
SENJA untuk Sang Direktur
Chapter 20
Malam itu setelah berbincang panjang lebar, akhirnya Iwan
tertidur di sebelah Senja, tidak seperti malam sebelumnya, entah kenapa malam
ini terasa begitu sunyi, perawat yang biasanya datang untuk memeriksa pun, tak
kelihatan batang hidungnya.
Hans juga, hampir satu jam belum datang kembali. Senja
merasa gelisah, tangannya terus menggenggam tangan Iwan yang tertidur pulas.
“Kreeek ...” tiba-tiba pintu kamar
terbuka, mata Senja menatap waspada pada sosok yang berjalan masuk.
‘”Siapa ?“
Orang itu tersenyum dan memberikan secarik kertas tanpa
berucap sepatah katapun. Senja membuka lipatan kertas yang tulisannya tak
banyak namun cukup memprovokasinya. “IKUTLAH DENGANNYA, KALAU TIDAK INGIN
MELIHAT SEORANG GADIS JATUH BUNUH DIRI DARI ATAS GEDUNG INI “
Entah kenapa pikiran Senja langsung tertuju pada Nadia,
karena semua rangkaian kejadian ini, hingga ia bisa bertemu Jose juga berkaitan
dengan Nadia, ‘Lalu siapa sebenarnya Nadia itu”
Senja menarik nafas dalam, tanpa pikir panjang gadis itu
mencabut infusnya dengan kasar, hingga darahnya menetes ke lantai. “Ayo !”
Benar saja, alasan kenapa malam ini terasa sunyi adalah
karena orang-orang itu sudah mengaturnya. Di luar kamar, beberapa petugas juga
tampak tertidur pulas, lorong yang mereka lewati juga sepertinya sudah steril,
‘siapa mereka ini, mengapa begitu terorganisir. Seperti di film mafia aja,
jangan-jangan Nadia itu anak gengster ... huhuhu ’ batin Senja.
Lelaki yang menuntunnya, merasa heran kenapa Senja masih
bisa tersenyum sendiri padahal jelas sedang dalam bahaya besar. “Apa lo
liat-liat, gak pernah liat cewek cantik,” bentak Senja tiba-tiba, Akhirnya
mereka sampai di baseman, dan masuk ke mobil bercat hitam.
Sementara di sisi lain, Hans bersama dua petugas tak
berseragam sedang mengamati Senja dari jauh, mereka membuntutinya hingga mobil
itu keluar dari area rumah sakit.
Hans memilih tidak ikut dengan mobil yang digunakan petugas,
ia menggunakan mobil miliknya namun terus mengkontak kedua polisi itu. Ia tak
habis pikir mengapa harus mengikuti scenario, menjadikan Senja umpan. Namun
disisi lain ia juga tidak ada pilihan lain, agar Senja bisa bebas dari
cengkraman komplotan itu.
Mobil yang ditumpangi Senja melaju kencang menembus
kegelapan malam, entah memang karena jalanan sepi atau mereka tahu sedang
dibuntuti, kecepatan mobil itu luar biasa bahkan ketika melintas ditengah jalan
yang masih ramai.
Petugas menjadi kalang kabut, ketika mobil itu masuk ke
jalan yang berkelok dan banyak simpang,
akhirnya mereka tidak membuntuti lagi namun lebih tepat dikatakan sedang
kejar-kejaran.
Salib menyalip tak terelakan bahkan polisi sempat
mengeluarkan tembakan peringatan sebelum menembak ban mobilnya,,, “Ckittt....”
mobil itu tergelincir dan berputar hingga akhirnya berhenti karena menabrak
__ADS_1
pohon.
Petugas sudah siap dengan senjata dan Hans berdiri
dibelakang mereka. Namun Hans merasa sangksi karena mobil yang pertama keluar
dari rumah sakit dengan mobil yang terhenti ini terlihat berbeda, walau sama-sama
hitam dengan plat yang sama.
Semua terkejut karena isi mobil itu kosong dan hanya seorang
lelaki yang sedang mengangkat tangan karena ditodong senjata oleh petugas,
tanpa basa basi lelaki itu langsung diintrogasi.
“Mereka menggunakan plat palsu dan menggantinya ditengah
jalan,” kata seorang petugas pada Hans
“shit ....” Hans memaki dan langsung pergi meninggalkan
tempat itu, beberapa kali ia memijat kepalanya yang terasa penat, “Senja tunggu
aku !”
...... ^-*......
Nadia duduk dengan tangan terikat, ada beberapa lebam
diwajahnya. Mata gadis itu sembab, dengan kasar seorang pria menarik lakban di
mulutnya, membuat ia terpekik.
“Kau lihat akibat perbuatanmu, kekacauan, dan hampir saja
kau membuat Jose mati terbakar !”
“huh,,,, kau bilang ini perbuatanku, jangan melempar
kesalahan bukankah kau yang melakukannya, tante Qory,”
“hahahaha”
Qory mengambil segelas air dan menyiramkannya kewajah Nadia,
“perempuan tak tahu malu, lupa kau dengan asal usulmu, lalu merasa seperti
Cinderella yang berubah menjadi Putri,”
baru yang layak disebut sebagai manusia !”
“Perempuan sialan,,, Kean cepat lakban mulutnya, suaranya
sangat bising,,, lihat sebentar lagi
siapa yang akan datang,,, apa kau masih bisa sombong, Nadia sayang !”
Qory melenggang meninggalkan Nadia yang terbungkam, dalam
hatinya Nadia gusar, siapa lagi yang akan ikut terseret dalam masalahnya kali
ini.
Sekitar setengah jam kemudian, terdengar suara mobil
berhenti dan langkah kaki beberapa orang
masuk ke ruangan yang cukup luas itu. Nadia mencoba mengangkat kepalanya yang
terasa berat, alangkah terkejutnya Nadia ketika yang masuk itu adalah Senja.
Mata Senja terarah pada sosok yang terikat diujung sana, ia
mencoba menenangkan dirinya agar tidak gegabah,’itu mbak Nadia kan, ya Allah
siapa yang melakukan ini !’
“Selamat datang Senja, sudah lama tak bertemu ternyata kau
tumbuh jadi gadis yang cantik !”
Senja menoleh kearah suara yang menyebut namanya, jantungnya
langsung berdetak kencang, mengetahui itu adalah Qory, wanita yang pernah
menyekapnya sepuluh tahun yang lalu. “berarti wanita yang dipesta waktu itu
benar tante Qory” bathin Senja
“Senja...Senja ... Senja, apa kabar nak !”
“Kabar baik tante, ternyata sepuluh tahun tak membuat tante
berubah ya !” Senja membuat suaranya setenang mungkin agar tak terlihat
__ADS_1
ketakutan
“Heem.... Siapa yang kau cari sayang ? Jose ?” ucap Qory
saat melihat mata Senja yang berkeliling seperti mencari sesuatu
Dengan senyum licik, Qory mengambil telponnya. Sepertinya
sudah dapat ditebak siapa yang dihubungi olehnya. “antar tamu kita ke kamar,
Kean !”
Mendengar kalimat tersebut, membuat Senja panik, apalagi
dengan kasarnya Kean menarik lengan Senja dan menyeret gadis itu ke kamar.
Senja berteriak histeris sambil meronta, namun jelas tenaga Kean berlebih kali
lipat dari padanya.
“Lepaskan dia Qory, dia tidak bersalah !” teriak Nadia
histeris
“Ohoho, kamu tahu Nadia, Mr. Hiroshi pasti akan senang
dengan gadis liar sepertinya, iyakan ... hahaha,,,,!”
Qory tak menghiraukan teriakan-teriakan Nadia, wanita itu sibuk menghubungi klien
Jepangnya itu, menawarkan gadis baru sebagai pengganti Nadia.
......*-^......
Jose datang sendiri ketempat Qory, ketika wanita itu
menghubunginya sejam lalu. Ia tak mempunyai firasat apapun, saat Qory
mengatakan ada barang baru yang boleh dicicipinya.
“Cepat sekali kau datang, sendirian saja ? Mana Moran ?”
“Entahlah, mana yang
harus kucicipi ?”
“aih... sabarlah, ini barang bagus, masih fresh dan liar,
kamu pasti suka !”
Jose tersenyum, tak biasanya tantenya itu berbaik hati
padanya, apalagi ini mengenai gadis baru yang masih belum terjamah alias
perawan.
Qory memberikan kode pada Kean, tak lama lelaki kekar
itu kembali membawa suntikan dan
menyerahkannya pada Qory.
“Hey, tante aku tak perlu obat semacam itu !”
“Kau sedang terluka, dengan ini dapat membuatmu lebih menikmatinya !”
Jose tak membantah ketika Qory menyuntikan obat itu pada
lengannya, tak berapa lama berselang,
Jose merasa libidonya mulai naik.
Kean mengantar Jose kekamar dimana Senja di tempatkan.
Setelah Jose masuk, pintu kembali dikunci dari luar, Jose memandang seluruh
ruangan dan mendapati sosok yang ada disana.
Senja terkejut ketika pintu terbuka dan seseorang masuk
kedalam, gadis itu merasa lega karena yang masuk adalah orang yang dikenalnya.
“Kak Jose.... itu kak Jose kan ? “
‘Damn’ Jose mengutuk
dirinya sendiri, “Jangan mendekat ! “ teriakan Jose membuat Senja terkejut,
gadis itu mundur beberapa langkah.
“Tembak aku, jika aku berbuat sesuatu padamu !” teriak Jose lagi
sambil melempar pistolnya di depan Senja . ////// bersambung
“Makasih ya yang sudah baca, ...^-*...”
__ADS_1