ?’


Hans menghempas kasar nafasnya, selama ini ia sudah mencoba


sekuat tenaga untuk tidak memperdulikan gadis itu namun nyatanya, ia semakin


sakit.


Kejadian antara Senja dengan Jose membuatnya mengaburkan

__ADS_1


perasaannya terhadap gadis itu, walau ia tahu apa yang dilihatnya di cctv itu


adalah usaha dari Senja untuk melepaskan diri dari Jose namun rasanya seperti


pengkhiatan yang menyakitkan untuknya.


Ditambah lagi, Jose yang diam-diam menemui gadisnya, dan


Senja menerimanya dengan senang hati.”Apa yang sebenarnya kau inginkan, dasar


playgirl,” umpat Hans.


****^-^-----


Senja POV


                Hidup itu gak mesti harus diisi dengan sakit hatikan ? lupakan saja pria itu untuk


apa diingat lagi toh dia sendiri yang menghindar tanpa memberikan penjelasan.


Bila yang dikatakan kak Ryu itu benar, Hans murka karena


melihat adegan kissing ku dengan Jose waktu itu, please deh, itukan untuk bela


diri, lagian kalau ada cara lain untuk ngadepin orang yang dikasi perangsang,


gue pasti pilih cara itu lah, selain menembak Jose tentunya.


Hans memang selalu begitu, egois maunya menang sendiri kalau


saja dia ngomong kenapa tiba-tiba marah dan gak pedulian pasti akan gue jelasin


sejelas-jelasnya, betewe ya sudahlah,,, pak direktur good bye,,,selalu saja


bilang gitu sih, tapi nyatanya selalu kepo tuk cari info tentang dia.


Egrrrr...gila lo Senja.


begini, MENUNGGU.... Dosen yang kalau bisa diblacklist, sudah gue hapus dari


ingatan sejak kemaren-kemaren.


Sudah gak tedeng aling-aling ubah isi skripsi gue, eh


giliran buat janji selalu molor, ‘maaf ya Senja, mau jemput pacar dulu, maaf ya


ada rapat, bla...bla...’ seribu satu alasan dan satu lagi ....


“ lagi ngedumel apalagi ni, saya kan baru telat 15 menit ”


“Astagfirullah, bapak ini ngagetin aja,,, 15 menit darimana,


saya sudah hampir tiga gelas tau,”


“Oh, ya... kamu saja yang rakus,”


“Ish...”


Oh ya, satu lagi, orang ini selalu seenaknya, sebelas dua


belas lah sama lelaki yang “Itu” eh,, kenapa ingat dia lagi,,, hapus..hapus..


Hampir satu jam ngebahas skripsi, buat kepala gue mumet,


kalau skripsi, pak dosen ini selalu serius, yang sesuailah dengan predikat dia


sebagai dosen berprestasi, selalu detail dan perfect.


“Capek ? ya udah kita jalan yuk !”

__ADS_1


“Pacar bapak gak marah kalau bapak jalan sama perempuan lain


?, kalau pacar saya sih...”


“Saya kan bukan jalan sama perempuan lain, jalannya sama kamu,


mahasiswa saya, lagian diakan lagi keluar kota, gak bisa nemenin saya nonton !”


“Nonton ?”


“iya ? Mau gak ?”


“Mau... mau... kapan lagi nonton gratis  !”


“gratis dari mana ?”


“Kan bapak yang ngajak, bapak yang bayarin dong !”


“Saya sih mau bayarin kamu, tapi kamunya mau gak jadi pacar


saya,”


“ih... ogah “


“Hahahaha”


-----^0^-------


Senja memilih naik taxi, setelah menolak tawaran Art yang


ingin mengantarnya pulang. Ia merasa tak enak karena sudah mengerjai Art dengan


pesan makanan yang super mahal, setelah sebelumnya ia yang membayar tiket


bioskop.


“Mau kemana mbak ?” tanya bapak supir taxi itu dengan ramah


“Area kampus pak, ada komplek perumahan Praja Nirmala,


masuk, no 12,”


“iya mbak,”


Senja tersenyum, untunglah pak supirnya langsung mengerti dengan


alamat yang diberikannya, kalau gak ia mesti pusing menjelaskan karena ia tidak


terlalu hafal nama-nama jalan.


Senja memandang keluar jendela, langit sudah tampak berwarna


jingga. Senja tersentak, ketika mereka melewati gedung perkantoran JY, halaman


gedung itu tampak kotor dengan kertas-kertas yang berserakan ditambah lagi


dengan sisa bakaran ban yang masih mengeluarkan asap dan bau menyengat.


“Bekas demo, sudah beberapa hari ini perusahaan itu didemo


karyawannya,” celetuk pak supir tiba-tiba


“Demo ? memang kenapa pak ?”


“Denger-denger sih, ada PHK besar-besaran, ditambah lagi


direktur mereka yang terkena skandal,”


“Skandal ????” ///// bersambung

__ADS_1


>>>>> makasih banyak yang sudah mau baca\,\,\, ^-* semangat...chayoo


__ADS_2