Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Siapa Nadia ?


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 20


Malam itu setelah berbincang panjang lebar, akhirnya Iwan


tertidur di sebelah Senja, tidak seperti malam sebelumnya, entah kenapa malam


ini terasa begitu sunyi, perawat yang biasanya datang untuk memeriksa pun, tak


kelihatan batang hidungnya.


Hans juga, hampir satu jam belum datang kembali. Senja


merasa gelisah, tangannya terus menggenggam tangan Iwan yang tertidur pulas.


“Kreeek ...”  tiba-tiba pintu kamar


terbuka, mata Senja menatap waspada pada sosok yang berjalan masuk.


‘”Siapa ?“


Orang itu tersenyum dan memberikan secarik kertas tanpa


berucap sepatah katapun. Senja membuka lipatan kertas yang tulisannya tak


banyak namun cukup memprovokasinya. “IKUTLAH DENGANNYA, KALAU TIDAK INGIN


MELIHAT SEORANG GADIS JATUH BUNUH DIRI DARI ATAS GEDUNG INI “


Entah kenapa pikiran Senja langsung tertuju pada Nadia,


karena semua rangkaian kejadian ini, hingga ia bisa bertemu Jose juga berkaitan


dengan Nadia, ‘Lalu siapa sebenarnya Nadia itu”


Senja menarik nafas dalam, tanpa pikir panjang gadis itu


mencabut infusnya dengan kasar, hingga darahnya  menetes ke lantai. “Ayo !”


Benar saja, alasan kenapa malam ini terasa sunyi adalah


karena orang-orang itu sudah mengaturnya. Di luar kamar, beberapa petugas juga


tampak tertidur pulas, lorong yang mereka lewati juga sepertinya sudah steril,


‘siapa mereka ini, mengapa begitu terorganisir. Seperti di film mafia aja,


jangan-jangan Nadia itu anak gengster ... huhuhu ’ batin Senja.


Lelaki yang menuntunnya, merasa heran kenapa Senja masih


bisa tersenyum sendiri padahal jelas sedang dalam bahaya besar. “Apa lo


liat-liat, gak pernah liat cewek cantik,” bentak Senja tiba-tiba, Akhirnya


mereka sampai di baseman, dan masuk ke mobil  bercat hitam.


Sementara di sisi lain, Hans bersama dua petugas tak


berseragam sedang mengamati Senja dari jauh, mereka membuntutinya hingga mobil


itu keluar dari area rumah sakit.


Hans memilih tidak ikut dengan mobil yang digunakan petugas,


ia menggunakan mobil miliknya namun terus mengkontak kedua polisi itu. Ia tak


habis pikir mengapa harus mengikuti scenario, menjadikan Senja umpan. Namun


disisi lain ia juga tidak ada pilihan lain, agar Senja bisa bebas dari


cengkraman komplotan itu.


Mobil yang ditumpangi Senja melaju kencang menembus


kegelapan malam, entah memang karena jalanan sepi atau mereka tahu sedang


dibuntuti, kecepatan mobil itu luar biasa bahkan ketika melintas ditengah jalan


yang masih ramai.


Petugas menjadi kalang kabut, ketika mobil itu masuk ke


jalan yang berkelok  dan banyak simpang,


akhirnya mereka tidak membuntuti lagi namun lebih tepat dikatakan sedang


kejar-kejaran.


Salib menyalip tak terelakan bahkan polisi sempat


mengeluarkan tembakan peringatan sebelum menembak ban mobilnya,,, “Ckittt....”


mobil itu tergelincir dan berputar hingga akhirnya berhenti karena menabrak

__ADS_1


pohon.


Petugas sudah siap dengan senjata dan Hans berdiri


dibelakang mereka. Namun Hans merasa sangksi karena mobil yang pertama keluar


dari rumah sakit dengan mobil yang terhenti ini terlihat berbeda, walau sama-sama


hitam dengan plat yang sama.


Semua terkejut karena isi mobil itu kosong dan hanya seorang


lelaki yang sedang mengangkat tangan karena ditodong senjata oleh petugas,


tanpa basa basi lelaki itu langsung diintrogasi.


“Mereka menggunakan plat palsu dan menggantinya ditengah


jalan,” kata seorang petugas pada Hans


“shit ....” Hans memaki dan langsung pergi meninggalkan


tempat itu, beberapa kali ia memijat kepalanya yang terasa penat, “Senja tunggu


aku !”


...... ^-*......


Nadia duduk dengan tangan terikat, ada beberapa lebam


diwajahnya. Mata gadis itu sembab, dengan kasar seorang pria menarik lakban di


mulutnya, membuat ia terpekik.


“Kau lihat akibat perbuatanmu, kekacauan, dan hampir saja


kau membuat Jose mati terbakar !”


“huh,,,, kau bilang ini perbuatanku, jangan melempar


kesalahan bukankah kau yang melakukannya, tante Qory,”


“hahahaha”


Qory mengambil segelas air dan menyiramkannya kewajah Nadia,


“perempuan tak tahu malu, lupa kau dengan asal usulmu, lalu merasa seperti


Cinderella yang berubah menjadi Putri,”


baru yang layak disebut sebagai manusia !”


“Perempuan sialan,,, Kean cepat lakban mulutnya, suaranya


sangat bising,,,  lihat sebentar lagi


siapa yang akan datang,,, apa kau masih bisa sombong, Nadia sayang !”


Qory melenggang meninggalkan Nadia yang terbungkam, dalam


hatinya Nadia gusar, siapa lagi yang akan ikut terseret dalam masalahnya kali


ini.


Sekitar setengah jam kemudian, terdengar suara mobil


berhenti  dan langkah kaki beberapa orang


masuk ke ruangan yang cukup luas itu. Nadia mencoba mengangkat kepalanya yang


terasa berat, alangkah terkejutnya Nadia ketika yang masuk itu adalah Senja.


Mata Senja terarah pada sosok yang terikat diujung sana, ia


mencoba menenangkan dirinya agar tidak gegabah,’itu mbak Nadia kan, ya Allah


siapa yang melakukan ini !’


“Selamat datang Senja, sudah lama tak bertemu ternyata kau


tumbuh jadi gadis yang cantik !”


Senja menoleh kearah suara yang menyebut namanya, jantungnya


langsung berdetak kencang, mengetahui itu adalah Qory, wanita yang pernah


menyekapnya sepuluh tahun yang lalu. “berarti wanita yang dipesta waktu itu


benar tante Qory” bathin Senja


“Senja...Senja ... Senja, apa kabar nak !”


“Kabar baik tante, ternyata sepuluh tahun tak membuat tante


berubah ya !” Senja membuat suaranya setenang mungkin agar tak terlihat

__ADS_1


ketakutan


“Heem.... Siapa yang kau cari sayang ? Jose ?” ucap Qory


saat melihat mata Senja yang berkeliling seperti mencari sesuatu


Dengan senyum licik, Qory mengambil telponnya. Sepertinya


sudah dapat ditebak siapa yang dihubungi olehnya. “antar tamu kita ke kamar,


Kean !”


Mendengar kalimat tersebut, membuat Senja panik, apalagi


dengan kasarnya Kean menarik lengan Senja dan menyeret gadis itu ke kamar.


Senja berteriak histeris sambil meronta, namun jelas tenaga Kean berlebih kali


lipat dari padanya.


“Lepaskan dia Qory, dia tidak bersalah !” teriak Nadia


histeris


“Ohoho, kamu tahu Nadia, Mr. Hiroshi pasti akan senang


dengan gadis liar sepertinya, iyakan ...  hahaha,,,,!”


Qory tak menghiraukan teriakan-teriakan  Nadia, wanita itu sibuk menghubungi klien


Jepangnya itu, menawarkan gadis baru sebagai pengganti Nadia.


......*-^......


Jose datang sendiri ketempat Qory, ketika wanita itu


menghubunginya sejam lalu. Ia tak mempunyai firasat apapun, saat Qory


mengatakan ada barang baru yang boleh dicicipinya.


“Cepat sekali kau datang, sendirian saja ? Mana Moran ?”


“Entahlah,  mana yang


harus kucicipi ?”


“aih... sabarlah, ini barang bagus, masih fresh dan liar,


kamu pasti suka !”


Jose tersenyum, tak biasanya tantenya itu berbaik hati


padanya, apalagi ini mengenai gadis baru yang masih belum terjamah alias


perawan.


Qory memberikan kode pada Kean, tak lama lelaki kekar


itu  kembali membawa suntikan dan


menyerahkannya pada Qory.


“Hey, tante aku tak perlu obat semacam itu !”


“Kau sedang terluka, dengan ini dapat membuatmu  lebih menikmatinya  !”


Jose tak membantah ketika Qory menyuntikan obat itu pada


lengannya,  tak berapa lama berselang,


Jose merasa libidonya mulai naik.


Kean mengantar Jose kekamar dimana Senja di tempatkan.


Setelah Jose masuk, pintu kembali dikunci dari luar, Jose memandang seluruh


ruangan dan mendapati sosok yang ada disana.


Senja terkejut ketika pintu terbuka dan seseorang masuk


kedalam, gadis itu merasa lega karena yang masuk adalah orang yang dikenalnya.


 “Kak Jose....  itu kak Jose kan ? “


‘Damn’  Jose mengutuk


dirinya sendiri, “Jangan mendekat ! “ teriakan Jose membuat Senja terkejut,


gadis itu mundur beberapa langkah.


“Tembak aku, jika aku berbuat sesuatu padamu !” teriak Jose lagi


sambil melempar pistolnya di depan Senja . ////// bersambung


“Makasih ya yang sudah baca, ...^-*...”

__ADS_1


__ADS_2