Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Kebetulan tak Menyenangkan (2)


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Chapter 31


Senja mengangguk - anggukan kepalanya sambil tersenyum pada


Art,,,tanpa disadarinya Hans dan Fabio sedang memperhatikannya dari jauh. Wajah


Hans tampak tak senang, kedekatan Art dan Senja mengganggu hati dan pikirannya.


Fabio yang menangkap hal itu, segera mengajak bosnya itu


pergi dari sana, tapi Hans malah melakukan hal sebaliknya, ia bangkit dari


duduknya dan mengikuti Senja yang sedang berjalan ke arah toilet.


“Lagi senang rupanya, dapat pacar baru ?”


Senja kaget ketika Hans sudah berdiri di depannya, gadis itu


melirik wajah Hans yang tampak dingin, terakhir mereka bertemu, Senja menginjak


kaki Hans dengan keras, membuat lelaki itu kesal.


“Maaf yang waktu itu,,, aku gak sengaja nginjak kaki kamu,”


“Siapapun yang melihatnya pasti tau itu disengaja !”


Senja mendengus kesal,”siapa suruh peluk-peluk orang


sembarangan !”


“Oh,,, aku lupa kamu sudah punya pacar baru,,, maaf kalau


begitu,!”


“eeh..bukan begitu ....”


Dengan wajah dinginnya Hans berbalik badan, berjalan


meninggalkan Senja yang tampak kelabakan menanggapi kesalahpahaman mereka.


‘aapan sih ni orang,’.. tangan Senja mengepal, wajahnya


mulai terasa panas. Harusnya ia yang marah, berhari-hari ia mencari Hans yang


menghilang dan tiba-tiba muncul dengan kabar pertunangan dengan wanita lain,


bukannya menjelaskan, kini pria itu menuduhnya yang bukan-bukan.


“Hans diatama...Selamat atas pertunangannya,,, semoga kalian


bahagia,” Hans menghentikan langkahnya, tapi Senja sudah berjalan cepat


mendahuluinya hingga yang tampak hanya punggung gadis itu.


“Lo kenapa ?  ....”


tanya Vanya yang kebingungan, ia baru saja sampai ketika tangannya langsung


ditarik Senja, disudut matanya gadis itu sempat melihat Fabio ,


“Lo ketemu Hans?”


“udah deh,,, “


“Guekan nanya,,, terus pak dosen gimana,, kita tinggal ni ?”


“Diakan udah gede,, bisa pulang sendiri !”


“Dasar... elo masuk mobil sana ,,, gue telpon dia dulu...”


------^-^------


                Senja duduk di teras rumahnya ditemani Vanya yang sedang asik menyeruput segelas


sereal panas di tangannya, cuaca dinginnya malam itu rasanya tak bisa


menyejukkan suasana hati Senja.

__ADS_1


“Masih mikirin Hans ?”


“Nggak,,, siapa juga yang mikirin dia “


“Trus muka lo kenapa ?... telpon tu diangkat, lo keselnya


sama Hans kok pak dosen yang kena imbasnya !”


“ biarin aja ,,, gue lagi malas ngomong !”


“Terserah lo deh ... btw besok lo tanda tangan kontrak ? cepet banget ya !”


“Iya,,,  gue juga


heran,,  lo doain gue ya... mudahan


semuanya lancar “


“Pasti dong, gue doain yang terbaik buat sahabat gue,,,


semoga Senja dapat boss yang baik,, tampan dan kaya .... Amin”


“Amin....”


“Hahahaha”


.......^-*-------


                Pukul sembilan pagi, Senja sudah duduk manis di sebuah ruangan di kantor Maestro,


Handy selaku kepala bagian personalia meletakkan sebuah map yang berisi berkas


kontrak yang akan di tanda tangani oleh Senja.


“Baca dulu mbak Senja,” dengan ramah Handy menjelaskan


sedikit tentang pekerjaan yang akan dikerjakan olehnya.


“Disini pak ?” tanya Senja, ketika akan menandatangani


kontrak itu,,, kontrak selama satu tahun dengan gaji sedikit diatas rata-rata. Tentu


menduga apa yang akan terjadi padanya setelah itu.


Handy mengantarkan Senja, walau sedikit bingung, namun ia


tak menaruh curiga sedikit pun, hanya langkahnya sedikit terhenti ketika sampai


di depan ruang direktur.


“Ada apa mbak Senja ? ayo ...”


“Sebentar mas, kita mau ke ruangan direktur ?”


“Iya,,, meja kerja anda ada di dalam ”


“Maksudnya ?”


“Maaf, apa mbak Senja tadi gak baca kontraknya, disana


ditulis posisi anda sebagai sekretaris pribadinya direktur !”


“whattt???”


“ternyata gak di baca ya,,, hahaha tenang saja direkturnya


perempuan kok !”


“Oh “


Walau kaget, namun ia mencoba tenang, benarkah ia tak


membaca bagian posisi di kertas kontrak tadi, tapi perasaannya mengatakan bahwa


itu tidak tertera di sana, ‘sudahlah’ pikir Senja.


Hawa dingin menusuk ketika pintu itu terbuka, entah karena


AC nya terlalu dingin atau memang suasananya yang dingin. Seorang wanita

__ADS_1


berdiri dibalik meja, memandang tajam ke arah Senja  yang berjalan di belakang Handy.


Setelah mengantarkan Senja, Handy langsung mohon diri dan


keluar dari sana. Pandangan Senja mengedar ke seluruh ruangan sebelum matanya


beradu pandang dengan Lea.


‘Rasanya pernah liat, tapi di mana ya’ Senja mencoba


tersenyum walau rasanya sedikit kelu.


Lea menyambut senyuman itu dengan senyum tipis diujung


bibirnya, wanita itu berjalan menuju ke arah Senja.


“Senang bisa bertemu denganmu seperti ini Senja,,, kenalkan


saya Lea ... Alea Mamuraja,”


Senja menjabat tangan Lea yang kini berdiri tepat


dihadapannya, Senja sempat terkesima dengan penampilan Lea yang sangat elegan, dibandingkan


dengan dirinya yang .... ah sudahlah


Tatapan Lea yang memperhatikan dirinya dari atas sampai


bawah membuat Senja sedikit risih, walau ia harus menyunggingkan senyum


termanisnya kini.


“Kamu Senja ?”


“Iya,” jawab Senja sedikit canggung, apalagi tatapan wanita


berlipstik merah menyala di depannya ini seakan ingin mengulitinya.


“Saya baca CV kamu, pernah kerja di JY ?”


“Cuma magang bu, “


“Oh,,, berarti kamu kenal dengan tunangan saya ?”


“Ha ? tunangan ibu siapa, mungkin saja saya mengenalnya,”


ucap Senja sambil menatap penuh wanita di depannya itu, sedikit demi sedikit ia


mulai menerka kearah mana wanita ini bicara, dan otaknya seakan dipaksa untuk


mengingat wajah wanita yang tak asing ini.


“Hansdiatama Putra, direktur JY, itu calon suami saya,”


Bibir Senja repleks mengeluarkan senyum kelunya, sepersekian


detik lalu ia berhasil mengingat siapa wanita ini, namun ketika diucapkan tetap


saja berasa menyakitkan.


“Oh, Direktur JY sangat beruntung mendapatkan wanita seperti


anda,” ucap Senja sembari mengatur ekspresinya agar tak terlalu kalah telak


dengan wajah penuh kemenangan milik Lea.


“Terimakasih Senja, kamu tahu alasan saya menerima kamu di


sini ?” ucap Lea lagi.


Senja hanya menggelengkan kepalanya, tanpa niat untuk


menjawab itu,


“Karena saya mendengar kamu punya Affair dengan Hans,” bisik


wanita itu di telinganya lalu tersenyum licik sambil meninggalkan Senja yang


masih mencoba menahan kesalnya . ///// bersambung....

__ADS_1


__ADS_2