Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 38


__ADS_3

Senja untuk Sang Direktur


Tragedi Kamar Mandi


Sudah sepuluh hari Senja kembali ke Jakarta, walau kotanya


sama namun dengan rasa berbeda, karena sekarang ia tinggal bersama keluarga


mommy  Hima. Canggung jelas dan yang


pasti ia tak bebas, belum terbiasa dengan kebiasaan keluarga ini, sarapan dan


bangun pagi tepat pada waktunya, walaupun tak harus tapi setidaknya ia belajar


menyesuaikan diri.


Hari ini  wajah mommy Hima tampak sangat cerah, ia pun  bersemangat untuk menyiapkan makan malam walaupun ini masih pagi, “ Dime pulang hari ini,” bisiknya pada Senja, gadis itu hanya tersenyum dengan ekspresi


datar, “Bagus dong mom, Radinka pasti senang banget, “ jawab Senja santai.


“Emang kamu gak kangen sama suamimu ?”


“Ha ?,,, hahaha mommy ini ada-ada aja, ngomong aja gak


pernah gimana mau kangen !” jawabnya lugas sambil memasukan roti ke mulutnya


dalam porsi besar.


Mommy terdiam sejenak, ia baru sadar bahwa sejak menikah


Senja dan Dime belum pernah terlihat bersama, setelah dari Solo, Dime langsung


dinas keluar kota dan baru akan kembali nanti malam.


“Kalau begitu nanti malam kamu dandan yang cantik, sambut


suamimu pulang,”


“Ptfff,” Senja hanya menahan senyum menatap wajah Hima yang


serius, sebenarnya ia ingin membantah tapi tak tega melihat wajah mommy


Himanya.


-----^-*-----


Sejak sore Senja sudah meninggalkan rumah, ia tahu Dime akan


datang pukul lima sore jadi ia keluyuran bersama Vanya dan berencana pulang


ketika jam makan malam selesai.


Vanya dan Senja sedang duduk-duduk di cafe yang bernuansa


klasik, alunan suara piano membuat suasana hati Senja membaik, tapi telpon


genggamnya terus bergetar dan dibiarkan saja olehnya, Vanya yang mendegarnya


merasa risih dan jadi curiga pada sahabatnya itu,


“Siapa sih, kok gak diangkat ? gebetan baru ya !”


“Bukan, itu tante Hima !”


“Lalu kenapa gak diangkat?”


“Anaknya  baru pulang


dari luar negeri,,, gue gak pengen ganggu !”


“Lo kenapa sih jadi tinggal bersama mereka, lagiankan lo bisa tinggal bareng


gue, aneh banget, jadi curiga gue ?”


“Ye..,,, emang gue kenapa ?”


“ Jangan-jangan lo mau ngegebet anaknya, secarakan doi keren gitu,”


“Haha, emangnya lo pernah liat anaknya tante Hima yang mana


?”


“Ya pernahlah, ganteng walau udah om-om sih, gue


denger-denger duda anak satu ya ?”


“Haha,,, Vanya.... ada-ada aja sih lo. Betewe kenapa


emangnya kalau duda ? Mas Dewa juga duda,”


“Ya, setidaknya Dewa itu gak punya anak, kalau diakan,,, akh


ribet deh kalau punya hubungan dengan pria dewasa, belum lagi alasan mereka


cerai,,, tuh kan bikin pusing,”

__ADS_1


“Heem...”


Senja terdiam sejenak, selama ini yang tak pernah memikirkan


sejauh itu, Dime itu orang seperti apa ia juga tak pernah tau, ‘ya sudahlah,


sudah terlanjur juga,’ pikirnya dalam hati.


“Lo kenape menghela nafas gitu, jangan-jangan gue bener lagi !”


“Apaan sih,”  Senja


hanya  mencibir mendengar ledekan


sahabatnya itu,


Malam semakin  larut,  akhirnya mobil Vanya sampai di depan kediaman Dime, Senja melambaikan


tangan pada sahabatnya itu sebelum mobilnya menjauh pergi. Seketika hati Senja


menjadi sepi, pandangannya mengarah pada mobil yang biasa digunakan Dime sudah


berada di garasi rumah.


“Sampai kapan gue begini,” gumamnya pelan sebelum melangkah


masuk lewat pintu belakang. Senja mengendap-endap masuk lewat pintu dapur, ia


sengaja minta cadangan kuncinya pada si mbok,


“La non baru pulang,,, ini udah jam brapa,, ibu nyariin non


dari tadi,” labrak si mbok tiba-tiba, wanita paruh baya itu lalu menghidupkan


lampu dan pandangan seketika menjadi terang.


“Baru juga jam sepuluh malam, mbok,,, galak amat,” sahut


Senja sambil menuang segelas air putih lalu menenggaknya hingga habis.


“Kan Mas Dime pulang hari ini, kok mbaknya malah keluyuran,


ibu marah-marah dari tadi,”


Senja lalu merangkul bahu mbok dan sedikit  berbisik,,,, “Aku canggung mbok,,, malu,


lagian aku sama mas Dime kan gak begitu kenal, jadi....., mbok ngertikan,”


Mbok terdiam,, wanita tua itu akhirnya sadar bahwa Senja


bukan karena keluyuran tak jelas, mungkin karena merasa tak nyaman, ia pun tahu


bagaimana sikap Dime yang dingin.


Mbok memandang wajah Senja dan  menangkap  rasa iba diwajah isteri kedua majikannya itu,


Senja tersenyum dan  meletakan jari


telunjuk di bibirnya lalu ditambah dengan isyarat kunci melalui jemarinya.


Mbok lalu membelai rambut Senja sambil tersenyum, “Non cepat


mandi sana, lalu istirahat,”


“Iya... tapi mbok gak boleh panggil non lagi,,,, panggil nak


Senja saja, ya,”


Mbok mengangguk dengan mata berkaca-kaca,,, lalu menatap


Senja yang berjalan masuk ke kamarnya, wanita tua itu membuka bungkusan yang


diberikan Senja sambil tersenyum.


....^-^.....


Senja langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, badannya


terasa penat, walaupun begitu ia merasa senang karena sudah lama sekali ia tak


jalan dengan Vanya.  Hampir saja ia


terlelap lalu terkejut  karena ada suara pesan


masuk di hapenya.


*Gue udah nyampe


*Syukurlah,,,, bobo gih


* Lo jangan lupa mandi\,\,\, lengket tau...


* Yo’i


Senja tersenyum, kalau tak ada pesan dari Vanya, pasti ia

__ADS_1


lupa untuk mandi.  Sambil


bernyanyi-nyanyi kecil Senja melepas pakaiannya, mengenakan handuk lalu


berjalan masuk ke kamar mandi, dan ia tak memperhatikan ada pakaian lain yang


tergantung depan kamar mandi.


Jantung Dime berdetak tak karuan, beberapa kali ia menelan


ludahnya, tubuh putih nan mulus tanpa berbalut selehai benang pun kini tampak


jelas di depannya. Aroma bunga yang keluar dari sabun yang digunakan gadis itu


seakan mengusik kelaki-lakian.


Senja yang tak sadar ada sepasang mata yang sedang melihat


tubuh polosnya, mulai membaluri seluruh badannya dengan cairan yang beraroma mawar,  mulai dari tangan beralih ke leher hingga ke setiap


lekuknya, lalu menuju ke bagian yang paling menonjol  dari tubuhnya


Detak jantung Dime seakan terhenti, ia tak bisa mengalihkan


pandangannya bahkan sedetikpun, bagian itu sangat putih bahkan lebih putih dari


busa sabun yang melumurinya, begitu besar dan berisi.


“akh,” gumamnya tanpa sadar, bagian tubuhnya yang lain tak


dapat dibohongi, dorongan hasrat yang menggebu yang lama tak dirasakannya.


Senja terhenti, tubuhnya kaku seketika saat telinganya


menangkap suara yang jelas bukan suaranya, gadis itu menelan ludah dan


memalingkan wajahnya ke sisi kanan dan... “ahggggggg


Senja berteriak sekuat tenaga sambil memukul-mukulkan


gayungnya ke arah Dime, Dime yang mencoba mengelak menangkap tangan Senja dan


karena licin mereka berdua terpeleset dan Senja jatuh tepat diatas tubuh Dime.


“Agrrrr... dasar mesum,,,, ,”


Senja terus mencoba memukul Dime dengan tangannya, ia tak


sadar dadanya sudah bersentuhan dengan lelaki itu tanpa alas sedikit pun,


“Tenang dulu....akh..,”


Senja tersentak mendengar leguhan suara Dime yang seperti


sedang terangsang sesuatu, ia baru sadar ketika memandang ke bawah,,,, dadanya


menempel ke dada Dime, bukan hanya dada  bahkan seluruh tubuhnya, hingga ia dapat merasakan sesuatu milik


Dime.


“Awww”, dengan panik Senja mencoba bangkit, namun kembali


terpeleset karena lantainya licin


“Aduh,,,” erang Dime ketika Senja kembali menimpa


tubuhnya.... “Kamu tenang dulu, dasar keras kepala,” ucap Dime


“Bagaimana mau tenang,,, dasar orang mesum gila,”


“Kamu yang gila,” Dime mencoba bangkit sambil memeluk tubuh


Senja, tentu saja gadis itu berontak, untungnya tenaga Dime jauh kuat berkali


lipat, setelah bersusah payah akhirnya  ia mampu bangkit dan berdiri.


Senja langsung mendorong Dime dan mengambil handuk untuk


menutupi tubuhnya, begitu juga Dime, mereka basah kuyup namun masih saling


bertengkar dengan suara nyaring.


Mommy yang kebetulan akan ke kamar Senja mendengar kegaduhan


itu langsung bergegas dan membuka pintu kamar yang memang tidak terkunci,,,


perempuan itu terkejut melihat anak dan menantunya hanya memakai handuk namun


dengan tatapan saling membunuh.


“Kalian sedang apa  ?“


///// bersambung


(makasih ya yang sudah baca... tinggalkan komen, kritik

__ADS_1


maupun saran.... sekali lagi terimakasih.... heppy reading *-*)


__ADS_2