Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 42


__ADS_3

“Damn ... aku sudah masuk perangkapnya,,, aku menciumnya, aku yakin dia sadar namun membiarkannya,,, dan bodohnya aku terus melakukannya,” (Dimitri)


“Kalau bukan karena mommy,,, sudah kucincang tu laki-laki,,,


sembarangan nyosor, permisi dulu napa !” (Senja)


 


Senja Untuk Sang Direktur 


Prasangka


 


Suasana meja makan pagi ini hening bagai kuburan, cuma


dentingan sendok dan garpu yang terdengar, bahkan bi Asih pun enggan buka suara


terkena imbas aura buruk mereka berdua.


Dime mengerling ke arah Senja, melihat bibir gadis itu


bengkak akibat perbuatannya semalam, Dime sedikit kagum dengan hasil karyanya


itu, karena sudah lama sekali ia tak melakukannya.


“Apa liat-liat,” bentak Senja dengan wajah sengit


‘Bibir kamu kenapa ? “


“Digigit tawon,”


Dime mau tertawa tapi tak jadi karena tiba-tiba bi Asih ikut


melontarkan pendapatnya lalu meneliti ada bekas gigitan di bibir Senja.


“Kok bisa sih non tawon gigit disitu,” tanya bi Asih prihatin


“Ya bisa lah bi, tawon sekarangkan udah profesional sukanya nyosor bibir,”


Bibi terdiam tapi menahan senyum, lalu memandang ke arah tuannya yang pura-pura tak mendengar percakapan mereka.  ‘ternyata mereka aktif juga ya,,,kalau gak-gak ada ibu,’ pikir bi Asih.


-----^-^----


Dime mengetuk-ngetukan jarinya ke stir mobil sambil menunggu


Senja keluar, awalnya ia ingin pergi sendiri tapi setelah berfikir ulang, Dime


menghubungi mommy, menyuruh ibunya itu menelpon Senja.


Tak lama Senja muncul dan langsung masuk ke mobil sambil


membanting pintu dengan keras. Gadis itu memandang Dime dengan pandangan kesal,


karena berkat lelaki itu ia diomeli habis-habisan oleh mommy.


“Jutek amat,” ujar Dime sambil melajukan mobilnya.


Senja mengerling ke arah Dime lalu mengambil telponnya.


“Nya,,, gue gak bisa ikutan ni, sampein sama kak Ryu ya”


Senja terdiam sejenak mendengar Vanya yang berbicara di


seberang sana, beberapa kali ia melihat ke arah Dime.


“Iya,,,ntar gue tanyain deh,”


“Bye bye Vanya,”


Senja menutup telponnya, pandangan mengarah kedepan, ia


seperti ingin bicara sesuatu pada Dime tapi tertahan dibibirnya. Senja menarik


nafas panjang, memandang ke arah Dime namun lagi-lagi ia tak bisa bicara.


Dime yang melihat itu diam saja, ia tahu gadis itu ingin


minta sesuatu darinya, ‘lihat bagaimana ia bersikap manis padaku hari ini,’


“Sudah sampai yuk masuk,” ucap Dime sambil berjalan masuk ke


tempat wisata di tepian danau, rencananya hari ini ia akan meninjau


perkembangan resort barunya sekalian mengadakan rapat dengan staf di sana.

__ADS_1


Senja duduk di depan kolam renang yang langsung menghadap ke


Danau, angin pagi bertiup cukup kencang hingga dinginnya mampu menusuk ke


tulang, beberapa kali dia bergidik. Setelah puas mengelilingi resort baru milik


Dime, ia duduk beristirahat menunggu lelaki itu selesai meeting.


“Pakai ini biar gak masuk angin,” ucap Dime sambil


memasangkan jaketnya dipundak Senja, mata bening Senja menatap Dime hingga


membuat desiran yang menggangu lelaki itu.


“sudah selesai ? kok cepet banget,”


“Iya,,,nanti disambung setelah makan siang,”


“Oh... berarti masih lama dong !”


Dime hanya tersenyum sedikit, kemudian pandangannya lurus ke


depan memandang birunya air danau yang tenang,  sudah lama ia tak meninjau resort ini, pembangunannya sempat tersendat karena mommy jatuh sakit.


“Kak Dimi, aku mau ke Singapore besok sama Vanya dan kak Ryu,”


“buat apa ? jalan-jalan ?”


Senja tersenyum sambil meraih tangan Dime, gadis itu


memain-mainkan Jemari Dime sambil menunggu pria itu berkomentar. Dime tau ini


trik Senja untuk membujuknya, tapi tetap saja jantungnya dibuat tak karuan.


“Aku akan membawamu liburan akhir pekan nanti, sama Radinka


dan mommy, kamu mau kemana? Jepang,,, atau Eropa,”


Senja menghembuskan nafas kasar, ia sudah menduga akan sulit


mendapatkan izin, ia lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi .


‘kok dilepas sih,’ protes Dime dalam hati saat Senja tak


lagi memegang tangannya. Ia menoleh kearah Senja yang pandangannya menerawang,


namun ditahannya.


Dime ikut menyandarkan punggungnya, menggapai tangan Senja


dan menggenggamnya, Senja kaget dan spontan menoleh ke arah Dime,’nah lo,,,


kenapa dia yang ngegodain gue sekarang’ gumam Senja dalam hati.


“Atau mau pergi bedua aja,” ucap Dime sambil mengerling ke


arah Senja,,,sesaat mereka bertatapan,...lalu tawa Senja pecah,,,,


“nggak lah,,, siapa yang mau pergi sama orang mesum,”


“Bukannya kamu yang buat aku jadi mesum,”


Dime mengaduh ketika Senja mencubit pahanya dengan keras,


lelaki itu tertawa nakal ketika melihat Senja cemberut kesal padanya, ,,


“Kak, tau gak,,, aku tuh merasa mengganggu kehidupan pribadi


kamu,,, Kita kan gak saling kenal, nggak akrab juga, aku gak tahu tentang kamu,


mungkin saja selama ini kak Dimi sudah punya perempuan yang dicintai,”


Dime menatap mata bening itu lagi, dalam hatinya ia membenarkan


apa yang diucapkan gadis itu bahkan kehadiran Senja dikeluarga nya bukan hanya


mengganggu, tapi juga membuat runyam hatinya


“Lalu kenapa kamu mau menikah denganku ?”


Senja diam matanya menerawang jauh, “.... Jodoh ....”


Deg...deg.....deg ...’apa yang dikatakan perempuan ini’


“Aku dan dia tak berjodoh, lalu datang kamu,,, mungkin ini

__ADS_1


jodoh atau nasib buruk untukmu tapi yang jelas aku berterima kasih pada mommy


Hima, pada kak Dimi,,, Radinka,,, setidaknya sekarang aku tidak menyalahkan dia


seumur hidupku,,,, tidak menyalahkan diriku untuk kepergian bunda dan...


“Jangan teruskan....


Dime menarik Senja kepelukannya, mata gadis itu sudah


berkaca-kaca, suaranya mulai memarau menahan tangis,,,,  ia berusaha menahannya sekuat tenaga agar tak


terlihat rapuh di depan Dime. Lama mereka berpelukan, lalu


“Kak !”


“Hmm ...”


“Kak Dimi “


“Apa ?”


“Kak Dimi deg degan ya ?” ujar Senja sambil melepaskan pelukan


Dime, lalu menatap pria itu


“gak... “


“Masa sih ?”


“iya... sini peluk lagi”


“Hahaha.... Ogah,”


-----^-*-----


Siang itu Mom dan Dime sedikit


berdebat karena keinginan Dime untuk mengetahui latar belakang Senja. Apalagi


setelah gadis itu menolak uang yang diberikan Dime dan Dime baru mengetahui


bahwa Senja tak pernah mau menerima sepeser pun dari mommynya.


Kekesalan Dime semakin bertambah karena Senja yang pergi ke


Singapore pagi tadi, tak menghubunginya sama sekali  pada hal gadis itu telponan dengan mommy dan


Radinka. “apa sebenarnya maumu Senja,” gumam Dime sambil memegang selembar


kertas.


Dikertas itu terdapat rincian aliran dana keluar masuk


direkening Senja, dan ada uang rutin yang masuk setiap bulannya dan itu


ditransfer dari JY group.


“Kau sudah mendapatkannya ?” tanya Dime pada Handoko


asistennya, ia menugaskan pria itu untuk menelisik latar kehidupan isteri


cantiknya itu.


“Sudah,,, uang itu berasal dari rekening milik Hans Diatama


Putra, salah satu direktur di JY grup.  Dulu


pria itu memimpin perusahaan di Jakarta, beberapa bulan lalu ia menghilang, dan


dari info yang saya dapat ia berada di Singapura sekarang,”


“Singapura ?”


“Ya,,, dan yang saya tau, Hans itu mantan tunangan gadis


yang anda suruh selidiki itu,”


“Senja  ? “


“Iya,”


Dime terdiam sejenak, tiba-tiba hatinya menjadi gusar,


“Tolong pesankan saya tiket ke Singapura sore ini, “

__ADS_1


“Baik pak,” ////// bersambung....


__ADS_2