Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 48


__ADS_3

Senja Untuk Sang Direktur


Tentang Perasaan


Lihat siapa yang duduk dihadapan Senja pagi ini, seorang pria yang hampir setengah jam ini hanya diam membisu,  mereka berdua duduk saling berhadapan kadang mata lelaki itu meliriknya lalu membuang muka sambil menarik nafas panjang.


 Sore kemarin Senja mendapat telpon dari Vanya yang mengatakan Hans ingin bertemu dengannya, perasaan Senja kalut saat itu, senang dan takut bercampur menjadi satu.


“Lo gak becanda kan Nya ?”


“Nggak, dia bilang mau ketemu lo,”


“Padahal kemarin ngotot gak mau ketemu gue, lalu kenapa tiba-tiba ....


“Dia bilang dia rindu sama lo ,”


“Ha ?”


Senja terdiam sambil menghembus nafas kasar, bahkan panggilan Vanya ditelpon


tak digubrisnya


lagi, “Rindu katanya, lalu kemarin-kemarin memangnya nggak rindu gitu .... “ guman Senja dalam hati. Kini setelah lebih dari setengah tahun tak bertemu, mereka berada dalam satu ruangan yang sama.


“Jadi a....’”


“MAAF”  tiba-tiba Hans menyela kata yang baru akan diucapkan oleh Senja yang kini lekat menatapnya, walau ia tahu lelaki itu rikuh, ia tak mau mundur saat ini, Hans memang terluka tapi bukan harus lari terus dari kenyataan,”aku butuh jawabanmu,” teriak Senja dalam hati.


“Untuk apa minta maaf, semua bukan salahmu, lalu kenapa harus menghindariku,”


Hans mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk, mata


mereka kini saling bertemu. Hatinya remuk redam memadang wajah gadis di depannya


itu, “Aku salah, aku minta maaf,” gumam Hans pelan, pria itu mencoba berdiri, berjalan


tertatih lalu berhenti tepat didepan kursi dimana Senja duduk.


Hans menggenggam kursi yang di duduki Senja, sekuat tenaga ia memaksa kakinya agar mampu meraih gadis itu, “Maaf...maaf...” gumamnya sembari memeluk tubuh Senja yang seakan tak bertenaga itu.


Air mata Senja sudah tak terbendung, untuk pertama kalinya mereka menangis bersama, bukan karena senang saling bertemu tapi  perasaan bersalah satu sama lain.


*-----*


“Dia baik padamu ?” tanya Hans, kini mereka berdua sudah cukup tenang untuk bicara, keduanya duduk bersebelahan sambil memandang gerimis di depan jendela.


“Iya,”


“Baguslah, kau harus bahagia dan jangan menunggu lelaki cacat sepertiku,”


“Hemm..,” Senja diam tertunduk, ia tak mau menangis lagi walau hatinya remuk mendengar kalimat putus asa itu.


“Pergilah sekarang, aku mau istirahat,” ucap Hans sambil mendorong kursi rodanya menuju tempat tidur. Dengan susah payah pria itu menaiki tempat tidurnya dan Senja hanya melihatnya saja, ia tahu Hans tak akan mau dibantu, karena itu akan membuatnya terluka.


Senja mengambil tasnya yang ada di nakas samping tempat tidur, ia melihat Hans sudah memejamkan matanya, walau ia tahu lelaki itu tak tidur, tanpa sepatah kata lagi, ia berjalan keluar dan menutup pintunya perlahan.


“Sudah ?”


Senja terkejut ketika Dime sudah berdiri di depan pintu, ‘Sejak kapan dia (Dime) ada di situ,’ pikir Senja dalam hati.


“Kak Dimi, jemput aku,”


“Heem, ayo kita pulang,”

__ADS_1


“Iya,”


*-*


Dime Pov


                Ini sudah kesekian kalinya dia


begini, sebenarnya dia menganggapku apa, suami, teman, sahabat atau kakak. Dia


memelukku sambil menangis tersedu, berbicara, menumpahkan semua yang dia


rasakan saat ini, tak ada yang ditutupinya, juga tentang Hans mantan


tunangannya itu.


“Kita mau kemana kak Dimi,” tanyanya dengan mata masih memerah karena habis menangis


“Jalan-jalan,”


“Kemana ?”


Aku hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaannya, ia pun tak komplain, karena sibuk mengusap wajahnya dengan tissu, jangan tanya berapa banyak yang ia habiskan, yang jelas keranjang sampah di mobil ini sudah penuh sesak dengan tisu bekas air mata dan ingusnya.


Perjalanannya lumayan jauh, aku sengaja membawanya keluar kota, bukan semata-mata ingin menenangkannya, tapi juga untuk merefres otakku yang penuh lengkap dengan problematika hatiku.


Pertemuan Senja dengan pria masa lalunya saja sudah membuatku gusar ditambah lagi dengan kehadiran Marisa yang tiba-tiba datang ke kantorku tadi pagi.


“Kita kembali bersama saja mas, aku rindu kalian, aku ingin memulainya dari awal,” itu yang diucapkannya. Andai kalimat itu diucapkan sebelum Senja masuk ke kehidupanku, tentu aku akan menerimanya dengan senang hati walau wanita itu telah mencampakkanku dahulu.


Tapi kini berbeda, ada hati yang harus kujaga, aku sangat ....


“Ah Puncak ?” suara Senja tiba-tiba membuyarkan lamunanku, padahal baru saja kulihat dia terlelap.


“Heem... kok kesini sih,,, kak Dimi mau ngajak aku liburan,”


“Nggak mau ?”


“Mau sih, mau banget malahan, tapi ...


“Tapi apa ? “


“Nggak deh, nggak jadi !”


Kulihat lesung pipinya tenggelam kedalam, terlelap sesaat tampaknya membuat perasaannya membaik, dan juga membuat hatiku senang.


Akhirnya kami sampai di villa yang sudah lama tak kukunjungi, untunglah masih terawat dan bersih, aku suka tempat ini, tenang dan


sejuk, rasanya membuat pikiran menjadi tenang.


“Kak Dimi, kita nginep di sini ? berdua aja ? Radinka sama Mommy nyusul gak ?”


Rentetan pertanyaannya tak satupun kujawab, aku hanya tersenyum sambil membuka pintu mobilnya, dan ... huh... lagi-lagi .... gadis


ini langsung memelukku dan minta digendong masuk kedalam.


Beginilah kalau manjanya kumat, setelah menangis kejer berjam-jam, ia selalu merengek minta dipeluk, aku jadi berfikir apa ia selalu seperti itu, manja dengan siapa saja tapi hatiku selalu berharap ia melakukannya


hanya padaku.


“Senja kamu gak lapar ?” tanyaku padanya sambil mengeluarkan bungkusan makanan yang sempat kubeli sebelum menjemputnya tadi.


“Laper, kak Dimi bawa apa tuh ?”

__ADS_1


“Roti, nanti kalau sudah mandi baru kita jalan-jalan cari makan,”


“Oke,”


Dia langsung menyambar roti yang kuberikan sedangkan aku


bersandar dibahunya, aku selalu suka dengan aroma tubuhnya yang manis.


“Senja,,, tadi aku bertemu Marisa,”


“Marisa ? Marisa siapa ?”


“Marisa itu ibunya Radinka,”


....^-*.....


Senja POV


Sumpah, aku terkejut setengah mati mendengar ucapan kak Dimi,


jegder ... rasanya tersambar petir, jadi wanita itu benar-benar menemui kak Dimi


seperti yang diucapkan mommy, apa dia benar-benar akan mengambil Radinka atau


mengajak kak Dimi kembali lagi, lalu aku ...


Baru saja mendengar ucapan yang menyakitkan dari Hans, apa aku benar-benar mendapat jackpot hari ini, dua pria mencampakan ku dalam sehari,


“Oh ketemu mantan ya,,,, pasti kak Dimi senang ya,,,” ucapku yang kutambahi senyuman, walaupun aku tak ingin tersenyum kali ini, aku tahu kak Dimi sangat mencintai wanita itu dan aku hanya pengganggu yang tiba-tiba masuk ke kehidupannya, sadar Senja sadar, pantas saja hari ini ia begitu baik


padaku, ternyata ini alasannya.


Kenapa lelaki selalu begitu,,,, selalu memberikan bunga mawar sebelum memberikan durinya.


“Entahlah, apa aku senang atau tidak, tapi yang jelas aku terkejut,”


“Terkejut ? Kenapa ?” tanyaku lagi, kini roti yang tadinya manis, sudah berasa asem seperti mau basi.


“Dia memintaku kembali bersamanya,”


Jegder...Jegder...


Sumpah, ini namanya sakit tak berdarah, dengan santainya ia berkata begitu, please deh Dimitri Alexander, begini-begini aku ini masih isterimu, kenapa kamu jahat sekali. Aku kira selama ini berceritera tentang


Hans padanya adalah suatu yang tepat, nyatanya dia mau balas dendam padaku


sekarang, Huaaaaa.....


“Ya sudah... kembali saja sana.... kan kalian bakalan bahagia,” jawabku, sialnya nada suaraku terdengar bergetar,,, ish aku benci


ini,,, tak lama kuliahat dia bangkit lalu duduk di hadapanku,


Dua lelaki tampan yang menjahatiku hari ini, awas saja kalian..


“Senja tak keberatan ?” tanyanya sambil menatap mataku dalam, jujur aku tak bisa membalas tatapannya, aku hanya diam,,, oh Tuhan aku ingin memaki pria ini sekarang


“Kalau dulu dia bertanya padaku begitu, pasti aku akan langsung mengiyakannya, tapi sayangnya kalau sekarang berbeda,,,”


Ia memberhentikan kalimatnya, lalu memajukan wajahnya semakin dekat dengan wajahku


“Kenapa ?”


“Karena aku sudah jatuh cinta padamu Senja, AKU MENCINTAIMU,”

__ADS_1


Entah harus kubagaimanakan wajahku, tapi tak lama ia langsung melesap bibirku dengan ciuman yang sangat dalam....////// bersambung.


__ADS_2