
SENJA untuk Sang Direktur
Chapter 14
Cuaca terasa cukup dingin malam ini setelah sorenya diguyur
hujan deras, namun seorang pria berparas manis agaknya tidak merasakan hembusan
angin dingin itu, hatinya terasa panas setelah melihat gadis yang diinginkannya
sedang tertawa dengan pria lain.
Dewa beberapa kali mengibaskan tangannya kewajah, saat
melihat Senja sedang bersama Hans, apalagi gadis itu terlihat sangat menawan
dengan minidress berwarna pink muda.”Ini pak kopinya,” kata empunya warung
kopi, Dewa hanya mengangguk, ingin rasanya ia melempar gelas itu pada radio yang
sedang memperdengarkan lagu bertema malam minggu, yang seakan memperolok dirinya.
Matanya lalu tertuju pada sosok yang berdiri tak jauh dari
sana, “Pak, kenal dengan lelaki di sana ?”unjuk Dewa pada lelaki itu
“Oh,,,saya sih gak kenal mas, tapi udah beberapa hari ini
orang itu selalu disekitar sini, mungkin naksir cewek kosan kali, abisnya
mereka kan cantik-cantik,,, kayak masnya juga lagi ngeliatin mbak Senja,” ucap
pak tua itu
“Damn,” Dewa menghardik kesal, ia lalu membayar kopi yang sama sekali belum disentuhnya, lalu
melaju dengan mobilnya.
.....^-*.......
“Jadi pergi gak ni,” ucap Senja sambil menarik tangan Hans
yang berdiri didepannya
“Jadi dong, kamu tuh ngajak aku becanda mulu. Ayo....!”
“Memang mau kemana sih ?”
“Pesta tunangan anak teman papa, kenapa ? kalau gak mau pergi, gak apa juga, kita
pacaran aja disini, ” Hans tersenyum melihat ekspresi Senja yang setengah cemberut
setengah tersipu, lelaki itu lalu membukakan pintu mobil untuk gadisnya itu.
Pesta itu tampak ramai, tempat yang sama waktu Ryuji dan
Kella bertunangan kala itu. Senja jadi teringat saat Hans menyiram wajahnya
dengan sebotol air mineral, dan menghinanya dengan kalimat yang sangat
menyakitkan.
Gadis itu menatap wajah Hans yang tengah tersenyum pada
beberapa orang yang menyapanya, ‘Mungkin dia kena karma kali ya, dulukan benci
banget sama gue, sekarang malah nempel gini’ bathin Senja.
“Cup” sebuah kecupan ringan mendarat dibibir Senja, membuat
gadis iitu kaget setengah mati,
“Aku tahu aku cakep, tapi jangan sampai terpana begitu !”
Hans tersenyum sambil menarik tangan Senja yang masih memegang bibirnya,” Dasar
narsis...”
Setelah makan, para tetamu berbondong menyalami pasangan
yang berbahagia, karena ramai mereka jadi harus mengantri. Senja merasa tenang,
karena tak sedetik pun Hans meninggalkannya sendirian ditengah pesta, bahkan
selalu menggenggam erat tangannya.
“Aw...”teriak Senja ketika seseorang menabraknya, bajunya basah
tersiram air minum wanita itu.
“Ah maaf,”
“Gak apa-apa, gak....
__ADS_1
Kalimat Senja terhenti ketika matanya bertemu dengan mata
wanita bergaun maroon itu. lututnya tiba-tiba melemas dan darahnya mendesir,
dan ekspresi wanita itu juga tak kalah terkejutnya....
“Senja .....? ”terdengar suara lirih wanita itu menyebut
namanya
Mata Senja mulai berkaca-kaca, “Senja kamu tidak apa-apa ?”
tanya Hans yang melihat wajah Senja yang tiba-tiba menjadi pucat, tak lama
gadis itu berlari yang membuat Hans panik.
“Maaf nyonya !” ucap Hans sopan lalu pergi mengejar Senja.
Hans berkeliling mencari Senja yang berlari entah kemana,
namun pada satu titik pria itu berhenti melihat gadisnya duduk meringkuk di kursi taman yang
penerangannya tidak terlalu jelas itu.
“Senja ...,” Hans berjongkok, mengintip wajah Senja yang
menelungkup
“ya.....
“Kenapa ?”
Senja mengangkat kepalanya, melihat ke arah Hans yang sudah
berpindah duduk disampingnya. Tatapan
Hans yang lembut membuat bulir-bulir air mata mulai membasahi pipi Senja. Gadis
itu lalu masuk kepelukan Hans dan menenggelamkan wajahnya.
“Maaf gaunnya jadi basah,”
“Gak apa, kan bisa beli lagi. Pacarmu inikan orang kaya !”
“Beneran boleh beli lagi ?”
“Iya,,, ntar kita buat kontrak baru lagi,,, !”
“Dasar pelit !”
sedang gundah, ‘Berapa banyak lagi rahasia yang kau simpan Senja,’.....
----- >..< -----
Langkah Senja terhenti didepan kamar Riani yang terbuka, Nadine,
Nadia ada disana, juga mawar dan Rarima penghuni kamar bawah.
“Ada rapat bulanan ya ?” tanya Senja yang langsung ngeloyor
ketempat tidur Riani.
“Kamu dari mana jam segini baru pulang ? ini kosan pada
heboh soal jemuran !”
“Kenapa dengan jemuran ?”
“udah seminggu ini, jemuran pada hilang, punya Nadia tuh
yang paling banyak !” timpal Nadine
“Baju mbak Nadia mahal-mahal sih, jadi bikin iler maling !”
ucap Senja sambil membersihkan wajahnya dengan kapas pembersih
“Mending kalau baju yang ilang, !”
“emang apaan yang ilang ?”
“BH sama Celana dalam !”
“what ? Lo lupa kali mbak, ketinggalan di rumah pacar !”
“Brukkk... lemparan bantal langsung mendarat di wajah Senja,
gadis itu tertawa melihat wajah kesal teman-temannya.”ampun-ampun, serius ni
gue serius,” ucap Senja yang mulai mendengarkan penjelasan dari teman-temannya.
Setelah kembali ke kamar,
Senja memeriksa pakaian dalamnya, tapi ia sendiri lupa apakah ada beneran yang hilang
__ADS_1
atau terselit dimana ,,, gadis itu mencoba mengecek di teras belakang, namun
saat ia melihat kearah bawah, ada seseorang yang sedang melihat kearahnya.
Deg...deg...deg.... jantungnya terasa ingin copot, dengan
cepat Senja masuk kedalam.’ngapain tu orang di situ malam-malam,’ Senja
mengatur napasnya dan ia mengintip lagi dari jendela namun orang itu sudah tak ada.
.....^0^......
Keesokan harinya sepulang dari kantor, Senja mampir di
minimarket yang tak jauh dari kosannya. Gadis itu berjalan santai sambil
menjilati eskrimnya, ia sengaja mengambil jalan pintas yang tak banyak dilalui
oleh kandaraan.
Sayup-sayup Senja mendengar suara orang berteriak dan rasanya ia sangat
familiar dengan suara itu. Senja masuk
ke sebuah lorong dan suara itu semakin jelas di sana. “itu mbak Nadia kan ?” Senja memicingkan matanya, Nadia tampak
sedang berdebat dengan seseorang dan’ La
itu bukannya orang yang semalam ya, !’
Senja mendengarkan apa yang Nadia teriakan pada orang itu
dan ternyata sudah seminggu orang itu selalu menguntit mbak Nadia entah apa
maunya. Senja mengendap, posisinya tepat dibelakang stalker itu,
“braaak,” Senja melempar balok kayu yang tepat mengenai bahu
orang tersebut,,,”Senja !” teriak Nadia, Senja berlari kearah Nadia, gadis itu
sempat mengintip stalker yang ambruk terkena hantaman balok kayunya.
“Mati nggak? ****** gue kalo dia mati !”
“Senja cepat,” panggil Nadia
Tapi belum jauh Senja, pergelangan kakinya di tarik oleh
Stalker itu, “Aww’’ Senja berteriak sambil memukul-mukul orang itu, Nadia yang
panik juga ikut membantu memukul pria itu, tapi ternyata tenaga lelaki lebih
kuat walau dibanding dengan dua wanita, stalker itu berhasil berdiri dan
menarik tangan Senja.
“Sorry sory gue minta maaf mukul lo, tapi gue minta maaf
lagi ni !” Dug..... Senja menendang pria itu hingga lelaki itu terhuyung,
“Cepat lari mbak Nadia” Senja menarik tangan Nadia dan berlari sekuat tenaga
menelusuri lorong yang memang sangat sepi itu.
“Bentar mbak!” Senja melepas sepatu High heels nya dan
menoleh kebelakang ternyata pria itu masih mengejar mereka, “Awas kalian !”
teriak Pria itu murka, tanpa pikir panjang lagi, Senja melempar sepatunya ke
arah pria itu.
Lari Senja dan Nadia semakin melambat, orang itu semakin dekat,
“Dek, gue udah gak kuat napas gue habis,” Nadia terhenti napasnya ngos-ngosan,
“ Ayo mbak, sedikit lagi,” Dengan paksa Senja menarik Nadia, walaupun napasnya
juga sudah tersengal-sengal.
Ujung lorong sudah semakin terlihat, dan Senja tau di sana
ada warung kopi yang selalu ramai,”Tolong....tolong....” senja berteriak sekuat
tenaganya, orang-orang langsung datang menghampiri mereka, “tolong pak, dia itu
maling pakaian dalam” unjuk Senja pada orang itu, dan tak ayal warga langsung
mengejar orang yang mengejar mereka tadi.....////bersambung...
(Makasih... yang sudah baca,,,lanjutin ke Stalker
(2),,,, klik jempol bagi yang belum ya,
__ADS_1
yang sudah terima kasih ^..*)