
“Eh ada pak Fabio,nungguin saya ? udah lama ?” ucap Senja yang baru saja masuk ke kosannya, ia melihat Fabio sudah duduk di ruang tamu dengan wajah gelisah.
“Dari habis magrib, kamu dari mana ?”
“Pengajian di tempat bu RT, bentar ya pak,“
SENJA Untuk Sang Direktur
Chapter 5
Mata Hans menatap tajam ke arah Senja yang sedang sibuk menikmati es krim yang dibelinya bersama Fabio, gadis itu tak menghiraukan Hans yang sedari tadi duduk berhadapan dengannya..
“Kenapa kabur dari rumah sakit ?” ucap Hans masih dengan tatapannya yang menusuk itu
“Siapa yang kabur, susternya aja yang gak denger waktu gue pamit, ” Senja
melirik Hans yang mendecih mendengar jawabannya, ia masih kesal karena Hans menyuruh
Fabio menjemputnya.
“Kenapa juga pake ancam kak Fabio segala !”
“Kak ? sejak kapan kamu panggil dia kak ?” Hans tersenyum kecut melihat ekspresi
Senja, ia memperhatikan wajah gadis itu yang tanpa polesan sama sekali.
“Apa liat-liat ! terserah gue, mau panggil apa, bukan urusan
lo juga !”
Hans hanya diam tak membalas perkataan Senja, matanya malah
asik memperhatikan Senja yang menggunakan baju tidur bergambar doraemon.
“Kamu pake baju tidur, mau bobo’ disini ?”
“ Ish.... Ini gara-gara elo.... bukan jam kantor juga, ngapain masih ngebossy, terserah gue dong mau pake apaan,"
"Kalau bukan karena kamu kabur dari rumah sakit, saya juga gak akan peduli sama kamu !"
"Ya udah..."
Mereka berdua saling pandang dengan tatapan sewot, belum lagi Senja yang terus ngedumel membuat kepala Hans semakin pusing,
"Kamu ini, gak di kantor , gak di rumah bikin pusing aja,"
Hans bangun dari duduknya, mengambil kunci mobil yang tergantung di rak lemari, dengan sedikit terpaksa ia mengantar Senja pulang, karena gadis itu terus mengoceh tak karuan.
Diperjalanan Senja terus menguap, pandangan matanya pun sudah tak fokus,karena air matanya ikutan keluar ketika mulutnya terbuka lebar.
“Kamu ngantuk, baru juga jam sebelas, “
“Ha ?”
Hans memberhentikan mobilnya didepan sebuah minimarket, tak lama pria itu keluar dan kembali
membawa cup berisi kopi.
“Minum dulu, biar gak ngantuk. Saya mau ngomong sama kamu,"
Senja menoleh, melihat wajah Hans yang serius. Gadis itu
menghirup kopinya sambil mendengar Hans bicara.
“Aku bingung mau mulai darimana, tapi bisa tidak, kamu tidak
mengganggu hubungan Kella dan Ryu”
“Siapa yang ganggu, kalau ngomong tu ngaca dulu, semua orang
juga bisa lihat siapa yang jadi orang ketiga !”
“Maksud kamu ?”
“Pak direktur yang terhormat, kalau lo suka sama cewek,
__ADS_1
baiknya gak dipendam. Lo liat kan hasilnya sekarang Kella tunangan sama orang
lain. Lagian siapa yang duluan mulai mersa-mesraan didepan gue, jadi nyesel
ngelepasin kak Ryu”
Hans mengela nafas, menghempaskan kepalanya di sandaran
kursi mobil. Lelaki itu menatap lurus kedepan, tanpa sadar ia menceritakan
hubungannya dengan Kella, mulai dari teman kecil hingga akhirnya ia jatuh
cinta.
“Cinta pertama, Kella itu cinta pertama .....Senja....
Sen....
Hans menoleh, ‘sialan, gue cerita panjang lebar dari tadi malah
ditinggal tidur,’ pria itu mendengus kesal, dan terpaksa memutar stirnya
kembali ke rumah.
.....(*0*).......
Pagi itu cuaca mendung, gerimis pun mulai turun membasahi
rumput-rumput hijau. Mata Senja masih susah untuk dibuka, gadis itu meregangkan
tubuhnya sambil menguap. ‘bau apa ini harum sekali, sejak kapan kasur gue jadi
empuk gini ya ‘
Senja membuka matanya, pandangannya menatap semua yang serba
putih, mulai dari gorden, lemari, dinding ,”wait,, wait,,, nyawa gue belum
kumpul, ini kamar siapa, jangan bilang ini di surga,“
Mata senja terbelalak, ia menoleh kesebelahnya,
mendapati Hans berbaring telungkup tanpa
menggunakan atasan,
“Waa...agrhhhh..... lo apaain gue semalam, dasar orang gila
mesum....
Tanpa pikir panjang Senja menghujani Hans dengan bantal,
pria itu sampai berlarian menghindari pukulan Senja yang bertubi-tubi.
“Kamu tenang dulu, kita gak ngapa-ngapain semalam !” Senja
masih melempar bantal pada Hans yang berlari ke bagian bawah tempat tidur,
“kita? enak aja lo ngomong,,,, terus kenapa baju gue udah ganti !”
“Kamu tidur kayak kebo, gak sadar kopi kamu tu tumpah di
baju ?”
“trus, yang gantiin baju gue siapa ?”
Hahaha, Hans tertawa, ia berlari kearah pintu dan
menguncinya dari luar, “kamu pikir aja sendiri,” teriak Hans dari luar,
sedangkan Senja terus mengutuknya dari
dalam kamar.
......^-^........
Mata Senja menatap tajam Hans yang tampak duduk santai
__ADS_1
menikmati sarapannya, beberapa kali Hans hanya mengulum senyum melihat wajah
cemberut Senja,
“Makan saja, kan udah dibilang gak terjadi apa-apa semalam.
Kalaupun ada apa-apa saya bakal tanggung jawab kok !”
“Cih” Senja mendengus sambil menyeruput susu cokelat
dihadapannya, Hans tahu gadis itu suka sekali makan , jadi ia menyiapkan banyak
makanan supaya mood Senja membaik.
“Kamu pulangnya sorean saja, ntar saya antar, ngantuk sekali
nih, gak bisa tidur semalaman !”
Mata Senja menatap Hans dengan tanda tanya, “kenapa ?”
“ya, mana bisa tidur habis lihat pemandangan indah,” gumam
Hans, sambil ngeloyor pergi masuk ke kamar sambil tertawa.
Senja tampak kesal dan mengutuk dirinya, ia juga tak bisa
pulang sendiri dengan baju kemeja laki-laki yang dikenakannya. ‘ternyata dia
bisa tertawa kalau liat orang lain susah, dasar jahat...’
.....^-^.....
Hampir tiga hari Hans tidak bertemu Senja, menurut Fabio
gadis itu izin tiga hari karena pulang ke kampung halamannya. Hans sempat berpikir
gadis itu menghindarinya gara-gara kejadian waktu itu,
“Pergi kemana anak itu, dasar pemohong, katanya pulang
kampung !’ Hans bergumam kesal, ia sudah mengecek ke Solo tempat orang tua
Senja, namun menurut kakaknya, Senja tak
ada disana, bahkan Hans sudah menyuruh anak buahnya mengecek ke kampus dan
kosan dan ternyata Senja hilang bak ditelan bumi.
Lelaki itu menepikan mobilnya karena Hapenya tiba-tiba
berbunyi, ‘Kella calling’
“Iya Kell, ada apa ?”
Terdengar suara tersedu Kella diseberang sana, yang Hans
langsung panik, “Kella jawab aku, kamu kenapa, “
“Ryu... Ryu...!”
“Iya, Ryu kenapa ?”
“Aku... aku melihat Ryu sedang berduaan dengan gadis itu ?”
“Siapa ? Senja ?”
“Iya...”
“Dimana ?”
“Rumah sakit !”
Hans langsung memutar stirnya menuju rumah sakit tempat
Ryuji bekerja...”Memang tak bisa dibiarkan !”..../////bersambung /////
(Klik jempol ya ! yang sudah ... terima kasih (unie ^-*)
__ADS_1