Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Hans Vs Senja


__ADS_3

SENJA Untuk Sang Direktur


Chapter 2


Hans beberapa kali mengutuk dirinya, kenapa bisa-bisanya


untuk kesekian kali ia dipermainkan oleh gadis itu. Kalimat tenang nan menusuk


itu masih terngiang jelas ditelinganya,


“Direktur, lo cium orang sembarangan gak takut kena penyakit


menular, sebaiknya periksa ke dokter, kan gak lucu ntar tiba-tiba kena penyakit


aneh gara-gara kena liur gue !”


Hans melempar berkas pemeriksaan kesehatannya didepan Fabio,


wajahnya tampak kesal dan capek karena seharian harus mengikuti serangkaian pemeriksaan


di rumah sakit, pria itu menghempaskan tubuhnya di kursi sambil mengusap


wajahnya.


“Hasilnya gimana “ tanya Fabio sambil menyeruput kopi


dihadapannya.


“Positif”


“Ha ! Serius ?”


“ Iya, serius, positif gue dikerjain cewek sialan itu “


“Ha ? hahaha ....


Tawa Fabio meledak, lelaki itu tak menyangka sahabat


sekaligus bosnya itu bisa dikerjai cewek magang itu sampai segitu paniknya.


“Mana gue tau, dia ngomongnya tenang begitu, seakan-akan abis gue cium dia,


dunia bakalan kiamat !”


“Emang dia bilang apaan ?”


“Dia bilang dia kena HIV”


“wa haha” tawa Fabio kembali pecah, bahkan kini hampir air


matanya keluar, setelah tahu Hans sampai melakukan pemeriksaan darah. “Lo


tenang aja, biar gue yang urus tu cewek, besok gue bakal ke kampusnya untuk


tanda tangan kontrak mati itu “ ucap Fabio yang ditanggapi dingin oleh Hans.


  ......(^-^).......


Senja tampak termenung didepan cermin,  bibirnya bengkak dan merah karena terus


digosok olehnya. ‘Awas aja, kalo ketemu lagi, gue garuk tu mukanya pake sisir,


biar rapi, dasar kurang ajaaaaarrrr’ Gadis itu menjatuhkan tubuhnya di kasur,


sambil melampiaskan emosinya pada Boneka beruang teddy yang bertuliskan nama


Ryuji, ‘gak dia gak elo, sama aja...argggg....


Saking kesalnya ia sampai terlelap,... heem, hidung Senja


mencium aroma khas anak kost, bau kaldu ayam yang dicampur dengan telur dan


juga rawit pedas, mata gadis itu mengintip sedikit, sosok yang tak asing sedang


menikmati semangkok mie instans yang legendaris .


“Kapan lo datang ?”


“Udah sejam lalu, lo liat kamar lo sampai bersih gini, “


sahut Vanya yang tak melepaskan matanya dari TV


“Jadi lo buang dimana baju-baju gue “

__ADS_1


“tu !”


Mata Senja terbelalak melihat pakaian bersih dan kotornya


dijadikan satu oleh Vanya, gadis itu terus mengomel sambil memisahkan kembali


baju-baju yang tercampur itu. Vanya tertawa kecil ketika melihat bibir Senja.


“Ya elah kenapa tu bibir, hot sekali nampaknya, sampe jontor


gitu”


Senja hanya mencibir lalu melongos pergi sambil membawa


pakaian kotornya ke laundry di depan kosan.


“Jadi mau cerita gak ni ?”  tanya Vanya yang kini sudah fokus pada sahabatnya itu, dia bahkan sudah


memakai piyama untuk tidur di kosannya  Senja malam ini. Senja mengerutkan keningnya, menatap wajah Vanya yang


penuh tanda tanya, akhirnya gadis itu menceritakan semuanya hingga membuat


perasaannya lega.


 .....(^_^).......


Mood Senja tampaknya sedikit membaik, dengan optimisnya


gadis itu melangkah ke ruang akademik untuk meminta perpindahan tempat magang


sesuai dengan saran Vanya.


“Maaf, mbak Senja bisa kita bicara sebentar” ucap seorang


berkemeja putih lengkap dengan dasi dan rambut klinisnya. Senja menatap lelaki


itu dari bawah hingga atas, “siapa ?”


Fabio menjabat tangan Senja yang dari tadi memandangnya


dengan tatapan curiga, akhirnya mereka menjauhi ruang akademik dan memilih


tempat yang lebih leluasa untuk berbincang.


disampaikan oleh Fabio, terdengar  halus


namun mengancam, ‘Gila’ gak bos, gak anak buah sama aja. Awas lo direktur mesum,’batin


Senja.


“Ada apa ya mbak Senja, biar cepat  silahkan tanda tangan !”


“Lo kira gue mau tanda tangan ?”


“Ya terserah mbak Senja, kalau ga mau tanda tangan, jangan


salahkan saya, kalau harus mengulang mata kuliahnya tahun depan !


 “Lo ancam gue ?” mata


Senja membulat memandang Fabio, belum sempat lelaki itu berbicara lagi, Senja


sudah memukulnya dengan tas,


“mbak tolong, jangan brutal !”


“lo bilang gue brutal, lalu yang dilakuin bos lo itu apa ?


pelecehan ?”  Senja tak dapat menahan


emosinya ia terus memukul Fabio hingga membuat  pria itu harus lari menghindar sayangnya masih bisa dikejar  bahkan dasi nya berhasil ditarik Senja.


....  (^-^)......


“Ini !” ujar Fabio sambil meletakan kontrak mati yang sudah


ditandatangani Senja  di meja Hans


Hans tersenyum kecil , namun  tak lama ia mengernyitkan dahinya “Kenapa kontraknya jadi berubah ?” Hans


bertanya lalu menoleh kearah Fabio, seketika  tawanya pecah melihat wajah Fabio yang kusut, rambut klinis dan bajunya


acak-acakan,

__ADS_1


“Lo habis diperkosa ? “ tanya Hans meledek.


“cewek bar-bar itu buat gue jadi gini, untung  cantik !”


“Siapa yang lo bilang cantik ?” Hans memberikan segelas air


putih pada Fabio dan langsung ditenggak habis olehnya.


“cewek yang lo bilang bibirnya manis itulah, jantung gue


hampir mau copot !”


“Emang lo apain tu cewek “ tanya Hans penasaran


Fabio tak menjawab pertanyaan  Hans , ia malah bersiul kecil sambil masuk ke


kamar mandi, membuat Hans bertambah kesal.


Hans membaca isi kontrak yang sudah ditandatangani Senja, ia


mengetuk-ngetukkan jarinya dimeja “Sial, ini sih bukannya malah nguntungin


cewek itu, dasar Fabio,” gumam Hans.


Handphone Hans berdering, tertulis nama Kella disana, walau


ragu namun pria itu tetap mengangkatnya. Teman semasa kecilnya dan juga cinta


pertamanya, Hans menghela nafas panjang setelah menutup telponnya.


Gadis itu dengan manjanya minta ditemani untuk memilih


cincin pertunangan dan pahitnya, cincin itu akan digunakan Kella dengan pria


lain. Hans menyeringai, dari dulu hingga kini, tak satupun permintaan Kella


bisa ditolaknya.


Dan tak ada yang bisa menggantikan posisi Kella di hati


Hans, walaupun gadis itu akan bertunangan dengan Ryuji, sepupu Hans.


......^0^........


“Senja, lo udah belum sih lama banget, bentar lagi acaranya


mulai nih !”


“Vanya, lo yakin mau bawa gue kesana, Ryu itu mantan gue,


liat dia tunangan dengan orang lain, hati gue sakit, tau gak sih lo!” Vanya


menerobos masuk ke kamar Senja, melihat gadis itu masih terpaku didepan cermin.


Vanya mengusap airmata Senja yang tiba-tiba membasahi pipinya,


“Ryu itu kakak gue, lucukan sahabat gue malah gak datang,


lagian mama dan papa sudah pesen dari jauh hari agar lo dateng. Lo anteng aja,


anggap saja udah move on, walau pun belum sih !” ujar Vanya sambil mengerahkan


seluruh kemampuan make up nya untuk mempercantik wajah Senja.


“Wow perpect, gue yakin Ryu nangis darah ninggalin lo” Vanya


membalikkan badan Senja menghadap ke cermin, make up flawless sangat cocok


untuk kulit bening Senja.


“ini gak berlebihan ya, gaunnya juga kebuka banget!


“Awas kalau lo copot , itu mahal, tabungan gue terkuras buat


beli gaun itu !”


“ih, nape lo kasi gue kalo mahal”


“Habisnya gak muat di gue !”


Senja dan Vanya tertawa, akhirnya mereka berdua meluncur


dengan sedan sport milik Vanya ///// bersambung///

__ADS_1


Klik jempol ya, kalo  sudah makasih banyak  (^-^ unie )


__ADS_2