Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Stalker


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 14


Cuaca terasa cukup dingin malam ini setelah sorenya diguyur


hujan deras, namun seorang pria berparas manis agaknya tidak merasakan hembusan


angin dingin itu, hatinya terasa panas setelah melihat gadis yang diinginkannya


sedang tertawa dengan pria lain.


Dewa beberapa kali mengibaskan tangannya kewajah, saat


melihat Senja sedang bersama Hans, apalagi gadis itu terlihat sangat menawan


dengan minidress berwarna pink muda.”Ini pak kopinya,” kata empunya warung


kopi, Dewa hanya mengangguk, ingin rasanya ia melempar gelas itu pada radio yang


sedang memperdengarkan lagu bertema malam minggu, yang seakan memperolok  dirinya.


Matanya lalu tertuju pada sosok yang berdiri tak jauh dari


sana, “Pak, kenal dengan lelaki di sana ?”unjuk Dewa pada lelaki itu


“Oh,,,saya sih gak kenal mas, tapi udah beberapa hari ini


orang itu selalu disekitar sini, mungkin naksir cewek kosan kali, abisnya


mereka kan cantik-cantik,,, kayak masnya juga lagi ngeliatin mbak Senja,” ucap


pak tua itu


“Damn,” Dewa menghardik kesal, ia lalu membayar  kopi yang sama sekali belum disentuhnya, lalu


melaju dengan mobilnya.


.....^-*.......


“Jadi pergi gak ni,” ucap Senja sambil menarik tangan Hans


yang  berdiri didepannya


“Jadi dong, kamu tuh ngajak aku becanda mulu. Ayo....!”


“Memang mau kemana sih ?”


“Pesta tunangan anak teman papa, kenapa  ? kalau gak mau pergi, gak apa juga, kita


pacaran aja disini, ” Hans tersenyum  melihat ekspresi Senja yang setengah cemberut


setengah tersipu, lelaki itu lalu membukakan pintu mobil untuk gadisnya itu.


Pesta itu tampak ramai, tempat yang sama waktu Ryuji dan


Kella bertunangan kala itu. Senja jadi teringat saat Hans menyiram wajahnya


dengan sebotol air mineral, dan menghinanya dengan kalimat yang sangat


menyakitkan.


Gadis itu menatap wajah Hans yang tengah tersenyum pada


beberapa orang yang menyapanya, ‘Mungkin dia kena karma kali ya, dulukan benci


banget sama gue, sekarang malah nempel gini’ bathin Senja.


“Cup” sebuah kecupan ringan mendarat dibibir Senja, membuat


gadis iitu kaget setengah mati,


“Aku tahu aku cakep, tapi jangan sampai terpana begitu !”


Hans tersenyum sambil menarik tangan Senja yang masih memegang bibirnya,” Dasar


narsis...”


Setelah makan, para tetamu berbondong menyalami pasangan


yang berbahagia, karena ramai mereka jadi harus mengantri. Senja merasa tenang,


karena tak sedetik pun Hans meninggalkannya sendirian ditengah pesta, bahkan


selalu menggenggam erat tangannya.


“Aw...”teriak Senja  ketika seseorang menabraknya, bajunya basah


tersiram air minum wanita itu.


“Ah maaf,”


“Gak apa-apa, gak....

__ADS_1


Kalimat Senja terhenti ketika matanya bertemu dengan mata


wanita bergaun maroon itu. lututnya tiba-tiba melemas dan darahnya mendesir,


dan ekspresi wanita itu juga tak kalah terkejutnya....


“Senja .....? ”terdengar suara lirih wanita itu menyebut


namanya


Mata Senja mulai berkaca-kaca, “Senja kamu tidak apa-apa ?”


tanya Hans yang melihat wajah Senja yang tiba-tiba menjadi pucat, tak lama


gadis itu berlari yang membuat Hans panik.


“Maaf nyonya !” ucap Hans sopan lalu pergi mengejar Senja.


Hans berkeliling mencari Senja yang berlari entah kemana,


namun pada satu titik pria itu berhenti melihat gadisnya  duduk meringkuk di kursi taman yang


penerangannya tidak terlalu jelas itu.


“Senja ...,” Hans berjongkok, mengintip wajah Senja yang


menelungkup


“ya.....


“Kenapa ?”


Senja mengangkat kepalanya, melihat ke arah Hans yang sudah


berpindah duduk disampingnya.  Tatapan


Hans yang lembut membuat bulir-bulir air mata mulai membasahi pipi Senja. Gadis


itu lalu masuk kepelukan Hans dan menenggelamkan wajahnya.


“Maaf gaunnya jadi basah,”


“Gak apa, kan bisa beli lagi. Pacarmu inikan orang kaya !”


“Beneran boleh beli lagi ?”


“Iya,,, ntar kita buat kontrak baru lagi,,, !”


“Dasar pelit !”


sedang gundah, ‘Berapa banyak lagi rahasia yang kau simpan Senja,’.....


----- >..< -----


Langkah Senja terhenti didepan kamar Riani yang terbuka, Nadine,


Nadia ada disana, juga mawar dan Rarima penghuni kamar bawah.


“Ada rapat bulanan ya ?” tanya Senja yang langsung ngeloyor


ketempat tidur Riani.


“Kamu dari mana jam segini baru pulang ? ini kosan pada


heboh soal jemuran !”


“Kenapa dengan jemuran ?”


“udah seminggu ini, jemuran pada hilang, punya Nadia tuh


yang paling banyak !” timpal Nadine


“Baju mbak Nadia mahal-mahal sih, jadi bikin iler maling !”


ucap Senja sambil membersihkan wajahnya dengan kapas pembersih


“Mending kalau baju yang ilang, !”


“emang apaan yang ilang ?”


“BH sama Celana dalam !”


“what ? Lo lupa kali mbak, ketinggalan di rumah pacar !”


“Brukkk... lemparan bantal langsung mendarat di wajah Senja,


gadis itu tertawa melihat wajah kesal teman-temannya.”ampun-ampun, serius ni


gue serius,” ucap Senja yang mulai mendengarkan penjelasan dari teman-temannya.


Setelah kembali  ke kamar,


Senja memeriksa pakaian dalamnya, tapi ia sendiri lupa apakah ada beneran yang hilang

__ADS_1


atau terselit dimana ,,, gadis itu mencoba mengecek di teras belakang, namun


saat ia melihat kearah bawah, ada seseorang yang sedang melihat kearahnya.


Deg...deg...deg.... jantungnya terasa ingin copot, dengan


cepat Senja masuk kedalam.’ngapain tu orang di situ malam-malam,’ Senja


mengatur napasnya dan ia mengintip lagi dari jendela namun  orang itu sudah tak ada.


.....^0^......


Keesokan harinya sepulang dari kantor, Senja mampir di


minimarket yang tak jauh dari kosannya. Gadis itu berjalan santai sambil


menjilati eskrimnya, ia sengaja mengambil jalan pintas yang tak banyak dilalui


oleh kandaraan.


Sayup-sayup Senja mendengar suara  orang berteriak dan rasanya ia sangat


familiar dengan suara itu.  Senja masuk


ke sebuah lorong dan suara itu semakin jelas di sana. “itu mbak Nadia kan ?”  Senja memicingkan matanya, Nadia tampak


sedang berdebat dengan seseorang  dan’ La


itu bukannya orang yang semalam ya, !’


Senja mendengarkan apa yang Nadia teriakan pada orang itu


dan ternyata sudah seminggu orang itu selalu menguntit mbak Nadia entah apa


maunya. Senja mengendap, posisinya tepat dibelakang stalker itu,


“braaak,” Senja melempar balok kayu yang tepat mengenai bahu


orang tersebut,,,”Senja !” teriak Nadia, Senja berlari kearah Nadia, gadis itu


sempat mengintip stalker yang ambruk terkena hantaman balok kayunya.


“Mati nggak? ****** gue kalo dia mati !”


“Senja cepat,” panggil Nadia


Tapi belum jauh Senja, pergelangan kakinya di tarik oleh


Stalker itu, “Aww’’ Senja berteriak sambil memukul-mukul orang itu, Nadia yang


panik juga ikut membantu memukul pria itu, tapi ternyata tenaga lelaki lebih


kuat walau dibanding dengan dua wanita, stalker itu berhasil berdiri dan


menarik tangan Senja.


“Sorry sory gue minta maaf mukul lo, tapi gue minta maaf


lagi ni !” Dug..... Senja menendang pria itu hingga lelaki itu terhuyung,


“Cepat lari mbak Nadia” Senja menarik tangan Nadia dan berlari sekuat tenaga


menelusuri lorong yang memang sangat sepi itu.


“Bentar mbak!” Senja melepas sepatu High heels nya dan


menoleh kebelakang ternyata pria itu masih mengejar mereka, “Awas kalian !”


teriak Pria itu murka, tanpa pikir panjang lagi, Senja melempar sepatunya ke


arah pria itu.


Lari Senja dan Nadia semakin melambat, orang itu semakin dekat,


“Dek, gue udah gak kuat napas gue habis,” Nadia terhenti napasnya ngos-ngosan,


“ Ayo mbak, sedikit lagi,” Dengan paksa Senja menarik Nadia, walaupun napasnya


juga sudah tersengal-sengal.


Ujung lorong sudah semakin terlihat, dan Senja tau di sana


ada warung kopi yang selalu ramai,”Tolong....tolong....” senja berteriak sekuat


tenaganya, orang-orang langsung datang menghampiri mereka, “tolong pak, dia itu


maling pakaian dalam” unjuk Senja pada orang itu, dan tak ayal warga langsung


mengejar orang yang mengejar mereka tadi.....////bersambung...


(Makasih... yang sudah baca,,,lanjutin ke Stalker


(2),,,,  klik jempol bagi yang belum ya,

__ADS_1


yang sudah terima kasih ^..*)


__ADS_2