Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Awkward


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 8


 


Senja memandangi wajah Hans dengan serius , ia masih tak


percaya lelaki yang duduk di sampingnya saat ini, benar-benar direktur pemarah


dikantornya.


 “kenapa ? belum


pernah lihat orang cakep lagi minum,” Hans tersenyum sambil menenggak minuman


sodanya,


“ish..” Senja langsung mengalihkan pandangannya, dia masih


bingung kenapa Hans benar-benar datang.


“Jangan geer kamu, saya ada kerjaan di Solo jadi sekalian


mampir kemari”


“oh .... ” Senja mengangguk-angukkan kepalanya. “kirain dari


Jakarta langsung kemari “


Kini Hans yang menoleh ke arah Senja sambil tersenyum,


“berharap ya !“


 “Ish ...”


“Masuk yuk !”


“ngapain?”


“Nemuin orang tua kamu,”


“Ha ? emangnya kenapa mau ketemu mereka ?


” Melamar !”


“ Arggg ..... !”


Hans tertawa melihat reaksi Senja yang kelabakan mendengar


ucapannya, Senja langsung beranjak dari duduknya  meninggalkan Hans yang tersenyum puas.


....^-*......


Senja mengomel sendiri ketika mengambil baju dan pindah ke


kamar bundanya, sedangkan kamarnya akan dipakai Hans untuk menginap malam ini,


bahkan dia harus menyiapkan pakaian ganti untuk Hans.


“kok bisa-bisanya ayah baik banget sama tu orang, pasti ada


apa-apanya ni,”  omel Senja sambil


memandang Hans yang sedang berbincang dengan ayahnya di teras depan


“Senja ternyata sudah punya pacar ya, jadi patah hati saya,”


“eh” Senja kaget ketika tiba-tiba, Dewa sudah berada


dibelakangnya ‘ampun deh, ni orang kayak setan, tiba-tiba bisa ada disitu’


batin Senja


“bukan pacar kok !”


“masa’, berarti masih ada kesempatan dong !”


“Ha? he ... he ..” Senja hanya bisa nyengir tak jelas


mendengar perkataan Dewa. Lelaki ini selalu bisa membuatnya salah tingkah. Senja


memperhatikan lelaki yang berdiri di sebelah itu, rambutnya sebahu dengan


postur tinggi besar, kulitnya sedikit cokelat dengan senyum selalu menghiasi


bibirnya, ‘tipe-tipe playboy tingkat atas nih,’


“Pacarnya ada berapa mas Dewa ?” Dewa kaget mendengar


pertanyaan Senja yang tiba-tiba, lelaki itu tertawa memandang wajah  jahil gadis di sebelahnya itu. Dewa terdiam,


ia menunggu gadis itu menoleh kearahnya, “Senja ....”


“ya “  Senja


mengerling sejenak, mendapati Dewa sedang menatapnya,


“ kenapa nanyain itu ?”


“ iya, soalnya masnya cakep banget,”


Dewa tersenyum, dia tahu Senja sedang menggombalinya


sekarang ...”masa sih ?”


“iya, tapi kalau liatnya dari bengawan Solo, haha...” Senja


tertawa, meninggalkan Dewa yang menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


“garing ya, biarin deh yang penting kabur dulu, hihi”


..... ^_^....

__ADS_1


Senja gelisah dan terus berjalan bolak balik, ia baru ingat


kalau hapenya tertinggal di kamar ketika mengambil baju tidur. Beberapa kali ia


menoleh kearah bundanya yang sudah tertidur pulas. ‘harusnya dia udah tidur


kan, jangan sampai dia buka tu hape bisa habis gue,!’


Senja berjalan pelan, kalau sampai ketahuan ayahnya, tengah


malam ia masuk ke kamar yang ada laki-laki, bisa-bisa ia digorok  ayahnya yang galak itu. Senja menekan gagang


pintu, untungnya tidak dikunci, gadis itu masuk dan menutup pintunya perlahan,


agar tak terdengar suara.


‘syukurlah dia udah tidur, kemana tuh hape, perasaan tadi


gue simpan di sini’ mata Senja berkeliling ke penjuru kamar dan mendapati  hape itu ada di tangan Hans yang tampak sudah


terlelap.


Senja berjalan sangat pelan, ia bahkan sampai menahan nafas


ketika tangannya akan mengambil hape,


“ups, dapat....


“aaaaaa...


Tangan Senja ditarik dengan kuat sampai ia terjatuh diatas


tubuh Hans, matanya terbelalak ketika wajah Hans hanya beberapa senti dari


wajahnya ,


“sssttt, jangan ribut kalau gak mau seisi rumah jadi heboh,”


“iya maaf, gue cuma mau ambil hape kok, lepasin,”


Hans melepas tangan Senja namun dengan cepat berbalik


menindih tubuh gadis itu dengan tubuhnya, “ampuuun, lo mau ngapain, kalau


ketahuan ayah, bisa dibunuh gue !”


“Makanya kamu jangan ribut. Tadi ngapain sama orang itu ?”


 “orang siapa ? yang


mana ?”


“pura-pura gak tahu atau mau  ....


“iya, iya.. itu mas Dewa temennya kakak gue. Gak


ngapa-ngapain cuma ngomong bentar lalu cabut !”


Hans menatap mata Senja, ia tahu gadis itu sedang tak


itu ditekan dari luar,..


Pintu terbuka, untung Hans dengan cepat menarik selimut


untuk menutupi mereka berdua. Jantung mereka seakan mau putus ketika ibu masuk


ke kamar, untung hanya melihat sebentar lalu menutup pintu itu lagi.


Hans memeluk tubuh Senja, aroma tubuh gadis itu membuatnya


terbuai dan makin mempererat pelukannya, untuk sepersekian detik detak jantung


mereka seperti beradu.


“pak bos. ....”


“heem ....”


“boleh lepasin gak, bunda udah pergi tu !”


“boleh sebentar lagi ?”


“gak boleh, ntar khilaf !”


Hans tersenyum, lalu melepas pelukannya, wajah Senja


terlihat memerah, dengan cepat gadis itu pergi keluar dari kamar.


‘Senja, kamu buat aku gila... !’


.... *-^ ......


Paginya para tamu dan rombongan sanak keluarga mempelai


wanita pulang ke Jakarta, bunda dan ayah tampak sibuk beramah tamah dengan


besan barunya itu yang juga akan pulang hari itu. Suasana begitu heboh, dipenuhi


canda dan tawa, terkecuali untuk Senja dan Hans, keduanya tampak begitu rikuh


begitu canggung.


Hans tak berani menatap Senja secara langsung, ia hanya


curi-curi pandang, padahal Senja ada di sekitarnya. Begitu pula dengan Senja


yang selalu menghindari kontak mata dengan Hans.


‘Aduh, gue kenapa sih, dasar tuh bos gila’, bisa-bisanya gue


jadi deg-degan gini’.


“Senja, aku pamit dulu ya !”

__ADS_1


“oh... oh iya, hati-hati mas Dewa,”


“aku calling ntar, kalo udah sampai ya,  !”


Senja tersenyum sambil mengangguk, tanpa sadar ia menoleh


kearah Hans yang sudah pasang wajah perang.   “ups ..”


....*-^......


Hans tampak sedang berbincang dengan Rei dan Iwan sore itu,


tiba-tiba Rei langsung nyeletuk menanyakan hubungannya dengan Senja, dengan


santainya Hans menjawab  “ya itu,”


“ya itu, maksudnya lo lagi pedekate sama adek gue,” tanya


Rei dengan logat yang biasa digunakan Senja. Sambil mengunyah kacang, Hans


mengangguk sambil tersenyum, tiba-tiba tawa Iwan dan Rei pecah.


“ya ampun laris juga tuh anak, gue denger si Dewa juga


naksir dia !”


Iwan mengangguk mengiyakan pertanyaan Reihan, tak lama Hans


berdiri


“Mau kemana Hans ?”


“Mau ketemu Senja, dari pagi belom ada ngomong ni, kangen !”


Tawa Rei dan Iwan pecah lagi melihat reaksi Hans, dengan


cueknya Hans meninggalkan kakak beradik itu yang masih terus tertawa.


Senja duduk di balkon atas sambil melihat langit yang sudah


berwarna jingga, gadis itu selalu menyukai senja lengkap dengan matahari


terbenamnya. Angin sepoi-sepoi membuat rambut tergerainya melambai pelan,


“cantik ya !’


“makasih”


“maaf ya, bukan kamu tapi langitnya !”


Senja tersenyum pada Hans yang sudah duduk disampingnya,


mereka berdua sama-sama memandang langit.


“Aku mau ngomong sesuatu,”


“ngomong aja emang ada yang larang !”


Hans menatap Senja, “aku.....


“Apa ....


Lama Hans terdiam, mata mereka saling bertemu, Hans menatap


dalam mata gadis itu....


Bukan bicara, mereka malah dikejutkan oleh suara hape Senja


yang tiba-tiba berdering...


“siapa yang nelpon ?”


“Dewa”


“jangan diangkat,”


“kenapa, kan gak sopan kalo gak diangkat “


“aku bilang jangan ya jangan !”


“ish... kenapa sih,” Senja suka melihat reaksi cemburu Hans yang terlihat jelas


diwajahnya. Dengan senyum nakalnya, Senja malah mengangkat telpon itu, “Hallooo...


Hans merebut Hape Senja yang sudah tersambung, Hans membalas


senyuman nakal Senja, “Aku jatuh cinta padamu , Senja ...”


Senja terdiam mematung, kini Hans yang tersenyum puas,


melihat reaksi gadis itu. Hans pun beranjak dari duduknya dan berjalan


meninggalkan  Senja yang masih mematung.


*


*


*


“Hans Diatama Putra, I LOVE YOU,”


Langkah Hans terhenti, ia lalu membalikkan badannya melihat


Senja yang berdiri beberapa meter di hadapannya.


“coba ulangi “


“Hans Diatama Putra, i.... love ... you ......... TAPI


BOHONG... HAHAHA !” ////// bersambung...


(makasih sudah baca,,,, yang jempolnya masih kosong, klik

__ADS_1


ya,,,, yang sudah, terima kasih banyak, wassalam...eh lupa,,, love juga ya,


^-*)


__ADS_2