Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Hans or Jose


__ADS_3

Senja terkejut ketika pintu terbuka dan seseorang masuk


kedalam, gadis itu merasa lega karena yang masuk adalah orang yang dikenalnya.


 “Kak Jose....  itu kak Jose kan ? “


‘Damn’  Jose mengutuk dirinya sendiri, “Jangan mendekat ! “ teriakan Jose membuat Senja terkejut,


gadis itu mundur beberapa langkah.


“Tembak aku, jika aku berbuat sesuatu padamu !” teriak Jose


lagi sambil melempar pistolnya di depan Senja.


SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 21


 


 


Senja mendapati tatapan liar Jose yang seakan ingin


menerkamnya. Gadis itu menggigit bibirnya sembari mengambil pistol yang


dilemparkan Jose tadi. ‘Ternyata berat ya, gue kira sama kayak mainan,’


Senja mengangkat pistol itu dan mengarahkannya pada Jose,


“Mau tembak ?” tanya Jose sambil berjalan maju selangkah demi selangkah,


“La kan tadi disuruh tembak !” jawabnya sambil berjalan


mundur, akhirnya langkah gadis itu terhenti karena punggungnya sudah menyentuh


dinding.


Jose tersenyum dingin, akalnya sudah tertutup oleh nafsu,


memandang Senja seperti air yang ada di padang pasir, pelepas


dahaganya.”Senjaaa,,,,”


“Eehh,,,apa-apaan lo, mundur...mundur... gue tembak ni !”


Senja semakin gugup, tangannya gemetaran, sekilas terpikir, kalau ia menarik


pistol itu, Jose bisa saja mati ditangannya, tapi kalau tidak.... ia yang bakal


mati dimakan Jose.


Jose menilik wajah Senja yang berkeringat, “Tembak...cepat


tembak,,, aku tak bisa menahannya lagi !” pekik Jose. Mata mereka saling


bertemu, sepersekian detik kemudian Jose melangkah maju dan menarik tangan


Senja, membuat pistol ditangan gadis itu terjatuh dilantai.


“Aku sudah memberikan kesempatan padamu, jadi kali ini


maafkan aku !”


Jose mendorong Senja ketempat tidur, lalu menindih tubuh


gadis itu hingga tak bergerak, wajah Senja merah menahan marah ’harusnya


kutembak saja tadi ’pikirnya.


Senja memandang Jose dengan tatapan membunuh, namun Jose tak


bergeming, ia mendekatkan wajahnya, membuat Senja menahan nafas. Pria itu


menelan ludah, lalu ******* bibir gadis didepannya dengan ganas.


Senja hampir sesak kehabisan nafas karena ciuman Jose yang


bertubi-tubi, ‘lo harus tenang Senja, tenang ... tenang,,,,’  Senja sedikit lega ketika Jose melonggarkan


himpitannya.


“Kenapa diam, pasrah ?” Jose memandang wajah Senja yang


terbaring tak berontak lagi, Pria itu tersenyum licik dan mulai melanjutkan


aksinya pada bibir gadis itu.


Jose terhenyak, ketika bibir Senja bergerak merespon  lumatannya. Jose sempat membuka matanya,


melihat Senja, mata gadis itu terpejam sambil melancarkan serangan ke bibirnya.


Jose merasakan desiran luar biasa ditubuhnya, kakinya mulai melemas saat Senja

__ADS_1


mulai mendominasi ciumannya.


Akhirnya Jose membiarkan gadis itu menguasai bibirnya dan


bahkan lidahnya yang  meliar


kesana-kemari itu sudah takluk dalam kenikmatan yang disalurkan dari bibir


mungil itu.


‘Hans maafin gue,’ bathin Senja, gadis itu membuat Jose


terlena dan menikmati ciumannya. Senja merenggangkan ciumannya dan menarik


nafas dalam, tersenyum melihat Jose yang kaget ketika kenikmatannya terhenti.


“Kenapa ?” tanya Jose dengan lembut,


Senja memegang wajah Jose, “Kak, maafin gue !”


“Ha ?”


“Akhhhhh, aduh...”


Jose berguling ditempat tidur sambil memegang alat vitalnya


yang disundul  keras oleh lutut Senja,


gadis itu cepat bangkit dan meraih pistol yang tadi terlepas dari tangannya.


“Dari mana lo belajar trik kotor seperti itu Senja,” Wajah


Jose terlihat pucat menahan sakit luar biasa di bagian bawahnya.


“heem,,,dari mas Rehan, dia bilang tendang aja anunya, kalo


ada laki-laki mau macam-macam,”


“Kubunuh kakakmu, nanti,”


“Hoho,,, mas Rehan, pandai kungfu,,,, kak Jose mana bisa lawan


dia, hahaha !”


Jose mendengus kesal, tak lama Kean masuk ke kamar itu karna


mendengar suara gaduh dan teriakan Jose...


“Dor.....”


Sementara di tempat lain....


Hans sedang berjalan bolak balik sambil memijit kepalanya,


sedangkan Iwan sedang duduk sambil memegang ponselnya.


“Hans, kamu gak bisa diam, kepalaku tambah pusing liat kamu


mondar mandari dari tadi !”


“Ini sudah pagi, tapi belum ada kabar dari kepolisian, Fabio


juga belum kasi info !”


“bentar, gue nelpon dulu, lo duduk, kalo gak aku lempar kamu


pake Hp “


Hans mendengus kesal ‘kakak sama adik, sama bar-barnya’


bathin Hans.


Iwan tampak serius ditelponya, tak lama lelaki itu mengajak


Hans untuk ikut dengannya.


“Habis telpon siapa ?” tanya Hans sambil melajukan mobilnya


dengan kecepatan tinggi.


“Dewa “


“ Beh,,,,lelaki seperti itu memang dia bisa apa ?”


“hei... jangan ngeremehin dia, anak buahnya tersebar dimana-mana, mungkin lebih


cepat dari anak  buah kamu !”


Hans kembali mendengus kesal, dalam hatinya ia hanya


berharap, bisa menemukan Senja di tempat yang diberikan oleh Dewa.


......^-*.......

__ADS_1


Kean dan Jose terkejut, karena Senja menembak kerah Kean,


untung saja pelurunya meleset.


“Mundur... mundur.... “ teriak Senja, gadis itu masih


mengarahkan pistolnya pada Kean yang membuat lelaki itu mundur sambil


mengangkat kedua tangannya.


“Ada apa ?” tanya Qory yang datang dengan tergesa. Wanita


itu tersenyum licik ketika melihat Kean sudah ditodong oleh Senja dengan


senjata api sedang Jose masih terduduk pucat di tempat tidur.


“aku membiarkan  anak


macan hidup, akhirnya kini macan itu mau menyerangku... !”


“Tante,,, sekarang bukan waktunya bercanda, lepaskan mbak


Nadia !”


“ kau berani menyuruhku !”


“Cepaaat “ teriak Senja lagi sambil melepaskan tembakan kelantai


tak jauh dari tempat Qory berdiri.


‘Dua’ hitung Jose dalam hati, ‘pistol itu hanya ada lima


peluru, berarti tersisa tiga, Dion dan si bisu itu pasti sedang mengawasi,


dalam keadaan begini aku tak kan bisa menang melawan mereka,,,, Moran kamu


dimana, cepat datang,,,’ guman Jose dalam hati.


Kean membuka ikatan Nadia  yang diikat diruang tengah, Senja masih waspada sambil membidik Qory,


gadis itu berhasil menyembunyikan ketakutannya, padahal sejak melesatkan peluru


pertama, jantungnya seakan ingin lepas.


Nadia berlari kearah Senja dan memeluk gadis itu, “Adek


makasih”


“Iya,”


Senja masih memegang pistolnya dengan kuat, ia sempat


melihat Kean memberi kode, namun ia tak tau dimana posisi orang-orang Qory yang


lain.


Jose berjalan terhuyung mendekat ke arah Senja, gadis itu


hanya menggigit bibirnya sambil memandang ke Jose namun tetap membidik ke arah


Qory.


“Kau mengkhianati aku lagi, Jose !”


“Ini bukan masalah mengkhianatimu tante,,,, tapi dari awal


gadis ini tidak bersalah, mengapa kau malah melibatkannya”


“Heem... aku atau dia yang melibatkan dirinya sendiri ?”


“Lepaskan dia !”


“beraninya kau berteriak padaku,”


Qory berjalan menuju Jose, tak memperdulikan senjata yang


mengarah padanya,”Plakkk, “ sebuah tamparan keras mendarat dipipi Jose, dan


pria itu tak berani melawannya.


Senja terhenyak melihat pemandangan didepannya, ia teringat


ucapan Cynthia yang bilang Jose dipukul habis-habisan oleh Qory karena


membawanya kabur waktu itu.


Qory mengambil sebuah kayu pentungan yang tak jauh dari


situ, lalu menghajar Jose dengan kuat. Tangan Senja bergetar, ia menarik


pelatuk pistol itu dan melepaskannya kearah Qory...


“Agh....” darah mengucur dengan derasnya dilantai, semua

__ADS_1


mata terbelalak melihat kearah Senja,,,, Bersambung ////


__ADS_2