
Senja terkejut ketika pintu terbuka dan seseorang masuk
kedalam, gadis itu merasa lega karena yang masuk adalah orang yang dikenalnya.
“Kak Jose.... itu kak Jose kan ? “
‘Damn’ Jose mengutuk dirinya sendiri, “Jangan mendekat ! “ teriakan Jose membuat Senja terkejut,
gadis itu mundur beberapa langkah.
“Tembak aku, jika aku berbuat sesuatu padamu !” teriak Jose
lagi sambil melempar pistolnya di depan Senja.
SENJA untuk Sang Direktur
Chapter 21
Senja mendapati tatapan liar Jose yang seakan ingin
menerkamnya. Gadis itu menggigit bibirnya sembari mengambil pistol yang
dilemparkan Jose tadi. ‘Ternyata berat ya, gue kira sama kayak mainan,’
Senja mengangkat pistol itu dan mengarahkannya pada Jose,
“Mau tembak ?” tanya Jose sambil berjalan maju selangkah demi selangkah,
“La kan tadi disuruh tembak !” jawabnya sambil berjalan
mundur, akhirnya langkah gadis itu terhenti karena punggungnya sudah menyentuh
dinding.
Jose tersenyum dingin, akalnya sudah tertutup oleh nafsu,
memandang Senja seperti air yang ada di padang pasir, pelepas
dahaganya.”Senjaaa,,,,”
“Eehh,,,apa-apaan lo, mundur...mundur... gue tembak ni !”
Senja semakin gugup, tangannya gemetaran, sekilas terpikir, kalau ia menarik
pistol itu, Jose bisa saja mati ditangannya, tapi kalau tidak.... ia yang bakal
mati dimakan Jose.
Jose menilik wajah Senja yang berkeringat, “Tembak...cepat
tembak,,, aku tak bisa menahannya lagi !” pekik Jose. Mata mereka saling
bertemu, sepersekian detik kemudian Jose melangkah maju dan menarik tangan
Senja, membuat pistol ditangan gadis itu terjatuh dilantai.
“Aku sudah memberikan kesempatan padamu, jadi kali ini
maafkan aku !”
Jose mendorong Senja ketempat tidur, lalu menindih tubuh
gadis itu hingga tak bergerak, wajah Senja merah menahan marah ’harusnya
kutembak saja tadi ’pikirnya.
Senja memandang Jose dengan tatapan membunuh, namun Jose tak
bergeming, ia mendekatkan wajahnya, membuat Senja menahan nafas. Pria itu
menelan ludah, lalu ******* bibir gadis didepannya dengan ganas.
Senja hampir sesak kehabisan nafas karena ciuman Jose yang
bertubi-tubi, ‘lo harus tenang Senja, tenang ... tenang,,,,’ Senja sedikit lega ketika Jose melonggarkan
himpitannya.
“Kenapa diam, pasrah ?” Jose memandang wajah Senja yang
terbaring tak berontak lagi, Pria itu tersenyum licik dan mulai melanjutkan
aksinya pada bibir gadis itu.
Jose terhenyak, ketika bibir Senja bergerak merespon lumatannya. Jose sempat membuka matanya,
melihat Senja, mata gadis itu terpejam sambil melancarkan serangan ke bibirnya.
Jose merasakan desiran luar biasa ditubuhnya, kakinya mulai melemas saat Senja
__ADS_1
mulai mendominasi ciumannya.
Akhirnya Jose membiarkan gadis itu menguasai bibirnya dan
bahkan lidahnya yang meliar
kesana-kemari itu sudah takluk dalam kenikmatan yang disalurkan dari bibir
mungil itu.
‘Hans maafin gue,’ bathin Senja, gadis itu membuat Jose
terlena dan menikmati ciumannya. Senja merenggangkan ciumannya dan menarik
nafas dalam, tersenyum melihat Jose yang kaget ketika kenikmatannya terhenti.
“Kenapa ?” tanya Jose dengan lembut,
Senja memegang wajah Jose, “Kak, maafin gue !”
“Ha ?”
“Akhhhhh, aduh...”
Jose berguling ditempat tidur sambil memegang alat vitalnya
yang disundul keras oleh lutut Senja,
gadis itu cepat bangkit dan meraih pistol yang tadi terlepas dari tangannya.
“Dari mana lo belajar trik kotor seperti itu Senja,” Wajah
Jose terlihat pucat menahan sakit luar biasa di bagian bawahnya.
“heem,,,dari mas Rehan, dia bilang tendang aja anunya, kalo
ada laki-laki mau macam-macam,”
“Kubunuh kakakmu, nanti,”
“Hoho,,, mas Rehan, pandai kungfu,,,, kak Jose mana bisa lawan
dia, hahaha !”
Jose mendengus kesal, tak lama Kean masuk ke kamar itu karna
mendengar suara gaduh dan teriakan Jose...
“Dor.....”
Sementara di tempat lain....
Hans sedang berjalan bolak balik sambil memijit kepalanya,
sedangkan Iwan sedang duduk sambil memegang ponselnya.
“Hans, kamu gak bisa diam, kepalaku tambah pusing liat kamu
mondar mandari dari tadi !”
“Ini sudah pagi, tapi belum ada kabar dari kepolisian, Fabio
juga belum kasi info !”
“bentar, gue nelpon dulu, lo duduk, kalo gak aku lempar kamu
pake Hp “
Hans mendengus kesal ‘kakak sama adik, sama bar-barnya’
bathin Hans.
Iwan tampak serius ditelponya, tak lama lelaki itu mengajak
Hans untuk ikut dengannya.
“Habis telpon siapa ?” tanya Hans sambil melajukan mobilnya
dengan kecepatan tinggi.
“Dewa “
“ Beh,,,,lelaki seperti itu memang dia bisa apa ?”
“hei... jangan ngeremehin dia, anak buahnya tersebar dimana-mana, mungkin lebih
cepat dari anak buah kamu !”
Hans kembali mendengus kesal, dalam hatinya ia hanya
berharap, bisa menemukan Senja di tempat yang diberikan oleh Dewa.
......^-*.......
__ADS_1
Kean dan Jose terkejut, karena Senja menembak kerah Kean,
untung saja pelurunya meleset.
“Mundur... mundur.... “ teriak Senja, gadis itu masih
mengarahkan pistolnya pada Kean yang membuat lelaki itu mundur sambil
mengangkat kedua tangannya.
“Ada apa ?” tanya Qory yang datang dengan tergesa. Wanita
itu tersenyum licik ketika melihat Kean sudah ditodong oleh Senja dengan
senjata api sedang Jose masih terduduk pucat di tempat tidur.
“aku membiarkan anak
macan hidup, akhirnya kini macan itu mau menyerangku... !”
“Tante,,, sekarang bukan waktunya bercanda, lepaskan mbak
Nadia !”
“ kau berani menyuruhku !”
“Cepaaat “ teriak Senja lagi sambil melepaskan tembakan kelantai
tak jauh dari tempat Qory berdiri.
‘Dua’ hitung Jose dalam hati, ‘pistol itu hanya ada lima
peluru, berarti tersisa tiga, Dion dan si bisu itu pasti sedang mengawasi,
dalam keadaan begini aku tak kan bisa menang melawan mereka,,,, Moran kamu
dimana, cepat datang,,,’ guman Jose dalam hati.
Kean membuka ikatan Nadia yang diikat diruang tengah, Senja masih waspada sambil membidik Qory,
gadis itu berhasil menyembunyikan ketakutannya, padahal sejak melesatkan peluru
pertama, jantungnya seakan ingin lepas.
Nadia berlari kearah Senja dan memeluk gadis itu, “Adek
makasih”
“Iya,”
Senja masih memegang pistolnya dengan kuat, ia sempat
melihat Kean memberi kode, namun ia tak tau dimana posisi orang-orang Qory yang
lain.
Jose berjalan terhuyung mendekat ke arah Senja, gadis itu
hanya menggigit bibirnya sambil memandang ke Jose namun tetap membidik ke arah
Qory.
“Kau mengkhianati aku lagi, Jose !”
“Ini bukan masalah mengkhianatimu tante,,,, tapi dari awal
gadis ini tidak bersalah, mengapa kau malah melibatkannya”
“Heem... aku atau dia yang melibatkan dirinya sendiri ?”
“Lepaskan dia !”
“beraninya kau berteriak padaku,”
Qory berjalan menuju Jose, tak memperdulikan senjata yang
mengarah padanya,”Plakkk, “ sebuah tamparan keras mendarat dipipi Jose, dan
pria itu tak berani melawannya.
Senja terhenyak melihat pemandangan didepannya, ia teringat
ucapan Cynthia yang bilang Jose dipukul habis-habisan oleh Qory karena
membawanya kabur waktu itu.
Qory mengambil sebuah kayu pentungan yang tak jauh dari
situ, lalu menghajar Jose dengan kuat. Tangan Senja bergetar, ia menarik
pelatuk pistol itu dan melepaskannya kearah Qory...
“Agh....” darah mengucur dengan derasnya dilantai, semua
__ADS_1
mata terbelalak melihat kearah Senja,,,, Bersambung ////