
SENJA untuk Sang Direktur
Chapter 16
Jose tampak bersemangat, sejak pagi ia sudah merapikan pakaian yang akan dikenakannya nanti malam, ia pun
sudah menyiapkan setangkai mawar putih dan sekotak coklat. Ia tahu gadis itu
sangat menyukai makanan manis, jadi tak lupa ia menyiapkan potongan cake cantik
yang bahkan sayang untuk digigit.
Jose mengambil ponselnya, waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, ia
tersenyum, sebentar lagi ia akan menjemput bidadarinya, entah kenapa jantungnya
terasa tak bisa dikendalikan.
“Mo, kamu yakin gadis itu mau ikut dengan kita,” tanya Jose dengan cemas.
“Entahlah, reaksi gadis itu susah ditebak, bisa jadi kita dalam bahaya !”
Jose termenung, seketika ekspresinya berubah jadi murung, Moran hanya geleng-geleng kepala lalu
mengambil hape dari saku celananya.
“Cyn.... target sudah keluar ?”
“Belum, tapi kurasa akan sulit, karena selalu ada orang disekitarnya. Jose mana ?”
“Ada, biasa lagi ...
“suruh dia tunggu saja, aku akan membawa gadis itu !”
“Oke, thanks Cyn “
Seorang wanita seksi keluar dari mobil yang terparkir yang tak jauh dari JY group, dengan anggunnya wanita itu
masuk ke lobby dan berbicara dengan resepsionis,
“Ada yang bisa saya bantu mbak ?”
“Bisa saya bertemu dengan nona Senja ?”
“Oh, bisa tunggu sebentar, maaf kalau boleh tahu nama anda ?”
“Cynthia, nama saya Cynthia,”
.....*-*......
Senja menoleh beberapa kali pada wanita yang duduk menyetir disebelahnya, wanita anggun dengan lipstik merah
merona. Awalnya Senja menolak untuk ikut dengan wanita ini, namun setelah
wanita itu meyakinkan bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengannya, rasa
penasarannya mengalahkan pikiran takutnya.
‘Orang yang mengirimi hadiah selama ini, dia pun tahu tentang kejadian 10 tahun yang lalu, sungguh niat,,,,,’
Senja terhenyak ketika mobil itu berhenti di sebuah salon kecantikan, bahkan
dirinya diberikan sebuah gaun.
“Gue gak mau pake baju itu, apaan kurang bahan !”
“Eh, cewek gak tahu diri, sudah syukur dikasi baju, kalo gue biarin lo pegi telajang gimana ?” ucap Cynthia yang sudah berubah jadi monster di depan Senja.
“Eh, siapa yang gak tahu diri , ngaca ....
Kalimat Senja terhenti ketika Cynthia menodongkan senjata api dikepalanya, Gadis itu mendecih dan mengambil
gaun yang disodorkan Cynthia padanya.
Senja mengernyit melihat dirinya di cermin, baju itu membuat dada penuhnya terekspos dengan sempurna, ditambah
__ADS_1
lagi dengan belahan gaun yang menampakkan setengah paha mulusnya.
“Ampun dah, gue kayak kupu-kupu malam !”
“Haha, cantik kok !”
“Jangan samain gue dengan lo”
“Sialan lo !”
Cynthia menarik Senja masuk kedalam mobil, sedangkan gadis itu sibuk merapikan gaunnya yang terbuka disana
sini.
Senja melirik syal yang melilit di leher Cynthia, tanpa pikir panjang gadis itu menariknya dan memasang dileher
untuk menutupi belahan dadanya.
Cynthia memandang Senja dengan tatapan membunuh,
“jangan bilang gara-gara syal lo mau bunuh gue !”
Cynthia hanya mendesis kesal pada Senja, “Bisa-bisanya Jose suka sama cewek seperti kamu, crazy girls”
-----^0*------
Senja seakan tak percaya ia bisa berada di tepi pantai dengan nuansa yang begitu romantis, penerangan lampu yang ditata mengelilingi meja dengan kursi yang siapkan untuk dua orang. Seorang
pria dengan kemeja putih berdiri membelakanginya.
“Ditepi pantai gini apa gak takut kena tsunami ya !” ceplos Senja membuat lelaki itu menoleh kearahnya.
Jose tersenyum sambil berjalan ke arah Senja, gadis itu memperhatikan setiap detail pria yang mengarah padanya
itu. Pria tinggi besar dengan kulit sawo matang, dengan senyum yang dalam,
wajahnya lumayan tampan namun ada bekas luka panjang dipipinya yang memberikan kesan sangar.
“Senja ?”
“Bukan, gue mbok Ijah !”
“Apaan sih lo, emang gue emak lo,pake cium tangan segala !” Senja langsung menarik tangannya dan menyengir tak jelas.
Jose kembali tertawa,”memang reaksi tak terduga “ ucap Jose dengan terkekeh.
“Emang lo duga apaan !...
tunggu-tunggu kayaknya gue pernah liat lo deh, yang maling celana dalam kan !”
“Hahaha” Jose tak mampu lagi menahan tawanya, ia sampai mengambil minuman di atas meja.
“Mau minum,” ucapnya sambil menyodorkannya pada Senja.
“Minuman apaan tuh, ntar lo kasi obat, trus gue di *****-*****,,, ogah gue !”
“Ya udah kalau gak mau,,, yang ini saja, kan masih tertutup rapat !”
Senja mengambil soda kalengan yang disodorkan Jose padanya,
lalu duduk di kursi yang ada disana. Jose menarik kursi dan duduk disamping
gadis itu, ia tak memikirkan lagi makan malam romantis yang direncanakannya.
“Jadi lo secret admirer itu ?”
Jose hanya tersenyum sambil meneguk minumannya, “Kenapa ? kamu kecewa !”
“Hemm,,,, makasih ya !”
“Orang jelek kayak aku gak pantas buat wanita cantik sepertimu kan ?”
“Hari gini masih ngomongin fisik , Cuma lo tu gak sopan, jemput gue pake cara begituan sampai ditodongin pistol segala “
“Cynthia menodongmu ?”
“Dia taro pistol dikening gue, Cuma gara-gara gue gak mau pakai beginian !”
Jose menatap wajah Senja yang tampak kesal, lalu matanya
__ADS_1
beralih pada gaun yang dikenakan Senja , “Harusnya gak pakai ini kan !” Jose menarik
syal yang terlilit di leher Senja, yang membuat bagian yang ditutupi Senja
terlihat dengan jelas .
Jose menelan ludahnya, sungguh keindahan wanita yang mengusik kelaki-lakiannya. Jose mendekatkan wajahnya, membuat Senja menjadi gugup “e...elo mo ngapain”
“kamu sudah dewasa, berapa umurmu sekarang ? “
Senja memundurkan kepalanya yang terlalu dekat dengan Jose
‘cukup satu orang mesum dihidup lo Senja,’
“Dua satu, umur gue dua satu tahun ini”
Jose tersenyum melihat ekspresi Senja yang gelagapan, ingin sekali ia menerkam gadis itu, dan
melahapnya habis. Jose memudurkan wajahnya sambil mengacak-acak rambut Senja,
ia kembali memandang pantai yang nyaris tak berombak malam ini.
Senja beralih keminuman ditangannya, gadis itu tampak
kesulitan membukanya, Jose berinisiatif membantu dengan langsung menarik
tarikan kaleng itu dan....
“Byurrr..... soda itu menyembur kewajah Jose....
“Hahahaha.... ampun bukan salah gue ya “
Senja terbahak, karena kaleng itu sudah dikocoknya tadi,
Jose sibuk menyeka wajah dan bajunya yang basah,,,
“Sini gue bantuin !”
Senja mengambil syal ditangan Jose, lalu menyeka wajah
Jose,,,”sory ya,,, gue bacanda kok, btw ini bersih gak ya !” sambil memandang
syal Cynthia,,, Jose menatap wajah Senja lekat, tanpa sengaja gadis itu
menyentuh bekas luka Jose dengan tangannya.
“Ini ?”
“Tersayat pisau,, kenapa ? takut ?”
“mirip samurai X ya !”
Deg.... Jose terhenyak, kalimat yang sama yang didengarnya
sepuluh tahun lalu, Jose menarik Senja kepelukannya, walau gadis itu terus
berteriak dan berontak...”Adek...kamu gak ingat aku ?”
Senja terdiam, lalu mendorong tubuh Jose sekuat tenaganya
....” eh lo gila ya ?.....”
“Gadis kecil yang ditahan di kamar gelap sepuluh tahun lalu,
Itu kamu kan Senja ?”
Senja membisu, ia hanya menatap wajah Jose dengan dalam,
kenangan yang ingin ia lupakan itu, terbayang satu persatu,,, “Heh...
pembohong,,,kamu pembohong itu kan !” ....
///// bersambung....
Makasih yang sudah baca,,,yang jempolnya masih kosong bantu
klik ya, yang sudah trima kasih
Buanyakkkkk.... ^-*/////
__ADS_1